
Derrt.......derrt......derrt.
Handphone Andre berdering di atas meja cafe.
Honey calling.....
Andre rupanya malas menerima panggilan istrinya.
Sita “Halo.........sayang."
Andre “Yaa.......”
Sita “ Sayang, kok kartu debet sama kartu kreditku tidak bisa di pakai !”
Sudah Andre duga istrinya akan menghubunginya saat kartu yang diberikan tidak bisa dipakai.
Sita “Sayang kok diam aja, aku malu nih sama-sama teman. Lagi shopping nggak bisa bayar!”
Andre “Oh kamu malu!”
Sita “Sayang.........tolongin dong kartunya di urusin, buka blokirannya!”
Andre “Sekarang kamu ada dimana!”
Sita agak heran kenapa suaminya yang biasa panggil dia Honey jadi kamu.
Sita “Aku ada di bali menginap di hotel milikmu sayang!”
Andre “Bagus, pergi tanpa izin saya!!”
Sita “Sayang.......!”
Andre “Benar benar kamu, istri yang tidak peduli dengan anakmu sendiri!”
Andre memutuskan panggilan teleponnya.
Handphone Andre kembali berdering, panggilan dari istrinya, Andre mengabaikannya.
Handphone Faisal ikutan berdering juga, ternyata panggilan dari istri bosnya. Faisal memperlihatkan handphonenya ke Andre.
“Biarkan saja, jangan di angkat. Dan kamu jangan bantu dia kirim uang!” tegas Andre.
Tumben nih Bos baru kali ini mengabaikan permintaan Istri tercintanya..tapi saya suka sikap bos kali ini......batin Faisal.
“Faisal belikan ice chocolate buat Lina, setelah itu kita kembali ke kamar!” ujar Andre
Andre rasa sudah cukup lama meninggalkan Lina dan Noah di kamar.
.
.
Sekembalinya ke ruang rawat Lina dan Noah, tampak ramai......ternyata rekan-rekan kerja bagian finance datang menjenguk Lina. Mereka berdiri mengelilingi ranjang pasien, mengobrol sambil menggoda baby Noah yang sedang menyusu di pangkuan Lina.
“Duh mami udah pas deh punya anak sendiri!” goda Susi.
__ADS_1
Lina dan Wahyu saling melirik mendengar kata Susi.
“Selamat Siang Pak Andre.” sapa Fani melihat ke datangan Andre, mereka memberi ruang ke Andre yang ingin menghampiri ranjang Lina.
"Selamat siang juga, kalian sudah datang dari tadi kah?” sapa ramah Andre selaku CEO mereka.
“Kami baru tiba Pak Andre!” jawab Dandi.
“Sudah makan siang!” tanya Andre.
“Rencana setelah menjenguk Lina, kami baru makan siang," ujar Susi.
“Faisal, Mitha pesankan makan siang buat kita semua. Kita makan sama-sama disini!” pinta Andre.
“Terima kasih banyak Pak Andre!” ujar Susi mewakilkan teman yang lain.
Rekan-rekan Lina senyum sumbrigah, di traktir makan bareng sama CEO gantengnya. Wahyu dan Dandi biasa saja, dan memisahkan diri mereka dari sisi ranjang Lina, untuk duduk di sofa.
“Mami, Daddy beliin Ice chocolate nih!” sambil menunjukkan ice nya.
“Makasih Daddy, taruh di meja aja dulu. Nih masih nyusuiin dede dulu!”
Andre masih setia duduk diranjang pasien, menemani Lina bersama karyawannya. Andre ikut berbincang ringan dengan staff nya. Baru kali ini juga staff bisa berbincang langsung dengan CEO mereka.
“Masya allah Bos kita ternyata ramah juga ya!” ujar Fani.
“Iya padahal kita sering lihatnya dingin dan galak!” sahut Berta.
“Teman-teman, makanannya sudah datang nih!” sahut Mitha. Mereka ikut bergabung dengan Mitha yang sedang menyiapkan makan siang.
Kedua mata Andre berbinar-binar menerima ungkapan dari Lina, dibalasnya kecupan di pucuk kepala Lina.
Ada apa dengan hatiku, baru saja dibalur emosi melihat kamu dan wahyu. Sekarang kamu melembutkan hatiku.....batin Andre.
“Tini pegang Noah dulu, biar ibu makan dulu!” pinta Andre.
“Baik Pak,“ jawab Tini.
.
.
Andre dan Lina ikut bergabung makan dengan mereka. Tanpa mereka sadari, Andre dan Lina seperti suami istri....Andre menyiapkan makan Lina, kadang-kadang menyuapi makanannya ke Lina. Semua mata yang ada di ruangan melihat pemandangan tadi, tak terkecuali Wahyu terlihat cemburunya tapi di tahan karena Andre atasannya.
“Sekalian kalian ada disini, saya mau koordinasi sedikit dengan divisi finance!” ucap Andre melihat staffnya sudah selesai makan siang.
“Untuk Pak Dandi dan staff finance , khususnya Mitha sudah saya angkat menjadi assisten Ibu Lina. Jadi untuk pekerjaan Mitha sebelumnya bisa di delegasikan ke beberapa staff yang lain. Sedang untuk Ibu Lina seperti yang kalian ketahui selama ini posisinya setara dengan Pak Dandi selaku manajer keuangan," pengumuman Andre.
Salah satu tangan Lina di genggamnya seolah-olah mencari kekuatan dari Lina.
“Dan pemberitahuan selanjutnya Ibu Lina sekarang menjadi mami angkat dari anak saya. Dan nanti akan menjadi wakil saya menunggu lebih pastinya sampai waktu pengangkatan!” ujar Andre.
Deg
Lina meremas genggaman tangan Andre, setelah mendengarnya. Andre tersenyum hangat memandang Lina.
__ADS_1
Rekan kerja Lina semuanya merasa suprise mendengar kabar terbaru ini, kecuali Dandi yang sedikit kesal mendapat kabar menjadi wakil CEO. Sedangkan Wahyu tidak banyak komentar, larut dengan perasaannya sendiri.
Teman – teman Lina mengucapkan selamat kepadanya, penuh dengan haru.
“Mami selamat ya, jangan lupa sama kita team finance!” ujar Susi memeluk Lina.
“Siapa yang lupa sih, saya tetap di finance kok!” jawab Lina.
“Mami bakal jadi bu bos sekarang, jangan sombong sama kita-kita!” kata Fani.
“Astaga Fani jadi bu bos dari hongkong!” canda Lina.
“Peluk.....peluk mami!” ujar Fani, Berta, Susi, Mitha, Diana.
Tetesan air mata terharu mendapatkan pelukan dari mereka. Beban baru akan datang di hadapannya.
Lepas dari pelukan teman-temannya, karena sifat Lina agak sedikit cepat terharu jadi sedikit terisak. Andre memeluk Lina untuk menenangkannya di depan staffnya menghiraukan semua mata yang melihat . Termasuk Wahyu.
Apakah ini cara membalas rasa cemburu Andre ke Wahyu !!!
Setelah selesai makan siang bersama, mereka balik ke kantor. Sedangkan Wahyu memutuskan kembali ke hotel, padahal dia datang ingin menemani Lina. Tapi ada rasa segan melihat posisi Andre selalu disamping Lina.
.
.
Baru ditinggalkan rekan-rekan kerjanya sejenak. Papa Nugraha, Mama Rani dan Mama Anggi datang.
Mereka duduk bersama di sofa, Lina ikut juga. Baby Noah sudah berada di pangkuannya.
“Lina, Andre sudah sampaikan belum ke kamu bahwa akan tinggal di Mansion!” tanya Papa Nugraha.
“Sudah Pak!” jawab Lina.
“Kamu setujukan!”tanya Papa Nugraha.
“Saya tidak bisa tinggal di mansion Pak Nugraha!” ujarnya
“Mama mohon Lin, tinggallah di mansion demi cucu oma!” bujuk Mama Rani.
“ Tapi Bu......”
“ Panggil mama dan papa sekarang, saya sudah lama menganggap kamu anak saya sendiri !” pinta Mama Rani.
Lina ragu-ragu mengubah panggilan, tapi tatapan mata mama Rani tampak menyakinkannya.
“Baik Mah......untuk Noah nanti saya usahakan datang ke masion tiap hari mah !” ujar Lina.
“ Lina, kamu gak kasihan sama Noah. Dia baru sembuh nak, nanti kalau jauh dari kamu ....... mama takut noah sakit lagi," ujar sedih Mama Rani.
.
.
bersambung
__ADS_1