LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Tanda merah ??


__ADS_3

“Sayang...,” sapa Sita dari ranjang melihat Andre masuk kamar mereka. Terlihat Sita berbaring di ranjangnya dengan penampilan menggodanya. Lingeria hitamnya terlihat membuat Sita semakin sexy.


Andre tidak menyahut panggilannya, malah segera ke kamar mandi untuk menuntaskan ulah si Lina. Padahal dia bisa menuntaskannya dengan Sita. Tapi malah memilih bersolo karir.


Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuknya di pinggang. Sita ternyata sudah berdiri di depan kamar mandi, melihat Andre telah keluar. Sita mengalungkan tangannya ke leher Andre......di ciumnya bibir Andre serta melu-matnya penuh ga-irah yang menggebu. Namun sayang Andre melepaskan segera pagutannya.


“Sayang...,” rengek Sita mengikuti Andre ke walk in closet. Di peluknya Andre dari belakang, dengan sengaja buah kembarnya di gesekkan ke punggung Andre.


“Saya mau pakai baju dulu,” Andre melepaskan tangan Sita yang memeluknya.


“Sayang.....tidak usah pakai baju. Tanggung sayang......kita main dulu yuk," pinta Sita menggoda sambil mengecup punggung Andre.


Andre menjauhkan dirinya dari Sita, dan memakai bajunya.


Selesai berpakaian di rebahkan tubuhnya ke ranjang....Andre mencoba memejamkan matanya. Sita ikut membaringkan dirinya dan memeluk Andre kebiasaan dia kalau tidur.


Sita kembali mencoba menaikkan hasrat Andre dengan liuk tubuhnya serta gerakan yang aduhai.


Tumben biasanya mas andre tidak tahan kalau aku goda.......


Andre membalikkan tubuhnya, memunggungi Sita yang sedang membangkitkan gairahnya.


“Malam ini saya lelah,” ujar Andre mulai memejamkan matanya.


“Sssh..."Mendesis Sita yang baru kali ini dapat penolakan dari Andre.


Beberapa jam kemudian.....


TOK....TOK....TOK


Ketukan kamar Lina terdengar......


“Huaaaa.........huaaaaa.......!” tangisan Noah di gendongan Tini terdengar dari luar pintu Lina.


“Bu.......Bu.......!” panggil Tini dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar Lina.


“Mmmm...,” gumam Lina samar – samar mendengar ketukan pintu. Pelan pelan dia bangkit dari ranjang karena mata terasa berat. Di bukanya pintu kamar.


“Bu......Noah tadi terbangun terus nangis, kayak cari ibu," ujar Tini sambil mengendong Noah.


“Mmmmm.....anak mami baru gak tidur sebentar sama mami kok rewel nak..." Diambilnya Noah dari gendongan Tini.


“Tolong siapkan aja susu Noah ke kamar ya mbak, terus mbak bisa tidur lagi di kamar Noah!” pinta Lina sambil meniduri Noah di sampingnya.


“Ya Bu," jawab Tini.


Di tepuk tepuknya dengan lembut bokong baby Noah, dan dia kembali tertidur pulas di ketiak Lina. Sepertinya dia tahu siapa yang berada disampingnya. Lina juga ikut kembali tertidur pulas.


.


.

__ADS_1


Andre sedang berusaha memejamkan matanya sedari tadi, tapi tetap tidak bisa tidur. Dilihat Sita sudah tidur. Diputuskannya dia keluar dari kamarnya, dilihatnya pintu kamar Lina yang tidak jauh dari kamarnya.


Penuh kehati-hatian Andre coba membuka handle pintu kamar Lina, ternyata tidak terkunci. Dia segera masuk ke kamar Lina dan menguncinya dari dalam.


Matanya memandang Lina dan putranya telah tertidur pulas. Andre menyibakkan selimut ranjang, dan segera masuk dalam selimut bergabung dengan Lina dan Noah.


Dibaliknya tubuh Lina menghadap tubuhnya dan di rangkul pinggangnya agar semakin menempel ke tubuhnya.


“Sekarang giliran saya.” Andre menyibak rambut Lina yang ada di lehernya, dihirupnya aroma leher Lina, di ciumnya dengan dalam ......lama Andre mengecup leher Lina dan meninggalkan beberapa tanda. Senyum tipis terlukis di wajah Andre puas telah membalas ulah Lina tadi. Semakin eratlah rangkulan Andre, dan tak lama Andre tertidur.


.


.


Pagi mulai menjelang, cahaya matahari nampak menyinari dari celah celah jendela. Terlihat keluarga kecil ( eehh bukan sih 🤭) masih nyaman dalam tidur, Andre dan Lina masih tertidur dalam pelukan tanpa mereka sadari wajah mereka berdua terlalu dekat, napas mereka sudah beradu. 🙈


Alarm handphone Lina berbunyi kencang. Refleks mata Lina terbuka......


OMG ada cowok ganteng pas di depan mata, apakah ini kenyataan.....batin Lina.


Dipejamkannya lagi matanya untuk menyakinkan kalau hanya mimpi bunga tidurnya.


“Mih......alarmnya matiiin berisik!!” suara serak Andre terdengar..


Terbelalak mata Lina, ternyata cowok ganteng pas di wajahnya adalah Bosnya sendiri.


“ASTAGA PAK ANDRE!” teriak kaget Lina.


“Berisik nanti Noah kebangun.” Andre membungkam mulut Lina dengan tangannya.


Dengan kesalnya Lina bangkit dari ranjangnya dan menarik lengan Andre agak turun dari ranjangnya.


“Bangun Pak Andre.......!" pinta Lina, tampak Andre masih malas bangun. Susah payah Lina menarik lengan Andre.


“Panggil Daddy......baru saya bangun!” pinta Andre.


“IIiiish.....!” Lina menghentakkan kakinya, dan masuk ke kamar mandi, tidak melanjutkan membangunkan Andre.


Capek gue pagi-pagi ngurusin BOS gila.....!!


Dia segera membersihkan dirinya, karena hari ini dia sudah mulai harus ke kantor. Setelah mandi dia masih menggunakan daster yang sama, karena dia mau masak buat sarapan baru ganti baju.


Keluar dari kamar mandi, Lina meninggalkan Andre dan Noah yang masih tidur. Padahal Andre sudah bangun, Cuma pura-pura memejamkan matanya saat Lina keluar dari kamar mandi.


“Selamat Pagi Mah,” sapa Lina melihat mama Rani di dapur.


“Selamat Pagi Lin,” sahut Mama Rani.


“Mama lagi masak ya?” tanya Lina.


“Iya papa kepengen di masakin cumi crispy," ujar Mama Rani.

__ADS_1


“Sini mah, biar saya yang lanjutin, sekalian bikin menu yang lain. Mama duduk aja,” ujar Lina sambil tersenyum.


“Ok, tapi mama bantuin juga ya.”


“Ok deh mama.”


Mereka akhirnya masak bersama di bantu Bik Nani. Sambil Lina masak, mama Rani sekilas melihat tanda merah di lehernya karena rambut panjangnya tergulung ke atas hingga terlihat jelas.


“Lin.......leher kamu kok pada merah-merah?” tanya Mama Rani yang tahu kalau itu kissmark. Dan pasti ulah anaknya si Andre.


“Merah–merah.....!” Lina memegang lehernya.


“Bik Nani bawain cermin ke sini deh!” pinta Mama Rani.


Dibawakannya cermin buat Lina, dan dia melihat lehernya dari cermin.


“ASTAGA PAK ANDRE?!” teriak Lina geram, tahu kalau ini kissmark. Dan siapa lagi laki-laki yang bikin ulah, kalau bukan bos gilanya.


Telinga Andre tergidik seakan mendengar teriakan Lina.


“Kenapa Lina?” tanya Mama Rani pura-pura.


“Ini perbuatan anak mama nih!” jawabnya, sambil menunjukkan lehernya.


“Oooohh!” bibir Mama Rani membulat, rasanya pengen ketawa.


“Bik Nani titip nih masaknya sudah rampung ya. Mah.....saya ke atas dulu mau bangunin anak mama yang udah gila!” geram Lina dengan menghentakkan kakinya jalan ke lantai 2.


Mama Rani dan Bik Nani saling melihat, lalu tertawa kecil..


.


.


“Pak Andre........bangun!” Lina menepuk bahu Andre yang pura pura tidur. Dilihat Andre masih belum bangun juga, dia menaiki badan andre dan duduk pas di bagian junior Andre.....duh posisinya WOT 🤭.


Mata Andre mendelik melihat Lina sudah naik ke badannya..


“Mmmmmm.......sudah bangun l!” ujar Lina senyum simrk sambil bersidekap.


“Ini maksudnya apa hmmmm!” ditunjukkan lehernya ke Andre.


“Gak tahu!” jawab Andre pura-pura tidak tahu.


“Masih kurang puas Pak Andre bercumbu dengan istrinya....HAH!”geram Lina mendekatkan wajahnya ke Andre.


Andre diam melihat apa yang dilakukan Lina.


“Masih kurang ya.......mau nambah.....HAH!” ejek lina di dekatkanlah wajahnya ke leher Andre. Wahai Lina tahukah Bos gilamu mulai naik gairahnya lagi, juniornya sudah berdiri tegak gara gara kamu duduk menindihnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2