
Satu bulan lebih seminggu kemudian......
“Huek.......huek.......huek,” Andre kembali mengeluarkan isi perutnya ketika bangun tidur.
“Dad, mami hubungi dokter Kevin ya .. mami gak tega lihat daddy udah tiga hari muntah muntah terus,” pinta Lina sambil memijit tengkuk suaminya.
“Huek.......huek.....huek,” kembali lagi Andre mengeluar isi perutnya, sampai tubuhnya lemas.
“Gak usah mih, nanti mual daddy siang hari bakal hilang kok,” jawab Andre, lalu membasuh mukanya, membersihkan mulutnya dari sisa muntahannya.
“Tapi mami gak tega lihat Daddy, biar cepat sembuh dad,” ujar melas Lina.
Andre memeluk tubuh istrinya, dengan menghirup aroma istrinya, rasa mualnya mulai berkurang.”Obat daddy hanya mami aja, kalau tiap mencium aroma tubuh mami, rasa mualnya berkurang,” jujur Andre.
“Aneh.....” Lina mengernyitkan dahinya, berasa heran dengan jawaban suaminya.
Masih mendekap istrinya “Mih, masakkin daddy ikan gurame asam manis sama sambal terasinya yang pedas, trus sayur cah baby kailan. Kayak kemarin mih,” pinta Andre dengan manjanya.
“Daddy gak bosan, udah tiga hari loh daddy minta menu yang sama,” ujar Lina, buat wanita itu gak masalah masak buat suaminya, hanya heran aja udah tiga hari itu juga, minta di masakkin lauk yang sama dan harus dimasak oleh istrinya sendiri, gak mau masakkan orang lain. Tapi wanita itu senang, setiap di masakin, suaminya makannya lahap dan habis.
“Daddy gak bosan, sayang......justru bikin nafsu makan,” jawab Andre ”Ya udah, mami ambil air hangat dulu buat daddy, baru nanti mami masak buat daddy,” Lina mengurai pelukan Andre, dan mengambil gelas dan air yang berada di nakas dekat ranjang mereka.
“Diminum dulu air hangat, biar enakkan perutnya,” ujar Lina sambil memberikan gelas yang sudah berisi air hangat.
Andre mengambil gelas tersebut dan meminumnya sedikit demi sedikit, sampai habis.
“Mami tinggal ke dapur dulu ya, daddy istirahat aja kalau badannya masih gak enak,” ucap Lina sambil mengangkat dan mengendong Noah yang sudah bangun tidur dari ranjang.
“Sayang......cium dulu,” pinta Andre dengan manjanya.
CUP
Lina mengecup bibir Andre sekilas, biar tidak diambil kesempatan sama suaminya, jika mengecup lama....yang ada malah olah raga pagi. Sudah hampir satu bulan, Andre tidak pernah absen, menggumuli istrinya dengan berbagai alasan, tapi Lina tetap melayani hasrat suaminya dengan senang hati.
Kebetulan hari sabtu, Andre bisa istirahat setelah mengeluarkan isi perutnya, yang membuat tubuhnya lemas di pagi hati. Lina keluar kamar sambil mengendong Noah, dan mengajaknya ke dapur.
__ADS_1
Daddy sama anak benar-benar gak mau jauh dari maminya. Selama satu bulan ini, setelah ruang kerja Andre dan Lina di renovasi, hampir Noah di bawa kerja. Kalau tidak di ajak, Noah akan rewel di mansion sampai sang baby sitternya bingung.
Tapi untungnya Noah selama di kantor, tidak rewel dan tidak mengganggu maminya kerja. Buat Noah yang penting , matanya selalu lihat maminya, itu sudah cukup.
“Dede.....duduk sini ya, mami masak dulu buat daddy sama dede,” ucap Lina sambil menaruh Noah di kursi tinggi, dan memberikan biskuit kesukaannya di tangan Noah.
“MIh...mih....sak....sak,” cetoleh Noah sambil menganggukkan kepalanya, dan mulai mengemil biskuitnya.
“Mbak Tini.....tolong lihatin Noah, saya mau masak dulu,”
“Iya, Nyonya....” jawab Tini yang mulai merubah panggilan Ibu menjadi Nyonya, mengikuti para pelayan di mansion. Padahal Lina tidak mempermasalahkan jika tetap di panggil Ibu seperti biasa, apalah arti nama panggilan, yang terpenting saling menghormati dan saling menghargai.
Para pelayan gerak cepat membantu menyiangi beberapa ekor ikan gurame, sayur, cabe, bawa, tomat. Lina mulai membuatkan bumbunya, kemudian mulai memasak semuanya.
“Hemmm, wangi banget nih masakannya. Masak apa nak?” ucap Mama Rani yang baru datang ke dapur.
“Masih menu yang sama mah, daddy minta di masakkin kayak kemarin. Saya juga masak udang dan cumi crispy kesukaan papa nih mah,” jawab Lina, tangannya masih sedang mengulek sambel.
“Tumben tuh anak,” jawab Mama Rani sambil mengulum senyum, penuh arti.
“Noah baru bangun tidur mah, langsung bawa ke sini, jadi belum sempat di mandiin,” sahut Lina.
“Mbak Tini, kalau dede sudah selesai ngemilnya. Langsung dimandiin ya,” pinta Lina.
“Iya nyonya.....” jawab Tini.
“Sayaaang............,” suara Andre terdengar dari jauh.
“Lah ini daddynya juga belum mandi?” tanya Mama Rani, yang melihat Andre datang dengan kaos oblong dan celana rumah.
“Daddy tadi pagi abis muntah lagi, Mah. . Kayak kemarin lagi,” ucap Lina, sambil menghampiri suaminya yang tiba-tiba muncul.
Mama Rani langsung memegang kening Andre dengan punggung tangannya.”Enggak panas badannya, selain muntah....apalagi yang di rasa Ndre?”
“Suka pusing dan mual mah, tapi kalau udah dekat sama istri, biasanya langsung enakkan,” jawab Andre, tanpa rasa malu langsung mendekap tubuh Lina di depan mamanya.
__ADS_1
“Daddy, malu ada mama.......ih,” Lina risih.
Mama Rani tersenyum lebar mendengar ucapan Andre, berharap perkiraannya benar.
“Lina, kamu sudah datang bulan belum?” tanya Mama Rani.
DEG
Sontak terkejut Mama Rani menanyakan datang bulan, dan dirinya baru sadar jika selama sebulan penuh suaminya menggumulinya terus. Andre pun tersadar jika selama sebulan pria itu tidak pernah absen mencumbui istrinya.
“Sayang........!” ucap Andre sambil tersenyum lebar dan mengurai dekapannya. Sangat paham yang dimaksud mamanya.
“Daddy mau ke apotik dulu,” lanjut Andre bergegas keluar mansion.
“Ke apotik, mau beli obat?” Tanya Lina, sayangnya orang yang ditanya udah enggak ada.
“Lin, kita siapin sarapan dulu. Bukannya kamu udah selesai masak,” ajak Mama Rani.
“OH iya mah, udah matang semua. Lupa belum di hidangkan ke meja,” jawab Lina, langsung ke meja dapur, dan membawanya ke ruang makan dibantu pelayan.
Papa Nugraha , mama Anggi baru tiba di ruang makan.
“Jeng Rani, maaf loh saya ngak bantuin masak, kesiangan bangunnya,” ujar Mama Anggi.
“Enggak pa-pa Jeng Anggi, yang masak bukan saya, tapi anak kita,” jawab Mama Rani sambil duduk di samping papa Nugraha.
“Mah, kayaknya sarapannya makan besar lagi nih.” Papa Nugraha melihat hidangan sarapan sama seperti kemarin, plus ada kesukaan pria tua itu.
“Anakmu pah, minta di masakkin sama istrinya dengan menu yang sama. Tapi Lina masakkin kesukaan papa juga tuh,” tunjuk mama Rani di meja makan.
“Terus sekarang Andrenya kemana?" tanya papa Nugraha, melihat Andre tidak ada di ruang makan.
“Katanya ke apotik Pah,” sahut Lina.
“OOOh....,” jawab papa Nugraha, tanpa menunggu Andre, papa Nugraha sudah mengambil menu kesukaannya.
__ADS_1
Sedangkan Andre masih sibuk di apotik terdekat membeli barang satu jenis, tapi berbagai merek. Membuat apoteker tertawa melihat pria ganteng tidak malu beli barang tersebut.