
Andre segera melanjutkan membersihkan tubuh Lina, dengan menahan hasratnya sekuat mungkin, setelah melihat langsung begitu molek tubuh istrinya yang selama ini tertutup dengan setelan baju kerja panjangnya yang terlihat biasa saja.
Selesai membersihkan tubuh Lina, Andre merapikan rambut panjang Lina yang tergerai di bantal dengan jemarinya.
“I love you istriku, mami Noah.....!” dikecupnya kening Lina.
"Istriku cantik kayak putri tidur, “ pujinya dengan nada sedih.
.
.
Tidak seberapa lama, dokter dan perawat masuk ke ruang ICU untuk memeriksa keadaan Lina dan mengganti perban yang ada dipunggungnya.
“Pasien keadaannya sudah mulai stabil, semoga ada keajaiban istri Pak Andre cepat terbangun dari koma. Sering-sering di ajak komunikasi Pak!” ujar Dokter Bayu salah satu orang yang menyaksikan pernikahan dadakan semalam di ruang ICU.
“Terima kasih Dok!”
“Andre......!” panggil Mama Rani dari luar pintu.
“Ya Mah .......!” Andre menghampirinya.
“Andre, biar mama sama mamanya Lina yang jaga dulu. Kamu bisa sarapan dan lihat Noah di kamar. Dari semalam Noah rewel!”
Berat rasanya meninggalkan Lina, walau ada pengawal yang berjaga di luar.
“Tenang nak........ada pengawal yang jaga serta mama di sini!” ujar mama Anggi melihat wajah Andre bimbang.
“Kalau ada apa-apa segera hubungi ya mah!” pesan Andre.
“Ya Nak!” sahut Mama Rani.
Langkahnya dengan cepat bergegas ke kamar, agar tidak lama meninggalkan Lina.
Noah tampak terisak-isak dalam gendongan Tini, saat Andre masuk ke kamar rawat inap.
“Sayang daddy.....,” Andre segera ambil Noah dari gendongan Tini.
“Cup......cup...kangen sama daddy dan mami ya nak!” Andre mengelus-elus punggung Noah.
“Mi........mi.......mi...” celoteh Noah dalam isak tangisnya.
“Iya sayang........nanti Noah ketemu sama mami ya l!” Noah seakan-akan mengerti ucapan daddynya, isak tangisnya berangsur-angsur reda.
Sambil mengendong Noah, Andre memakan sarapannya yang telah disediakan. Ia tiba-tiba teringat bayangan ketika Lina sibuk menyuapi Noah, ia yang akan menyuapi Lina. Senyum tipis di wajah Andre.
Usai menyantap sarapan, Andre bergegas membersihkan dirinya. Dititipnya Noah sebentar ke baby sitternya.
Tampak segar kembali wajah Andre setelah mandi, walau rahangnya ditumbuhi bulu-bulu halus, tapi ketampanannya semakin bertambah.
Noah dalam gendongan Andre sudah berada di depan ruang ICU, terlihat sedang berbicara serius dengan Dokter Kevin.
“Sekali lagi, gue ucapkan selamat atas pernikahan keduanya Bro. Nggak menyangka semalam loe nikah lagi, baru aja gue pengen pedekate sama Lina!”canda Kevin.
“Ingat dia istri gue sekarang, jangan berani coba-coba!” ancam Andre.
“Padahal Sita lebih cantik dan sexy loh daripada Lina, kenapa loe bisa berpaling darinya !” tanya Kevin.
“Banyak hal yang ada di Lina, dan tak terduga !” senyum Andre saat mengingatnya.
__ADS_1
“Wah......udah pindah ini kebucinannya. Yang jelas pilih salah satu, karena wanita tidak mau dimadu!”
“Ya gue tahu. Dan sudah terpikirkan!”
“Baby loe bisa masuk ke ruang ICU buat jenguk Lina, tapi jangan lama-lama. Kasihan masih kecil di sini banyak virus dan tidak baik buat kesehatan anak-anak!”
“Thanks Bro!”
.
.
Andre membawa Noah masuk ke ruang ICU, mama Rani dan mama Anggi bangkit dari duduknya.....memberi ruang untuk Andre mendekati Lina.
Mata mama Anggi terlihat sembap seperti habis menangis, hati Andre terasa pilu.
“Dede.......tuh Mami,“ tunjuk Andre ke Noah.
Tangan tangan mungil Noah nampak mengulurkan ke arah Lina, seperti minta di ambil oleh Lina.
“Mi........mi.......mi !” celoteh Noah, kaki kecilnya di goyangkan dalam pangkuan Andre seakan minta di dekat dengan Lina.
“Sayang.......ini ada Noah anak kita!” ujar Andre lembut.
Tangan mungil Noah, menyentuh lengan Lina dengan celotehannya.
“Sayang......anak kita membutuhkanmu......Mami!” lirih Andre.
“Ce---pat bangun Lina istriku........saya membutuhkanmu!” dipeluk erat Noah yang berada di pangkuannya menutupi rasa sesak di dadanya.
Mama Rani memeluk Andre dari belakang, memberi kekuatan untuk anaknya.
Roboh lagi pertahanan Andre, terisak tangis dalam pelukan mamanya. Noah juga ikut menangis dalam pelukan Andre.
“Nak Andre, mata Lina keluar air mata!” pekik Mama Anggi yang tidak sengaja melihatnya.
“Sayang........kamu dengar kita di sini kah?” Andre turut kaget melihat buliran air mata di wajah Lina.
CUP.......CUP.......CUP
Berulang kali kening Lina dihunjam kecupan dari Andre, melihat ada respon dari istrinya.
.
.
2 hari sudah berlalu semenjak Lina mengeluarkan air mata, belum ada respon lagi dari Lina, masih betah tertidur pulas di ruang ICU.
Ditempat berbeda.......
Hamparan pantai sangat indah, Lina bersandar di bongkahan pohon kelapa sambil memainkan pasir pantai yang begitu putih.
“Lin......kapan kamu mau pulang?” tanya seorang pria paruh baya.
“Nanti aja Pah, masih betah di sini. Apalagi Lina masih kangen sama papa.”
“Jangan lama-lama nak, kasihan anak dan suamimu menunggu!”
“Suami !!!” agak bingung dengan kata-kata Papanya.
__ADS_1
“Suami dari mana sih Pah, nikah aja belum. Jangan bercanda Pah!”
Papa Lina terdiam menatap anaknya dalam-dalam.
“Kamu lupa, kalau sudah menikah?” tanya papanya.
“Beneran sumpah, Lina belum nikah. Pacar aja belum punya......masa tiba-tiba nikah !”
“MAMI........” suara teriakan anak kecil terdengar oleh mereka berdua dari tempat mereka berada.
“MAMI..........hu.....hu.....hu..!” suara teriakan anak menangis semakin jelas di telinga Lina.
Samar samar Lina melihat sosok anak kecil laki-laki jalan mendekatinya.
Anak siapa ini, ganteng banget.
Seketika badan Lina di peluk anak kecil tersebut, sekejap Lina kaget mendapatkan pelukan.
“Mami.....ayo pulang jangan lama-lama di sini !” ujar anak kecil tersebut masih sesenggukan.
“Nak......siapa nama mami nya !” merasa anak ini salah orang.
“Mami lupa sama anak sendiri........hiks.....hiks!”
“Cup......cup.....cup bukan begitu duh !” kebingungan nih anak siapa.
“Mami ku namanya Lina Anggraini!”
Deg
Hati Lina terhujam, anak kecil ini menyebut nama maminya sama dengan namanya sendiri.
“Mami udah nggak sayang sama Noah ya!” ujar anak lelaki kecil ini dengan tatapan sendunya.
“Noah !” Lina mencoba mengingat-ingat nama Noah yang sepertinya familiar buat dia.
Ditatapnya wajah ganteng anak kecil di hadapannya.
“Dede ganteng.....mami !” ingat Lina.
Noah menganggukkan kepalanya.
“Kamu sudah besar nak!” dipeluknya Noah dalam-dalam.
“NOAH...........NOAH,“ suara teriakan pria begitu menggema di pinggir pantai.
“Nak........suamimu sudah datang. Waktunya kamu pulang!” ucap papanya.
“Pah....”
“Pulanglah, papa baik-baik saja di sini. Cukup doakan papa selalu!”
Pria yang di sebut suami oleh papanya itu semakin mendekat ke arah Lina, tapi dia tidak bisa melihat jelas wajahnya.
“Sayang.....istriku.....pulang yuk, udah lama kamu perginya,” ajak Pria tersebut, suaranya tampak tidak asing. Tapi wajahnya tidak jelas, karena silaunya matahari.
“Sayang......saya kangen kamu.....istriku!” ujarnya lagi, diraihnya tangan Lina.
Wanginya sepertinya pernah cium tapi di mananya perasaan Lina agak galau. Saking teriknya matahari pas di atas kepala, sekejap Lina terjatuh tak sadarkan diri di pelukan pria tersebut.
__ADS_1
.
.