
Di sekitar Andre dan Faisal, terdengar suara candaan Lina, Mitha dan Susi, yang mencuri perhatian Andre.
Netra Andre menatap sosok wanita bermasker di samping Mitha, berbalut dress hitam yang press body, terlihat lekukan tubuhnya terlihat mungil tapi bisa menarik mata para pria, di tambah warna hitam kontras dengan kulit putih mulusnya.
“Mitha.....!” panggil Andre, yang akhirnya bisa ketemu Mitha untuk menanyakan keberadaan istrinya.
Mitha, Lina dan Susi menghentikan candanya dan langkahnya saat di depan mereka ada yang memanggil Mitha.
Tatapan mata Lina melihat Dina bergelayut manja di salah satu lengan Andre.
Ternyata cepat juga Si Bos move on, sudah kembali lagi dengan mantan ke kasihnya.......batin Lina.
Tanpa disadari Lina, tatapan matanya begitu tajam menatap pria yang mulai mendekati mereka bertiga.
Tatapannya seperti..........batin Andre.
Dengan langkah santainya Lina dan Susi kembali berjalan, toh yang di panggil pria tampan tersebut adalah Mitha bukan dia. Dan yang membuat Lina terasa santai karena pria tersebut tidak mengenalinya dengan wajahnya yang memakai masker.
Sekilas Andre kembali melihat wanita bermasker di samping Mitha. Tapi kembali pandangannya menuju Mitha untuk menanyakan sesuatu.
Andre dan Lina berjalan lawan arah, mereka berpas-pasan dengan tatapan ke depan tanpa menoleh sedikit pun.
DEG !!!
Wanginya sepertinya kenal, seperti wangi parfum Lina......bunga Lily.......batin Andre saat berpas-pasan dengan wanita bermasker.
Langkahnya sudah mau dekat dengan Mitha, tapi tiba-tiba berhenti. Dan langsung membalikkan badannya ke arah pintu lobby.
“LINA ..........!” teriak Andre, kakinya langsung berlari mengejar wanita bermasker yang sedikit lagi keluar pintu lobby.
BUGH......
“AWwww.....!” Salah tangan Lina di tarik Andre, dan langsung merangkul pinggang Lina. Tangan Andre langsung membuka masker Lina, untuk memastikan rasa penasarannya.
“Sayang........!” tatapan Andre melembut bahagia ternyata benar dugaannya, kalau wanita bermasker adalah istrinya. Lina hanya bengong menatap wajah Andre. Andre tidak memperdulikan tatapan mata para karyawannya yang berada di sekitar lobby. Hatinya membuncah bahagi bertemu istrinya.
Bibir Andre langsung mengecup bibir Lina, awal hanya kecupan...tapi lama-lama Andre melu matnya penuh kerinduan yang tertahankan. Sedangkan Lina tidak membalas pagutan Andre. Merasa tidak ada balasan dari Lina, Andre melepaskan pagutannya.
PLAK.......!!!
Tamparan mendarat di salah satu pipi Andre.
__ADS_1
“Kurang ajar, kemarin Pak Andre mencium wanita itu !” tunjuk Lina emosi ke arah Dina yang sedang melihat drama mereka.
“Sekarang Pak Andre mencium saya! Benar-benar playboy breng sek...... tidak punya hati!” Lina mengusap bibir yang telah di cium Andre.
“Mami, tolong saya akan menjelaskannya..........!” ucap Andre, dia kembali memegang lengan Lina namun ditepisnya.
Lina meninggalkan Andre, Mitha dan Susi bergegas menyusul Lina setelah mereka terkejut melihat adegan Bosnya.
“MAAF PAK BOS, Tuan Besar minta Pak Bos jangan dekat Non Lina!” beberapa pengawal telah menghalangi Andre yang ingin menyusul Lina.
Rupanya Papa Nugraha sudah menugaskan beberapa pengawal untuk menjaga Lina dari kejauhan termasuk dari Andre.
“SIAALAN......!!” pekik Andre dengan menjambak rambutnya, baru saja ketemu istrinya, sekarang dihalangi.
Tanpa mereka sadari, para karyawan yang berada di lobby menjadi saksi kejadian antara CEO dan Lina. Dengan cepatnya jari mereka mengirim berita hot lewat ponsel mereka.
Andre mengurungkan niatnya untuk makan diluar, justru kembali lagi ke ruangannya di susul Faisal, dan tanpa rasa malu Dina turut ke ruangan Andre.
“BRAK !!!”
Pintu ruangan CEO di tendang oleh kaki Andre, Faisal yang berada di belakang tergidik melihatnya.
Sedangkan Dina, isi kepalanya sudah penuh dengan pertanyaan.
“Ada apa kamu, masuk ke sini?” tanya Andre yang melihat Dina berada di ruangannya.
“Seperti yang aku bilang saat di bawah. Kalau aku ingin bertemu denganmu!”
“Sebaiknya kalau tidak ada hal yang penting, sebaiknya kamu pergi dari sini!” ucap Andre dengan nada kesalnya.
Dina menghiraukan kata-kata tersebut malah mendekatkan dirinya ke Andre yang berada di balik meja kekuasaannya, lalu mendudukkan dirinya di atas paha Andre. Sekejap Andre kaget, tanpa aba-aba.....Dina mencium bibir Andre dengan rakusnya.
“AWWww.......Andre!” pekik Dina yang tiba-tiba terjatuh di lantai karena Andre segera berdiri saat Dina menciumnya.
Faisal yang berada di ruangan tersebut dengan sengaja merekamnya diam-diam dan mengirim video tersebut ke seseorang.
“Breng sek!!!” umpat Andre.
“Andre....kok kamu marah......aku hanya mau menghapus jejak kamu yang telah mencium Lina!” ucap Dina berdiri di dekat Andre.
“Itu bukan urusan kamu, keluar dari ruangan saya sekarang juga!” titah Andre sangat emosi sambil menyugar rambut. Entah apa yang di pikirkan Andre, jika Lina sampai tahu kejadian barusan di ruangannya sendiri, mungkin dirinya benar-benar di anggap cowok breng sek.
__ADS_1
Tapi sungguh sayang sekali, untuk kedua kalinya Lina melihat langsung, tanpa mereka sadari Lina sudah berdiri di depan pintu yang terbuka lebar dengan mengendong Noah. Sebelum Lina menuju tempat makan siang, ternyata supir keluarga Nugraha mengantarkan Noah beserta baby sitternya, tanpa sengaja mereka bertemu di luar lobby. Mau gak mau dia mengantar Noah ke ruangan Andre.
Tanpa di sadari Lina, mata coklatnya sudah berkaca-kaca.........entah kenapa.
“MAMI.....!!!” Andre terkejut melihat keberadaan Lina dan Noah. Sedangkan Dina tersenyum licik melihat kedatangan Lina.
“Mbak Tini sebaiknya kita ke ruangan saya saja, sepertinya kita mengganggu kemesraan orang!” celetuk Lina.
“Sayang..........Daddy bisa jelaskan semuanya!” Andre langsung menghalau langkah Lina.
“Tolong gendong Noah, dia datang karena kangen dengan daddynya!” Lina memberikan Noah tanpa menatap Andre sedikit pun.
Andre menerima Noah dan Lina langsung berlari menuju lift, tanpa menatap Andre.
“MAMI........!” pekik Andre yang agak bingung antara mengejarnya atau tetap mengendong Noah.
“AAKKKKHHH..........kenapa jadi begini!” Andre kesal. Noah mendongakkan kepalanya menatap Daddynya.
“Da....da....da.....mi......mi....mi!” celoteh Noah sambil tangannya menunjuk ke arah lift. Tatapan Andre langsung menuju lift.
“Andre.......biar anaknya sama aku!” pinta Dina sambil mengulurkan kedua tangannya.
“Faisal bawa Dina keluar dari kantor ini!” perintah Andre, kali ini dia malas meladeni Dina sang mantan kekasih.
“Silakan Dina !” Faisal menunjukkan kedua tangannya.
“Iishh.........tega kamu Andre mengusir aku, gara gara karyawan itu!” ujar Dina, lalu keluar dari ruang Andre.
Dikiranya aku akan pergi dari sini, oh tentu tidak..........aku akan menunggumu di sini. Tapi apa hubungannya Andre dengan Lina, kenapa dia menciumnya.......batin Dina.
.
“Dasar laki-laki breng sek......baru sebentar cium gue.......eh udah cium cewek lain.....!” gerutu Lina sambil mengusap air matanya keluar.
“Loh kok gue sedih sihhhh.......pakai keluar air mata lagi!” gerutunya lagi, sambil terus berjalan keluar kantor menyusul Mitha dan Susi di rumah makan padang.
Di pelupuk matanya masih teringat saat Andre mencium bibirnya dengan lembut, dan adegan ciuman Andre dengan wanita lain.”Iiissshhh.......!”desisnya.
.
.
__ADS_1
bersambung