LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Ada nyamuk....


__ADS_3

Tatapan wajah yang terlihat di cermin, penuh dengan raut kekecewaan dibalik wajah cantiknya. Akhirnya dia telah membuat sebuah kesepakatan di depan orang tua Andre dan mamanya, entahlah mengapa dirinya tiba-tiba membuat surat perjanjian tersebut, seakan-akan dia ingin mematahkan sesuatu.


Lina sedikit termenung di kamar mandi memandang dirinya yang terpantul dari cermin.


Istri........istri dari Andre! Aah ini perasaan gue aja.


Sesekali dia memainkan cincin di jari manisnya “mungkinkah ini tanda gue udah di nikahinya??? Ah gak mungkin, melamar aja si Bos belum pernah. Trus kapan gue nikahnya, tapi kenapa orang tua si Bos dan mak gue santai aja, lihat kami tidur sekamar. Ya Allah semoga dugaan ini salah, gue gak mau di cap pelakor!”


Andre duduk di tepi ranjang  menunggu istrinya di kamar mandi.


Ceklek......


Lina telah berganti pakaian dengan baju piyama panjang. Andre terlihat heran dengan penampilan Lina, biasanya dia tidur pakai daster aja. Dan dia tidak merasa membeli baju tersebut, dia kebanyakan membeli dress dan daster untuk mengisi lemari di walk in closet mereka.


“Kok baju tidurnya celana panjang Mi, biasanya pakai daster?” makin lemes lihat tubuh istrinya tertutup semua.


Mitha tadi pagi sudah diminta oleh Lina membelikan beberapa piyama panjang, padahal dia tidak suka pakai piyama  panjang. Tapi berhubung sekamar dan seranjang dengan Bosnya, dia pikir lebih baik pakai piyama.


“Biar gak digigit nyamuk Dad!” asal jawab.


“Memangnya dikamar ini ada nyamuk Mi?”


“Ada nyamuknya gede banget,” jawab Lina, dia merebahkan dirinya di sebelah kanan Noah.


“Mana ada nyamuk gede, yang ada nyamuk tuh kecil!” Andre ikut membaringkan badannya di samping kiri Noah, menyamping ke arah Lina.


“Ada......lah nyamuk gede, barusan nyamuknya ngomong!” celetuk Lina, matanya mulai di pejamkan menghindari tatapan Andre.


“Oh jadi yang dimaksud nyamuk sama mami tuh......daddy!”


“NAH itu tahu, pakai nanya lagi!”


“Auuchh....!” pekik Lina menerima cubit gemes di lengannya.


“TUHKAN baru dibilangi, nyamuknya langsung cubit. Udah sekarang bobo, jangan ngobrol lagi!” ujar Lina, mencoba untuk tidur tidak menghiraukan maksud candaan Andre.


Senyum tipis terukir di wajah Andre, netranya masih setia menatap istrinya. Satu jam berlalu, mata Andre masih belum bisa terpejamnya, sedangkan Lina sudah mulai terdengar dengkuran halusnya.


Merasa dia belum bisa tidur, Andre bangkit dari ranjang, lalu menaikkan penyangga sisi ranjang, yang memang ranjangnya di desain.....aman untuk anak-anak jika tidur sendiri. Noah di pindahkan ke posisi pinggir kiri, lalu Andre memposisikan dirinya di tempat Noah sebelumnya.


“Nah begini baru benar posisinya,”ujar Andre pelan.


Tubuhnya di dekatkannya ke tubuh Lina, dirangkulnya pinggang istrinya penuh mesra. Lina tampak tak bergeming, saat Andre memeluknya. Dengan memeluk istrinya, Andre mulai terlelap.

__ADS_1


Waktu tengah malam.........


“Huaaa.........huaaaaa!” tangisan Noah terdengar.


Lina mengerjap-ngerjap matanya, dadanya terasa geli-geli karuan. Pandangan matanya pun turun ke dadanya.


“Astaga Daddy!!” pekik Lina, melihat wajah Andre sedang berada di samping dadanya.


“Mmmmm......berisik mami!” gumam Andre, malah makin mengusel-gusel kepalanya di dada Lina.


PUK!! Ditepuknya bahu Andre.


“Bangun Dad, Noah nangis tuh!” sambil menepuk bahu Andre. Belum 100% kesadarannya terkumpul, Andre melepaskan pelukannya.


Loh kok Noah ada di pinggir......ck pasti ini kelakuan bapaknya.


Lina segera bangkit dari ranjangnya, dan mengendong Noah dalam keadaan setengah sadar.


“Dad, bikinin susunya dong!”


“Mmmm.....!” gumam Andre beranjak ke nakas untuk membuat susu. Lalu memberikan susu Noah ke Lina.


Rasa kantuk yang melanda, Lina menyandarkan dirinya di kepala ranjang sambil memangku Noah dan memberikannya susu.


Andre naik ke ranjang lagi masih dalam keadaan setengah sadar, di baringkannya tubuhnya di samping Lina, dan langsung memeluk paha Lina bagaikan bantal guling.


Menjelang pagi......


Andre membuka matanya, pertama kali yang dia lihat, istrinya tertidur dalam keadaan duduk dengan memangku anaknya.


“Ya ampun sayang......,” Andre memindahkan anaknya ke ranjang. Dan membenarkan posisi tidur Lina.


“Sayang.........pasti pinggangnya pegal ya!” karena merasa bersalahnya tidak menemani istrinya saat Noah menangis. Tangannya mulai memijat lembut pinggang Lina.


Sebenarnya Lina terbangun saat Andre memindahkan Noah, tapi rasa kantuknya membuat dia malas membuka matanya.


Aaaahhhh...enak juga pinggang kalau dipijitin......batin Lina.


Andre masih memijat pinggang Lina, agar nanti saat istrinya bangun tidak terlalu pegal badannya. Di lihatnya Lina masih tertidur. Tangan Andre menyingkap kemeja piyama bagian belakang Lina, tangannya masih memijat pinggangnya.......lalu dia mulai mengecup pinggang putih istrinya. Tidak hanya sekali kecupan tapi beberapa kali kecupan. Sedangkan Lina menahan rasa gelinya.


Buru-buru Lina mengerakkan badannya, dan buru-buru juga Andre menghentikan ulahnya.


“Pagi Mami!” sapa Andre.

__ADS_1


“Pagi Dad,” balas Lina sambil merenggangkan badannya.


Andre memberikan segelas air hangat untuk Lina.”Makasih Dad,” Lina meminumnya sampai tandas.


“Daddy mau langsung mandi atau nanti aja?”


“Langsung mandi aja, mami gak perlu siapin air. Daddy mau mandi pakai shower aja!” ujar Andre yang melihat Lina ingin ke kamar mandi.


“Oh ya udah,” Lina mengurungkan niatnya ke kamar mandi, akhirnya ke walk in closet untuk mengambil baju Andre.


Ceklek.....


Seperti biasa Andre keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


“Mami......boxer Daddy mana?” dilihatnya baju yang sudah di siapkan, tidak ada ****** ********.


“Eeehhh......biasanya Daddy udah pakai?”


“Belum pakai ....!”


Lina bergegas mengambilnya, dan memberikannya ke Andre. Setelah menerima boxernya, tanpa rasa malu.....Andre menurunkan handuknya di hadapan Lina. Dan memakai boxernya dengan santainya.


GLEK !!! Lina menelan kasar salivanya, mendadak matanya ternoda lagi di pagi hari.


Astaga........pedangnya 😱😱, ya Allah kenapa jadi sering ngeliat kayak begini...!


“Pakaikan  Mih bajunya!” pinta Andre.


Lina langsung memakaikan kemeja Andre, “Mami tadi kenapa matanya ditutup, kemarenkan sudah pegang punya daddy?” tanya Andre.


“Malu lihatnya Dad!” ungkap Lina sambil mengancingkan baju Andre.


“Mami harus sudah terbiasa lihat daddy seperti itu, kita kan suami istri!”


“Ingat kita......suami istri pura-pura!” ujar tegas Lina.


“Sebaiknya Daddy harus segera cari istri sungguhan atau kembali rujuk dengan Sita!” Selepas memakaikan pakaian Andre, Lina terduduk di tepi ranjang sambil memandang Noah yang masih tertidur.


Andre jongkok di hadapan Lina, dan menggenggam tangan Lina.”Mami kenapa berkata seperti itu?” netranya menatap dalam ke mata Lina.


“Sita sedang hamil Dad, sebaiknya cabut tuntutannya. Lagi pula setahu saya , istri dalam keadaan hamil tidak bisa diceraikan harus menunggu sampai lahir!”


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2