LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Pergi dari Mansion Andre


__ADS_3

“Aku terharu saat kamu bilang masih mencintaiku,” Dina malu-malu mengingatnya kejadian di ruang kerja Andre, andaikan tadi Lina tidak masuk.


Andre memejamkan matanya mengingat kejadian tadi. Saat dia masuk ke ruang kerjanya ternyata di ikuti Dina yang turut masuk ke dalam.


Mereka mengobrol tentang masa lalu indah mereka, dan entah kenapa Dina duduk di pangkuannya, dan dia tidak menolaknya. Bibir Dina mulai mengecup bibir Andre, dan mereka saling memagut, seakan ada kerinduan yang terpendam antara mereka berdua.


Andre lupa dengan segala ucapan cinta kepada Lina, hingga tiba-tiba Lina ada di hadapan mereka dengan sorot mata tajamnya, semakin tajam matanya semakin cantik wajah istrinya.


“Andre........!” panggil Dina sambil menggoyangkan bahunya.


Andre mengerjapkan matanya, menatap wajah kekasihnya dulu, sekelebat wajah Lina tampak jelas di pelupuk matanya, sorotan mata yang baru ini dia lihat.


“Pak Bos di panggil tuan besar di minta ke kamarnya sekarang!” napas Faisal ngos-ngosan karena berlarian mencari keberadaan Andre.


Andre meninggalkan Dina begitu saja tanpa jawaban.


Aku harus mendekati Andre lagi, sial kenapa dulu aku tidak terima lamarannya, kalau ternyata dia bisa sukses seperti sekarang. Aku harus menjadi nyonya mansion ini.....batin Dina.


.


.


PLAK...!!! PLAK...!!!


Tapak tangan Papa Nugraha mendarat di kedua pipi Andre. Wajah Papa Nugraha terlihat emosi terhadap putranya.


“Kamu bilang cinta dengan Lina, tapi ternyata kamu laki-laki brengsek!” Papa Nugraha melempar handphonenya yang masih memainkan video dia bersama Dina.


“Mulai detik ini jangan sesekali kamu mendekati Lina dengan alasan apa pun. Dimana pun begitu juga dikantor!”


“Lina sudah bebas. Nanti jika keadaan sudah tenang. Papa minta kamu ucapkan talak ke Lina!” agak meninggi ucapan Papa Nugraha.


“Pah......!” ucap Andre pelan.


“Kamu sudah tahu konsekuensi dari perjanjian kalian berdua! Jika ada hubungan apa pun, maka berakhir semuanya!” tegas Papa Nugraha.


“Tapi Lina tetap Papa anggap anak sendiri, walau tidak menjadi menantu Papa lagi!” Papa Nugraha masih emosi, dari pada tambah pusing dia keluar dari kamarnya.


Andre meraup wajahnya, tak bergeming lagi. Ini sudah salahnya, ternyata dirinya masih mudah tergoda dengan wanita lain, yang bukan istrinya sendiri.


“HA.......HA......HA!” Andre tertawa pilu sekencang-kencangnya, tapi matanya mulai berair.


.


.


“Kita mau kemana Mih?” tanya Mitha masih mengemudi mobil Lina. Lina telah meninggalkan Mansion Andre, tidak rela Lina sendiri....Mitha mengikutinya keluar dari mansion Bosnya.


“Udah lama kita gak ke mall, ke mall aja deh!” jawab Lina.


“Lets go!” ujar Mitha


Akhirnya gue bebas dari si Bos......batin Lina.


Lina menatap ke arah jalan, pandangannya kosong entah kenapa. Bebas dari bosnya adalah keinginannya, tapi kenapa hatinya sedikit terasa sakit.


“I love you mami Lina,” Lina tersentak dari lamunannya gara-gara bisikan ditelinganya. Untuk menghilangkan pikirannya, dia memilih setel musik.........


🎶🎶🎶🎶


Masihkah ada dia di hatimu bertahta?


Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?


Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?


Meski bibir ini tak berkata

__ADS_1


Bukan berarti ku tak merasa


Ada yang berbeda di antara kita


Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena


Diriku tak mampu untuk bicara


Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku


Aaah kok jadi tambah galau !!!


.


.


Setibanya di mall, Lina bergelayut manja di lengan Mitha. Mereka berdua keluar masuk toko di mall tersebut, Lina membeli beberapa keperluannya, beberapa baju.


Lina terlihat senang seperti anak burung yang lepas dari kurungannya, tapi sesekali tubuhnya merasa hangat seperti dipeluk seseorang ketika dia berbelanja, ditengoknya ke arah belakang.....tidak ada siapapun.


Waduh jangan-jangan setan yang meluk gue.......bulu kuduknya berdiri.


Sedangkan di mansion Andre.....


Andre tampak termenung di ruang kerjanya, Faisal masih setia menemaninya.


Dari pintu ruang kerja, masuk pelayan membawa nampan “Tuan ini kopinya!” diletakkannya di atas meja kerja.


Andre memberi tanda agar pelayan tersebut pergi dari ruang kerjanya.


Kopi tersebut di minumnya.


“PRANG!!” dibantingnya cangkir yang berisi kopi tersebut ke lantai.


“INI BUKAN BUATAN MAMI!” pekik Andre.


“PRANG!”


“PRANG!”


“KENAPA......KENAPA........DIA DATANG KEMBALI!!” pekik Andre. Kenapa dia ikut terhanyut dengan ciuman Dina, seakan dia juga ikut merindukannya.


“Sudahlah Dad, pagi-pagi jangan menggombal. Daddy tuh udah kayak playboy, mudah banget menyatakan cinta padahal baru berpisah dengan Sita sebentar,”


Andre teringat ucapan Lina tadi pagi.


“HA......HA.......HA.....mami benar!” Andre kembali tertawa sambil memukul mukul dadanya sendiri.


“Pah....Andre!” ucap Mama Rani dari luar ruang kerja Andre.


“Biarkan saja anak itu, sudah keterlaluan kelakuannya!” ucap Papa Nugraha.


“Faisal, kamu jaga Andre. Kasih tahu kita jika ada sesuatu!” ujar Mama Rani.


“Baik Nyonya.”


.


.


Malam tiba...


Lina merebahkan dirinya di ranjang, setelah belanja ke mall lalu mampir ke rumahnya untuk mengambil beberapa pakaiannya.


Sekarang dia sudah di tempat yang berbeda bukan dikamarnya dengan Andre, bukan juga di kamar rumahnya sendiri.


Sambil berbaring, di aktifkannya kembali handphonenya. Beberapa panggilan tidak terjawab dari Andre.

__ADS_1


Tring........Tring.......


Beberapa pesan WA masuk


✅Bos Andre


Mami, kita harus bicara !!


✅Bos Andre


Mami dimana ? Maafin daddy.


✅Bos Andre


Mami ada dimana? Daddy nyusul ya!!!


✅Bos Andre


Sayang pulang ya, Daddy jemput ya ???


Lina tertawa menerima pesan dari BOSnya, entah apa yang lucu. Tapi buat dia lucu.


“Beginikah perasaan Sita melihat suaminya kepergok mesra dengan wanita lain. Maafkan saya Sita,” ucap lirih Lina.


“Ternyata sakit ya, ada orang yang baru saja memeluk kita.....lalu sejam kemudian dia ciuman dengan wanita lain. Untung gue bukan istrinya.”


Dipandangnya cincin yang berada dijari manisnya, kemudian dilepasnya dari jarinya.


Drett.........Drett.......Drettt


Bos Andre calling.


Lina menatap handphonenya yang berdering. 1x, 2x, 3x .......10x Andre terus menghubunginya.


Tring.........Tring....


✅Bos Andre


Mami, tolong terima telepon Daddy. Please sayang, daddy tahu.....mami baca pesan daddy. Mami ada dimana sekarang, daddy jemput ya...


Tolong jangan diamkan daddy. Daddy salah, daddy minta maaf. Lebih baik mami marah, pukul atau gigit leher daddy lagi.


Lina hanya membaca pesan dari Andre tanpa membalasnya, lalu mematikan hpnya.


“Sungguh melelahkan hari ini!” gumam Lina mencoba memejamkan matanya. Sejenak dia berpikir, kalau tidak ada perasaan dengan Bosnya.....kenapa tidak dibalas dan dijawab telepon dari Bos. Namun entah kenapa hatinya sendiri yang melarang!


“PRANG!”


Andre membanting handphonenya setelah beberapa kali menghubungi Lina tapi tidak di terimanya, dan pesannya pun tidak dibalas.


Mama Rani yang masuk ke kamar Andre kaget dengar suara barang di banting. “Andre.........”


Andre menatap sendu mamanya “Ya....mama”


“Kamu belum makan  malam, ini mama anterin makanan!” ditaruhnya nampan berisi lauk pauk di meja sofa.


Andre terlihat kacau balau malam ini, baju dan rambutnya acak-acakkan.


.


.


bersambung.


Terima Kasih buat Kakak Readers buat dukungannya. Jangan lupa mampir ke novel Author yang lain ya.


__ADS_1


__ADS_2