
Lina kembali bekerja di ruangannya sendiri, sesekali dia menelepon mama Rani menanyakan keadaan Noah, dan untungnya Noah sudah tidak demam lagi dan tidak rewel, hal ini membuat Lina tenang menyelesaikan pekerjaannya.
Derrttt.......Derrttt
Wahyu calling
“Assalamualaikum...Lin!” sesaat dia terdiam kembali mendengar suara pria ini.
“Walaikumsalam Mas Wahyu.”
“Apakabarnya sayangnya mas!”
“Baik kabarnya....!” nyeri hati Lina saat mendengar panggilan sayang dari Wahyu.
“Sudah terima buket bunganya?”
“Sudah saya terima, terima kasih.......bunganya cantik.”
“Ia ...... secantik dirimu sayang!”
“Aahh tidak perlu mengombal mas Wahyu, oh iya sudah dapat kabar dari kantor pusat kah?"
Lina mengalihkan pembicaraannya.
“Sudah diterima sayangku!”
“Oh syukurlah kalau begitu, jangan lupa bawa semua laporan 6 bulan terakhir ya mas.”
“Siap Bu Bos ku yang cantik, mas juga gak sabar buat ketemu kamu sayang. Maaf menganggu kerjanya, met bekerja kembali.”
“Iya Mas Wahyu, terima kasih.”
Pembicaraan telepon mereka berakhir, ada rasa deg deg an menerima telepon. Sudah cukup lama dia tidak mendengar suara pria yang pernah mengisi hatinya. Sesaat dia memejamkan kedua matanya, kembali mengatur detak jantungnya.
TOK.......TOK.......TOK
“Mami.......!” sapa Mitha.
“Eeh........masuk Mitha,” lamunan Lina buyar seketika.
“Masih sore melamun aja, ini gue anterin berkas Perusahaan Barlian yang tadi mami minta.”
“Thanks ya Mitha, sekalian minta tolong sampaiin ke Faisal bilangin ke Bosnya, gue pulang malam.....gue mau ngelembur!” walau hati kecilnya belum menerima Andre sebagai suaminya, paling tidak dia masih mau memberitahukan.
“Loh kok gak langsung bilang ke Pak Bos aja mih!”
“Ya terserah kamu aja deh Mitha, trus kalau loe mau balik duluan juga gak pa-pa!”
“Enggak ah gue bareng mami aja pulangnya, biar gue sekalian beresin berkas yang mau di bawa ke hotel besok!”
“OKE thanks ya...”
“Ya sama-sama!”
Aneh padahal Pak Bos suaminya sendiri, tinggal kasih tahu..... apa susahnya sih.
Sesuai dengan ucapan Lina, dia benar benar sibuk dengan kerjanya.
__ADS_1
🌹🌹
Waktu sudah menunjukkan jam 6 petang, beberapa karyawan sudah pulang. Ada juga yang masih lembur.
Andre juga berkemas untuk pulang ke mansionnya
“Faisal, mami masih di ruangannya?”
“Masih Pak Bos, tadi Mitha kasih kabar Bu Bos pulang malam katanya mau lembur!”
“Belum sehat total, kok udah mau lembur aja istriku ini!” Andre bergegas menuju lantai tujuh ke ruangan Lina.
“Sayang........mami pulang yuk sudah mau malam!” ucap Andre saat masuk ke ruangan tanpa mengetuk.
“Hari ini saya mau lembur, kalau mau pulang.....pulang aja duluan!” jawab Lina tanpa menatap Andre.
“Besok bisa dilanjutkan lagi kerja......mami belum terlalu sehat!” Andre mulai berdiri di samping Lina duduk, dan sedikit membungkukkan badannya.
“Pulang yukk sayang...!” bisik Andre sambil menghembuskan napasnya di telinga Lina.
SERR..........
Wahai Pak Bos tidak usah merayuku
“Ini tidak bisa di tunda, data ini buat persiapan raker!”
“Baiklah kalau begitu saya temenin mami di sini!”
Andre menghempaskan dirinya di bangku yang tersedia di depan meja kerja istrinya.
“IYA PAK,” sahut Mitha dari kubikelnya bergegas ke ruangan Lina.
“Tolong pesankan makan malam buat saya dan mami. Kamu dan Faisal kalau mau sekalian aja. Oh sekalian pesankan Ice chocolate buat mami!” titah Andre, masih ingat minum kesukaan istrinya.
“Baik Pak Bos!” Mitha langsung meluncur memesan makan malam buat makan malam.
Cantik sekali sih istriku kalau sedang sibuk kerja, tidak apa jika kamu belum mencintaiku....yang terpenting kamu istriku.
30 menit kemudian....
“Pak Bos, Bu Bos........makan malamnya sudah datang,” Faisal dan Mitha membawa beberapa bungkusan.
“Mami.........sayang....makan dulu yuk!” pinta Andre dengan menutup laptop yang sedang di pakai Lina.
“Tidak bisakah Pak Andre permisi dulu saat menutup laptop saya, jangan mentang-mentang Bos bisa seenaknya saja!” sarkas Lina.
Sudah beberapa jam dia mengentry data, yang membutuhkan waktu lama serta menguras otaknya dan belum tersave semuanya. Seenaknya layar laptop di tutup tiba-tiba.
“Ya hak saya sebagai Bos dan suami menyuruh mami makan!” balas Andre.
“CK...........!” berdecak kesalnya.
“Mami makan dulu ya, masih ada obat yang harus diminum!” Mitha terpaksa menyela pembicaraan Andre dan Lina, biar tidak terjadi pertengkaran.
“Makasih Mitha,” di terimanya box makanan dari Mitha. Dan dia pun makan di meja kerjanya, tidak bergabung duduk di sofa dengan Andre, Faisal dan Mitha.
Dia membiarkan Andre untuk makan dengan tangan yang masih di perban, lagi pula memegang sendok juga bisa.
__ADS_1
“Pak Bos, Dina masih setia menunggu Pak Bos di lobby!” ucap Faisal sambil mengunyah makanannya.
“Kapan kamu jadwalkan saya bertemu dengan perwakilan perusahaan Barlian!” Andre seakan-akan susah menyebut nama Dina atau merasa tidak enak dengan Lina jika dia menyebut nama Dina
.
“Untuk jadwal 4 hari ke depan, Pak Bos akan sibuk dengan raker.” Faisal mengingatnya kembali.
Hebat Dina seharian ini mau menunggu mantan kekasihnya......ck....ck...ck
Lina menyantap makannya dengan tenang, seakan-akan tidak terpengaruh dengan perbincangan Faisal dan Andre.
“Bagaimana kalau malam ini aja Pak Bos ketemu dengan Dina, karena ini menyangkut proyek yang sedang berjalan. Lagi pula Pak Bos belum pulangkan!” ide Faisal, biar maksud urusan dengan Dina ceoat selesai. Kalau perlu tidak ada sangkutan lagi dengan alasan apa pun.
Andre melirik istrinya, berharap istrinya berkomentar.....tapi ternyata dia acuh.
“Baiklah setelah makan malam, kita temui di ruangan saya!” keputusan Andre.
Lina menegak minumnya sampai tandas, lalu sedikit menghentakan gelasnya saat menaruh di meja. ”Mitha, saya ke toilet dulu.....!” dia beranjak untuk keluar ruangan.
“Saya ikut Mih, sekalian mau cuci tangan!” susul Mitha dari belakang.
Tinggallah Andre dan Faisal berdua di ruangan Lina.
Kayaknya Bu Bos kesal nih........
“Faisal nanti duluan aja ke ruangan, saya tunggu istri dulu!” titah Andre setelah mereka selesai makan.
“Baik Pak Bos!”
🌹🌹
“Ck.......gara-gara loe, gue bulan ini kerja gak di gaji!” hardik Siska setelah tadi dia menerima surat sanksi dari HRD. Tanpa sengaja Lina bertemu dengan Siska di dalam toilet.
“Dasar ya loe wanita murahan, udah jual diri sama Pak Andre!” Salah satu tangan Siska mau melayang ke pipi Lina, namun langsung segera di tepisnya.
“Yang lebih murahan saya atau mbak Siska! Sudah berapa pria di kantor ini yang menaiki mbak Siska...huh. Di sangka saya tidak tahu selama ini!” geram Lina masih mencengkram lengan tangan Siska dengan sekuat tenaganya, yang tadi ingin menampar dirinya.
“Mih.......sudah, gak enak ribut di kantor!” pinta Mitha.
“Kalau bukan mbak Siska duluan mulai, saya gak akan terbawa emosi!” tatapan yang berapi-api tersorot dari mata Lina.
“Ingat Lina, aku akan membalas perbuatanmu!” ancam Siska.
“Oh kamu pikir saya takut !” Ingat baik-baik mbak Siska, saya akan membongkar kebusukan kamu......yang telah mengkorupsi dana proyek pembuatan iklan! Bukti sudah ada di tangan saya, tinggal saya kasih ke bagian pengawas untuk di tindak!” kembali balik Lina mengancamnya.
Siska tak bergeming, wajahnya mulai terlihat cemas “kenapa......kenapa mbak Siska diam aja.....mbak Siska takut ya! Jangan kira saya selama ini diam tidak bisa membalas kamu!!” bentak Lina dan melepaskan cengkramannya.
“Sialan Loe!” sahut Siska, buru-buru keluar dari toilet.
“Aduh Mih.......jantung gue udah mau copot lihatnya!” Mitha bisa bernapas lega setelah Siska keluar toilet
bersambung......
Promo Novel karya Author Novi Niajohan, mampir yaaaaas
__ADS_1