LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Hamil


__ADS_3

Andre terlihat tergesa-gesa masuk ke dalam mansion dengan menjinjing plastik putih di tangan kanannya, dan langsung ke ruang makan.


“Daddy, sudah balik dari apoteknya...?” tanya Lina.


Cup.....Andre mengecup pipi istrinya “sudah sayang, daddy lapar....,” ujarnya.


Kebetulan Lina masih menyantap sarapannya, langsung menyiapkan sarapan buat suaminya yang baru balik dari apotik.


“Andre, udah di beli barangnya?” tanya Mama Rani.


“Sudah mam,” jawab Andre sembari menyantap sarapannya.


“Semoga ada kabar baik hari ini ya Ndre,” ucap Mama Rani.


“Amin, Andre juga enggak sabar pengen buru-buru ngecek.”


“Ngecek apa Dad?” tanya Lina, sedikit ambigu dengan pembicaraan Ibu dan anak.


“Nanti mami juga tahu,” balas Andre, pria itu buru-buru menghabiskan sarapannya.


Noah sudah selesai di suapin sarapan paginya, Daddynya juga sudah selesai sarapan.


“Mih, ikut daddy ke kamar sebentar yuk,” pinta Andre, langsung menggenggam tangan Lina.


“Mah, titip Noah sebentar ya....,” pinta Andre ke mama Rani.


“Iya Ndre,” jawab Mama Rani.


“Ada apa sih Dad, ke kamar lagi. Mami kan pengen jalan-jalan pagi di halaman belakang,” ujar Lina, tapi tetap mengikuti suaminya.


“Sebentar sayang....ya,” balas Andre. Akhirnya mereka berdua masuk ke kamar mereka.


Andre mengeluarkan isi plastiknya.”Sekarang mami ke kamar mandi bawa ini,” Andre menunjukkan beberpa alat tespeck yang baru saja di belinya.


“Ya ampun jadi tadi daddy ke apotek beli tespeck, belinya banyak lagi.....udah kayak mau dagang aja,” ucap Lina sembari membaca kemasan tespeck.


“Buat stock sekalian mih,” jawab enteng Andre.


“Ayuk mih, di coba tes dulu...daddy penasaran,” pinta Andre.


“Dad, kalau hasilnya negatif bagaimana?” jujur Lina juga harap-harap cemas, karena melihat Andre begitu antusiasnya, dan takut akan kecewa jika tidak sesuai harapan.


“Kalau masih negatif, kita bulan madu tiap hari, Mih....” jawab Andre dengan  terkekeh.


“AAAH.......itu emang maunya daddy, semalam juga baru gempur mami,” celuk Lina dengan bibir mencebik, lalu masuk ke kamar mandi.


Sepuluh menit berlalu.......


“Sayang........kok lama amat belum keluar juga,” ucap Andre di depan kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek.....


Lina keluar kamar mandi di wajah sedih, seperti habis menangis. Andre yang melihat wajah Lina langsung mendekapnya, sepetinya hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.


CUP.....CUP....dikecupnya berulang kali pucuk kepala istrinya.


“Sudah sayang, jangan sedih lagi. Nanti kita berusaha lagi, mungkin ini belum saatnya kita di beri kepercayaan,” ucap Andre. Dan Lina semakin tersedu-sedu.


Andre menangkup wajah Lina dengan kedua tangannya “jangan sedih lagi sayang, sekarang mami temanin daddy ke rumah sakit......biar daddy cepat sembuh, tidak mual dan muntah-muntah lagi ya....Mami maukan temanin daddy,” tanya Andre.


“Iya....” sambil manggut manggut.


“Ini .....tespecknya...!” Lina memberikan hasil tespecknya ke tangan Andre.


DEG


Andre bengong melihat hasil testpack istrinya. “Sayang.......sayang kamu positif....    kamu hamil sayang......,” Andre langsung mengendong istrinya dan memutar tubuh mereka berdua.


“Alhamdulillah ya Allah, sekarang ada anak daddy sama mami di sini.......baik-baik ya nak,” Andre mengecup perut istrinya, berkali-kali.


“Makasih sayang......,” Andre melabuhkan bibirnya dengan bibir Lina, menyesapnya dengan lembut.


“Makasih sayang....istriku....hari ini saya bahagia,” ucap Andre setelah melepaskan pagutannya.


“Dad, ke bawah yuk......kasih tahu kabar ke mama sama papa,” pinta Lina.


Wajah Andre dan Lina terlihat bahagia, Andre sudah mulai menunjukkan keposesifannya, saat turun tangga.....Andre benar-benar menyuruh Lina berjalan pelan-pelan, mengingatkan istrinya sedang mengandung.


“Papa, mama, mama Anggi....” sapa Andre, melihat kedua orang tuanya dan mama mertua lagi ngobrol santai dan bermain sama Noah.


Lina langsung mendudukkan bokongnya di sebelah mama Anggi.


“Sayang.......duduknya pelan-pelan...,” tegur Andre yang melihat cara duduk istrinya kurang hati-hati.


“Iya......hubby cerewet,” jawab Lina sambil nyengir.


“Wah roman-romannya-------,” ujar Mama Rani.


Andre tersenyum lebar “Pah, mah, mama Anggi.....Andre mau kasih kabar bahagia. Lina positif hamil,” ucap Andre.


“Alhamdulillah...,” jawab serempak Papa Nugraha, Mama Rani dan Mama Anggi.


“Masya allah, mama turut bahagia nak........mama bakal punya cucu,” ucap mama Anggi sambil memeluk Lina. “Berkat doa mama,” balas Lina memeluk hangat mamanya.


“Selamat ya sayang, di jaga kandungan kamu,” ucap Mama Rani bergantian memeluk Lina.


“Selamat ya Ndre, kamu kembali menjadi seorang daddy. Di jaga baik-baik istri dan calon anak kalian berdua,” ucap Papa Nugraha, sambil menepuk bahu Andre.


“Makasih Pah, insha allah pasti Andre akan menjaganya hati-hati.”

__ADS_1


Lina mengangkat Noah yang sedang merangkak di lantai dan mengendongnya.


“Sayang.....”


“Lina.........”


Kompak Andre, Mama Rani dan Mama Anggi memanggil, membuat Lina terkejut.


“Aduh Nak, kamu jangan gendong Noah dulu, kamu lagi hamil muda nak,” tegur Mama Rani langsung mengambil alih Noah dari gendong Lina.


“Andre, mulai sekarang tolong perhatiin istri kamu.....untuk sementara jangan gendong Noah dulu. Masih riskan buat gendong atau angkat beban berat,” ucap Mama Rani.


“Iya mah, makanya tadi Andre mau kasih tahu. Tapi sudah ke duluan mama.”


“Dengar omongan mama ya.....sayang,” ucap Andre.


“Iya Dad, nanti mami lebih hati hati lagi.”


“Sayang, nanti siang kita ke rumah sakit ya, buat lebih pastikan kondisi kandungan mami,” pinta Andre.


“Iya......hubby....,” Lina langsung merangkul lengan suaminya.


🌹🌹


Rumah Sakit


“Selamat Siang, Dokter Tina.......” sapa Lina yang memasuki ruang praktek dokter bersama Andre.


“Selamat siang juga Bu Lina, Pak Andre.......silahkan duduk,” ujar Dokter Tina.


“Bagaimana sudah satu bulan lebih ya. Sudah ada gejala-gejala?” tanya Dokter Tina.


“Tadi pagi saya sempat cek pakai tespeck, dan hasilnya positif,” Lina menunjukkan hasil tespecknya.


“Untuk lebih memastikan lagi, sebaiknya kita USG dulu, Bu Lina bisa naik ke atas ranjang dulu,” pinta Dokter Tina.


Andre langsung sigap membantu Lina naik ke atas ranjang.


Perawat langsung menaikkan kemeja ke atas, dan memberikan gel ke seluruh perut Lina.


Dokter Tina dengan alat transducernya  di tangan, menggerakkan alat transducer ke perut bagian bawah dan sedikit menekannya.


“Selamat Bu Lina positif hamil, usia kandungannya baru empat minggu. Bu Lina bisa lihat di layar, ini kantung ada dua ya Bu Lina. Insha allah Bu Lina dan Pak Andre akan punya baby kembar,” ucap Lina.


“Sayang........anak kita kembar.....sayang.....,” Andre menangis bahagia. Begitu pun Lina matanya sudah berkaca-kaca, dapat kabar dirinya positif hamil saja sudah bahagia, sekarang dapat kabar hamil baby kembar......tambah lagi kebahagiaannya.


Sungguh kado yang terindah dari Allah, langsung diberikan amanah calon anak dua orang sekaligus. Setelah sempat pesimis karena musibah yang menimpa dirinya, ketika Siska memberikan obat yang bertujuan untuk merusak rahimnya agar mandul. Namun nyatanya hari ini Lina positif hamil.


 Andre mengecup kening Lina dalam dan hangat, bukti cinta mereka berdua sudah berada di rahim istrinya, yang akan mereka jaga penuh kasih sayang sampai waktunya si twin baby launching ke dunia.

__ADS_1


__ADS_2