LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Dina lagi.......


__ADS_3

Mama Rani duduk di samping Andre.”Tadi mama Dina, mengobrol sama mama........berharap kamu dan Dina berjodoh jadi suami istri. Kayaknya doa mama Dina langsung terkabul hari ini juga!” ujar Mama Rani pelan.


“Maksud mama apa?”


“Nyatanya hari ini juga kamu langsung kepergok Lina sedang ciuman dengan Dina. Yang artinya hubungan kamu sama Lina berakhir. Dan kamu ciuman sama Dina berarti masih cintakan!” sebenarnya Mama Rani pilu tahu kejadian ini.


“STOP Mah, Andre sudah pusing. Ditambah Lina tidak mau terima telepon Andre!”


“Wajarlah nak, wanita mana yang tidak kecewa melihat seperti itu. Mama juga akan seperti Lina pergi begitu saja tanpa harus meladenin cowok kayak kamu!”


“Kamu tahu tidak nak, yang kamu lakukan itu selingkuh namanya. Tidak ingatkah kamu berlutut di depan mama Anggi untuk minta memohon dinikahkan dengan Lina. Tapi nyatanya kamu sia-siakan, untung pintar Lina bikin surat perjanjian saat kamu minta jadi istri bohongan dan kami orang tua tahu isi suratnya. Jadi jangan menyesal!”


“Sudah nanti kalau kamu sudah talak Lina, bisa bebas menikah dengan mantan pacar kamu tuh atau jangan-jangan kalian sudah mulai pacaran lagi setelah berciuman tadi?” ketus Mama Rani kesal dengan ulah Andre yang semudah itu berciuman dengan wanita lain.


Andre tampak bergeming, Mama Rani hanya menepuk bahu anaknya, lalu pergi dari kamar Andre.


Nasi di piring dia sendok sedikit agar perutnya terisi, sebenarnya dia tidak nafsu makan sejak dia ke pergok istrinya, di tambah telah pergi dari mansion.


Hanya satu harapan besok yang ia yakini, akan bertemu dengan istrinya di kantor.


Sudah terisi perutnya walau sedikit, Andre membersihkan dirinya. Lalu merebahkan dirinya, di usapnya ranjang di bagian biasa Lina tidur, di hirupnya bantal yang bisa Lina pakai, berharap dia bisa tertidur pulas. Tapi nyatanya dia tidak bisa tidur, seperti kehilangan sesuatu. Sudah berulang kali memejamkan mata, tapi tidak bisa juga.


.


.


Pagi hari menjelang.....


 


Di ruang makan mansion Andre.


“Selamat pagi Andre,” senyum manis di bibir Dina menyambut kedatangan Andre.


Andre tampak kaget, melihat kehadiran Dina. Siapa yang mengizinkan dia masuk mansion.


“Mama.....yang mengizinkan Dina masuk, katanya sudah janji mau sarapan bareng sama kamu,” Mama Rina menjawab pertanyaan yang ada dibenak Andre.


“Saya tidak ada janji!” ujar Andre heran.


“Mungkin kamu lupa, soalnya kamu kemaren kelihatan sibuk. Nah sekarang aku siapkan sarapan ya, aku masak kesukaan kamu loh!” ujar Dina manis.


Papa Nugraha dan Mama Anggi terlihat tidak ada di meja makan. Hanya mama Rani saja yang ikut berada di ruang makan.


“HUA.........HUA......HUA.......mi.....mi,” tangisan Noah terdengar.


“Nyonya Besar, Bu Lina mana ya.....ini Noah rewel dari malam!” ujar Tini sambil mengendong Noah.


“Ini anaknya Lina....Tante?” tanya Dina sambil menunjuk Noah.


“Ini anak saya!” ujar Andre langsung mengendong Noah.

__ADS_1


“Kamu sudah menikah Ndre?” tanya Dina wajahnya terlihat kecewa.


“Sudah menikah, dan sekarang sedang proses cerai,” celetuk Mama Rani, kalau bukan karena rasa ingin tahunya.....mama Rani ogah makan di ruang makan, lebih baik makan di dapur.


“OOOOH, yuk anak ganteng sama mama Dina ya,” Dina mengambil Noah dari gendongan Andre, mencoba menenangi anak Andre. Sekalian cari muka.


“HUA.......HUA......HUA... ,” semakin jadi Noah menangis dan meronta ronta di gendongan Dina, dan dia juga kelabakan menghadapi Noah.


Andre segera mengambil Noah dari Dina..”sayang.....Daddy.....!”


Hanya Lina yang bisa mengurus Noah. Maafin Daddy....sayang.


“Mungkin Noah mau susu, coba di kasih dulu!” ucap Dina lembut.


Gak pa-pa deh Andre udah punya anak, yang penting dia sedang urus perceraiannya. Intinya aku harus bisa jadi istri.


“Sebaiknya kamu kasih dulu anaknya ke baby sitter, kamu makan dulu ya. Nih udah aku siapkan!” ujar Dina sambil menunjuk piring di hadapan Andre.


Kalau Lina, dia selalu mendahulukan urusan anak baru saya. Tapi lebih sering mengurus kami berdua langsung......mami pokoknya hari ini harus pulang ke mansion.


Sambil menenangkan Noah di pangkuannya, Andre melihat piring yang telah dihidangkan Dina. Lalu dia mengambil piring kosong, dan mengisinya dengan sedikit makanan, kemudian disantapnya.


“Andre kok malah ambil piring yang lain, ini kan sudah aku siapkan!” ujar Dina sedikit kesal.


Mama Rani memperhatikan mereka berdua diam-diam.


“Mah, lain kali kalau ada tamu buat Andre tolong kasih tahu saya dulu. Kecuali memang tamu mama dan papa!”ucap Andre.


“Ya Nak...!”


Andre masih mengendong Noah meninggalkan ruang makan. Dina terlihat kesal dengar ucapan Andre.


Mama Rani ikut meninggalkan ruang makan. Sedangkan beberapa pelayan menunggu Dina keluar dari mansion sesuai pesan dari Tuannya.


Aku tidak akan menyerah begitu saja Andre!!


.


.


Perusahaan Nugraha Grup


 


Andre terlihat semangat datang ke kantor, dengan style baju kerjanya yang membuat tambah ganteng dan berkarisma. Dia berharap hari ini bisa bertemu Lina istrinya di kantor.


Ting.......


Lift lantai 7 terbuka, Andre ditemani Faisal melangkah menuju ruang divisi keuangan.


“Selamat pagi Pak Andre,” sapa Susi yang menyambut kedatangan Bosnya.

__ADS_1


“Bu Lina sudah datang?” tanya Andre.


“Ruangnya masih kosong Pak?”


Kok nanya si mami, kan istrinya......memangnya gak tahu udah berangkat atau tidak....batin Susi.


“Kalau sudah datang, kasih tahu saya segera!” ujar Andre.


“Baik Pak, akan saya kabari segera.”


Andre sedikit kecewa, belum melihat Lina. Dia lanjut ke ruangannya.


Sesampainya di ruangan, Andre menghempaskan dirinya di kursi kebesaran.


“Selamat pagi Pak Andre,” sapa Rini ikut masuk ke ruang CEO.


“Ini ada beberapa dokumen yang sudah lama harus di cek, dan ini jadwal yang telah di atur ulang,” lapor Rini.


“Oke, tinggalkan saja di meja nanti saya cek kembali!”


“Baik Pak!” Rini undur diri kembali ke mejanya.


“Pak Bos.......ini handphone barunya. Jangan dibanting lagi!” Faisal menyodorkan paper bag.


Andre segera membukanya, segera mengaktifkan hpnya. Dicarinya nomor Lina, dan meneleponnya. Berkali-kali tetap tidak diangkat.


“Nanti kamu cek lagi ke bawah, Lina sudah datang atau belum!” titah Andre.


“Siap Bos,” Faisal meninggalkan Andre.


Dokumen-dokumen mulai di cek Andre. Tanpa terasa waktu berjalan, sudah mendekati jam makan siang tapi masih belum ada kabar dari Susi dan Faisal tentang kehadiran Lina.


Saking kesalnya, Andre kembali turun ke lantai 7 mengecek sendiri ke ruangan Lina.


“Pak Andre, maaf kayaknya Bu Lina tidak datang ke kantor,” ujar Susi.


“Mitha ada?” tanya Andre.


“Mitha juga belum datang Pak.”


Ke mana Lina, atau jangan-jangan sakit lagi......batin Andre.


Hati Andre deg-degan khawatir kalau Lina tiba-tiba pingsan.


“Susi....coba kamu telepon Mitha, ada di mana sekarang!”


“Baik Pak,” Susi langsung menghubungi Mitha.


“Hpnya diloudspeaker!” perintah Andre.


.

__ADS_1


.


bersambung.....


__ADS_2