LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Istri Pak Andre kah ?


__ADS_3

"Berikan revisi laporan ini ke bagian finance sesuai prosedur. Selanjutnya akan di diskusi bersama manajer marketing. Dan silahkan kamu keluar!” perintah Andre tanpa melihat Siska.


Wajah Siska agak kesal setelah mendapat penolakan dari Andre, padahal dia sedang berjuang mencari perhatian Andre.


“Baik Pak!” jawab Siska langsung meninggalkan ruangan Andre.


Selepas Siska keluar, Faisal masuk ruangan Andre.


“Wah Siska hebat pantang menyerah buat dekat Pak Bos !”


“Mmm..........”


“Gak tergoda Bos, buat cicipinya!” goda Faisal.


“Gila aja otak loe!”


“Kayaknya pawang Bos hebat juga ya, bisa buat Pak Bos tergoda!”


“Maksud loe siapa pawang gue?"


“Ya siapa lagi kalau bukan Lina!”


Hati Andre berdesir saat disebutkan nama Lina.


“Jadwal saya pagi ini apa?” Andre mengalihkan pembicaraan.


“Nanti jam 10 ada tamu Tuan Rayden dari Dubai.....Pak Bos. Biasanya beliau ditemani oleh istrinya.” Lapor Faisal.


“Ok !”


Dreet........Dreet.........Dreet


Handphone  Andre berdering "Mama Calling"


Mama “ Assalamualaikum Andre !”


Andre “ Walaikumsalam Mah.”


Mama “ Andre, mama nggak bisa hubungi Lina, ponselnya mati ya. Lina ada dikantor kan?”


Andre “Lina ada di kantor Mah, ada apa?”


Mama “ Selepas kalian berangkat, Noah menangis terus saat di gendongan Sita. Sampai sekarang masih rewel........panggil mih.....mih. Mama rasa Noah gak mau ditinggali Lina!"


Andre “ Terus Sitanya kemana ?”


Mama “Tadi Sita pergi begitu aja.... Noah dikasihkan ke Tini. Mama mau antar Noah ke kantor biar ketemu Lina, kasihan cucu mama masih nangis!”


Andre “ Iya mah bawa aja ke kantor, Andre tunggu !”


Panggilan telepon berakhir. Andre segera menghubungi Lina, ternyata benar handphonenya tidak aktif.


Alternatif lain menghubungi line telepon ruangannya.


Andre “Halo mami “


Mitha “Maaf Pak, ini saya Mitha. Bu Lina sedang tidak ada ditempat."


Mitha mereka reka kalau yang telepon Pak Bosnya.


Andre “Kemana mami?”

__ADS_1


Mitha “ Sedang menerima tamu Pak Andri dari Bank X.”


Sambungan telepon langsung di tutup seketika oleh Andre. Diremasnya kertas yang berada ditangannya.


.


.


“Terima Kasih banyak atas kedatangannya Pak Andri !” ucap Lina mengakhiri pertemuan mereka.


“Mohon maaf kalau jadi mengganggu waktu kerjanya," ujar Andri.


“Tidak pa-pa, terima kasih juga kuenya dan bunga cantiknya!” senyum Lina begitu manis.


“Kapan-kapan saya ingin mengajak Bu Lina makan malam, boleh... !” ajak Andri.


“Mudah-mudahan saya ada waktu luang, menerima ajakan makan malam Pak Andri.”


“Baiklah, kalau begitu saya pamit kembali ke kantor.”


“Mari Pak Andri, saya antar ke lobby."


“Terima kasih Bu Lina.”


Lina mengantar Andri sampai keluar lobby kantor, tanpa sengaja Andre melihatnya saat menyambut tamunya di lobby, Andre mengeraskan rahangnya dengan tatapan mata tidak suka. Sedangkan yang di pandang tampak wajahnya berseri-seri dan tidak melihat Andre.


.


.


“Mbak Lina.........boleh juga tuh tamunya.....ganteng!” ucap resepsionis.


“Lina !” panggil dari suara yang dia kenal. Dia menolehkan wajahnya mencari siapa yang memanggil.


“Mama Rani....!” sahut Lina melihat Mama Rani tergopoh-gopoh mengendong Noah masuk ke pintu lobby. Di ikuti Tini yang sibuk membawa stoller Noah.


“Ya ampun mama kenapa ? Ini Noah kenapa?"melihat Noah menangis dan menjulurkan tangannya ke Lina.


“Cup.....cup anak mami ganteng sayang! “ Lina mengambil Noah dari gendongan Mama Rani di kecupnya kedua pipinya.


“Semanjak kamu berangkat kerja, Noah nangis kejer Lin.....sampai sekarang. Mama nggak tega, jadi Noah antar ke sini."


“Mah bukannya tadi pagi Noah saya kasih ke Sita mommynya!”


“Justru itu Lin, Noah meronta-ronta waktu digendong Sita. Lama nangisnya nggak berhenti. Mama kasihan lihat Noahnya.”


“Maafin mami sayang.....!” dielus-elus punggung Noah...lama-lama tangisannya reda.


Betul dugaan Mama, Noah mencari Lina. Baru dipegang Lina sebentar langsung diam....batin Mama Rani.


“Lin, mama titip Noah ya. Mama sudah terlanjur janji dengan teman-teman mama. Mama juga sudah kasih tahu Andre, kalau Noah dibawa ke sini!”


"Iya mah, hati-hati di jalan.”


Lina membawa Noah ke ruangannya di ikuti Tini.


“Mbak Tini, temenin saya di ruangan aja. Saya minta kain gendong Noahnya biar enak saya kerjanya!”


“Baik Bu!”


“Anak mami, temani mami kerja ya....... jangan rewel lagi !” ucap Lina lembut.

__ADS_1


“mi........mi........mi...!” sahut Noah seakan-akan paham.


“Kenapa sayang, nanti kalau mami sudah selesai baru ke ruangan daddy ya!”


Noah tampak tenang dalam gendongan Lina, sambil memegang mainannya.


.


.


Setelah beberapa pekerjaan sementara telah selesai, Lina mengajak Noah ke ruangan Andre......berhubung Rini tidak ada di mejanya, dia memutuskan langsung masuk ruangan Andre.


“Daddy ada dede Noah nih.....” panggil Lina dari depan pintu menuju ke tempat Andre duduk.


“Anak daddy ganteng!” sapa Andre sambil mengambil Noah dari gendongan Lina.


“ Eets...... maaf saya tidak tahu kalau ada tamu !” ujar Lina saat melihat ada tamu pasangan paruh baya yang sepertinya sedang berbincang dengan Andre.


“Oh gak pa-pa Bu, ini istri Pak Andre kah?” ujar Bu Reyhan.


“Kenalkan Pak, Bu Reyhan.....ini Lina mami anak saya,” ujar Andre memperkenalkan Lina kepada tamunya. Lina menyambutnya dengan berjabat tangan.


“Daddy maaf kalau mengganggu, biar saya dan Noah ke ruangan saya saja!”


“Nggak pa-pa Bu Lina, kami senang bisa berkenalan  dengan istri Pak Andre. Apalagi bisa bergabung dengan kami, istri saya paling suka dengan anak kecil “ pinta Pak Reyhan.


Lina melirik ke Andre, dan tampak menganggukkan kepalanya setuju dengan permintaan kedua tamunya.


Dengan sedikit canggung Lina ikut bergabung duduk di sofa dengan mereka.


“Sini dede, duduk sama mami.......biar daddy enak kerjanya!” pinta Lina. Andre memberikan Noah kepangkuan Lina.


“Istri Pak Andre cantik sekali dan masih muda, saya gak menyangka  kalau sudah menikah," puji Pak Reyhan.


“Iya Pak, kami menikah memang tidak mengundang banyak orang,” ujar Andre.


Bener-bener si Bos pandai bersandiwara......batin Lina.


“Bu Lina bekerja jugakah atau temani suami di kantor?" tanya Bu Reyhan.


“Ya bu, saya  karyawan Pak Andre,” jawab Lina santai.


“ Mami anak saya, kerja di bagian finance. Biar keuangan perusahaan saya terkontrol !” ujar Andre tersenyum tipis sembari menggenggam salah satu tangan Lina.


“Wah pasangan hebat, saling membantu....!” puji Pak Reyhan.


Lina hanya bisa tersenyum tipis mendengarnya. Cihhh.......Pasangan dari hongkong.


“Berarti tujuan kedatangan saya tepat, saya tertarik dengan rencana pembangunan apartemen di daerah B. Mungkin Pak Andre bisa berikan detailnya !” pinta Pak Reyhan.


“Saya sudah menyiapkan proposal kerja sama, sekarang akan saya jelaskan untuk Pak Reyhan!” ujar Andre.


Semangat Andre menjelaskan rencana proyek tersebut, sesekali Lina membantu menjelaskan dalam segi keuangannya.


Pak Reyhan dan Bu Reyhan terkesima dengan cara penjelasan dari Andre dan Lina.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2