LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Pawangnya telepon


__ADS_3

“Pak Bos.....maaf ada telepone dari Ibu.” Andre menerima handphonenya.


Lina “ Assalammualaikum daddy."


Andre “Waalaikumsalam mami."


Lina “Daddy makan siang di mansion atau di kantor?”


Andre “Daddy usahiin makan di mansion Mih.“


Lina “Makan siang dirumah aja ya Dad, mau dimasakkin apa?”


Andre “Terserah mami aja, jangan cape-cape ya. Noah lagi ngapain mih.“


Lina “Lagi main sama oma dan opa. Daddy lagi marah-marahkah?“


Looh kok tahu batin Andre


Andre “Yaa......”


Lina “ Daddy Noah.......ambil napas pelan-pelan....lalu hembuskan. Daddy sayang Noahkan. Kurangin dan jangan sering-sering marah ya Daddy.“


Andre mengikuti yang di aba-abakan Lina.


Andre “Iya Mami Noah, nanti mau dibawaiin apa?”


Lina “Cukup daddy pulang sampai di mansion dengan selamat aja......mmm tapi di bawaiin ice chocolate sama cake stawberry.....gak nolak kok!”


Andre “Iya nanti daddy beliin buat mami!"


Lina “Ya sudah mami masak dulu ya, met bekerja lagi daddy. Assalamualaikum!”


Andre “Walaikumsalam."


Seketika mood Andre membaik setelah menerima telepone dari Lina. Tapi orang yang bikin mood dia buruk masih ada dihadapannya.


Wah pawangnya telepone muka bos langsung berubah.......batin Faisal.


Bapak dan Ibu saling melirik mendengar percakapan Andre.


"Nak Andre, telepon dari Sita kah?" tanya Ibu Anita.


“Bukan.......!” jawab Andre.


Sepertinya Sita harus buru-buru dikasih tahu, jangan-jangan nak Andre selingkuh......pikir Bu Anita.


“Jika Bapak dan Ibu sudah tidak ada kepentingan lagi, silakan keluar. Saya masih ada pekerjaan lain."


Andre meninggalkan mereka yang masih duduk di sofa, dan duduk di kursi meja kerjanya. Tidak memperdulikan lagi rasa hormatnya, yang seperti dia lakukan sebelumnya.


“Jadi kapan nak Andre menjemput Sita di bali !” tanya Pak Agus sebelum mereka keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Bapak dan Ibu bisa mengurusnya, tanpa menunggu saya!” ujar Andre cuek.


BRAK.....


Bapak dan Ibu orang tua Sita keluar dengan kesal sampai membanting pintu.


Faisal mengelus dadanya dan senang melihat sikap Andre yang tidak selalu menuruti kemauan mertuanya.


“Pak Bos beneran tidak jemput istri tercinta di Bali!” tanya Faisal.


“Tidak, biar orang tuanya yang mengurusnya. Lebih baik saya mengurus anak!” ujar Andre.


“Tapi Sita Istri Bos, dan Pak Bos masih tanggung jawab sebagai suaminya!”


“Jika bisa berangkat sendiri berarti bisa pulang sendiri. Sudah sekarang agenda saya apa hari ini, saya mau cepat selesai..... siang ini mau makan di mansion!”


“Jam 10 ada rapat dengan bagian marketing untuk pembahasan iklan baru perusahaan!”


Melirik jam tangannya yang sebentar lagi menunjukkan pukul 10, mereka menuju  ke ruang meeting.


.


.


Peserta rapat memberi hormat ketika Andre dan  Faisal masuk ke ruang meeting. Terlihat Siska yang berpenampilan semaksimal setelah tahu BOS ikut rapat. Dan segera mengambil posisi duduk di sebelah Andre.


Rapat dipimpin oleh manajer marketing. Di awalin dengan presentasi tentang iklan yang akan dibuat yang di presentasikan oleh Siska.


“Pak Rudi, kalau tidak salah bu Lina sudah memberikan revisi proposal pengajuan iklan ini bukan!”


“Saya belum menerimanya Pak!” ujar Pak Rudi selaku manajer marketing.


“Maaf Pak Rudi, saya sudah memberikan revisi proposal dari bu Lina lewat bu Siska!” ungkap Mitha yang turut ikut rapat menggantikan Lina.


“Benar Siska......kamu sudah menerima revisi tersebut!” tanya Rudi.


“Belum saya terima!” ujar bohong Siska dengan wajah yang begitu meyakinkan.


“Bu Siska, ini tanda terima dokumen revisi proposalnya!” Mitha menunjukkan buktinya ke Rudi dan Andre.


Siska tidak bisa berkutik kalau kebohongan kecilnya terbongkar, tidak terpikir dengan tanda terima dokumen.


“Jadi bagaimana Pak Rudi, bagaimana kinerja team anda. Untuk masalah dokumen saja tidak tahu!” tanya Andre dingin.


“Maaf atas kesalahan staff saya Pak Andre !” ujar Rudi.


“Point di sini untuk tema iklan terbaru kita, saya tidak mempermasalahkan. Tapi setelah saya cek dengan bu Lina ada beberapa budget yang tidak masuk akal !” di sini bu Lina minta di revisi, lebih jelasnya kalian bisa mensurveinya terlebih dahulu..... jika tidak sesuai, maka bisa cari opsi yang lain. Di team Pak Rudi siapa yang bertanggung jawab membuat anggaran iklan ini?” tanya Andre.


Suasana rapat hening, mendengar ucapan Andre.


“Siska yang membuat anggaran tersebut Pak,“ jawab Rudi.

__ADS_1


“ Bagaimana Siska, anggaran ini di buat berdasarkan apa ? Sudah di survei langsung, atau angka dari jin!” tebak Andre.


“Jelas sudah saya survei dulu!” bohong Siska lagi, padahal dia tidak pernah mensurvei segala sesuatu untuk pengajuan proposal iklan tersebut.


“Mitha nanti koordinasikan ke team finance untuk mensurvei langsung sesuai dengan kebutuhan iklan ini. Dan susun ke anggaran ini. Saya ingin lihat perbandingannya jika benar Siska sudah mensurveinya langsung!” perintah Andre.


“Baik Pak!” ucap Mitha.


“Silahkan Pak Rudi, lanjut presentasi produk iklannya!” perintah Andre.


Rudi melanjutnya presentasinya.


Andre melirik jam tangannya ternyata sudah jam 11, dia sedikit tidak nyaman karena sudah janji dengan Lina untuk makan siang di rumah. Andre memberikan tanda untuk Rudi menghentikan presentasinya.


Terlihat Andre menelepon sesorang di ruang rapat tersebut.


Andre “Assalammualaikum Mami.“


Lina "Waalaikumsalam Daddy."


Andre “Mami, Daddy agak telat sedikit pulang ke mansionnya ya. Daddy lagi rapat dulu dengan divisi marketing!”


Lina “Tapi tetap makan siang di mansion kan!”


Andre “Iya makan di rumah kok mami!”


Lina “Ya sudah lanjutkan rapatnya, biar cepat pulang ya daddy!”


Andre “Ya mami, makannya tunggu daddy sampai mansion ya!"


Lina “Ya....assalammualaikum."


Andre “Waalaikumsalam.“


Bos romantis banget sama istrinya eey....batin salah satu peserta meeting. ( padahal mereka tidak tahu yang ditelepone bukan istrinya 🤭).


“Maaf rapatnya terganggu, saya harus kasih kabar orang rumah dulu. Silakan lanjut Pak Rudi. Biar kita cepat selesai!” pinta Andre.


Rudi melanjutkannya kembali. Lalu Andre kembali memberikan argumennya untuk di beberapa hal yang harus diperbaiki sebelum keputusan final.


“Pak Rudi saya tunggu revisinya sebelum keputusan final. Dan rapat ini saya akhir sampai di sini. Terima kasih!” ujar Andre.


“Baik Pak, terima kasih. Pak mungkin kita bisa langsung ke restoran untuk makan bersama, kami sudah menyiapkannya!” ujar Pak Rudi.


“Saya tidak bisa ikut, kalian saja. Saya sudah di tunggu sama mami anak saya di mansion!” ucap Andre sembari tersenyum setelah berkata ada yang menunggunya.


“Baik Pak !” ujar Rudi.


Andre dan Faisal meninggalkan ruang meeting, dan segera pulang ke mansion. Sebelum pulang Andre mampir ke cafe untuk membelikan pesanan Lina. Langkahnya terasa ringan membawakan buah tangan buat di mansion.


.

__ADS_1


.


__ADS_2