
Lina bisa di pindahkan malam ini juga Pah,” ucap Andre setelah dari ruang dokter.
“Saya akan ikut mendampingi Lina, Om,” sambung Kevin yang datang berbarengan dengan Andre.
“Baiklah, Papa langsung berangkat ke sana.”
“Mitha, Susi.......kalian bisa istirahat di mansion saya. Biar Faisal yang mengantar kalian. Saya akan ikut mobil ambulance!” titah Andre.
“Baik Pak!” kata mereka serempak
.
.
Brankar Lina sudah keluar dari ruang HCU, para tenaga medis dengan cekatan memindahkan Lina ke mobil ambulance dengan tetap memasang alat medis di tubuhnya.
2 perawat beserta Kevin dan Andre turut masuk ke dalam mobil Ambulance.
Suara sirine mobil ambulance memecah keheningan di larut malam ini sepanjang jalan ibu kota menuju daerah Bogor, Andre tidak melepaskan genggaman tangan Lina.
Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi, saat Lina membuka matanya. Setelah istrinya mengetahui rahasia yang disimpan oleh beberapa orang dari dirinya.
1 jam perjalanan yang tercepat, mobil ambulance sudah sampai di lobby rumah sakit Nugraha, terlihat para tenaga medis sudah menunggu kedatangan mereka.
Dengan brankar, Lina segera dilarikan dengan cepat ke ruang HCU, Kevin ikut bersama dengan team dokter di sana.
Andre dan Papa Nugraha ikut menyusul ke ruang HCU.
“Andre, kamu sudah siap menghadapi Lina?” tanya Papa Nugraha, mereka berdua sekarang menatap kaca ruang HCU di mana Lina berada. Terlihat beberapa dokter memeriksa kondisi Lina, Dokter Ridwan dan Dokter Kevin sedang berdiskusi di sana.
Andre masih belum menjawab juga pertanyaan papanya.
“Dulu orang lain yang menginginkan Lina tiada, sekarang Lina mengantarkan nyawanya sendiri!” sambung Papa Nugraha, menyesali keadaan juga sudah terlambat.
Tatapan Andre semakin sendu menatap istrinya dari sebingkai kaca yang menjadi pemisah jarak antara dia dan istrinya.
“Andre, nanti Papa minta turutilah apa keinginannya jika Lina tersadar dari tidurnya, cinta tak harus memiliki!”
Mata hazel Andre kembali berkaca-kaca, menahan buliran bening yang ingin keluar namun tertahankan.
Haruskah saya melepaskanmu Lin, tidakkah ada cinta atau sayang untukku. Hingga kamu rela menyakiti diri sendiri. Di luar sana banyak sekali wanita ingin menggodaku, mencari perhatianku! Kenapa kamu tidak seperti mereka......sayang!
Hati Andre rasanya kembali tertusuk, belum dia berhasil membujuk istrinya. Malah di timpa kembali musibah, seakan-akan alam tidak menyetujui hubungan antara dia dan Lina.
“Pak Andre, Pak Nugraha......” sapa Dokter Ridwan, menghampiri Andre setelah keluar dari ruang HCU.
“Bagaimana kondisi istri saya dokter?” tanya Andre.
“Alhamdulillah kondisi Bu Lina sudah stabil, tapi sementara di rawat intensif dulu di ruang HCU sambil menunggu perkembangan selanjutnya.
“Alhamdulillah, saya bisa menemani istri saya di dalam?”
__ADS_1
Dokter Ridwan tampak berpikir, setelah tadi Dokter Kevin menjelaskan kronologis kejadian kenapa Lina melukai dirinya. “Sebaiknya biarkan kami dan perawat yang menemani Bu Lina, karena ini kasusnya berbeda!”
“Tapi dia istri saya Dok!” suara Andre sedikit meninggi.
“Andre jangan egois, dokter lebih tahu yang terbaik buat pasiennya!” ucap Papa Nugraha.
“Nanti jika Bu Lina ada perkembangan, saya akan segera kabari. Saya permisi dulu Pak Andre, Pak Nugraha,” Dokter Ridwan lebih baik kembali ke ruangannya dari pada menghadapi Andre.
“Kamu harus belajar sabar nak, papa mau istirahat di kamar ini sudah larut malam. Terserah kamu mau tetap di sini atau ikut istirahat. Karena besok kamu juga akan menghadapi mamanya Lina, ibu mertuamu!”
“Saya istirahat di sini saja!” jawab Andre kembali duduk di depan ruang HCU.
Papa Nugraha hanya bisa menepuk bahu anaknya, lalu pergi untuk beristirahat.
Sepeninggalnya papa Nugraha, Andre coba memejamkan matanya dalam posisi duduknya. Tubuhnya sudah meminta haknya untuk di istirahatkan.
“Daddy......!” sapa seorang wanita.
Andre terasa terusik tidurnya, butuh waktu lama dia bisa pulas tidurnya. Sekarang ada yang mengusiknya.
Andre mulai mengerjap-ngerjap, melihat siapa yang memanggilnya “Mami......mami sudah sadar?” Lina tampak berdiri di hadapannya.
“Kenapa Daddy tidur sini, pasti sakit badannya?”
Andre memeluk istrinya dengan erat, bahagia istrinya kembali menyapanya.
“Maafkan Daddy......sayang,” bisik Andre lirih.
“Daddy akan menikahimu lagi layaknya pernikahan yang seharusnya........I love you mami.”
Perasaan Andre mulai tenang, ternyata istrinya menerima.
“Dad, ajak mami keluar. Udara pagi di sini sejuk loh!” Andre mengurai pelukannya, dan menggenggam tangan Lina.
“Apapun yang mami inginkan, pasti Daddy turuti.”
CUP
Dikecupnya kening Lina, tampak wajah Lina tersenyum manis menerima kecupan.
Andre dan Lina jalan jalan pagi di luar area rumah sakit. Ternyata benar ucapan Lina, kalau pagi hari udaranya sejuk.
Selama jalan jalan pagi, Andre menatap wajah istrinya yang masih terlihat pucat, sesekali dikecupnya punggung tangannya.
Sedangkan mata Lina terlihat hampa, menatap ke semua arah seperti ada yang di cari.
“Dad, sarapan bubur ayam yuk....tuh ada di seberang jalan!” pinta Lina sambil melepaskan genggaman Andre.
“Yuuuk Dad......!” ajak Lina, masih belum dapat jawaban dari Andre.
“Ah kelamaan nunggu Daddy, mami duluan ya.....!” Lina berjalan mundur meninggalkan Andre menuju jalan raya untuk menyeberang.
__ADS_1
BUGH.........CITTT.......!!!
Tubuh Lina sudah terlempar jauh, setelah mobil menabraknya. Dan suara jeritan orang yang melihatnya terdengar kencang.
Pemandangan itu terjadi tepat di depan mata Andre. Seluruh tubuh Andre lemas seketika.
“MAMI............MAMI.........MAMI!” teriak histeris Andre dari tempatnya terduduk, tak kuasa untuk menghampiri istrinya.
Betulkah takdir ingin memisahkan mereka berdua.
“Pak.........Pak......Pak!” sapa perawat laki-laki.
Napas Andre terengah-engah, seluruh tubuhnya penuh dengan keringat.
“Bapak.....baik-baik sajakan?” tanya perawat.
Mata Andre langsung menuju ke semua arah, di lihat dirinya masih duduk di depan ruang HCU.
“Istri......istri saya........baik-baik sajakan?” tanya Andre yang terlihat bingung.
“Istri Bapak yang di ruang HCU kah?”
“Iya betul....."
“Nanti dokter yang memberitahukan ya Pak.”
Andre sedikit lega ternyata istrinya masih di ruang HCU setelah dia melihat dari kaca, tidak terjadi kecelakaan.
“Untung hanya mimpi!” gumam Andre menghela napas panjangnya. Berhubung sudah waktu shubuh, Andre memutuskan untuk ke masjid yang berada di rumah sakit.
Penuh harapan doa yang dipanjatkan Andre setelah menunaikan sholat shubuh. Segala yang ada dihatinya di adukannya kepada Yang Maha Kuasa, meminta kesembuhan untuk istrinya dan keluarga kecilnya kembali berkumpul.
.
.
Mama Anggi pagi-pagi sudah tiba di rumah sakit keluarga Nugraha di temani Mama Rani, setelah Mitha dini hari memberi kabar tentang kondisi putrinya.
Terpukul rasa dihati Mama Anggi, andaikan dia tidak memutuskan menutupi pernikahannya, mungkin anaknya tidak sampai melukai dirinya. Malah bisa jadi hanya kemarahan yang meledak-ledak yang terjadi, tidak seperti sekarang.
Kembali lagi Mama Anggi melihat anaknya tergeletak di ruang HCU, tetes air mata kembali bergulir di pipinya. Begitu juga Mama Rani tak kuasa melihat keadaan menantunya, sekaligus ibu sambung dari cucunya.
Mama Rani merangkul Mama Anggi, saling memberikan kekuatan. Tanpa saling berbicara, mereka hanya bisa berpelukan dengan isak tangis yang terdengar.
.
.
*bersambung
Jangan lupa tinggalin jejak Like, Komen, Vote, ❤, dikasih hadiah juga boleh. Terima Kasih Kakak Readers.
__ADS_1
Love you sekebon*