LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Gara gara sate kambing


__ADS_3

“Apapun yang tejadi sama  mami, daddy menerima seutuhnya. Jangan pernah berpikir jika Daddy akan meninggalkan mami karena masalah anak, dan jangan mami sesekali meninggalkan daddy. Kita sudah memiliki anak, Noah,” ucap Andre, tangannya masih mengelus perut istrinya.


Lina menatap wajah suaminya, hatinya terasa tenang mendengar perkataan suaminya. “Yakinkah daddy akan menerima mami apa adanya, dan tidak akan menyesal. Dan tidak berpaling ke wanita.”


“Daddy yakin.....sayang. Dan jangan sesekali mami menyuruh daddy mencari wanita lain karena masalah anak. Daddy wanti wanti dari sekarang.. !” tegas Andre.


“Enggak mami gak mau, daddy menikahi wanita lain. Daddy suami mami seorang, mami gak mau di poligami.”


“Pintar, ini baru istrinya Andre  Erlangga Nugraha, lagi pula besok mami akan di cek lagi kondisi rahimnya. Dan daddy juga sedang mencari dokter dan pengobatan yang terbaik. Kita tidak boleh pasrah aja, harus berusaha dulu, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah.”


“Iya dad, makasih ya. Mami jadi makin cinta sama daddy.”


“Mami........daddy panas nih.”


“Tuhkan, mami udah bilang daddy jangan kebanyakan makan sate kambingnya, gak dengerin omongan mami sih.”


“Mih .......bagi dikit ya......” rayu Andre dengan senyum messumnya.


“Bagi apanya......mmpht,” bibir Andre sudah berlabuh di bibir istrinya, mengulum bibir yang terasa manis di bibir Andre, dengan napas memburu, pria itu menyesap dan memberikan gigitan kecil di bibir bawah istrinya. Hingga bibir Lina terbuka, memberi jalan agar lidah suaminya menyelusup ke rongga mulutnya. Saling mengecap rasa dan berbelit lidah.


Salah satu tangan Lina yang tidak ada infusnya, mulai merangkul leher Andre. Begitu pun Andre tangannya sudah memegang tengkuk istrinya.


Andre melepas pagutannya, bibirnya mulai menyentuh daun telinga Lina “Mih......pegang adek daddy........sayang......udah tegang nih,” bisik Andre memohon, tidak minta lebih karena kondisi Lina yang tidak memungkinkan untuk meminta lebih.


Lina membulatkan kedua bola matanya, gara gara permintaan suaminya.”Daddy ini rumah sakit, nanti kalau ada yang masuk, gimana?”


“Gak akan ada yang masuk ke kamar.....sayang,” bisik Andre, bibirnya mulai mencium daun telinga Lina, lidahnya mulai main di area dalam telinga. Sensasi yang di buat Andre, membuat tubuh Lina meremang.


Tangan Andre mulai menuntun tangan Lina ke tempat junior miliknya, akhirnya tangan Lina masuk ke dalam celana santai suaminya.


Ternyata benar si junior sudah tegang minta di jinakkan sama pemiliknya. Dia mulai menyentuh, memegangnya, dan meremasnya. Merasa dia terbawa aliran hasrat yang di buat suaminya di sekitar area lehernya. Semakin kuat tangannya memanjakan junior suaminya.


“Aahhh......” de-sahan keluar dari mulut Andre, menikmati permainan tangan istrinya sendiri. Andre kembali meraup bibir istrinya, penuh gairah yang membara, lidahnya kembali menyelusup ke rongga mulut Lina, disesapnya lidah Lina dengan lembut, seirama dengan yang di rasakan si junior. Cukup lama mereka berbagi saliva, seakan tak pernah cukup untuk saling merasakan. Suara decakan pun terdengar jelas di kamar rawat.


“Aaah......sayang....,”Andre melepas pagutan. Andre mere-mas buah persik istrinya, sayangnya pakai baju dari rumah sakit, dan tidak ada kancing. Jadi tidak bisa minta lebih.


“Terus.........sayang...” Andre menyelusup ke ceruk Lina, dan menyesapnya, melu-matnya. Lina menahan dirinya merasakan sensasi geli, yang membuat dirinya melayang.


“AARRGGHH...sayang......mami..” erang Andre, ketika dirinya sudah mencapai puncak, menikmati pelepasannya.


Lina hanya bisa melihat wajah suaminya seperti orang lagi nyandu. Sedangkan tangan Lina sudah belepotan sama lahar yang keluar dari si junior.


“Makasih ya....sayang. Tunggu sebentar.........daddy atur napas dulu.” Napas Andre masih terdengar tersengal sengal, Andre memegang tangan istrinya yang masih berada di dalam celananya, menahan untuk tidak segera melepaskan juniornya.

__ADS_1


“Makanya jangan makan sate kambing banyak-banyak, satu porsi di habisin sendiri. Mami deh yang kena getahnya,” cemberut Lina.


“Biarin aja, habis enak di pegang Mami,” balas Andre.


“AUUUU.....sakit mami, lagi lemes kok di pencet,” ringis Andre, juniornya kesakitan.


“Biarin....udah tahu tangan mami masih di dalam tuh....” nyengir Lina.


Jeda sepuluh menit baru membersihkan tangan istrinya, lalu mengangkat istrinya di bawa ke kamar mandi, untuk membasuh tangannya dengan air.


“Mami tunggu di sini sebentar, temani daddy mandi sebentar,” pinta Andre, sambil mendudukkan Lina di atas closed.


“Iya, cepetan mandinya gak pakai lama, ini sudah malam,” balasnya. Lebih baik di iyaiin aja suaminya, daripada berdebat di malam hari. Padahal Lina agak malu kalau lihat tubuh suaminya, rasanya masih aneh saja. Bikin susah menelan ludah sendiri.


Tidak butuh waktu lama Andre sudah menyelesaikan mandinya, dan kembali mengenakan bajunya, semua di lakukan di depan mata istrinya sendiri.


Andre kembali mengangkat tubuh Lina, dan membaring tubuh istrinya “makasih ya....sayang.”


“Udah lega ya dad,” celetuk Lina.


“Berkat mami......sekarang kita bobo dulu ya,” ucap Andre lembut, sambil memakaikan selimut buat mereka berdua.


Andre menarik tubuh istrinya agar tidur di dekapannya, buat pria it kalau tidur tanpa memeluk tubuh istrinya, dia tidak akan bisa tidur pulas.


“Selamat tidur istri cantikku, mimpiin daddy ya.”


“Mmmm.....”


🌹🌹


Pagi menjelang.....


Mama Rani, Mama Anggi.......pagi-pagi sekali sudah datang ke rumah sakit. Dengan membawa Noah, ternyata Noah dari semalam  rewel mencari maminya.


Lina yang masih dipeluk Andre, terbangun mendengar tangisan Noah yang menggema di dalam kamar rawat.


“Daddy, bangun ada mama..” ucap Lina lembut  sambil mengelus rahang Andre.


“Mmmmmm.......” gumam Andre, matanya masih berat untuk dibukanya.


“Sayang........sayang mami nak...” suara Lina memanggil anaknya.


“Maafin mama ya Lin, anakmu dari semalam rewel, terpaksa pagi lagi buta mama bawa ke sini,” ujar Mama Rani sambil memberikan Noah ke pangkuan Lina.

__ADS_1


“Iya mah, gak pa-pa. Malah mama jadi gak bisa istirahat karena ngurus Noah rewel.”


“Gak pa-pa, mama masih bisa istirahat.”


“Eh......mama sudah datang...” ucap Andre dengan suara paraunya.


“Iya, kasihan Noah rewel dari semalam, cari maminya. Nih anak emang gak bisa jauh dari ketek maminya, tahu aja kalau maminya lagi sakit. Pasti rewel.”


Lina tersenyum mendengarnya. “Ulu......ulu...sayang...kangen sama mami ya. Dede kan sama oma dan opa nak.”


“mi....mi......ngih.....,” cetoleh Noah.


“Mami gak pergi sayang, tapi mami lagi atit....”


“mi...mi.....tit...” jawab celoteh Noah.


“Duh tambah pintarnya anak mami, udah pintar ikutin ngomong ya.”


“Siapa dulu dong maminya,......mami Lina....maminya Noah,” celetuk Andre sambil melabuhkan kecupan di pipi Lina dan Noah.


Walau Sita adalah ibu kandung yang melahirkan Noah, tapi sejatinya Lina lah yang mencurahkan kasih sayang ke Noah selama ini layaknya seperti ibu kandung. Ikatan batin Lina ke Noah sudah terjalin erat.


Noah mulai tertidur di pangkuan Lina, ternyata baby ini sudah lelah setelah semalaman rewel tidak bisa tidur tenang. Baru di usap usap sebentar sama maminya, Noah sudah terlena.


Andre tersenyum hangat lihat pemandangan ini.”Sini biar daddy pindahin Noah di samping Mami, biar kaki Noah tidak menyenggol tangan mami yang ada infusnya.”


““Iya Dad.”


“Lina, mama mau ke bawah cari sarapan sama Jeng Rani. Ada yang mau di titip gak?”


“Mah, kalau ada bubur ayam tolong beliin. Sama sarapan buat daddy. Daddy mau sarapan apa?”


“Apa aja yang ada.”


“Ya sudah, mama tinggal dulu kebawah.”


“Iya mah.”


Lina kembali memandang anaknya dan mengelus pipi tembemnya.


Ya Allah dengan seizinmu, karunialah saya dan suami anak anak sholeh dan sholehah dari rahimku dan suamiku Andre. Mohon kabulkanlah doaku.


Baby Noah, anaknya Daddy Andre sama Mami Lina

__ADS_1



__ADS_2