
Mereka berdua keluar dari kamar, Andre menyejajarkan langkah kakinya dengan Lina yang masih agak susah jalannya, dan selalu menggenggam tangan istrinya.
Faisal dan Mitha sudah menunggu kedatangan Andre, beberapa karyawan yang di undang rapat sudah datang dan mereka menunggu di lobby mansion Andre sambil menikmati snack dan kue yang telah tersedia.
Andre mengada rapat kerja dengan manajer setiap divisi dari beberapa hotel yang ia miliki. Dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke hotelnya. Karena konsep mansion yang dia bangun juga menjadi tempat dia bekerja juga, ada beberapa ruang serbaguna di lantai 1 untuk mengadakan pertemuan.
Mimpi dia saat membangun mansionnya adalah tetap bisa dekat dengan keluarganya walau sibuk bekerja, sepertinya sekarang menjadi kenyataan.
“Mami nanti Daddy minta bantuan mengecek laporan keuangan ya!” ucap Andre sambil jalan dengan istrinya.
“Yaa.......tapi jangan lupa, bayarannya!” Lina mengedipkan matanya.
“Siap istriku sayang...”
.
.
Sesampainya mereka di lobby, Andre di sambut oleh para petinggi yang bertugas di hotelnya.
“Perkenalkan ini istri saya Lina,” ucap Andre mengenalkan Lina kepada karyawannya untuk pertama kali. Karena Sita memang belum diperkenalkan sebagai istrinya di hotelnya kecuali perusahaan Nugraha.
“Istri Pak Andre cantik sekali,” ucap salah satu karyawannya.
Ada beberapa karyawati yang menatap sinis ke Lina, tapi dia abaikan. Tapi diam-diam dia memperhatikannya, mencari calon penggoda Andre.
Para manajer sudah memasuki ruang pertemuan setelah berbincang singkat. Andre dan Lina turut masuk ke ruang rapat di dampingi Faisal dan Andre.
Sebagian agak heran kenapa seorang istri Bos ikut dalam pertemuan mereka.
Rapat di mulai dengan pembukaan MC oleh Faisal. Dan dilanjut dengan sambutan dari CEO Andre.
Sepatah dua kata pembukaan dari Andre, dan akhirnya berkata “Melihat sorot mata yang aneh dari Anda sekalian, saya ingin menjelaskan kehadiran istri saya kenapa ikut pertemuan ini.”
“Istri saya sudah lama bekerja di perusahaan Nugraha, divisi keuangan. Dan sudah banyak sumbangsihnya dalam bekerja, dengan beberapa klien perusahaan. Dan sekarang saya menghadirkan dia ke sini sebagai istri saya dan wakil saya!”
Terjawab sudah tanda tanya mereka yang hadir di pertemuan ini, tapi ada juga yang tidak menerimanya. Udah jadi istri, jadi wakil CEO juga........dasar maruk, ucap salah satu dari mereka.
Rapat dilanjut, di mulai dari laporan perkembangan hotel dari masing-masing manajer operasional. Andre memberikan beberapa berkas laporan keuangan hotelnya beberapa bulan terakhir.
Mitha segera menyiapkan beberapa alat tulis dan laptop untuk Lina.
Andre dan Lina mendengarkan dengan seksama presentasi laporannya.
Sesekali Lina membuat memo untuk dibaca Andre, jika ada sesuatu yang janggal.
__ADS_1
Beberapa laporan keuangan sudah terlihat di corat coret oleh Lina. Andre mengernyitkan keningnya, begitu cepat Lina melihat ada yang janggal. Seperti feeling seorang finance langsung bermain.
Sambil membaca laporan, Lina memperhatikan dan mengenali para pejabat yang bertugas di hotel Andre. Pandangannya terpaku dengan wanita cantik berpakaian yang sangat menarik kaum adam.
Ck.....selalu ada saja makhluk sang penggoda di mana pun berada.......batin Lina.
Keningnya sesekali dipijatnya.” Mami kenapa sudah mulai pusingkah?” tanya Andre melihat istrinya memegang kepalanya.
Andre melihat jam di tangannya sudah jam 11.30
“Kita istirahat dulu ya Mih?” Andre bertanya lagi.
“Terserah daddy aja.”
Andre segera memberi kode ke Faisal untuk break ISOMA dulu.
“Baik Bapak dan Ibu sekalian, rapat ini kita hentikan sebentar untuk ISOMA. Untuk makan siang sudah tersedia di ruang sebelah, sedangkan jika ingin sholat ada musholla dekat paviliun belakang.” ujar Faisal.
Para peserta satu persatu keluar dari ruang pertemuan, ada yang langsung makan, ada juga yang ke musholla dulu.
Faisal dan Mitha tampak sibuk mengurus peserta rapat.
Andre kembali menuntun Lina keluar ruangan dengan merangkul pinggang istrinya. “Mami mau makan dulu gak sebelum ke kamar?”
“Daddy kali yang mau makan ya?”
“Eh......ada anak mami!” Tini mengantarkan Noah yang mulai rewel. Terlihat tangan Noah direntangkan minta di ambil maminya.
“Du...duuuu....udah jalan-jalan sama oma?” tanya Lina mengendong Noah.
“Wah Pak Andre, ini anaknya ya.....ganteng banget kayak papanya!” ujar wanita yang tadi dilihat Lina.
“Iya mirip dengan daddynya,” jawab Lina tersenyum.
“Mami kenalkan ini Lisa manajer keuangan di hotel A,” Andre memperkenalkannya mereka berdua.
“Lisa, saya juga teman kuliah Andre!” ujarnya sambil menjabat tangan Lina.
“Silakan mbak Lisa nikmati hidangan makan siangnya!” Lina berusaha ramah.
“Andre temenin gue makan siang ya!” Lisa menunjukkan keakrabannya di depan Lina.
“Mbak Lisa bisa kok ikut bergabung kita makan kan Dad!” tawar Lina.
“Mami tidak keberatan?”
__ADS_1
“Nggak kok Dad, kita harus menjamu tamu,” jawab Lina. Kecupan di pipi diberikan lagi dari Andre di depan umum.
“Mari Mbak Lisa!” ucap Lina. Andre menggenggam tangan Lina sampai ke meja makan, Lisa berusaha berjalan sejajar di samping Andre.
“Mbak Tini, sudah bawa bubur Noahnya? Sekalian minta tolong ambilin bangku tingginya?” tanya Lina.
“Sudah di bawa buburnya. Sebentar bu......saya ambilkan dulu bangkunya,” Tini segera mengambilnya.
Lisa memposisikan duduk di samping Andre, makanan tinggal ambil di prasmanan. Tapi untuk Andre dan Lina, semua jenis makanan di antarkan ke mejanya.
“Andre, ini makanan ke sukaan kamu loh, nih sudah aku ambili,” Lisa mencari perhatian Andre dengan menyiapkan makan siangnya.
“Terima kasih Lisa, tidak perlu repot-repot!” ucap Andre.
“Ah....biasa aja, lagian kalau kita ketemu biasanya aku yang urusin makan kamu.”
Andre melirik istrinya, Lina sudah mulai menyuapi makan ke Noah.
Netra Lisa juga ikutan melihat ke arah Lina duduk.
“Sorry ya Lin, aku sama Andre memang sudah dekat banget. Kalau orang lihat kita berdua di sangka suami istri!” ujar Lisa dengan mudahnya.
“Oooh ya.....!” jawab Lina santai.
“Sayang..........makan dulu ya!” Andre mengambil piring kosong dan menuangkan nasi beserta lauknya. Dan menyuapi Lina yang masih sibuk menyuapi anaknya.
Lisa melihat piring yang disiapkan untuk Andre belum disentuhnya. Malah Andre mengambil piring baru, dan makan bareng sepiring berdua dengan istrinya.
“Andre sejak kapan kamu suka menyuapi makan ke orang lain, biasanya kamu yang dilayani orang lain buat makan!” celetuk Lisa, merasa tidak suka.
“Semenjak kenal istri saya Lina.”
“Wow dunia ke balik ya, di mana-mana istri yang siapkan suaminya makan, bukan suami yang menyiapkan makan istri. Kayaknya mata kamu sudah dibutakan tuh sama istrinya. Harus lebih di didik lagi!” sepertinya Lisa mencari gara-gara nih.
Lina sangat mendengar ucapan Lisa, malah beberapa orang pun mendengarkan suara Lisa yang sedikit tinggi. Lina bangkit dari duduknya, dan mengangkat Noah dari bangku tingginya.
“Mami mau kemana?” Andre ikut berdiri.
.
.
*bersambung
Jangan lupa mampir ya ke novel Istri Yang Tak Dianggap. Terima Kasih*
__ADS_1