LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Noah anak mami Lina....


__ADS_3

2 jam sudah berlalu di ruang operasi, belum ada tanda tanda selesai operasi.


Andre gelisah memandang ruang operasi, begitu juga Noah sama ikut gelisah dalam gendongan mama Rani.


Setengah jam kemudian lampu ruangan OK sudah mati, tanda operasi sudah selesai. Terlihat dokter berpakaian hijau keluar dari ruang OK.


“Keluarga pasien atas nama Nona Lina “ panggil dokter tersebut.


“Iya Dokter, saya keluarganya,“ ujar Andre.


“Operasi pasien berhasil, untung tusukan pisaunya tidak mengenai jantungnya. Untuk sekarang pasien masih di ruang pemulihan, baru nanti di pindahkan ke ruang rawatnya “ ujar Dokter bedah.


“Alhamdulillah, terima kasih banyak Dokter. Boleh saya menemaninya ?” tanya Andre.


“Boleh, tapi 1 orang saja. Karena pasien masih dalam pengaruh obat bius “ ujar Dokter bedah.


“Terima kasih Dokter “ Andre mengikuti Dokter tersebut ke ruang , pasca operasi.


.


.


Punggung Lina terlihat tidak ditutupi sehelai kain apapun, hanya kain kasa ukuran besar yang menutupi luka pisau yang telah di operasi. Sedangkan bagian depan tetap tertutup dengan baju khusus operasi.


Tes......tes......tes..... air mata Andre kembali turun, melihat Lina. Gadis mungil berambut coklat, yang sejak semalam telah membuat hati Andre emosi.


CUP


Dikecupnya bahu Lina yang terbuka.


“Sayang.........mami Noah...” dielus dengan lembut pipi Lina yang menghadap samping. Kebetulan posisi tidurnya agak miring dan tidak terlalu  tengkurap karena luka di punggungnya.


Andre setia duduk di samping ranjang Lina, setia memandangnya menunggu Lina membuka matanya.


Tanpa terasa sudah 1 jam Andre menunggu Lina, tangan Lina sudah mulai bergerak tanda tanda mulai sadar dari biusnya. Andre segera memanggil dokter yang bertugas di ruang OK.


“Pasien sudah mulai ada tanda tanda sadar, sudah bisa kita pindahkan ke kamar rawatnya !” ujar Dokter.


“Pindahkan ke ruang rawat VVIP, seperti biasa!” ujar Andre.


“Baik Pak Andre !”


.


.


Mama Rani, Papa Nugraha, Noah dan Tini sudah berada di kamar rawat inap VVIP menunggu perpindahan Lina dari ruang pasca operasi.


Tanpa menunggu lama, masuklah brankar yang membawa Lina ke kamar tersebut. Nampak Andre dan Kevin berada di samping brankar tersebut.


Saat para perawat laki-laki mau memindahkan Lina dari brankar ke ranjang pasien. Andre turut serta mengangkatnya biar tidak terlalu banyak pria yang turut memindahkan Lina. Dibaringnya pelan ke posisi setelah operasi.....agak miring – tidak terlentang dan harus hati-hati agak jahitannya tidak terbuka.


Kevin mengecek persiapan alat kesehatan di dalam kamar, serta kondisi Lina terkini. Terlihat sesekali matanya terbuka, tapi tidak lama karena masih terasa mengantuk akibat pengaruh obat bius.

__ADS_1


“Bro, nanti setelah obat biusnya tidak terasa lagi. Lina akan merasakan nyeri bekas operasinya. Nanti langsung di kabarin ke dokter jaga. Biar dikasih suntikan obat penghilang nyerinya. Untuk anakmu untung tidak ada cedera apa-apa jadi tidak perlu khawatir !” ujar Kevin.


“Ok, Bro thanks..!”


Kevin melanjutkan tugasnya ke pasien lain.


“Andre, malam ini Papa dan Mama akan ikut menginap di sini untuk jaga-jaga. Papa dan mama di kamar sebelah."


“Terima kasih Pah, Noah juga ikut menginap di sini. Nanti Tini bisa istirahat di kamar kecil. Noah tidur sama saya di sofa bed biar dekat dengan maminya."


Papa Nugraha dan Mama Rani menganggukkan kepalanya paham akan permintaan anaknya.


Andre mengambil Noah pangkuan dari Mama Rani.


“Ganteng daddy, ini udah ada mami!” ucap Andre mendekati Noah ke Lina. Jari jari mungil Noah menyentuh tangan Lina.


“Mi........mi........mi......!” celoteh Noah. Mata Lina terbuka sesaat mendengar celotehan Noah, tersenyum tipis melihat Noah di pangkuan Andre samar samar.


“Mami masih mengantuk sayang!” ucap Andre ke Noah.


Tangan mungil Noah tak henti hentinya menggapai tangan Lina yang sudah tertidur kembali.


Berdesir hati Andre, melihat Noah yang ingin selalu dekat dengan Lina walau bukan ibu yang melahirkannya.


“Nak biar Noah sama mama, sebaiknya kamu bersih-bersih dulu ganti baju. Baju kamu sudah kena bercak darah!” pinta mama Rani.


Andre baru sadar ternyata penampilannya agak berantakan, dia menuruti permintaan mamanya.


.


.


“De.............!”panggil Lina pelan mulai mengerjapkan matanya.. Saat membuka mata, dia melihat Noah tidur di bed sebelah ranjangnya.


“Mami......!” sahut Andre.


“Dede Noah, nggak pa-pa kan Pak?” ujar lirihnya.


“Noah tidak apa-apa mih,  Noah baik-baik aja ....tuh lagi tidur. Cape abis ngelus -ngelus tangan mami!” ujar Andre berusaha membuat hati Lina tenang.


“Maafkan saya Pak, andai saya tidak kasih Noah ke Sita. Noah tidak akan dilempar........hiks !” Lina mulai menangisi dirinya atas penyesalannya.


Andre tidak menghiraukan Lina memanggilnya Pak kembali, yang terpenting Lina kembali sehat setelah menyelamatkan anaknya.


“Ssst.......ssst....sudah jangan menangis bukan salah mami !”


Cup........cup.......cup diciumnya berulang kali pipi Lina yang basah karena air matanya.


“Si-sita kok tega lempar anak saya Pak,“ isak Lina.


Mama Rani mendekati ranjang Lina mendengar tangisannya.


“Sabar sayang.......!” ucap Mama Rani sambil mengusap kaki Lina.

__ADS_1


“Sita tega Mah sama Noah. Kalau Sita tidak sayang Noah, biar Noah jadi anak saya.........hiks.....hiks!”


“Iya sayang....lihat Daddy...... Noah anak mami Lina sayang !” ucap Andre kembali mengecup pipi Lina. Desiran hati Andre semakin dalam, melihat tatapan sayangnya Lina ke anaknya.


“Pak.......Noah anak saya kan, jangan ada yang sakiti anak saya Pak!” pinta Lina dalam isak tangisnya.


“Iya sayang, tidak ada yang bisa menyakiti anak kita lagi. Cup.....jangan menangis lagi....nanti anak kita bangun!”


Lina menganggukkan pelan kepalanya.


“Terima kasih nak telah menyelamatkan cucu oma!” ujar Mama Rani.


“Sudah sewajarnya seorang ibu menyelamatkan anaknya Mah.”


Hati Mama Rani terhenyuh dengan ucapan Lina, mama terharu...


Andre tersenyum mendengar jawaban Lina.


.


.


“Sekarang mami makan dulu ya, daddy suapin!” Andre mengambil bubur yang tadi telah di antar oleh perawat.


Kali ini Lina menurutinya, karena badannya tidak bisa bergerak. Di tambah perutnya juga sudah lapar.


Mama Rani menggenggam tangan Papa Nugraha.


“Pah, sampai kapan mereka seperti ini. Pengorbanan Lina sudah banyak buat cucu kita mulai saat Noah sakit hingga sekarang !” ujar mama Rani.


“Kita bersabar dulu mah, tunggu tindakan selanjutnya dari Andre!”


“Assalamualaikum,"Sapa wanita muda dari pintu kamar.


“Walaikumsalam, Karin !” sahut Mama Rani melihat siapa yang datang.


“Mah...Pah.....Kak Andre, sorry baru datang. Karin baru dapat kabar dari orang rumah jadi langsung ke sini," ujar Karin


“Iya nggak pa-pa !” ujar Andre.


“Ya Allah.......yang sabar ya mbak Lina, kuat biar cepat sembuh !” ujar Karin menghampiri ke ranjang Lina.


"Iya makasih Karin."


“Pelakunya sudah ketemu Kak?” tanya Karin.


“Belum masih dalam penyelidikan polisi," jawab Andre.


.


.


*bersambung

__ADS_1


Untuk pembaca setia, author mau kasih GiveAway buat readers. Ditunggu yaaa info selanjutnya*.....


__ADS_2