
Andre di dampingi Fasial, Lina di dampingi Mitha.
“Semoga rakernya lancar ya daddy!” Lina melabuhkan kecupan di kedua pipi suaminya.
“Makasih sayang,” senyum hangat Andre dapat semangat dari Lina.
Andre memulai memimpin rapat kerjanya di depan peserta. Sedangkan Lina duduk di tempat yang telah di sediakan. Mereka berdua kembali bersikap profesional untuk masalah pekerjaan.
Dengan seksama Lina mendengarkan penjelasan dan penjabaran dari Andre, sama seperti peserta rapat lainnya. Dan kadang kala ikut berdebat argumen seperti karyawan lain, hal itu di sambut dengan senang hati oleh Andre bisa berdebat tentang beberapa kebijakan perusahaan dengan istrinya secara tidak langsung.
Raker hari pertama berjalan dengan lancar, dan berakhir sebelum petang. Setelah para peserta sholat magrib, mereka akan berkumpul lagi untuk makan malam bersama di restoran.
Andre, Lina, Noah beserta papa Nugraha dan Mama Rani sudah duduk satu meja untuk menikmati makan malam.
Noah yang berada di antara mereka terlihat riang, selalu berceloteh di kursi tingginya. Sesekali Lina menyuapkan bubur nasi ke mulutnya, dan dilahap penuh semangat.
“Pintarnya anak mami......!” puji Lina sambil membersihkan mulut Noah yang belepotan.
“Mami.......makan dulu......daging steaknya sudah daddy potong,” Andre menaruh piringnya ke hadapan Lina.
“Makasih banyak suamiku....!” dielusnya rahang Andre.
“Makan ya banyak ya mih, buat tenaga nanti!” bisik Andre.
Bulu kuduk Lina langsung merinding, hatinya mulai cenat cenut.
“ Iya Lina makan yang banyak biar ada tenaga buat menghadapi suamimu!” celetuk Mama Rani, rupanya bisikan Andre terdengar.
“Ah.......mama!” Lina tertunduk malu ketika di goda mama Rani.
Mama Rani hanya bisa tertawa kecil “Lin, mama bilangin.......kalau awalnya nanti rasanya agak sakit di tahan aja, tapi lama-lama rasanya berubah nikmat,” bisik Mama Rani.
“Ah mama.......Lina jadi malu iiih!” gak tahan di goda Mama Rani.
“Aucchh...kok paha daddy dicubit sayang.”
“Gara gara daddy sih, mami jadi di godaiin mama tuh. Daddy tanggung jawab dong. Mami kan jadi malu......ih."
__ADS_1
Melihat Lina uring uringan, yang ada di tertawaain sama mertua dan suaminya.
“Tuhkan......malah di ketawaiin!”ujar kesalnya, bibir Lina mulai mengerucut, sama kayak bibir Noah yang ikutan mengerucut. Melihat tingkah Noah yang mengikuti dirinya, jadi ikut tertawa. Papa Nugraha dan Mama Rani ikutan tertawa melihat tingkah cucunya selalu mengikuti tingkah mami sambungnya yang sudah seperti mami kandungnya.
“Papa, Andre minta maaf dulu tidak menerima permintaan Papa,” ucap Andre dengan menatap Lina yang berada di sampingnya.
“Andaikan 3 tahun yang lalu, Andre mau menerima rencana perjodohan dari Papa. Pasti Andre sudah bahagia dari 3 tahun yang lalu.”
Lina menatap Andre heran karena ucapan suaminya, ada apa dengan 3 tahun yang lalu.
“Lina.....3 tahun yang lalu papa ingin memperkenalkan Andre dengan kamu, sekaligus ingin menjodohkan kalian berdua. Tapi di tentang oleh Andre mentah mentah, dia lebih memilih Sita untuk jadi istrinya ketimbang mencoba berkenalan denganmu terlebih dahulu,” jelas Papa Nugraha menjawab rasa heran.
“Tapi kenyataannya setelah Andre menolak dikenalkan dengan kamu, takdir malah mempertemukan kalian berdua, dan papa tidak menyangka Andre terpincut dengan kamu. Sebegitu dulu di tolak Andre, ternyata kamu memang jodoh buat Andre.”
“Ooooh jadi daddy pernah tolak mami ya.......!” gemes rasa nya pernah di tolak Andre.
“Bukan begitu mami, daddy dulu sedang pacaran dengan Sita makanya daddy tolak. Tapi daddy sudah lama menyesal karena menolak mami, waktu pertama kali kita bertemu, makanya mami daddy kejar terus sampai dapat.”
“Emangnya mami kucing pakai di kejar segala!” jawab kesal Lina sambil mengunyah daging steaknya.
Di tangkupnya wajah Lina dengan ke dua tangannya, di kecupnya seluruh wajah Lina.....biar tidak marah lagi.
“Daddy..........malu ada papa, mama, banyak orang lagi!” kesal Lina.
“Wisss......kalian cepat habiskan makanannya, trus masuk ke kamar. Dari pada para jomblo makin ngenes lihat kalian berdua mesraan di sini!” tegur mam Rani.
“Siap mamaku tersayang, sekalian Andre titip Noah ya mah. Malam ini Andre mau berduaan sama maminya Noah.”
“Daddy.....kasihan mama sampai di titipin Noah.”
“Please mami........daddy juga butuh perhatian mami, bukan hanya Noah. Daddy juga mau berduaan sama mami.”
GLEK
Lina menelan salivanya dengan kasar. Kok suami gue udah kayak bocah ya......ck...ck
“Sudah gak pa-pa Lin, mama malah justru senang bisa tidur sama Noah. Nanti kalau ada apa apa mama minta tolong sama Tini. Mendingan kamu urus bayi besarmu yang lagi merajuk.”
__ADS_1
“Iya mah, makasih sebelumnya.” Ada rasa gak enak hati sama mama mertuanya, gara gara permintaan suaminya.
Makan malam hari ini tidak seperti sebelumnya, ketika Lina mendapatkan kejutan dari Wahyu. Andre menunjukkan keposesifannya terhadap Lina, sepanjang mereka beramah tamah dengan karyawannya, selalu tangannya tidak jauh dari rangkulan pinggang atau jari yang saling bersentuhan, dan tidak bisa dipungkiri Lina menyukai sentuhan tersebut, ketimbang ucapan cinta tanpa ada bukti dalam perbuatan.
🌹🌹
Jam 8 malam Andre sudah mengajak Lina kembali ke kamar, seperti keinginan dia sebelumnya, Noah akan tidur dengan Oma Opa nya walau sempat Lina berpesan jika rewel antarkan Noah ke kamar mereka, hal itu bikin Andre cemberut.
Ketika mereka sudah berada di dalam kamar, Andre membuka sepatunya, lanjut di lepaskannya jas serta kemeja yang melekat di tubuhnya.
GLEK
Melihat tubuh Andre yang terlihat atletis dengan dada berotot dan perut sobeknya, Lina susah menelan salivanya.......mulai terasa gerah.
Andre mendekati bibir Lina dan menciumnya, sebuah ciuman yang membuat Lina harus merangkul leher suaminya itu dan makin mendekat. Lina suka cara Andre menciumnya, seolah tidak ada beban dan Andre lebih menginginkannya.
Kemudian lidah Andre bertemu dengan lidahnya, dengan tuntutan yang panas dan membuatnya menginginkan yang lebih. Lina menekan buah persiknya ke dada Andre yang telanjang dan membenamkan jemarinya di rambut Andre.
Tubuh Lina berdenyut-denyut, terasa sakit saat Andre menciumnya lagi dan lagi.
“Daddy......,” tangan Andre mulai menjelajahi tubuhnya.
Lina menunduk dan melihat karena ritsleting dress kerjanya sudah terbuka oleh Andre, dressnya jadi merosot sedikit, menyingkap belahan dadanya lebih jauh.
“Baru tadi siang daddy pegang, sekarang sudah agak membesar....!” guyon Andre.
Andre memegang kendali, tapi dia tidak untuk buru buru.
Andre melepas jepitan di rambut Lina. Dia membelai rambut Lina dan tersenyum “daddy suka rambut mami, sama sepertimu. Rambutmu seakan bebas dengan pemikirannya sendiri, tapi selalu terkendali.”
Menurut Lina itu cara yang indah dalam menggambarkan dirinya. Lina menyentuh alis Andre, menelusuri pipinya, mengusap bibirnya dengan cara yang begitu intim. Bibir Andre mencium jemari Lina dan Lina tersenyum.
Andre meraih telunjuk Lina, menaruhnya di dalam mulut dan mengisapnya, mengirimkan aliran gelombang panas hingga ke sekujur tubuh Lina. Lina mencondongkan badan mendekat pada Andre, menghirup aroma malam, dan kemaskulinan suaminya.
Andre menurunkan dress istrinya ke lantai, rahang Andre menegang, ia berusaha menelan salivanya. Terlihat tubuh mungil istrinya begitu sempurna dan sexy.
“Mami cantik.”
__ADS_1