LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Gara-gara resleting


__ADS_3

“Mami!” gemas sekali lihat bibir Lina yang dari tadi nyerocos.


“ Baik Bu, Pak sudah selesai saya periksanya, besok pagi saya datang lagi.”


“Terima kasih Dokter Ridwan yang ganteng.” Ridwan tersenyum malu dan berpamitan ke Andre dan Papa  Nugraha.


“Mami nih berani yah, genit sama dokter di depan daddy?” tegur Andre.


“Aauah....”


“Ayo ke kamar, daddy mau siap-siap kerja!” Andre menarik tangan Lina memaksa ikut.


“Pah......kita ke kamar dulu ya,” pamit Andre.


“ Ya nak.”


.


.


Sekembalinya mereka ke kamar, Andre duduk di ranjang, sedangkan Lina ke walk in closet mengambil baju kerja Andre. Lalu di letakkannya di atas ranjang.


Tanpa pindah tempat, Andre membuka kaos dan celana rumahannya, menyisakan boxer yang menutupi juniornya di depan Lina. Jantung Lina kembali berdebar seperti semalam dia melihat Andre berenang.


Nih si Bos urat malunya udah putus kali ya, enak banget buka baju di depan mata.


“Pakaikan!” titah Andre memberikan kemejanya. Lina melongo mendengar titah Andre.


 


Seakan terhipnotis perintah Andre, tangan Lina agak gemetaran saat memakaikan kemejanya, mengancingkan satu persatu. Andre terlihat senang mengerjai istrinya. Selesai memakai kemeja, Andre memakai celana panjangnya.


“Pasang resleting celananya!” perintah Andre. Lina  tambah melongo ke arah celana Andre.


Wah nih Bos dikasih hati malah minta jantung........kayaknya perlu dikerjaiin nih. Duh ya Allah......maafkan hambamu yang sedikit nakal.......kata hatinya.


Lina mendekatkan dirinya ke hadapan Andre, sedikit mendongak ke wajah Andre. Tanpa memandang ke arah resleting celana Andre, tangan kiri Lina menyentuh junior Andre, dirabanya pelan-pelan dari atas ke bawah.


GLEK


Istri gue lagi ngapaiin ini......!!!


Karena elusan Lina, si junior Andre bangun dari tidurnya. Tangan Lina mulai nakal menyusup ke dalam boxer Andre tanpa melihat, dia merabanya lalu sedikit memijatnya. Dan Andre membiarkannya.


Alamak si entong kayaknya panjang dan.......gede amat !!!!


Lina melihat tatapan Andre yang berkabut gairah, menerima juniornya dimainkan oleh istrinya sendiri. Kedua tangan Andre langsung menangkup leher Lina, dicium, dihisapnya ceruk leher Lina, sesekali digigit mesra. Refleks tangan Lina memijat junior Andre dengan cepat, digenggamnya si junior turun naik.


Nafas Andre dan Lina terengah-engah karena kelakuannya masing, Andre mengambil mengatur napas sebentar, lalu kembali memainkan area daun telinga Lina. Tangan Lina masih belum melepas, malah masih asik memijat junior.🙈


“AAAHHHH.......sayang aaaahhh...... I love you Lina!” erangan Andre saat pelepasannya.  Tangan Lina merasa ada cairan yang lengket keluar dari si junior. Di keluarkanlah tangannya dari boxer Andre, terlihat tangannya ada cairan putih......dan dia pun ngibrit ke kamar mandi.

__ADS_1


Waaahhh gue udah gak waras nih 😲😲


Andre melemparkan dirinya ke ranjang, mengatur napasnya setelah pelepasan tanpa menyatu dengan istrinya. Yang membuatnya melayang pagi ini.


Sedangkan di kamar mandi, Lina mengatur debaran jantungnya yang tak terkendali, maksud hati mau ngerjaiin Andre malah dirinya ikutan bergairah dengan permainan Andre, dari cermin dia melihat lehernya sudah penuh dengan tanda cap dari Andre.


Lama Lina berdiam diri di kamar mandi, bingung bagaimana menghadapi Andre setelah kelakuan nakal dia tadi.


Duh gila gue......jadi sampai begini.....gak habis pikir tangan gue udah pegang entong si Bos.......hiks....hiks.


TOK.....TOK....TOK


“Mami buka dong pintu kamar mandinya, daddy juga mau ke kamar mandi nih!”


Ceklek.....


Pintu kamar mandi terbuka, Andre langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


“Dad, kok di kunci ........saya belum keluar!” tubuh Lina sudah mau membuka pintu kamar mandi tapi di tahan Andre.


“Tunggu Daddy selesai mandi baru, keluar!” ucap Andre sok dingin.


Dilepasnya semua kain hingga tidak ada satu pun kain menempel di badan Andre.


“Daddy kenapa pakai telanjang di depan mami!” tegur Lina sambil memejamkan matanya.


“Kenapa pakai tutup mata, tadi mami sudah pegang punya Daddy......lama lagi!” goda Andre.


“Ya tapi buka matanya, biar lihat tubuh suami mami sendiri!”


Biar cepat urusannya, Lina membuka matanya........alamak dengkul gue udah lemas.....besar amat......😲.


OH my god......jantung gue rasanya mau copot.....tolong anakmu mak.....


Selepas Lina membuka matanya Andre segera membersihkan dirinya. Dengan santainya mengeringkan badannya di depan istrinya, setelah selesai dia menggandeng Lina ke walk in closet. Lina kembali memilih baju yang akan di kenakan Andre.


Sepertinya Lina harus tebal muka melihat hal-hal yang baru.........terutama......ah tak bisa di sebutkan.


Tanpa bertanya langsung membantu memakaikannya. “Daddy sering ya telanjang di depan wanita?” sambil mengancingkan kemeja.


“Tidak....hanya mantan istri, dan istri daddy sekarang.”


“Bohong pasti ada lagi, nyatanya Daddy terlihat biasa aja telanjang di depan saya!” Andre mengenakan celana panjangnya, merapikan kemejanya. Dan Lina menaikkan resleting celananya, kali ini tanpa drama.


“Demi apa pun Daddy tidak seperti yang mami pikirkan.”


“Apa Sita juga memakaikan baju daddy juga, seperti ini?” tangannya kembali sibuk memasangkan dasi Andre.


“Tidak pernah.....hanya mami seorang yang mengurus daddy seperti ini.” Ungkap rasa senangnya.


“Terima kasih sayang, pagi ini daddy di buat semangat!” ucap Andre memeluk Lina.

__ADS_1


“Sekarang mami ganti baju, temenin Daddy rapat!” pintanya.


“Ya....!” Lina memilih bajunya dan bergegas ke kamar mandi.


Sambil menunggu Lina berganti pakaian, Andre menunggu Lina sambil mengecek handphonenya.


Dengan dibalur sheat dress warna abu-abu tak sengaja warnanya sama dengan setelan jas Andre. Lina mengikat rendah rambutnya karena tidak nyaman sudah beberapa hari tidak keramas karena lukanya, demi menghilangkan wangi tak sedap di semprotlah spray khusus rambut.



Melihat segala perawatan wajah dan alat make up yang tersedia di meja, wajahnya dipoles dengan make up naturalnya, terlihat cantik tapi tidak medok, tidak lupa lipstik warna nude andalan dia.


Setelah wajahnya, dia bersiap-siap memoleskan foundation ke lehernya untuk menutupi kiss mark.


“Mami, tanda dari daddy jangan di tutupi dengan bedak !” ujar Andre saat masuk ke walk in closet.


“Malu Dad, kalau di lihat orang!”


Andre membungkukkan badannya dari arah belakang, diciumnya tengkuk leher istrinya dalam-dalam. Sesaat Lina menikmati sensasinya.


“Biarkan seperti ini, biar orang lain tahu kalau mami milik daddy seorang.”


“Hufhhh..........!” Lina menghela napas.


Cantiknya istriku......batin Andre.


Semakin kagum Andre melihat penampilan istrinya, dengan gaun sederhana dan cara istrinya berdandan, semakin ia tidak rela istrinya keluar dari kamar.


“Mami.....pakai sandal ini aja!” Andre mengeluarkan salah satu sandal dari kardus yang bermerek. Dan memakaikan sandalnya ke istrinya.


“Wow.......pasti mahal banget ya Dad, padahal pakai sandal yang ada juga gak pa-pa!”


“Kaki mami sedang terluka jadi harus pakai sandal yang nyaman.”


“Daddy lain kali jangan belikan barang-barang yang mahal buat saya, takutnya nanti saya nyaman dengan barang mahal dan membuat saya gila harta!” ketus Lina.


Andre tersentil ucapan Lina, teringat dengan Sita yang dimanjakan dengan barang mewah, hingga membuat Sita berubah.


“Terima kasih sayang telah mengingatkan daddy, tapi daddy yakin mami tidak seperti itu.”


“Ya......semoga aja.”


.


.


bersambung


Terima kasih buat kakak readers yang sudah membaca, jangan lupa like, vote, komen dan hadiahnya 😘😘😘😘.


Love you sekebon 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2