LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Home sweet home


__ADS_3

"Welcome home, sayang,” ucap Andre, saat mereka sudah tiba di mansion Andre, di siang hari.


“Akhirnya sampai rumah juga,” jawab Lina, setelah selama tiga hari di rumah sakit.


“Mami mau langsung istirahat di kamar, atau mau  ke mana dulu?” tawar Andre.


“Mami mau duduk santai dulu di dekat kolam renang, Dad,” pinta Lina.


“Ya udah jangan lama-lama ya, mami masih harus bedrest. Kalau mami ada keperluan, panggil Daddy di ruang kerja ya.”


“Iya ... Daddy," jawab gemas Lina, melihat suaminya semakin hari semakin cerewet.


Lina menghirup dalam-dalam oksigen, yang berada di area kolam renang, Sungguh area mansion Andre masih terasa sejuk.


Sesekali kedua netra Lina terkagum-kagum dengan hamparan  hijau yang berada dihadapannya, seperti sedang merilekskan kedua netranya.


Lina mengulum senyum indahnya, mengingat kembali perjalanan dirinya dengan suaminya Andre, Bosnya sendiri. Takdir memang tidak pernah ada yang tahu, bertemu pria yang sangat jatuh cinta dengannya, menikahinya diam-diam, lalu seiring waktu wanita itu menerima rasa itu semuanya dan membalasnya dengan sepenuh hati.


Namun kisah itu tidaklah mulus, penuh dengan lika liku yang harus dilewati dan dihadapinya. Setitik buliran bening terjatuh dari ujung ekor netra wanita itu, rasa sedih, haru dan bahagia menjadi satu.


Sesaat Lina masih  termenung berdiri di depan kolam renang, tiba tiba dua tangan besar laki-laki sudah melingkar di perutnya, membuat wanita itu terkesiap.


“Sedang memikirkan apa sayang, sampai di panggil tidak menyahut,” gumam Andre, kemudian melabuhkan kecupan di tengkuk Lina.


“Hanya mengingat masa lalu, cerita kita, hingga bisa sampai seperti ini sekarang,” Lina mengelus tangan suaminya yang masih melingkar di perutnya.


“Kisah yang takkan pernah daddy lupakan, pertama kali daddy mengejar cinta daddy yaitu Lina Anggraini,” ucap Andre, pria itu menggigit daun telinga istrinya, lalu turun ke bawah, mencium leher jenjang istrinya.


“Isss ...,” desis Lina, bisa-bisanya Andre merangsang hasrat istrinya di ruang terbuka.


Mendengar suara desisan istrinya, Andre semakin menyesap leher istrinya, menyesapnya dalam-dalam, melu-matnya hingga meninggalkan tanda merah.


“Dad ... ah ... stop please, malu ini di ruang terbuka!” tegur Lina.


“Berarti kalau di ruang tertutup boleh dong,” goda Andre.


“Aduh, otak daddy kok jadi sering messum begini sihh.”


“Messum sama istri sendiri, sayang ... masa gak boleh.”


“Boleh hubbyku sayang, tapi ingat tempatnya dong.”


“Kalau begitu lanjut di kamar yukk,” ajak Andre.

__ADS_1


“Daddy, mami tu lagi nunggu kedatangan Mitha sama Susi katanya ada report keuangan yang penting. Urgent kata mereka, lagi pula kita sudah tiga hari, tidak menghandle perusahaan.”


“Nanti Daddy bantu mami. Mami jangan terlalu stress mikirin perusahaan. Ingat kita mau siap-siap program hamil, jadi kita berdua harus sehat.”


“Ya ... mami ingat kok Dad.”


“Sekarang kita masuk ke dalam ya, makan siang udah siap,” pinta Andre, Lina merangkul lengan kekar Andre dan mengikuti langkah suaminya ke ruang makan.


Mama Rani, Mama Anggi dan Noah tidak ikut pulang ke mansion Andre terlebih dahulu, para oma mau ajak cucunya jalan-jalan ke mall, beli mainan, alasannya. Andre dan Lina akhirnya mengizinkan Noah di ajak sama kedua omanya, saat berpisah di rumah sakit.


Siang ini Andre sudah memesan ke bagian dapur untuk memasak makanan sehat ,setelah tadi pria itu sempat searching ke mbah google mencari makanan yang baik selama program hamil, tentunya buat istri tercinta dan dirinya sendiri selalu penanam benihnya.


Di meja makan sudah disunguhkan berbagai jenis makanan sehat, beserta buah, jus dan susu promil buat Lina.


Andre benar benar pria yang sangat sayang sama istrinya, tidak diperbolehkan istrinya melayani dirinya makan, cukup pria itu yang melayani istrinya, bagaikan seorang ratu. Sungguh ada rasa tidak enak diperlakukan berlebihan oleh Andre, rasanya masih aneh, walau maksud dari suaminya ingin memperlihatkan kasih sayangnya, tidak hanya sekedar ucapan semata.


“Terima kasih daddy, jangan pernah berubah,” ucap Lina sambil mengecup punggung tangan suaminya.


Andre mengulum senyumnya saat masih mengunyah makanannya di dalam mulut.


“I love you sayang,” balas Andre kembali mengecup punggung tangan Lina.


🌹🌹


Faisal, Mitha, Susi sudah datang ke mansion Andre dengan banyak membawa berkas.


Andre dan Lina, sudah mulai berkutat dengan berkas yang di bawa mereka bertiga.


“Mih ... ini beberapa laporan dari kantor cabang yang  dibawa saat raker kemarin, mami belum sempat mengeceknya,” lapor Mitha sambil menyodorkan berkas tersebut.


“Wah PR saya banyak juga ya Mitha,” ujar Lina melihat laporan dari dua puluh cabang perusahaan Nugraha.


“Ngeceknya pelan-pelan aja sayang, jangan terburu-buru,” sahut Andre yang sama sedang mengecek berkas yang sudah ada di tangannya


.


“Iya...,” jawab Lina.


“Mih ... ini laporan keuangan saat kita raker kemarin,” tunjuk Susi.


“Susi, ini laporan kamu yang buat, atau Pak Dandi?” tanya Lina.


“Saya yang buat mih, kenapa memangnya.”

__ADS_1


“Harusnya Pak Dandi yang buat laporan ini, selaku manajer keuangannya. Masih saja ya Pak Dandi seperti  itu, lepas dari tanggung jawabnya. Selalu menyuruh staff mengerjakan pekerjaannya!” Kesal Lina dibuatnya.


“Memang Pak Dandi seperti itu mih?” tanya Andre.


“Iya, kan daddy tahu pekerjaan mami seperti apa sebelumnya, melebihi kapasitasnya. Dad, kalau menurut mami, kita harus mengevaluasi semua karyawan, termasuk yang punya jabatan tinggi di perusahaan,” usul Lina.


“Usul yang bagus Mih. Faisal nanti tolong dalam waktu dekat jadwalkan saya sama mami buat rapat dengan team HRD,” titah Andre.


“Baik Pak Bos, nanti segera saya agendakan.”


“Ferdi, bagaimana penyelidikan kita ke perusahaan Barliana?” tanya Andre.


“Masih dalam proses, team audit baru memberi gambaran mereka, memang terjadi kecurangan dari dana modal yang kita berikan,” ujar Faisal.


“Tetap diselidiki sampai tuntas, jangan setengah-setengah,” ucap Andre.


“Siap Pak Bos.”


Kedua pasangan tersebut kembali sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Lina sudah sibuk dengan kedua rekan kerjanya, Mitha dan Susi, berkutat di depan laptop dan berkas, sesekali mereka bertiga saling berdiskusi.


Begitupun Andre sibuk dengan pekerjaannya di bantu oleh Faisal.


Lengkap sudah, kedua pasangan suami istri itu, saling bekerja sama dalam bekerja dan membangun rumah tangga impiannya.


Sesekali Andre mengulum senyum memandang istrinya yang sedang bekerja, siapa yang tak menyangka salah satu staffnya sekarang menjadi istrinya sekaligus partner kerjanya.


Andre menghampiri istrinya yang bekerja, duduk di sofa. “Sayang ... mami capek gak?” tanya Andre sambil merangkul bahu Lina, dan menghirup aroma rambut istrinya.


“Belum berasa capek sih dad,” jawab Lina.


“Kalau udah capek, istirahat ya. Ini juga udah sore,” tegur Andre.


“Sebentar lagi, tanggung Dad ... mumpung ada Mitha sama Susi di sini yang bantuin.”


“Iya daddy paham sayang, tapi ingat yang ini dong, mami masih belum boleh terlalu capek,” Andre sambil mengelus-elus perut istrinya.


SEERRRR


Entah kenapa setiap tangan besar pria itu mengelus perutnya, tubuh wanita itu rasanya geli dan meremang. Elusan tangan besar itu sungguh menggoda, ditambah napas hangat yang terasa di pipi wanita itu, serta kecupan basah yang berlabuh di pipi wanita itu.


OHH sungguh jiwa jomblo Mitha, Susi dan Faisal meronta-ronta, rasa nya ingin meninggalkan ruang kerja Bosnya segera.

__ADS_1


😁😁😁😁


__ADS_2