
Lina merasakan tubuh Andre mengejang, merasakan tangan Andre sedikit menariknya, merasakan panasnya tubuh Andre yang menekan tubuhnya.
“I Love you, mami Lina,” ucap Andre dengan tatapan penuh cintanya.
“Lemes.....dad,” balasnya. Andre tertawa kecil dapat jawaban seperti itu.
“Duh sayangnya daddy, lemes ya. Padahal yang kerja daddy loh. Mami diam aja di bawah daddy.”
“Ya udah besok besok, daddy gak dapat jatah lagi!” ngambek Lina.
“NO.....NO.......sayang, daddy bercanda doang. Begitu aja langsung ngambek.”
“Lagian memang mami jadi lemes banget daddy.”
“Iya sayang, daddy paham kok. Sekarang kita mandi dulu yuk, baru istirahat,” ajak Andre.
“Besok pagi aja Dad, ini udah larut malam......suka cepat masuk angin!”
“Kalau begitu daddy lap badan mami, biar gak terlalu lengket ya.”
“Iya Dad.”
Andre memakai boxernya, lalu mengambil handuk kecil yang berada di kamar mandi, kemudian dibasahkan sedikit dengan air.
“Sini daddy lap dulu badan mami!” ucap Andre, disingkapnya selimut yang menutupi tubuh istrinya.
Dilihatnya seprai ranjang ada noda darah, Andre semakin tersenyum.
“Sayang, kayaknya kita harus minta house keeping buat ganti seprai baru nih,” Andre mulai melap surga dunia miliknya, menyekanya dari sisa benih yang baru saja di tanamnya.
“Besok aja Dad, ini udah tengah malam. Mami juga gak kuat bangun ini!” rengek Lina.
“Iya sayang, maafin daddy ya udah bikin mami lemas. Habis mami nikmat banget.”
BUG
Di lemparnya salah satu bantal ke tubuh Andre.
“Sayang......kan badan daddy sakit jadinya.”
“Biarin, cepetan daddy bersihinnya.......mami ngantuk!” rengeknya.
“Iya sayang, ini udah selesai,” di taruhnya sembarang handuk kecilnya. Andre menyelimuti tubuh polos istrinya dan ikut masuk ke dalamnya.
“Sudah sekarang kita bobo, besok pagi lanjut lagi.”
“DADDY......!”
Andre mendekap istrinya dengan erat, biar gak lanjut marahnya.
__ADS_1
🌹🌹
Menjelang pagi......
Sepasang suami istri serasa penganti baru tampak masih terlelap, Andre masih setia mendekap istrinya di balik selimut.
Hati Andre begitu bertambah bahagia bisa memiliki Lina seutuhnya menjadi istrinya, dan dirinyalah pria pertama kali menjabah tubuh Lina.
Pagi ini Andre membuka matanya duluan, senyum manis terulas di wajah tampannya melihat istrinya masih terlelap di atas dadanya.
“Eeeugh......!” Lina menggeliat lalu mengerjapkan matanya.
“Pagi sayang......,” Andre mengecup bibir istrinya.
“Pagi juga daddy,” jawabnya dengan suara serak ciri khas bangun tidur.
“Jam berapa dad?”
“Jam 5.30 mih.”
“Duh kesiangan bangunnya!” Bagaimana tidak bangun kesiangan, tubuhnya terasa remuk dan lemas semalam.
Lina beranjak dari ranjangnya dengan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
“Aduh ....dad.......perih!” ringis Lina saat baru saja mau melangkah, bagian intimnya terasa perih.
Buru buru Andre menelisip tangannya ke bahu dan bokong Lina “mami mau kemana?”
“Maafin Daddy ya, mami jadi merasa perih. Tapi enakkan,” goda Andre.
“Tapi ini perih banget Daddy, mami belum pernah ngerasaiin kayak begini.” Polosnya mengadu ke sang suami.
“Nanti juga hilang perihnya sayang, apalagi kalau sering daddy masukkin.” Andre mendudukkan Lina di closet, lalu mengisi bathup dengan air hangat.
“Dasar suami messum,” jengkel rasanya.
“Sekarang mami berendam air hangat dulu, biar mengurangi rasa perihnya,”ajak Andre, tangannya membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.
“Dad......malu,” langsung ditutup kedua asset dan bagian intimnya dengan kedua tangannya.
“Mami masih malu aja, semalam daddy udah cicipin dan melihat semuanya,” ujar genit Andre, di angkatnya tubuh Lina dan di masukkan ke dalam bathup. Akhirnya mereka berdua sama sama berada di bathup.
“Daddy, kok ikutan masuk juga?”
“Daddy pengen mandi bareng istri sendiri dan mami harus mulai terbiasa,” dengan senyum messumnya.
“Mandi bareng.....atau mandi-----“
“Iiisss........,” desis Lina, buah persiknya sudah ditangkup oleh kedua tangan besar Andre dari belakang.
__ADS_1
“Daddy merasa tidak puas dengan mami, kamu benar benar memabukkan buatku,” bisik Andre dari belakang, dihembuskanlah napas beratnya.
Sambil memelintir kedua pucuk buah persik, lidahnya bermain di lubang telinga istrinya.
“Aah........” de-sah pelannya terdengar. Lina mendonggakkan wajahnya sedikit ke belakang.
Andre meraup bibir istrinya, menyesapnya dan melu-matnya dalam dalam, suara decakan pun terdengar dari kedua bibir mereka, saling berpagutan begitu intens.
Andre membalikkan posisi tubuh istrinya menghadap dirinya, di angkat pinggul Lina di posisi yang nyaman. Sepertinya Andre akan memperkenalkan sensasi baru bercinta di dalam bathup kepada istrinya.
Juniornya sudah menegang dan Lina pun merasakannya, apalagi tergesek dengan bagian intimnya. Masih kondisi mencium bibir Lina, Andre menghentakan miliknya ke dalam tubuh istrinya, di remasnya pinggul istrinya agar miliknya masuk lebih dalam lagi.
“Sayang di goyang....... pinggulnya!” pinta Andre. Lina menganggukkan kepalanya dan mengikuti arahan Andre.
Terkesiap Lina merasakan sensasi yang berbeda, dengan remasan tangan Andre yang berada di bokongnya. Mereka saling mengerang, dan membuat kamar mandi penuh suara ******* mereka berdua.
“OH.....sayang.......dirimu sungguh luar biasa,” puji Andre. Tubuhnya mulai menegang, meraih puncak kenikmatan bersamaan dengan istrinya.
Lina langsung terjatuh di pelukan Andre, setelah dirinya bergetar hebat.
“I love you sayang,” sungguh sarapan pagi yang menguras tenaga Lina. Sedangkan Andre justru semakin semangat.
🌹🌹
Lina melihat seluruh tubuhnya di pantulan cermin, sudah di penuhi tanda kepemilikan suaminya.
“Sudah sayang jangan di lihatin aja, nanti daddy tambahin lagi!” ucap Andre ikutan bercermin di kamar mandi dengan memeluk tubuh Lina dari belakang. Wajah tampan Andre terlihat berseri-seri, berbanding terbalik dengan wajah Lina yang terlihat manyun.
“Katanya cuma mandi doang, nyatanya minta lagi,” ngedumel Lina sambil memakai handuk, lalu keluar dari kamar.
“Mami bikin nagih.....sayang, ini daddy udah ON lagi.”
“Astaga ....ya Allah......kenapa daddy jadi messum begini. Atau memang kebiasaan daddy sama waktu nikah dengan Si-------?”
“Hanya denganmu sayang, jangan samakan daddy saat dengan mantan istri. Mami yang membuat daddy gila, di tambah semalam......daddy semakin tergila-gila,” ucap Andre sambil mengecup bahu Lina.
“Sudah Dad jangan bilang tambah lagi, kita harus sarapan bareng sama mama dan papa di bawah. Cepat pakai bajunya, ini udah mami siapkan,” di taruhnya baju yang di pilih Lina di atas ranjang.
“Makasih sayang.”
Mereka berdua bergegas memakai bajunya, selanjutnya Andre membantu mengeringkan rambut Lina menggunakan hair dryer selama Lina berdandan, hal yang belum pernah di lakukan selama pernikahan sebelumnya.
🌹🌹
Selamat pagi Mah, Pah...” sapa Andre dan Lina saat tiba di restoran hotel.
“Sepertinya anak mama pagi ini wajahnya makin berseri seri nih,” goda Mama Rani.
“Iya pasti dong Mah,” jawab Andre dengan senyum merekah.
__ADS_1
“Mam, makasih udah ngerepotin semalam buat jaga Noah,” Lina mengangkat Noah dari kursi tingginya. Noah gembira sekali di gendong maminya.
“Sama sama nak, kebetulan semalam Noah gak rewel, kayaknya tahu Mami sama Daddynya gak boleh di ganggu,” ledek Papa Nugraha.