LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Bicara berdua


__ADS_3

Andre tersenyum hangat menatap Noah dan istrinya.


“Dede sudah habis minum susunya, sekarang kita temenin mami kerja dulu ya!” ucap Andre ke Noah.


“Mi...mi.....nja...!” angguk kepala Noah dalam gendongan daddy nya.


Lina dan Mitha mulai mengecek persiapan beberapa ruangan pertemuan untuk raker di dampingi manajer marketing hotel, serta memastikan persiapan panitia raker.


Andre dengan setianya masih mengendong Noah, sesekali ia merangkul pinggang Lina, menunjukkan kepemilikannya seorang.


“Ini ada yang kurang Susi, Fani.......kalau bisa minta pihak hotel menyiapkannya ya!” tegur Lina di dalam ruang khusus panitia.


“Oke Mih.......udah saya catat yang kurangnya.” jawab Susi, sebenarnya agak risih lihat tatapan Pak Bosnya yang tidak lepas menatap gerak gerik Lina.


“Jangan lupa Fani, pegang dana cadangan takut ada yang kurang!” titah Lina.


“Oke siap Mih!”


“Mami malam ini ikut menginap di sinikan?” tanya Susi, khawatir kalau ada yang urgent bisa langsung di acc Lina.


“Kami menginap di sini, jadi kalau ada kepentingan nanti bisa kabarin langsung!” jawab Andre yang ikut menyimak.


Lina kembali melongo mendengar keputusan suaminya.


“Mami sudah selesai belum, daddy mau ajak mami ke ruang kerja daddy di hotel ini!” pinta Andre dengan lembutnya, padahal tadi siang wajah suaminya begitu dingin dan garang saat makan siang.


“Ya udah saya tinggal dulu, nanti pas makan malam kita ketemu lagi!” pamit Lina.


“OKE!” jawab serempak.


“Tini, tolong bawa Noah istirahat ke kamar. Nanti Faisal yang akan tunjukan kamarnya!” titah Andre.


“Baik Tuan...!” jawab Tini sambil mendudukkan Noah dalam stolernya.


Andre menautkan jarinya ke jari Lina, dia tampak tak bergeming dengan tingkah suaminya.


“Susi, Mitha.....sorry gue mau nanya si Mami beneran jadi simpanan CEO kita ya?” tanya Fani selepas Lina dan Andre meninggalkan mereka.


“Huss.......ngaco aja kamu kalau ngomong!” tegur Susi.


“Habisnya dari tadi gue lihat Pak Andre ngerangkul pinggang mami, terus kadang kadang cium pipi mami di depan kita tadi. Gimana gue gak curiga!” celetuk Fani.


“Fani.....ini cukup loe yang tahu ya, jangan coba coba loe bongkar rahasia ini. Sebenarnya Mami sudah di nikahi sama Pak Andre!” ucap Mitha.


“APA!!” pekik Fani.

__ADS_1


“Kapan nikahnya, kok gue gak  di undang. Jahat amat si mami......nikah kok gak ngundang!”


“Entar kapan-kapan gue ceritaiin. Mending kita rampungin kerjaan dulu. Biar bisa ikutan acara makan malam!” pinta Mitha.


Mereka kembali menyelesaikan pekerjaannya.


🌹🌹


Beberapa karyawan hotel mulai kasak kusuk bergosip ria setelah mengetahui kedatangan istri pemilik hotel.


Apalagi saat menuju ruang CEO, mereka melihat Andre begitu perhatian dengan Lina.


“Sayang......makasih ya sudah panggil Daddy lagi, jangan di rubah lagi!” ucap Andre ketika mereka masuk ke ruang kerjanya.


“Gak enak tadi pas di depan karyawan yang pernah ke mansion Pak-----!”


“Daddy......bukan Pak Andre!” sela Andre.


“Mmmmm......!” gumam Lina.


“Sekarang kita mau apa di sini?” tanya Lina sambil menghempaskan dirinya ke sofa, lalu membuka sepatu high heelsnya.


Andre mengulum senyum ketika melihat istrinya membuka sepatunya, terpampang tungkai kaki putihnya yang membuat dressnya sedikit terangkat ke atas. Kali ini Andre coba mendekati istrinya dengan lembut, tidak seperti tadi siang agak kasar, yang ada istrinya kembali semakin menjauhinya.


“Jadi Daddy sudah ambil keputusan buat teman daddy tersayang?” ketus Lina sambil memijat betisnya yang terasa pegal.


“Yaa.....daddy sudah ambil keputusan buat masalah laporannya. Terima kasih sayang sudah bantu daddy.”


“Mami pegel ya kakinya?” melihat tangan Lina sibuk pijat salah satu betis kakinya.


“Lumayan dari tadi kita jalan terus... keliling ruangan dan berdiri lama.”


“Ehhh.......” Lina kaget, ketika Andre sudah mengangkat kedua kaki Lina dan menaruhnya di atas kedua pahanya.


“Biar daddy pijitin dulu,” pinta Andre yang mulai memijat kaki istrinya.


Lina menyandarkan punggungnya ke sofa, dan mulai menikmati pijatan dari suaminya.


“Mami........bisakah buka hati buat daddy. Maafkan sikap daddy tadi siang, karena daddy sangat mencintai mami!” ucap Andre saat memijat kaki istrinya, sambil membuka pembicaraan tentang hubungan mereka berdua lagi.


Lina memandang suaminya yang begitu ganteng, gagah, begitu sempurnanya.”Begitu cintakah daddy sama mami!” ucap pelannya.


Haruskah aku memulainya, menerima pria ini jadi suamiku seutuhnya!


“Apa bukti selama ini kurang?” tanya Andre.

__ADS_1


“Entahlah.......saya masih meragukannya!”


“Eeehhhh...!” tubuh Lina terangkat dan sudah duduk di atas pangkuan Andre.


“Daddy sangat mencintaimu , daddy kangen mami!” di rangkulnya pinggang istrinya dengan eratnya. Sudah tak bisa lagi Lina mengelaknya. Aroma tubuh maskulin tercium oleh hidungnya, mengundang rasa nyamannya saat Andre memeluknya.


“Sayang......malam ini kita menginap di sini, dan sekamar....seranjang. Daddy kangen tidur peluk mami!” rajuk Andre, tak ingin di tolak.


“Tapi......!”


“Gak ada tapi-tapi.....mami gak boleh pulang ke apartement. Kita hanya tidur saja bersama, daddy gak minta lebih!” tangan Andre mulai mengelus punggung istrinya.


Lina hanya bisa tertunduk melihat tangannya sendiri, terpaku setelah sekian kali suaminya menyatakan perasaannya.


“Tadi siang daddy kenapa!” selidik Lina.


“Cemburu.......Daddy cemburu!” jawab tegas Andre.


Lina mengangkat wajahnya, menatap wajah suaminya “kenapa daddy cemburu?”


“Daddy gak suka Wahyu dekat mami dan semua laki-laki yang mau mendekati mami. Dan daddy gak suka Wahyu panggil mami sayang!!” ucap Andre sambil melihat jari manis Lina.


“Mami masih ada hubungan dengan Wahyu?” selidik Andre.


“Saya sudah lama tidak ada hubungan dengan Wahyu. Lagi pula saya juga tahu diri sudah di nikahkan oleh suami orang, gak mungkin saya selingkuh!” ketus Lina.


“Bukan suami orang sayang, daddy hanya suami mami Lina!” Andre memegang dagu Lina agar kembali menatap ke wajahnya.


Andre menatap lekat wajah istrinya......wajahnya cantik dan membuat pria mana pun tergoda termasuk dirinya turut tergoda.  Begitu bodohnya jika dia kembali melirik wanita lain, begitu bodohnya dia saat itu berciuman dengan Dina.


“Daddy.....akan buat mami jatuh cinta sama daddy!” bisik Andre. Tubuh Lina mulai meremang menerima hembusan napas Andre yang terasa hangat di daun telinganya.


“Saya masih belum yakin menerima daddy. Daddy aja saat Sita yang begitu cantik dan sexy jadi istri, masih bisa jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Ngimana sama saya yang bodynya jauh dari kata sexy dan wajah pas pasan!” keluh Lina.


“Daddy gak akan begitu sayang, daddy tidak akan berpaling ke wanita yang lain. Cukup mami aja, daddy udah merasakan sakit, ketakutan kehilangan mami saat koma. Dan kata siapa mami tidak sexy dan tidak cantik. Istriku ini cantik sekali dan sexy, daddy kan pernah lihat semuanya!” kepala Andre mulai menyusup ke dalam ceruk leher Lina, di kecupnya dengan lembut.


“Daddy.....!”


“Stop daddy....jangan di lanjutin!” Lina bangkit dari pangkuan Andre, sebelum dirinya terbuai dengan kelakuan Andre.


“Kenapa mih?” Andre kecewa.


“Saya masih teringat saat daddy mencium Dina di pangkuan daddy!”


“Maafin daddy.......sayang!”

__ADS_1


__ADS_2