LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Membuatku bingung


__ADS_3

Andre menikmati makan siangnya, sesekali matanya melirik wajah istrinya yang sedang mengunyah makanannya. Masih teringat bagaimana tadi Wahyu memegang sudut bibir Lina, mulai dia kembali geram.


TING........


Andre membanting sendok garpunya ke atas piring. Lalu beranjak meninggalkan meja makan.


Lina sedikit tersentak, saat Andre membanting sendok. Tapi tidak berani bertanya. Buru-buru dia menghabiskan makannya dan lekas merapikan piring piring ke trolynya kembali.


“Pak Andre, saya mau kembali ke ruangan, masih ada keperluan lagi gak?” tanya Lina, melihat Andre sudah kembali duduk di kursi kebesarannya.


Andre tidak menjawab dan tidak  memandang istrinya yang berpamitan. Pandangannya fokus ke layar komputer.


Lina memberanikan diri untuk mendekati Andre.


CUP


Tiba-tiba Lina mengecup pipi Andre.


Tidak dapat jawaban juga......Lina tetap memutuskan kembali ke ruangannya.


BRAK


Tanpa sengaja Lina membanting pintu ruangan Andre saat menutupnya.


“ASTAGA....!” Andre ikut tersentak.


“Udah tahu suami lagi cemburu, bukannya di rayu, di apaiin kek. Ini malah di tinggalin,” gumam Andre kesal, sambil memegang pipinya yang dikecup istrinya. Tersenyum tipis setelah istrinya mengecup pipinya.


“Dasar aneh.......gak jelas,” gerutu Lina ketika menuju ke ruangannya, merasa kesal dirinya diacuhkan Andre.


“Nah ini mami dari tadi di cariin,” tegur Susi ketika mereka berpas-pasan di pintu ruangan.


“Kenapa Susi?”


“Mau laporan Mih, saya ama Fani duluan ke hotel. Mami mau di cek in di hotel, malam ini atau besok pagi?” tanya Susi.


“Lihat kondisi dulu ya, terutama lihat anakku dulu soalnya baru aja sembuh, entah bisa di tinggal atau tidaknya,” Lina masih memprioritaskan Noah.


“OKE mih, kita berangkat ya," pamit Susi dan Fani.


Lina kembali ke rutinitasnya.


🌹🌹


Sore hari setelah rampung dengan pekerjaan, dan menyiapkan berkas dan laptop yang akan dibawa ke hotel. Lina menitipkannya ke Mitha yang akan berangkat ke hotel sore ini.


Sudah naluri seorang ibu, sebelum memutuskan dirinya ke hotel untuk mengecek semua persiapan, Lina mampir dulu ke apartement untuk ngecek keadaan Noah.


“Anak mami sudah ganteng, mbak Tini.....Noah udah gak panaskan badannya?” di gendongnya Noah sambil mengecek suhu badan Noah.


“Sudah gak panas kok Bu,” jawab Tini baby sitter Noah.

__ADS_1


“Dede....mami tinggal lagi ya......mami masih harus kembali kerja nak,” ucap Lina.


“No...no.....mimi,” celoteh Noah sambil mengayunkan jari telunjuknya ke maminya.


“Kok gak boleh........dede mau ikut mami."


“Tut......tut....de....tut,” celoteh Noah sambil menganggukkan kepalanya.


“Ya udah dede ikut. Mbak Tini tolong siapin baju salin, susu dan obat Noah ya,” pinta Lina.


Dengan senangnya Noah kegirangan honjak....honjak di gendongan Lina.


CUP........CUP........CUP


Noah tertawa renyah ketika Lina mencium seluruh wajahnya.


🌹🌹


Hotel A.......


“Mitha ..........mami mana?” tanya Andre saat mereka bertemu di lobby hotel, dan melihat Mitha tidak bersama Lina.


“Mami pulang ke apartement dulu, tengok Noah katanya.”


“Faisal, tolong siapkan kamar suite president buat saya dan istri,” titah Andre.


“Siap Pak Bos, roman romannya ada yang sekalian honeymoon nih,” ledek Faisal.


“Mmmm.....,” gumam Andre.


Andre bergegas menuju ruang kerjanya yang berada di hotel miliknya.


Faisal dan Mitha turut mengikuti kepergian Pak Bosnya. Sesampainya mereka di sana, Andre menghempaskan dirinya ke bangku kebesarannya.


“Pak Andre, tadi mami sempat titipkan hasil laporan audit hotel dan laporan kerja sama Perusahaan Barlian,” Mitha menyerahkan sebundel kertas.


“Terima kasih......dan yang lainnya itu apa?” tunjuk Andre ke tangan Mitha yang masih membawa tas kerja Lina.


“Ini punya mami semua Pak.”


“Tinggalkan di sini saja, nanti biar saya yang berikan,” titah Andre. Mitha manut aja di minta menyerahkan barang milik Lina. Di letakkannya semua barang di atas meja sofa.


“Mitha nanti kalau mami sudah sampai, tolong kabarin saya.......segera," titah Andre.


"Baik, Pak Andre nanti akan saya kabari."


Faisal dan Mitha meninggalkan Andre di ruang kerja sendiri. Bundel laporan yang diberikan Mitha, Andre langsung membacanya dengan seksama. Tampak sudah raut kekecewaan di wajah Andre saat membaca laporan audit hotel miliknya.


Apa yang pernah di terangkan oleh Lina, terbukti kan dengan laporan audit dari akuntan publik.


Dengan waktu lama Andre membolak balik laporan tersebut dan mempelajarinya. Di tambah lagi dengan laporan proyek kerja sama dengan perusahaan papa nya Dina, terbukti lagi ucapan istrinya, jika ada korupsi beberapa trilyun.

__ADS_1


“Hufffth........,” hanya bisa menghela napas panjang.


“Permisi Pak Andre, mami sudah berada di lobby hotel,” lapor Mitha.


“Oooh......saya akan menjemputnya ke lobby.”


🌹🌹


Lina dengan rambut panjangnya di kuncir kuda, dan masih menggunakan dress kerjanya serta sepatu high heels. Terlihat seperti hot mommy mengendong baby Noah yang sangat tampan.


Berjalan menuju lobby hotel di dampingi Tini baby sitter yang mendorong stoler baby.


Beberapa petinggi hotel menyambut kedatangan Lina, karena mereka sudah kenal saat meeting di mansion Andre. Kalau wanita yang baru saja masuk ke dalam hotel adalah istri CEO mereka.


“Selamat datang Bu Lina,” sapa ramah mereka.


“Terima kasih,” jawab ramahnya.


Wah bingung nih, mereka sudah pernah ke mansion si Bos......dan tahu gue istri bos mereka, walau waktu itu gue pura-pura jadi istri bohongan.


Dari kejauhan Andre sudah melihat kedatangan Lina, bergegas dia mengambil langkah cepat. Rasa cemburunya mulai muncul lagi. Saat kedapatan istrinya sedang berbincang-bincang dengan karyawan hotelnya, apalagi karyawannya laki-laki. Sudah cukup rasanya dia melihat para laki laki terkagum kagum pada istrinya saat brifing di kantornya.


“Sayang.....sudah dari tadikah sampainya,” tegur Andre sambil mengecup pipi Lina dan pipi Noah.


“EEhhh.......baru saja sampai Daddy...,” terpaksa dia merubah panggilan Andre di depan karyawan hotel yang pernah datang ke mansion Andre, dan wajahnya sedikit terkejut menerima kecupan Andre di depan umum.


Seketika hati Andre kembali menghangat mendengar Lina memanggilnya Daddy, walau dia tahu merubah panggilannya karena karyawan di hadapannya pernah ke mansion dan tahu status Lina.


“Yuk.....anak ganteng sama daddy dulu,” pinta Andre mengambil alih Noah dari gendongan Lina.


“Mi...mi....num mi,” celoteh Noah.


“Dede mau minum susu, mami ambil dulu ya,” ucap Lina, di pintanya botol minum dari Tini.


“Anak daddy udah pintar ngomong ya,” kagum putranya sudah bisa celoteh sepatah 2 kata, apalagi sudah beberapa hari Andre tidak intens bertemu anaknya.


Andre dan Lina terpaksa duduk di bangku lobby hotel terlebih dahulu, menunggu Noah menghabiskan minum susunya.


Sesekali Andre mencium punggung tangan Lina, menunjukkan rasa cintanya yang sempat dia tahan dari pagi, ditambah rasa cemburunya tadi siang.


Tapi Lina terasa risih dengan sikap Andre, yang tiba tiba berubah begitu saja.


“Mami....kita mau langsung cek persiapan ruangannya gak sekarang?” tanya Mitha.


“Tunggu sebentar, daddy temani mami,” jawab Andre menahan agar Lina tidak pergi.


"Sebentar Mitha, anakku belun selesai minum susunya." Diliriknya Noah yang berada di pangkuan daddynya.


“Bu Lina ini silahkan di minum welcome drinknya,” ujar salah satu karyawan hotel, yang menghampiri mereka.


“Terima kasih,” Lina mengambil gelas yang berisikan jus jeruk. Di tenguknya sedikit jus tersebut “Mami.......daddy mau jus nya!” di raihnya gelas bekas Lina yang belum habis isinya, dan masih dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


Lina hanya bisa melongo lihat kelakuan suaminya.


Wahai Pak Bos.......sikapmu membuat ku bingung!


__ADS_2