LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Malam Pertama


__ADS_3

Buat bocil bocil mohon di skip dulu ya untuk bab ini 😁, buat yang masih jomblo.....mohon maaf ya 😁


...🌹🌹...


Andre menurunkan dress istrinya ke lantai, rahang Andre menegang, ia berusaha menelan salivanya. Terlihat tubuh mungil istrinya begitu sempurna dan sexy.


“Mami cantik.”


Tangan Andre mulai membuka kait bra Lina, lalu membopong istrinya ke ranjang. Setelah membaringkan Lina, dia langsung membuka celana panjangnya, menyisakan boxer.


Andre kembali ke atas ranjang, dia mencium sudut bibir Lina, semacam sentuhan ringan yang menggoda dan membuatnya menggigil.


Embusan napas mereka bertemu saat bibir Andre berada di atas bibir Lina, hidung Andre di atas hidungnya, dahi Andre menyentuh dahinya.


“Daddy sangat menginginkanmu,” Andre sudah hampir 3 bulan menahan gejolak hasratnya, menunggu istrinya menerima sepenuh hatinya.


Lina bisa menangkap hasrat suaminya yang selama ini tertahankan.


“Saya milikmu.....daddy” jawab Lina lembut.


Dengan lutut bertumpu di tempat tidur, Andre menunduk dan mencium Lina, mengendus -endus kulit Lina  yang lembut dan menghirup aroma asin keringat dan manis dari gairah Lina. Lina terkesiap di bawah tubuh Andre, terdengar desisan tertahan dari sela sela giginya.


Pucuk buah persik kembali bermain di dalam rongga mulut Andre, terasa geli dan hangat.


Dengan hanya menggunakan jari telunjuknya, Andre menyingkirkan CD berwarna hitam yang masih melekat di tubuh Lina.


Andre menarik dirinya sedikit, memosisikan tubuhnya hingga nyaman dan bertumpu pada sikunya di antara kedua paha Lina.


Kepala Andre sudah tenggelam di antara kedua paha Lina yang sudah terbuka lebar. Dia membenamkan lidahnya ke dalam tubuh Lina. Andre mendengar Lina mengerang, merasakan kedua kakinya Lina tidak tenang dan tegang.


Aliran darah Andre seperti mengucur makin deras, jantungnya berdetak kencang. Andre menyipitkan matanya, tangannya mengusap kasar tubuh Lina saat dia merasakan istrinya meledak di lidahnya.


Lina menyelubunginya, panas, bergetar, dan gelombang gairah sudah membanjiri suaminya saat dirinya bereaksi.


“Stop Dad......!” cetus Lina dengan tubuh melengkung.


“Kenapa?” tanya Andre saat menarik kepalanya.


 “Mami gak tahan......” dengan rasa kenikmatan yang tak terbendung.


Andre menurunkan boxernya, lalu dia mencium Lina dengan dalam, sementara tangannya menyapu rambut dari wajah Lina. Kemudian dia bergumam di depan mulut Lina “terima kasih sayang, daddy akan melakukannya pelan-pelan. Daddy janji sebisa mungkin tidak akan membuat mami terasa sakit.”


“Lakukanlah kalau begitu Dad, “ ujar Lina yang telah melihat junior Andre berdiri tegak.

__ADS_1


Andre menyentuh Lina lagi, bola mata Andre membesar , matanya berkilat akan gairah.


“Aaahhh......saaaaakiiiiit Dad!” teriak Lina, kuku jarinya sudah menancap di punggung Andre.


Kembali Andre mencium bibir Lina “sayang.....punya daddy susah masuknya....maafkan daddy. Tahan sedikit ya!” Lina menganggukkan kepalanya.


Di sentaknya lagi tubuh Lina yang begitu sempit dan susah untuk di tembus oleh miliknya sendiri


“Aah......Dad......sakit.”


Ke-3 kalinya Andre menyentaknya lagi.


BREK............terdengar pelan suara robekan di telinga Andre, membuat Andre tersenyum.


Rasanya sungguh luar biasa nikmat, Andre sudah berada di dalam tubuh Lina yang basah. Tak henti hentinya Andre mengerang, keringatnya menetes di dahinya, bahunya menegang, otot otot lehernya tampak mengeras, menampilkan urat uratnya yang menonjol.


Lina merasakan gelombang gairah kembali membakar, awal hentakan yang terasa sakit, kini tergantikan dengan hentakan yang membuatnya menggeliat, sensasi nikmat yang diberikan dari Andre.


Otot sensitif bagian dalam Lina selalu mencengkeram junior Andre.


“Ooooh......rasanya sungguh nikmat. Oh Lina.......sayangku......cintaku.”


“Dad.......mami mau........aah.”


Sekujur tubuhnya terasa menegang, menggelenyar. Mata Andre terpejam, gelombang kenikmatan membanjirinya. Mereka berdua mengerang, ketika titik puncak dan pelepasan itu datang. Andre dengan tubuh bergetarnya memeluk Lina penuh rasa kepuasan.


 “Oh.....sayang, kamu begitu nikmat, I love you Lina.” Tak bisa Andre pungkiri kenikmatan Lina begitu berbeda dengan Sita. Tanpa harus menggoda dirinya, Lina benar benar memuaskan hasrat gairahnya.


Andre melepaskan dan melimpahkan benihnya ke dalam tubuh Lina, berharap istrinya segera hamil dan memberikannya anak, agak semakin kuat ikatan dirinya dengan istrinya.


Mereka berdua saling bertatap dalam pelukan, netra Andre begitu hangat dan penuh cinta untuk istrinya. Lina masih mengatur napasnya yang masih memburu.


Andre menarik selimut untuk menutup tubuh mereka berdua yang nampak polos.


“Terima kasih sayang untuk kado terindah untuk daddy malam ini, terima kasih telah memberikan hartamu yang paling berharga.”


“Harta berhargaku hanya untuk pria yang menjadi suamiku, dan suamiku namanya Andre Erlangga Nugraha. Kuserahkan diriku untukmu sepenuh hati, jagalah hatiku jangan pernah duakan diriku.”


“Saya memang bukan pria perjaka, dan pernah menikah, tidak sebanding dengan mami yang berstatus sendiri. Saya tidak akan berjanji, tapi akan membuktinya bahwa mami pelabuhan terakhir saya, cintanya saya sepanjang akhir hayat. Walau mami bukan cinta pertama saya, tapi mami cinta terakhir saya.”


Apa yang dilakukan Andre dan Lina saat ini adalah bounding antar suami istri, berbicara dari hati ke hati setelah berhubungan intim.


“I love you Lina Anggraini, istriku.”

__ADS_1


“I love you to Andre Erlangga Nugraha, suamiku.”


Di peluk erat tubuh Lina, terasa bahagia mendengar ucapan 3 kata dari istrinya. Lina yang sudah merasa lelah mulai terlelap di dekapan Andre.


Andre memandang istrinya yang mulai terlelap dalam pelukannya, dan selalu mengecup pucuk kepala istrinya.


“Daddy......mami haus!” dengan mata tertutupnya, tiba tiba.


“Sebentar daddy ambilkan minum,” Andre dengan tubuh polosnya, berjalan menuju dapur mini. Di ambil 2 botol minum beserta beberapa roti isi yang tersedia di sana.


“Mami........,” Andre menepuk lembut pipi istrinya. Lina mengerjapkan matanya.


“Ini sayang minumnya tadi katanya haus, dan ini daddy bawaiin roti, pasti mami lapar.”


“Makasih Daddy,” Lina merebahkan dirinya di headbord ranjang, lalu meminum air yang diberikan Andre serta melahap rotinya.


Andre yang melihat istrinya ON lagi, Lina tidak sadar buah persiknya tidak tertutup oleh selimut.


“Ouuuch........” Lina terkaget, melihat suaminya kembali melahap pucuk buah persiknya tanpa permisi.


“Daddy.....jangan di gigit.......aah!” buru  buru botol minum ditutup, dan menaruhnya sembarang tempat.


Andre seperti bayi yang kehausan, terus menyesap, menge-mutnya, sedangkan salah satu tangannya meremas buah persik yang satunya.


Lina kembali menikmati sensasi yang menggelenyar dari tubuhnya. Andre kembali mencumbui istrinya, setelah sempat istirahat sebentar.


Andre menyentuh daun telinga Lina dan memainkan lidahnya dalam lubang telinganya, berlanjut hingga ke leher, menyesapnya dan melu-matnya, Lina mengeluarkan de-sahan yang pelan dan manis.


“Sayang,” ucap Andre berbisik di telinga Lina, suaranya serak dan parau. Andre memasukkan jari tangannya ke tubuh Lina lebih dalam. Seketika tubuh Lina menggelinjang, Andre sambil mencium bibir istrinya....... jari tangannya di mainkannya.


“Daddy.........aahh,” de-sah yang tak tertahankan. Tubuh Lina sudah mulai basah dengan jari Andre. Andre meluncur memasukinya dengan satu dorongan yang cepat yang membuat istrinya terksiap.


“Aaah.....” Lina mencengkram seprai dan berusaha menelan ludah ketika merasakan Andre mengisinya kembali.


Tangan Andre kembali memainkan buah persik, dan menyesapnya di rongga mulutnya. Lina memejamkan matanya, tubuhnya mulai bergetar.


Saat Lina terengah menuju puncak, Andre berseru keras,”jangan berhenti, daddy juga sudah mau *******.”


Kemudian jeritan kenikmatan Lina tersapu oleh pekik kenikmatan Andre saat dia melepaskan benihnya.


Lina merasakan tubuh Andre mengejang, merasakan tangan Andre sedikit menariknya, merasakan panasnya tubuh Andre yang menekan tubuhnya.


“I Love you, mami Lina,” ucap Andre dengan tatapan penuh cintanya.

__ADS_1


“Lemes.....dad,” balasnya. Andre tertawa kecil dapat jawaban seperti itu.


__ADS_2