LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Melihatmu.....kau dan dia


__ADS_3

Sedangkan di Mansion Andre......


“Cepatan Faisal jalannya, lelet amat. Dari semalam di tunggu kabarnya gak ada terus. Cari satu orang aja kamu gak becus!” bentak Andre yang pagi-pagi sudah marah marah kepada semua pelayan, termasuk Faisal asprinya kena omelan.


“Sorry Pak Bos, bangunnya kesiangan......semalam sudah larut malam pulangnya setelah keliling ke beberapa rumah sakit!” ujar melas Faisal. Padahal Faisal tidak ke rumah sakit tapi ikut makan malam di apartement Nugraha.


“Ya sudah sekarang antar saya ke beberapa rumah sakit di sekitar sini.”


“Pak Bos, kita sarapan dulu,” ajak Faisal sambil memegang perutnya.


“Nanti saja di jalan , sudah cepatan!”


Andre melangkah cepat keluar lobby mansion, dan Faisal segera berlari keluar duluan untuk ke parkiran mobil.


Alamat hari ini gue capek deh.....batin Faisal.


Faisal mengantar Andre ke beberapa rumah sakit. Terlihat wajah Andre murung setelah ke beberapa rumah sakit, tetap tidak ada pasien rawat inap atas nama istrinya.


Sedangkan Faisal hanya mengikuti Andre dengan tenang.


Waktu sudah semakin siang, perut Faisal sudah mulai berdendang minta di isi. “Pak Bos sebaiknya kita makan dulu, dari pagi kita belum sarapan,” usul Faisal.


Kebangetan banget si Bos kalau gak sampai di kasih makan gara-gara cari Lina......kesal Faisal dalam hati.


“Ya sudah kita mampir ke mall terdekat,” jawab Andre.


“Oke Bos!”


Faisal segera mengarahkan mobil yang dikendarainya ke mall terdekat.


.


.


“Lin.......ini kayaknya keren buat Noah,” Mama Rani menunjukkan beberapa setel baju buat Noah.


“Sebentar Mah,” jawab Lina yang mengendong Noah.


“Ayuuuk anak mami, kita coba dulu bajunya,” tangan Lina dengan cekatan bongkar pasang baju ke badan Noah. Sedangkan Noah tampak pasrah sama maminya.


“Duh tambah gantengnya cucu oma,” melihat baju pilihan Mama Rani pas dipakai cucunya.


“Mah.....kayaknya kita butuh baju tidur juga. Yang itu bagus deh mah,” tunjuk Lina ke rak baju ke mama Rani.


“Bentar mama yang ambil,” ujar Mama Rani menuju rak baju yang di tunjuk.


Beberapa karyawan mall terlihat sibuk juga, melayani Lina mengambil dan membantu memilih bajunya.


“Anaknya ganteng sekali Bu, pasti papanya ganteng ya,” puji salah satu karyawan mall.


.


“Iya mbak,” jawab Lina dengan senyum tipisnya.


Namanya juga anak laki pasti ganteng, kalau cantik yaaa anak perempuan.....gimana sih mbak.


Orang-orang yang melihat Lina dan Noah pasti menyangka ibu dan anak, apalagi Lina sengaja mendandani Noah dengan gaya  couple, sama sama memakai kaos putih dan celana jeans plus sepatu sket.

__ADS_1


Mama Rani dan Mama Anggi terlihat menikmati memilih keperluan Noah, apalagi Mama Rani terlihat semangat baru kali ini merasakan jalan-jalan sama menantunya. Karena selama ini Mama Rani tidak pernah jalan dengan Sita.


“Aduh sih mama, banyak amat baju Noahnya. Takut nanti tidak terpakai semua Mah. Atau sebagian pilih ukuran besar aja mah,” ujar Lina ke Mama Rani.


“Mama khilaf Lin, lihat semuanya jadi pengen beli semua,” ujar Mama Rani sambil nyengir.


 Ibu mertua bisa jalan-jalan dengan menantu perempuannya, buat Mama Rani ini hal pertama.....berasa punya anak perempuan lagi. Dia berharap menantunya tidak benar-benar meninggalkan keluarga Nugraha.


“Ya sudah biar si mbaknya aja ambil ukuran yang agak besar aja,” Lina memberi tanda ke salah satu karyawan.


Karyawan mall langsung sigap menukarkan beberapa baju.


“Baju, sepatu, mainan......nah sudah semuanya,” ujar Lina melihat barang yang siap di bayar.


“Tolong dirapikan, dan segera kirim ke mansion!” ujar Mama Rani sambil mengeluarkan blackcardnya dan kartu nama.


“Baik Bu,” jawab petugas kasir.


“Mah, biar saya aja yang bayar,” Lina turut mengeluarkan kartu atmnya.


“Gak usah, mama aja yang bayar,” tolak Mama Rani saat Lina menjulurkan kartu atmnya.


“Oke mam,” Lina kembali memasukkan kartunya ke dompet. Nurut aja sama Mama Rani.


“Habis ini kita makan siang dulu ya mama Rani, mama Anggi. Nih Noah juga waktunya makan.”


“Oke...makan di resto langganan mama ya,” jawab Mama Rani.


“Iya.......terserah mama saja.”


.


.


“Halo Andre, Faisal.......makan siang di sini juga?” sapa Dina yang menghampiri meja mereka.


Andre sedikit mendongakkan wajahnya melihat siapa yang menyapanya. Sedangkan Faisal tidak memedulikan sapaan Dina.


“Boleh ikut bergabung duduk di sini?” tanya Dina sambil menggeser bangku yang kosong.


“Silakan,” jawab Andre.


Dengan senang hati Dina duduk satu meja dengan Andre.


Tidak menunggu lama, pelayan sudah mengantar pesanan Dina yang telah dipesan sebelumnya.


“Andre, aku senang banget.....sudah lama tidak makan siang bareng. Untung kita ketemu di sini, pas banget ya” ujar Dina sambil menyantap makan siangnya.


Sebenarnya bukan kebetulan ketemu, saat Dina melihat Andre berada di mall yang sama, dia langsung menguntit ke mana Andre akan pergi. Sampai dia rela membatalkan janji dengan temannya di mall, gara-gara dia melihat Andre.


“Pak Bos, saya permisi dulu ya......mau ke toilet,” ujar Faisal yang kurang suka dengan kehadiran Dina.


“YA.”


“Faisal sekarang kerja sama kamu?”


“Ya, Dia aspri saya.”

__ADS_1


“Mmm bagus kalau begitu. Ndre coba ini deh, ini kesukaan kamu loh,” Dina menyodorkan sendoknya ke mulut Andre.


“Kamu saja yang makan,” ditepisnya sendok Dina.


Di kejauhan ada sepasang mata melihat Dina menyodorkan sendoknya ke Andre. Sekilas mereka menikmati makan siang berdua dengan mesranya.


“Mama Rani kayaknya kita makan di resto yang lain saja!” ucap Lina, moodnya seketika berubah.


“Di sini enak loh masakannya,” jawab Mama Rani.


“Bukannya begitu Mah....” Lina menunjukkan sesuatu dengan sorot matanya.


Dasar yaaaa anak ini, di kiraiin sibuk cari istrinya. Ternyata asik makan berduaan disini.......batin Mama Rani geram.


Dengan handphonenya mama Rani mengambil foto Andre dan Dina yang berada di resto.


“Kita makan di resto lain aja!” ajak Mama Rani menarik lengan Lina untuk keluar dari resto pilihannya di ikuti mama Anggi dan Tini.


Bilangnya I love you mami ! Nyatanya balikan dengan mantan yang lebih indah........gerutu batin Lina.


.


.


“Andre, maafkan Aku. Bisakah kita memulai dari awal lagi. Aku masih mencintaimu!” ucap Dina.


“Saya sudah memaafkan kamu, dan itu tinggal masa lalu.”


“Tapi kamu masih cinta sama aku kan?” tanya Dina sambil menggenggam tangan Andre.


“Saya mencintaimu.........dulu,” hati Andre galau.......kenapa jadi begini.


“Andre bisakah aku diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahanku dulu. Setidaknya kita mulai dari awal, mungkin dengan seringnya kita bertemu dan berkomunikasi lagi.”


Dina meraih salah satu tangan Andre dan di genggamnya “please Andre, kita mulai dari awal ya. Aku tahu kamu masih mencintaiku, nyatanya kamu membalas ciumanku tempo hari!”


Andre tak bergeming, hanya menatap wajah Dina.


Daddy kayak playboy......terasa suara Lina berbisik ditelinga Andre.


 Andre menoleh ke kanan dan ke kiri seraya mencari siapa yang berbisik ke telinganya.


“Kamu cari siapa?” tanya Dina heran melihat pandangan Andre ke semua arah. Bukan ke arahnya.


“Faisal......lama sekali ke toiletnya,” gerutu Andre, merasa Faisal sengaja meninggalkan dia berdua dengan Dina.


“Andre.......bagaimana bisa kan kita memulai lagi dari awal?” Dina kembali membicarakan hal yang sempat terpotong, dengan tatapan sendunya.


.


.


bersambung


Terima kasih atas dukungan Kakak Readers semuanya, jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya ya.


Love You Sekebon 😘😘😘😘🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2