
Tiga bulan kemudian......
Perut Lina sudah mulai membuncit, sudah mulai kelihatan kalau wanita itu memang sedang hamil , usia kandunganya sudah empat bulan.
Dalam waktu seminggu ini, wanita hamil itu sibuk mempersiapkan acara ulang tahun yang pertama untuk putra gantengnya Noah.
Seperti sekarang di kantornya, Lina sedang meeting dengan event organizer yang akan turut membantu mengadakan pesta ulang tahun.
Sedangkan Noah sedang sibuk main dengan mainannya, yang di awasi oleh Tini.
“Daddy, konsepnya fixnya yang mana.....tema tayo, tema spidermen, atau tema disney?” tanya Lina kepada suaminya.
“Kalau tema tayo, bagaimana mih,” jawab Andre, sambil melihat contoh-contoh dekorasi party, yang dibawakan oleh EO.
“Kalau mami malah maunya konsepnya princess, tapi anak kita kan laki-laki....bukan perempuan,” ujar Lina sambil mengelus perut buncitnya, dengan gelak tawanya.
“Nunggu Princess lahir ya mami,” jawab Andre.
“Ya daddy....”
“Jadi Bu Lina dan Pak Andre, mau konsepnya, bagaimana?” tanya EO yang di pilih Lina dan Andre.
“Kita pilih konsep tayo aja ya daddy, Noah kan demen banget sama tayo...tuh koleksi mainan tayonya banyak banget,” ujar Lina, samabil menunjuk ke arah arena bermain yang berada di ruang kerja Lina.
“Ya sudah, daddy ikut mami aja,”
“Kami pilih konsep tayo aja, dan saya minta ini acara untuk 1000 undangan. Jadi semaksimal mungkin, saya minta yang terbaik,” ucap Lina..
“Baik Bu Lina, pastinya kami tidak akan mengecewakan. Untuk acara tetap di Hotel A, ya Bu?”
“Iya Bu Mila, acaranya tetap di hotel suami saya, di ballroom Cendrawasih.”
Mila EO langsung mengelist semua permintaan kliennya. Hampir selama satu jam meeting , akhirnya selesai juga.
“Kakak.....jalannya hati dong nak,” ujar Lina, melihat Noah yang di tuntun jalan sma Tini....malah berlarian sambil tertawa menuju maminya.
“HAP........kakak ke tangkap sama mami,” ujar Lina yang merentangkan kedua tangannya.
“Mi......dede....na,” celoteh Noah sambil mengelus perut buncit maminya.
“Dedenya masih di dalam perut mami, Kakak,” jawab Andre sambil ikutan mengelus perut istrinya, kemudian memangku Noah.
__ADS_1
“Daddy, apa kabarnya Sita, sekarang.....kapan waktunya lahiran?” tanya Lina penuh hati-hati.
Andre menghela napas panjang, mendapat pertanyaan tentang Sita, mantan istrinya, ibu kandungnya Noah.
“Pengadilan hanya memvonis hukuman penjara selama lima tahun, Mih. Kalau masalah kandungannya, daddy gak tahu Mih. Karena informasi dari Faisal semua,” ungkap Andre.
“Ya...walau bagaimana pun, Sita hamil saat daddy masih menikah dengan Sita, anak yang di kandungnya masih tanggung jawab daddy.......calon adiknya Noah..Kalau perkiraan mami usia kandungannya sudah sembilan bulan ya,” ujar Lina.
“Menurut mami, sebaiknya daddy harus bagaimana? Sedangkan daddy tidak yakin dengan anak yang di kandung Sita saat ini?” tanya Andre.
Lina mengelus rahang suaminya dengan lembut,”Daddy kan sudah berjanji akan bertanggung jawab dengan anak yang di kandung Sita walau itu bukan anak Daddy sendiri, anak itu tidak bersalah. Andaikan Sita nanti tidak perduli dengan anak keduanya, sebaiknya kita rawat bersama,” jawab Lina.
“Sayang......daddy tidak mau membebankan kamu merawat anak lagi. Daddy kasihan sama mami....sayang...Seperti sekarang lagi hamil, masih ngurus Noah. Biarkanlah nanti anaknya diurus oleh Sita, biar dia merasakan menjadi seorang ibu, tidak melantarkan anak kandungnya lagi. Bukannya daddy menolak,” ujar Andre.
“Hubby ku yang ganteng, melunaklah hatimu sedikit. Sita sedang tinggal di hotel prodeo, jika daddy menyerahkan anaknya dengan alasan agar dirawat oleh ibu kandungnya....berarti bayi itu akan ikut masuk ke dalam hotel prodeo, kasihan mental anak itu daddy, secara tidak langsung. Mami gak tega ......hubby. Daddy juga tidak usah khawatir dengan mami, lagi pula pasti daddy akan mempekerjakan baby sitter lagi buat bantuin mami....ya kan.”
“Kenapa hatimu sangat luas mami, masih saja memikirkan orang yang telah berbuat jahat. Yang hampir saja membuat mami tiada, yang hampir saja daddy kehilangan wanita yang paling daddy cintai.....sayang,” ucap Andre.
“Mami tidak memikirkan Sita, tapi mami memikirkan nasib anak yang di kandung Sita. Dan itu semua karena mami cinta sama daddy, dan mami harus menerima masa lalu daddy,” ungkap Lina.
Andre meraih tengkuk istrinya dan melabuhkan bibirnya ke bibir istrinya, “I love you sayang, melebihi cinta mami ke daddy,” bisik Ande setelah melepas pagutannya.
“Miii....dadi no...,” celetuk Noah, sambil memukul dada daddynya.
Kemudian Lina beranjak dari duduknya di sofa menuju meja kerjanya.
Andre hanya garuk-garuk kepalanya, melihat Noah dan Maminya bibirnya udah sama-sama mencebik.
Kalau menurut Andre, Noah lama-lama sudah mirip kaya Lina.....bukan lagi seperti ibu kandungnya. Mungkin karena sudah lama dirawat sama Lina, jadi ketularan miripnya.
“Mitha .......tolong ke ruangan sekarang ya, sekalian ajak Faisal,” pinta Lina lewat sambungan line teleponnya.
“Oke Bu Bos.....,” jawab Mitha.
“Mi.mimi....,” panggil Noah yang melihat maminya sudah berdiri.
“Kakak, Mami lagi telepon sebentar.....nanti balik ke sini lagi,” ucap Andre, yang melihat Noah mau turun dari pangkuannya. Terpaksa menuntut Noah jalan menuju tempat Lina berdiri.
“Masya allah, Kakak jangan pakai lari-lari sayang.....jalan aja, “ ujar Lina yang sudah di hampiri Noah. Kemudian langsung di gendong sama maminya.
“ADUH mami, udah di bilangin Noah jangan sering di gendong Noahnya, kasihan dede di perutnya,” tegur Andre yang mengambil alih Noah dari gendongan Lina.
__ADS_1
“Hua......hua........hua...mimimi...” tangis Noah pecah karena dia tidak mau diambil sama daddynya.
“Tuhkan jadi nangis kakak, mami Cuma sebentar aja gendong Noahnya, daddy,” Lina ambil Noah dari gendong Andre.
“Cupp.....cup ini udah sama mami, emang daddy nakal ya,” gerutu Lina.
“Da..da.. kal....mi,” sahut Noah, masih sesegukan abis nangis.
“Memang mami punya siapa? Punya daddy juga, bukan punya kakak,” ledek Andre ke Noah.
“Daddy.....,” ucap geram Lina.
“Auu.......sakit mami,” ringis Andre, pahanya di cubit istrinya.
“Lagian sama anak di ledekkin, mau mami cubit lagi paha daddy,” gerutu Lina.
“Ampun sayang.....sakit cubitan mami,” guyon Andre.
TOK.....TOK....TOK
“Masuk...,” sahut Lina.
“Bu Bos, Pak Bos,” sapa Mitha dan Faisal serempak.
“Wow......kompaknya nih berdua,” ledek Lina.
“Ayuk.......duduk dulu di sini.....,”pinta Lina.
Mereka berdua pun duduk bersama di sofa.
“Mitha, Pak Faisal.......saya mau minta tolong....nanti tolong ke divisi HRD minta data karyawan yang sudah punya anak, nanti tolong sama divisi HRD sebarin undangan party Noah. Perkiraan 800 undangan,” pinta Lina.
“Oke Bu Bos, siap kami laksanakan,” jawab Faisal.
“Jangan lupa para manajer sama asistennya juga di undang,” sambung Andre.
“Oke Pak Bos,” sahut Faisal kembali.
Setelahnya mereka berempat berdiskusi masalah pekerjaan, yang sekiranya harus di selesaikan secepatnya, agar dua hari sebelum acara Anniversary Noah yang pertama....Andre dan Lina tidak di sibukkan dengan pekerjaan di kantor, bisa meluangkan waktu lebih buat persiapan acara.
Walau Noah hanyalah anak sambung buat Lina, tetap Noah adalah anak pertama buat dirinya, dan layaknya anak kandung baginya, sekaligus kakak buat adik si kembarnya.
__ADS_1