
Pagi yang cerah buat si pria ganteng Andre, setelah semalam istrinya memuaskan dirinya, walau hanya sebatas tangan, karena istrinya masih kondisi belum bisa di gumuli. Paling tidak dua kali Andre mendapat kenikmatannya.
Sekarang pagi ini si daddy harus memandikan dua orang, yang pertama istrinya, yang kedua baru si Noah yang masih terlelap.
Ah sungguh malunya Lina harus di bantu mandinya, memang kenyataannya harua dibantu, karena salah satu tangannya masih terpasang infus. Kalau tidak mandi rasanya badan kurang nyaman dan mengeluarkan bau kurang sedap, menurut Lina.
Kalau menurut sang suami masih enak aja wanginya, apalagi tadi pagi si daddy udah ngusel ngusel aja di dada si mami.
“Dad, jangan modus lagi......semalam mami sudah kasih,” ngedumel Lina, udah mukai di remas remas lagi buah dadanya.
“Daddy.......suka sayang,” balas Andre sambil menyabuni tubuh istrinya.
“Sudah dad cepatan bilasnya, keburu Noah bangun. Di luar gak ada yang jagaiin Noah, repot kalau kita berlama-lama di kamar mandi,” pinta Lina.
“Iya sayang.......!”terpaksa Andre menyudahi meremas buah kesukaannya. Buru-buru pria itu membilas tubuh sexy istrinya yang membuat pagi ini dia ON kembali tapi harus ditahan, semalam udah kebagian jatah.
Andre sebagai suami, baru kali ini memasangkan pembalut ke CD istrinya dan membantu memasangkannya. Sungguh Lina melihat suaminya begitu totalitas mengurusi dirinya. Setelah selesai mengeringkan tubuhnya, penuh ke hati hatian memakaikan dress rumahan di mulai dari mengeluarkan kemasan infusan melalui lubang salah satu lengan baju, baru terpasang dress ke tubuh Lina.
“Sudah wangi istriku sayang....,” goda Andre.
Cup......cup.
Andre mengecup kedua pipi Lina dengan gemasnya.
“Makasih daddy ganteng, balas Lina, dengan senyuman.
Andre mengendong istrinya kembali, dari kamar mandi ke atas ranjang.
“Nah sekarang, waktunya mandikan anak ganteng daddy,” ucap Andre yang melihat Noah mulai mengerjap kelopak matanya.
“Jangan di mandikan dulu dad, Noah kasih susu hangat dulu,” pinta Lina.
“Iya sayang......!” Andre menghampiri nakas untuk membiatkan susu buat Noah.
“Sebentar lagi mbak Tini, akan ke sini Dad. Jadi biar Noah di mandikan sama mbak Tini, Daddy kan belum pernah mandiin Noah.”
“Mami gak percaya ya, kalau daddy bisa mandiin Noah ya.”
“Bukan tidak percaya, tapi sedikit khawatir. Karena mami belum pernah lihat daddy mandiin
__ADS_1
Noah......nanti tunggu mami sehat ya, mami ajarin daddy mandiin Noah.”
“Ya sudah kalau begitu,” benar kata istrinya dirinya memang belum punya pengalaman buat mandiin baby, daripada terjadi sesuatu sama anaknya, lebih baik serahkan kepada yang berpengalaman.
Selesai membuat susu buat Noah, Andre memberikan botol susunya Noah, dengan lahapnya Noah menyedot susu buatan daddynya.
TOK......TOK........TOK
“Assalamualaikum,” sapa serempak Mama Anggi dan Mama Rani, serta Tini.
“Walaikumsalam,” balas Andre dan Lina.
“Duh cucu oma lagi minum susu ya,” Mama Rani menghampiri Noah yang berada di bed tambahan.
“Noah baru bangun tidur oma, sama daddy langsung dibuatin susu,” ujar Lina dengan suara meniru anak kecil.
“Andre, Lina .......mama bawaiin sarapan buat kalian berdua. Pasti belum sarapankan?” tanya Mama Anggi.
“Mama tahu aja, tumben ini juga belum di anterin sarapan dari rumah sakit,” balas Lina.
“Sarapan ini dulu ya sayang, ini mama bellin kita nasi uduk,” Andre sudah membuka kotak makan.
“Mami makan sendiri aja, gak enak disuapin daddy terus makannya,” toloak Lina halus.
“Jangan menolak Sayang, daddy suka suapin mami makan, sekarang mami harus terbiasa,” Andre bersikeras tetap ingin menyuapi istrinya.
Rasa hati Lina makin meleleh lihat sikap suaminya, Lina menerima suapan demi suapan dari suami gantengnya. Andre juga ikut makan, ibarat kata sepiring berdua bikin tambah romantis, bukannya pelit sama makanan, tinggal tambahin aja porsi makanannya untuk dua orang.
Selesai sarapan pagi, salah satu perawat menjemput Lina untuk kontrol kembali ke dokter kandungan.
Untungnya kedua mama mereka dan baby sitter sudah datang jadi bisa menemani Noah selagi meraka berdua di ruang praktek dokter kandungan.
Ruang Dokter
Dokter Tina mulai melakukan USG di perut Lina, Dokter Tuna terlihat tersenyum saat memeriksa bagian rahim Lina.
Hati Andre tidak bisa dibohongi, sudah mulai deg-degan ingin tahu hasil kelanjutan pemeriksaan istinya.
“Silahkan Bu Lina, sudah bisa kembali duduk,” pinta Dokter Tina ramah.
__ADS_1
“Bagaimana Dokter perkembangan istri saya?” tanya Andre dengan rasa penasarannya, melebihi rasa penasaran Lina.
Dokter Tina mengulum senyum, “sudah kelihatan normal kondisi rahim bu Lina, saran saya setelah da-rah nya berhenti total. Langsung program hamil ya bu Lina, jangan di tunda. Nanti saya resepkan vitamin, obat penyubur, dan hari ini bu Lina bisa bedrest di rumah. Nanti tinggal kontrol ulang , untuk suntik penyubur awal. Jika Pak Andre dan Bu Lina mau langsung program hamil.”
“Alhamdulillah ya Allah, sayang............mami sudah sembuh,” ucap rasa syukur Andre sambil mengelus perut istrinya.
“Hiks........hikss.......hikks,” isak tangis bahagia membuncah dari hati Lina. Keajaiban yang di harapkan terwujud.
Andre memeluk Lina, berbagi kebahagian dengan kabar baik yang di terima.
“Dokter Tina, saya mau melakukan program hamil langsung. Daddy setujukan,” pinta Lina setelah mengurai pelukan sang suami.
“Daddy setuju, kalau mami menginginkannya,” bahagia rasanya Andre, istrinya mau langsung program hamil, tidak menundanya.
“Baiklah nanti setelah keadaan Bu Lina sudah berhenti da-rahnya, segera menemui saya ya Bu. Ini saya buatkan resepnya dulu, obat yang harus di konsumsi,” ucap Dokter Tina.
Andre dan Lina saling bersitatap, dengan tatapan penuh kehangatan, Andre menautkan jari jemarinya ke jari istrinya, menambah rasa hangat antara mereka berdua.
“Oh ya suster, sekalian tolong cabut infusan bu Lina, siang ini sudah boleh pulang,” titah Dokter Tina kepada perawatnya.
“Baik Bu Dokter,” jawab perawat, langsung mengambil kapas beralkohol untuk mencabut jarum infus yang tertancap di punggung tangan kanan Lina.
“Issss........” desis Lina, saat dikeluarkan jarumnya.
“Terima Kasih Dokter Tina,” ucap Andre dan Lina.
“Sama sama Pak Andre dan Bu Lina.”
Andre dan Lina kembali ke kamar rawat terlebih dahulu, untuk merapikan barang-barang serta masih ada orang tua dan anak mereka di sana.
“Bagaimana Lin, apa kata dokter?” tanya mama Anggi, setiba Andre dan Lina kembali ke kamar.
Lina langsung memeluk mamanya”alhamdulillah mah, sudah pulih kembali. Doakan Lina ya mah, Lina sama Andre ikut program hamil.”
“Alhamdulillah ya Allah, semoga anakku Lina segera diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah,” ucap Mama Anggi.
“ Alhamdulillah, semoga menantuku kasih cucu buay oma dan opa yang banyak,” ucap Mama Rani gantian memeluk Lina.
“Aamin Ya Allah, semoga doa mama mama cantikku di ijabah oleh Allah....”balas Lina sambil mengelus perutnya sendiri.
__ADS_1