LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Bulan Madu


__ADS_3

Mohon bijak dalam bab ini mengandung adegan 21+


🌹🌹


Andre merangkul pinggang istrinya dengan posesifnya, tidak sekalipun  melepasnya dari awal masuk hotel menuju kamar hotel.


Ternyata setelah mengajak istrinya makan siang romantis dengan acara lamaran romantis, Andre membawa istrinya ke hotel yang berada di pinggir pantai.


Andre membuka pintu kamar hotel dengan menempelkan kartu, hati Lina sudah mulai berdebar-debar setelah tahu suaminya ternyata membawanya ke hotel.


Pintu kamar sudah terbuka, Andre masuk duluan, kemudian menarik tubuh Lina untuk masuk ke dalam.


“Akh.....” pekik Lina kaget, ketika di tarik suaminya ke dalam.


Tubuh Lina sudah menempel ke dinding, Andre menghimpit Lina tapak celah, kemudian menundukkan sedikit kepalanya agar wajahnya dekat dengan wajah istrinya.


“Aku menginginkanmu sayang,” ucap Andre, kemudian melabuhkan bibir tebalnya ke bibir sexy Lina, di sesapnya dengan lembut, melu-mat benda kenyal itu penuh dengan hasrat. Bibir Lina mulai terbuka, dan membiar lidah suaminya menerobos dalam rongga mulut. Saling berbelit lidah, hingga berbagi saliva.....sampai suara decakkan pun muncul.


Tangan Andre mulai menurunkan resleting dress kerja Lina, hingga dress itu jatuh begitu saja di lantai. Lalu mengangkat tubuh Lina, dan mengendongnya ala babu koala. Masih saling berpagutan, Andre mengendong istrinya menuju ruang tidur.


Andre melepaskan pagutannya sejenak, kemudian merebahkan istrinya ke atas ranjang. Wajah Lina mulai merona melihat tatapan suaminya ketika melihat tubuhnya tanpa busana, hanya memakai bra renda dan CD berwarna hitam. Membuat kedua netra Andre berkabut gairah.


“Sayang.........kamu seksi,” bisik Andre dengan menghembuskan napas hangat di telinga Lina.


Andre beranjak bangun dari ranjang, kemudian membuka kemeja, celana panjangnya, dan dihempaskannya begitu ke lantai. Sekarang giliran Lina yang memandang tubuh atletis sang suami, hanya meninggal boxer di tubuhnya, pria itu naik ke atas ranjang dan kembali mengungkung tubuh sexy istrinya.


Andre mulai mencium kening, turun ke hidung, lalu ke bibir sesaat, kemudian turun ke daun telinga. Pria itu sangat tahu tempat sensitif istrinya, tubuh Lina mulai meremang, ketika daun telinganya sudah dipermainkan oleh lidah suaminya.


“Aaah.........!” de-sahan merdu keluar dari bibir Lina.


Andre semakin terpacu untuk merangsang hasrat istrinya. Salah satu tangannya mulai ke balik punggung Lina, di bukanya bra hitamnya......hingga terlihat jelas buah kesukaan Andre.


“Aah......dad geli....” ucap Lina, merasakan pucuk buah persiknya di hisap dengan lembut, di mainkan dalam rongga mulut suaminya. Jari jemari Lina meremat rambut Andre, menahan geli, nikmat yang tak bisa di gambarkan lagi oleh wanita itu.


Sedangkan Andre masih main dengan buah persik milik istrinya, seperti bayi yang kehausan.


Sesaat Andre melepaskan pucuk si buah persik, mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah istrinya yang mulai bergairah.


Wajah Andre mulai turun perut Lina dan memberikan kecupan, kemudian salah satu tangannya menurunkan CD yang masih melekat di tubuh istrinya,  lalu membuka lebar kedua paha putih mulus istrinya. Dan kepala Andre sudah tenggelam di antara ke dua paha istrinya.


“Daddy..........aahh....” mulut Lina mulai meracau, tubuhnya mulai bergelinjang, ketika suaminya sudah memainkan bagian intinya, kedua tangannya mengamit seprei, menahan sensasi yang tak  terkira nikmatnya, tubuhnya seperti ingin melayang.


“Hubby........mami gak kuat.....aaaahh,” racau Lina, dirinya sepertinya mulai menuju ujung kenikmatan.


“AAAAHHHHH.......”de-sah Lina.

__ADS_1


Slurp.....Andre menghisap cairan bening kental yang keluar dari bagian inti istrinya, sampai tak tersisa.


“Dad........,” napas Lina masih tersengal sengal.


“Nikmat ya........sayang, sekarang daddy masuk ya,” ucap Andre dengan mengecup kening istrinya, kemudian membuka boxernya.


Terlihat jelas junior suaminya sudah gagah, di mata Lina.


Andre langsung mengarahkan si junior untuk masuk ke rumahnya, milik si junior.


“AAHH......., Andre dan Lina sama sama tersentak ketika si junior masuk ke rumahnya, si junior sedikit kesulitan masuk ke rumah yang terasa sempit.


Andre mulai menghentakan si junior, hingga Lina merasakan rasa penuh dan hangat. Tak kuasa Andre merasakan sensasi yang luar biasa, Andre mulai memaju mundurkan si junior dengan tempo cepat.


“Arrgghh.......sayang....ini luar biasa,” Andre mulai meracau, si junior benar benar di manjakan dalam rumah istrinya, terasa di sedot, dipijat. Andre semakin mengila gerakannya.


Lina sengaja merangkul leher Andre, mengikuti irama suaminya.....sesekali mengangkat pinggulnya dan sedikit menggoyangnya dari bawah. Itu menambah suaminya meracau, merasa kenikmatan buat suaminya.


Keringat mereka sekarang menjadi satu, berbagi peluh, menikmati surga dunia yang halal. Saling memberikan kenikmatan, tanpa egois, suami memanjakan istri, begitu pun istri mengikuti gairah sang suami.


“Dad......mami mau sampai ini....” racau Lina.


“Bareng sayang........tunggu daddy,” Andre semakin mempercepat temponya.


“AAKKKKKHHH.......,” de-sahan panjang mereka berdua, bersama sama mengapai kenikmatan yang tak bisa di gambarkan, tubuh mereka berdua menggelinjang dan menegang.


“I love you to daddy Andre,” jawab Lina dengan napas lelahnya.


Dirasa si junior sudah melepaskan semua laharnya, baru mengeluar junior dari rumahnya, kemudian Andre mengecup perut istrinya “semoga kalian cepat hadir di perut mami, ya sayang.....Daddy dan mami sangat menantikan kalian.”


“Aaminn......” sahut Lina.


Andre masih mengecup perut datar Lina berulang kali, dan tangan Lina hanya bisa mengusap kepala Andre, yang sekarang sedang berbaring di atas perutnya. Hati Lina terharu dan tersentuh, suaminya begitu mengharap kehadiran anak dari rahimnya.


Semoga keinginan kita berdua terkabul ya.....daddy...


Tangan Lina masih mengusap pucuk kepala Andre dengan lembut, sampai Andre tertidur merasa terbuai dengan belaian tangan Lina di atas perut istrinya.


Kedua pasangan ini, akhir terlelap setelah menghabiskan waktu sore dengan pergulatan manisnya.


Satu jam kemudian...


“Eergh.....,” lenguh Lina, mulai mengerjapkan kelopak matanya. Dan masih melihat kepala suaminya berada di atas perutnya.


“Dad.........bangun dong.....udah mau magrib.....,” ujar Lina sambil mengelus rambut Andre.

__ADS_1


“Mmm..........,” gumam Andre ikut terbangun karena suara istrinya, kemudian menarik wajahnya dari perut istrinya.


“Daddy ketiduran sayang, enak di belai mami kepalanya.”


“Enak, apa kecapean abis-------,”


“Dua duanya sayang,” Andre langsung menyambar bibir Lina, dan melahapnya kembali.


“Milik mami sungguh bikin daddy mabuk, sayang.....,” puji Andre, kembali melabuhkan bibirnya.


“Mmphht....” Lina melepas pangutannya.


“Udah daddy ciumnya, udah mau malam.......badan mami udah lengket pengen mandi, perut juga udah lapar,” keluh Lina.


“Mandi bareng ya sayang,” ajak Andre.


“Iya mandi bareng,” seloroh Lina. Dengan penuh semangat Andre membopong tubuh Lina.


Dan terjadilah pergulatan di dalam sana, suara erangan dan de-sahan saling bersahutan di dalam kamar mandi.


🌹🌹


“Iih....daddy benar benar bikin mami ngempor ya.......gak bisa apa ya mami di kasih istirahat sejenak. Maksud mami tuh mandi aja, bukan *** *** aan,” mulut Lina enggak berhenti-henti menyerocos.


“Tapi mami, juga kan ke enakan juga.....sampai mende-sah de-sah terus,” ledek Andre.


BUK


Lina memukul gemas lengan Andre, yang dari tadi selalu mengambil kesempatan dalam sempitan.


“Sakit sayang, jangan di pukul dong. Mending di cium aja,” goda Andre.


“Emang maunya daddy tuh. Dad, mami lapar nih, mana makanannya?”


“Udah daddy pesan, nanti juga datang sayang.”


“Mih, kita dua hari di sini ya. Daddy mau bulan madu sama mami, menghabiskan waktu berdua saja sama mami. Masalah Noah jangan khawatir, daddy sudah titip sama mama dan papa. Masalah pakaian kita berdua nanti akan di antar Faisal sama Mitha. Intinya kita bulan madu, dalam rangka progam bikin anak.”


“Bikin anak atau bikin enak,” celetuk Lina sambil mencondongkan tubuhnya, hingga buah dadanya menyembul keluar.


“MIh......boleh minta susu segar gak?”  Andre mulai tergoda lagi.


“Makan dulu, baru minta susu....”jawab ketus Lina, sambil menutup buah dadanya dengan kedua tangannya.


“Bener ya mih, habis kita makan......lanjut ronde ke-tiga,” bisik Andre.

__ADS_1


“Alamak........habislah diriku......oh suamiku....” Lina tepok jidat


Andre tertawa kecil, sungguh mengemaskan lihat mimik istrinya, yang tak pernah bosan di pandangnya, apalagi sekarang tidak bosan untuk disentuhnya, ingin di ulang terus.


__ADS_2