
Wangi sabun mandi menguar di kamar Noah, terlihat Lina sudah agak segar setelah mandi.
Inilah salah satu yang membuat Andre jatuh cinta, Lina yang hanya memakai daster yang panjangnya selutut terlihat mengemaskan. Ingin rasanya Andre mengungkung Lina saat itu juga.
“Yuk sayang.......sama mami!” Noah merentangkan tangannya seakan tahu maminya akan mengendongnya.
“Lin.......mama tinggal ya, mata mama sudah ngantuk berat!”
“Iya mah, makasih ya mah. Met istirahat.”
“Kenapa rewel sayang.......mami kan kerja nak.” Ditimang-timang Noah dalam dekapannya.
“EHMMMM.......!” deheman Andre merasa Lina mengacuhkannya.
Andre melepaskan jas dan kemejanya di depan Lina, lalu menanggalkan celana panjangnya.... tinggal boxer yang di kenakannya, setelahnya masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Noah.
GLEK
Lina yang melihat pahatan yang sempurna di hadapannya, bikin bulu kuduknya merinding. Naluri seorang wanita pasti ada tanpa di sengaja, berhasrat.....pasti ada rasanya. Apalagi dia pernah menyentuh senjata suaminya sendiri.
Mending keluar dari kamar ini, dari pada terjadi sesuatu......
Lina mengendong Noah dan membawa susu dan botol susu, keluar dari kamar Noah.
🌹🌹
“MAMI........MAMI.........sayang!” Andre kalang kabut setelah mendapati Lina dan Noah tidak ada di kamar Noah saat dia sudah selesai mandi.
Mengecek ke kamarnya tidak ada, beberapa ruangan yang ada di mansionnya juga tidak ada. Andre sesekali menyugar rambutnya, tidak ingin istrinya pergi meninggalkannya.
“Mah.......lihat Lina gak?” tanya Andre yang berpas-pasan bertemu mama mertuanya di dapur.
“Lina sama Noah sudah tidur di kamar mama!” jawab mama Anggi.
“Syukurlah.......!” Andre bisa bernapas lega, istrinya masih berada di mansion.
“Besok kami kembali tinggal ke apartemen nak Andre, kata Lina......Noah sudah sembuh!” ucap Mama Anggi.
“Tapi....mah...”
“Nak Andre sudah pernah berjanji akan menuruti keputusan Lina. Untuk sekarang hargailah keputusannya, kalau kalian memang berjodoh pasti tidak akan terpisahkan. Mama hanya bisa bantu doa untuk kebahagiaan kalian berdua.”
Andre tertunduk lemas mendapat nasihat dari ibu mertuanya.
“Restui Andre mah, untuk merebut hati Lina,” ucap Andre lirih.
“Saat kamu meminta Lina jadi istrimu, sudah mama restui.......tapi nak Andre menyia-nyiakannya!” Mama Anggi menepuk salah satu bahu Andre, dan berlalu pergi dari dapur.
Orang tua mana yang tidak kecewa, setelah tahu menantunya berciuman dengan wanita lain. Sekarang mama Anggi hanya mementingkan kebahagiaan anaknya, jika memang perpisahan jalan yang terbaik.
Netra Andre terlihat sendu, berdiam diri menatap kolam renang dari tempat dia duduk.
__ADS_1
Begitu sulitkah sayang, membuka hati untukku. Kenapa kau membuatku gila! Atau hatimu sudah membenciku, aku harus berbuat apa sayangku.....
🌹🌹
“Pagi Mah..........kok sepi......pada ke mana?” Andre duduk di salah satu bangku depan meja makan.
“Papa kamu sudah berangkat ke kantor bareng Faisal. Istri kamu dan mamanya sudah berangkat juga pagi-pagi!”
Akhirnya kamu pergi juga......
“Makanlah ini sudah mama siapkan, atau perlu mama bantu suapin kamu kayak istri kamu?” ujar Mama Rani sedikit meledek.
“Tidak perlu mah, saya bisa makan sendiri!” diambilnya sendok dan garpu lalu menyantap sarapan paginya.
“Andre.......sementara mengalahlah dengan istrimu, jangan terlalu di paksa Lina nya. Anggap saja kalian sedang berpacaran dulu. Tidak pa-pa tidak satu rumah dulu, lagi pula kalian masih bertemu di kantor. Dan satu lagi putra kamu sementara ikut sama Lina, Noah lebih membutuhkan mami-nya ke timbang daddy-nya. Noah itu kalau tidak bertemu lama dengan Lina, mama perhatiin pasti sakit!”
Rupanya hanya Noah yang bisa menguasai Lina ketimbang suaminya sendiri.
“HA.........ternyata saya kalah saing dengan anak sendiri!” tersenyum kecut.
“Sabar Ndre semuanya butuh proses, seharusnya kamu bersyukur punya istri tulus menyayangi anak kamu yang bukan darah dagingnya sendiri. Jarang wanita seperti itu, biasanya hanya deket sama daddy-nya doang......deketin anaknya buat cari perhatian daddy-nya si anak!”
Andre hanya bisa mengulum senyumnya mendengar komentar mamanya sendiri.
“Terus mama lihat kayaknya Lina gak pernah cari perhatian ke kamu ya?”
“Iya mah, dari awal ketemu memang Lina tidak pernah cari perhatian sama saya. Benar benar cuek!” senyum tipis Andre mengingatnya, justru dia yang mencari perhatian Lina.
“Iya Mah,” hati Andre kembali semangat untuk meraih cinta istrinya.
🌹
Perusahaan Nugraha
Pagi ini team divisi finance sudah terlihat sibuk, Susi dan Fani sudah mulai menerima tamu kepala cabang beserta staff keuangannya.
Terlihat beberapa kepala cabang sudah berada di ruang tamu khusus di lantai 7.
“Mbak Lina nya masih sibukkah.......mbak Susi?” tanya Rendra Kepala Cabang Medan.
“Iya Pak Rendra, mbak Lina lagi sibuk siapkan data buat raker kita besok.”
“Berarti tidak bisa bertemu ya........kalau begitu titip ini ada bolu miranti sama bika ambon oleh oleh buat mbak Lina,” ujar Rendra menyodorkan paper bag.
“Buat saya gak ada nih Pak!” goda Susi kepada pria yang tidak kalah tampan dari Andre, ya 11- 12 lah.
“Minta aja nanti sama mbak Lina!”
“Okelah kalau begitu, oh iya Pak Rendra nanti bersama teamnya akan di antar ke hotel ya Pak....jadi mohon menunggu. Dan ini laporan keuangannya saya ambil ya Pak!”
“Baiklah, terima kasih ya mbak Susi!” balas sopan Rendra.
__ADS_1
Susi meninggalkan ruang tamu sebentar, untuk ke ruangan Lina.
“Susi......pasti buat mami ya?” tanya Fani, saat mereka berpas- pasan.
“Fani.....pasti itu buat mami jugakan?” tanya balik Susi sambil menunjuk.
Mereka tertawa kecil saat sama sama ingin masuk ke ruangan Lina.
“Ini dari Pak Gunawan!” Fani mengangkat paper bagnya.
“Ini dari Pak Rendra!” Susi ikutan mengangkat paper bagnya.
“MAMI.........!” panggil serempaknya.
“Tumben kompak, barengan lagi masuknya!” jawab Lina yang terlihat fokus di depan laptop.
“Ada paket nih buat mami tercinta!” goda Susi.
Susi dan Fani menaruh papernya di atas meja sofa.
“Dari siapa?” tanya Lina.
“Dari Pak Rendra dan Pak Gunawan!” jawab Fani.
“Mami.......!” sapa Mitha yang ikutan masuk. Dengan senyum yang merekah membawa beberapa bungkusan, dan Yusuf office boy turut membawa paper bag.
“Alamak banyak kali bawaanmu Mitha!” ujar Fani.
“Semuanya titipan buat mami!” ujar Mitha sambil menaruh semua bawaan di meja dan bangku sofa sangking sudah penuhnya.
Lina hanya memijat keningnya, melihat ruangannya mulai penuh dengan beragam bungkusan dan paper bàg.
“Ya udah di tampung aja dulu, nanti agak siangan baru saya cek. Kerjaan lagi banyak!”
“Dan tenang kalian semua pasti kebagian!” Lina mengulum senyumnya, paham kalau teman-temannya ingin kecipratan.
“Asiap Mami !” jawab serempak Susi, Fani dan Mitha.
“Rezeki istri Sholehah nih!” ledek Mitha sambil mengedipkan salah satu matanya ke Lina.
“Mmmm.......ledek aja terus Mitha!” bibir Lina mengerucut.
“OK kita balik ke pos masing-masing!” ujar Mitha sambil mengusir ke dua temannya.
Tinggallah Lina sendiri, dengan kesibukan kerjaannya. Untuk kali ini dia benar-benar tidak bisa ikut menyambut kedatangan kepala cabang seperti biasanya. Dirinya harus merampung pekerjaan yang tertunda.
bersambung...
Kakak Readers jangan lupa mampir ke novelku ya lain ya......makasih ya 🌹🌹🌹😘😘😘😘
__ADS_1