LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Mulai pertengkaran


__ADS_3

Melihat kedua tangan Andre yang di perban ada rasa iba di hatinya, Lina mengambil piring yang sudah ada nasinya lalu ditambahkannya lauk ke piring.


Kemudian dia duduk di tepi ranjang “Aaaa.........” disodorkannya sendok makan ke mulut Andre, dan dia pun menerimanya pelan-pelan.


Tetaplah di sini sayang, tetap bersamaku.......seperti ini.


Faisal yang melihat situasi di hadapannya berpamitan untuk keluar kamar, agar leluasa mereka berdua. Lagi pula Faisal tidak bisa ikut campur masalah rumah tangga Bosnya.


Dengan telatennya Lina menyuapi Andre makan siang menjelang sore, entah kenapa air mata menetes dipipi Andre saat Lina menyuapinya makan, sedangkan Lina lebih sering memalingkan wajahnya.


Hening itu yang terjadi antara mereka berdua.


“Terima kasih mami,” ucap Andre setelah Lina selesai menyuapinya makan.


“Mmm........!” jawabnya.


“Mami.........bisa tetap di sini dulukah!” pinta Andre melihat Lina beranjak dari duduknya. Dia kembali duduk di tepi ranjang. Mereka tidak saling bertatapan, karena arah duduknya saja berbeda.


Melihat istrinya tidak menatap ke arahnya, Andre bangkit dari ranjang lalu berlutut di hadapan istrinya. Lina kembali memalingkan wajahnya.


“Mami..........,” ucap Andre lembut.


“Mami........benarkah minta diceraikan?” tanya Andre ingin memastikan kembali.


Tidak bisa Lina menjawabnya.


“Beri saya kesempatan Lin........beri saya kesempatan!” ujarnya memohon.


Lina mencoba menatap pria tampan di hadapannya “beri saya waktu mencerna semua kejadian yang menimpa saya Pak Andre!”


“Tidak semudah itu juga saya menerima status pernikahan ini, andai Pak Andre tahu hati saya shock, saya sudah menjaga amanah dari mama saya untuk tidak menjadi orang kedua dari rumah tangga orang lain. Tapi nyatanya mama saya sendiri mengizinkan Pak Andre menikahi saya sebagai istri kedua!”


“Pak Andre tahu rasanya dihujat istri dan mertua Pak Andre sebagai pela*kor, penggoda suaminya. Nyatanya Pak Andre membuat menjadi kenyataan!” emosi Lina kembali naik.


“Sakit Pak Andre rasanya.....!” ditunjuknya dada dia sendiri.


“Kita sama-sama baru kenal Pak Andre, belum mengenal satu sama lain. Kenapa Pak Andre membuat saya sampai di posisi ini, kenapa menikahi saya! yang tidak pernah menanyakan saya suka atau tidaknya dengan Pak Andre!” wajah Lina memerah, matanya kembali berembun.


“Sayang......saya minta maaf. Kita mulai dari awal ya sayang!” begitu lembutnya Andre berkata agar istrinya kembali tenang.


“Untuk apa kita memulainya, sudah tidak perlu!” balas Lina.

__ADS_1


“Maaf kalau saya menikahimu saat masih mempunyai istri, itu semua karena takut kehilanganmu. Saya mencintaimu Lina, sekarang kamu istri saya satu-satunya!”


“Kalau Pak Andre benar-benar mencintai saya, Pak Andre tidak akan tergoda dengan wanita lain. Nyatanya Faisal, Mitha bahkan saya sendiri melihat langsung Pak Andre berciuman dengan wanita lain.Jadi hentikanlah mengatakan cinta. Lebih baik kita berpisah, mungkin selama ini Pak Andre suka dengan saya karena saya bisa dekat dengan Noah!”


“Tapi hati Pak Andre masih ada wanita lain!” Lina menunjuk dada Andre.


“Mungkin dengan kita bercerai, Pak Andre menemukan wanita yang benar-benar ada di hati Pak Andre yang tidak membuat Pak Andre berpaling!”


Tatapan mata Andre begitu lekat menatap netra Lina, rasa hati sudah kembali mendidih. Lagi dan lagi istrinya minta bercerai.


“Mmphft........” dibungkamnya bibir Lina dengan bibir Andre, dengan kasarnya dia menghisap, melu mat bibir atas dan bibir bawah istrinya. Menyesap lipatan bawah dan lipatan atas dengan rakusnya. Rasa kacau yang membelenggu dihati Andre dilampiaskannya dalam ciumannya.


Sedangkan Lina kelabakan mendapat serangan kasar dari Andre, hingga dia membuka mulutnya. Kesempatan Andre menyelusuri dengan lidahnya menjelajah rongga mulut istrinya.


Merasa mereka berdua kehabisan oksigen gara-gara ciuman brutalnya, Andre melepaskan pagutannya, dengan napas yang terasa berat, begitu juga Lina.


Tidak seberapa lama Lina beranjak bangun dan cepat keluar dari kamar setelah mendapat serangan mendadak, sedangkan Andre bengong lihat kepergian Lina begitu saja.


“Aaakkh.......bodohnya!”Andre merasa telah membuat kesalahan lagi. Bisa bisanya dia mencium bibir istrinya yang sedang berbicara.


Lina yang masih terkejut menerima ciuman dari Andre, di pegang bibir dia yang terasa bengkak.


Walau dia pernah di cium Andre yang sekedar kecupan, kali ini berbeda bukan sekedar kecupan. Degup jantungnya pun ikutan berdebar. Buru-buru dia meneguk air putihnya yang di ambilnya.


1 Jam berlalu setelah kejadian ciuman, Lina masih berada di kamar Noah sedangkan Andre masih di kamarnya.


TOK.......TOK.........TOK


“Masuk!” ucap Lina dari dalam kamar.


“Bu Bos......di minta Tuan Besar ke ruang tengah!” ucap Faisal.


“Baik Pak Faisal, saya akan menyusul setelah kasih susu Noah.”


“Oke Bu Bos!”


Setelah selesai Noah menghabiskan susu botolnya, Lina baru beranjak menuju ruang tengah.


Papa Nugraha, Mama Rani, Mama Anggi beserta Andre sudah berada di ruang tengah.


“Maaf Pah agak telat, saya tunggu Noah habiskan susunya,”ujar Lina yang merasa kehadirannya agak telat.

__ADS_1


“Duduk Lin!” titah Papa Nugraha.


Lina mendudukkan bokongnya di samping mamanya. Sedangkan Andre duduk di samping Mama Rani. Andre dan Lina sama sama beradu pandang, lalu memalingkan wajahnya ke papa Nugraha.


“Papa sengaja mengumpulkan kita semua, karena ingin meluruskan masalah keluarga kita!” ucap awal Papa Nugraha.


“Sebelumnya saya minta maaf kepada besan Ibu Anggi, atas kejadian yang menimpa anak menantu kita beberapa hari yang lalu. Kami selaku orang tua Andre tidak ada bermaksud untuk menyembunyikan pernikahan antara Andre dan Lina. Kami menunggu waktu yang tepat!”


Lina menundukkan kepalanya, berusaha tenang mendengarnya.


“Lina, di sini yang pertama Papa mau meluruskan Andre sudah menikahi kamu secara agama. Dan saat ini Andre sedang mengurus perceraiannya dengan Sita secara hukum. Jadi kamu bukan istri kedua Andre, tapi istri satu-satunya!” tegas ucapan Papa Nugraha.


“Yang kedua, tentang kamu ......Andre dengan Dina, entah apa hubungan kalian berdua. Yang jelas kamu telah salah di saat sudah memiliki istri tapi kamu justru ciuman dengan wanita lain di mansion dan dikantor!”


Suasana semakin tegang “Mama dan Lina juga melihat kamu sedang makan siang berdua di mall!” sambung Mama Rani, menunjukkan foto di handphonenya.


Andre yang sedari tadi menundukkan kepalanya, seketika itu menatap ke arah Lina. Namun sayang Lina mengacuhkannya.


“Lina di sini kami selaku orang tua Andre sama mama kamu, menyerahkan semua keputusan di tangan kamu. Sebenarnya kami ingin kalian bahagia menjalankan mahligai rumah tangga. Tapi kami tahu kesalahan anak papa!” tutur Papa Nugraha.


“Pah, Mah...........sejujurnya saya masih bingung dengan status saya sekarang. Saya dengan Pak Andre belum lama mengenal, belum pernah pacaran dengannya....tiba-tiba saya sudah di nikahkan!”


“Saya masih belum bisa menerima pernikahan ini, dan saya tidak pantas menjadi istri Pak Andre!”


Dengan tatapan nanar Andre menatap wajah istrinya yang ada dihadapannya.


“Sudah sepantasnya Pak Andre mendapat pendamping yang sederajat, ketimbang saya dari kalangan biasa aja!”


“Lin, mama tidak pernah memandang orang dari kastanya, selama dia mempunyai pribadi yang baik. Mama dan papa justru bangga dan beruntung punya menantu seperti kamu. Kami tidak butuh menantu dari keluarga yang kaya. Karena kami sudah memilikinya dan lebih dari cukup,” balas Mama Rani.


“Makasih Mah.”


“Tapi bukan itu aja Mah, walau saya belum menerima pernikahan ini. Saya paling benci dengan pria yang baru mencium wanita A......sejam kemudian mencium wanita B!” terlihat wajah tidak sukanya.


.


.


bersambung


Dear Kakak Reader terima kasih banyak atas supportnya, saya tidak bisa membalasnya satu persatu. Hanya bisa mendoakan Kakak Readers semuanya sehat selalu, dilimpahkan rezekinya dan bahagia selalu.

__ADS_1


Peluk online 🤗🤗 untuk Kakak Readers semuanya 😘😘❤❤


__ADS_2