LINA SANG FINANCE

LINA SANG FINANCE
Mansion Andre


__ADS_3

“Astaga mami, duda baru.....si Bos!”


“Ck....dia lagi.....enggak masuk kriteria gue. Gue pengen punya suami ganteng tapi dari kalangan yang biasa aja. Tidak seperti Bos Kita......weh gue enggak sanggup menghadapi wanita dibelakangnya. Coba loe pikir gue selama ini tidak punya hubungan yang spesial, tapi udah dapat karma dari istrinya !”


“Ah jadi ke ingat novel yang gue baca, satu wanita pergi.....seribu wanita datang," celetuk Lina.


“Ya kali aja mami mau coba pendekatan dengan si Bos!” ujar Mitha.


“Mau pendekatan seperti apalagi Mitha, loe sendirikan lihat dia selalu tidur seranjang sama gue........ngimana gue gak enek. Emang di sangka loe, gue bangga gitu sudah tidur sama bos sendiri. Gue aja jijik sama diri sendiri, apalagi dia udah lihat tubuh gue tanpa baju kemaren!” ujar kesalnya Lina.


“What.........si Bos udah lihat mami......!” mata Mitha rasanya pengen keluar.


Tapi wajar sih Mih, si Bos kan suami Loe haknya melihat tubuh istrinya......duh rasanya pengen bongkar nih rahasia tapi gue takut dipecat si Bos.


“Mitha, kok diam aja!” ditepuknya lengan Mitha.


“Sorry Mih, gue kaget!”


“Tapi mami belum berhubungan intimkan sama si Bos?”


“Ooooh jangan sampai Mitha, diri gue hanya buat suami gue sepenuhnya nanti!”


“Syukurlah kalau begitu.”


Mih.......Bos itu suami loe....


“Permisi Nyonya!”


Pembicaraan mereka terpotong ketika sang pengawal masuk membawa buket bunga mawar.


“Ya Pak......!”


“Ini nyonya ada kiriman bunga, sudah saya cek. Tidak ada barang yang mencurigakan,” ucap Joni.


“Makasih banyak ya Pak,” Lina menerima buket mawar merahnya. Dia memeriksa kartu ucapan yang ada di buket.


...Maafin Daddy tadi pergi tidak pamit! I love you  Mami Lina 💖...


...Andre...


“Iiisssshhh...!” Lina berdesis, diletakkannya buket tersebut di meja.


“Duh cantik banget buketnya!”


“Ambil aja kalau loe mau!”


“Beneran nih mih!” Dibacanya kartu ucapan yang ada di buket tersebut. “Enggak jadi Mih, ini buket buat mami kok!” tergidik yang mengirim adalah Bosnya buat istrinya sendiri.


.


.


Sementara dilain tempat....


 

__ADS_1


Andre, Papa Nugraha, Mama Rani dan Mama Anggi sedang bercengkerama di ruangan yang tampak mewah sekali melebihi mansion Nugraha.


Mama Anggi sampai terperangah melihatnya dari dia mulai menginjak bangunan ini.


“Pah, Mah dan mama Anggi, Andre mengharapkan semuanya bisa turut tinggal di sini. Khususnya Mama Anggi, sekarang sudah menjadi tanggung jawab Andre sebagai menantu mama.”


“Kapan kamu menyiapkan mansion ini, kok Papa dan Mama sampai gak tahu?” tanya Papa Nugraha.


“Sebenarnya Andre membangun rumah ini saat sudah menikah dengan Sita, tapi sampai detik ini Sita belum tahu mansion ini. Dan entah kenapa waktu itu Andre malas mengajak Sita untuk tinggal di sini sampai akhirnya Andre ucapkan talak,” ujar Andre pelan.


“Kamu menyesal tidak mengajak Sita tinggal disini dong?” tanya Mama Rani.


“Andre tidak menyesal Mah. Dan sekarang Andre ingin tinggal di sini dengan Lina dan anak-anak Andre kelak.”


“Buat mama dan papa di sini udaranya juga bagus, mohon dipertimbangkan permintaan Andre.”


“Kalau mama mengikuti papa saja, dimana Papa berada disitulah mama berada.”


“Baiklah sesekali papa dan mama akan turut tinggal di sini, biar di mansion utama, adik-adik kamu saja yang menempati.”


“Terima kasih Pah.”


“Kalau Mama Anggi, bagaimana.....setujukan......kalau perlu Danu ikut tinggal di sini juga?”


Mama Anggi menyeka air matanya, terharu mendengar permintaan menantunya.


“Mama akan mengikuti Lina, jika dia mau tinggal di sini, mama akan mengikutinya.”


“Terima kasih banyak Mah.”


“Baiklah nak,” jawab Papa Nugraha.


.


.


Noah tampak ceria kalau sudah main dengan Lina, tidak henti-hentinya tertawa melihat Lina cemberut.


Andre tiba ke kamar Lina berbarengan dengan Dokter Ridwan bersama perawat.


“Mami.....ada dokter mau periksa!” ujar Andre dingin saat baru tiba.


“Ibu.....saya cek dulu ya!” ucap Dokter Ridwan, pelan-pelan membuka perban di kepalanya dan di gantikan perban yang baru.


Infus yang di tangannya juga dilepaskan.


“Ibu.......tadi bapak minta hari ini untuk bisa pulang agar cepat pulih kalau di rumah. Dan saya minta ibu tetap banyak istirahat, jaga pikiran dan diminum obatnya. Bapak sudah meminta saya akan mengontrol kondisi ibu tiap hari,” ujar Dokter Ridwan.


“Terima kasih Dokter Ridwan,” ujar Lina sambil menatap Andre yang tampak acuh dengannya.


“Faisal, Mitha tolong rapikan barang-barang ibu, kita segera pulang!” perintah Andre.


Tanpa menjawab Faisal dan Mitha segera rapi-rapi. Sedangkan Tini segera ke kamar sebelah untuk merapikan barangnya dan barang Noah.


Lina dan Andre sama-sama tidak berteguran. Andre menatap buket bunga yang dikirimnya, berharap istrinya mengucapkan terima kasih tapi belum dia dengar, malah hanya mendiamkannya.

__ADS_1


Dibantu dengan kursi roda, Lina meninggalkan rumah sakit.


Semoga gue tidak kembali masuk rumah sakit lagi, sudah cukup....batin Lina.


Baru 20 menit perjalanan mereka sampai di sebuah bangunan 2  lantai tapi seperti hotel bintang 5. Mobil yang dinaiki Lina turun seperti di depan lobby.


Tanpa suara Andre menggenggam tangan Lina ketika ia turun. Baru masuk ke bangunan tersebut, mata Lina berdecak kagum, terlihat wah seperti masuk hotel beneran. Mulai dari lantai marmernya, furniture serta struktur bangunannya.


Ditambah lagi di tunjang dengan suasana yang adem seperti di vila. Ruang utama saja sudah seperti lobby hotel. Terlihat orang tua Andre dan Mama Anggi duduk santai.


“Selamat datang sayang, di mansion Andre,” sambut Mama Rani.


“HAH ini mansion Pak Andre, dikiraiin hotel mah!” terkejutnya Lina.


“Bisa aja kamu becandanya!” dicubitnya pipi Lina dengan gemasnya.


“Iiih sakit mah!” senyum Lina.


Andre masih menggenggam tangan Lina “ikut daddy!” perintahnya.


Lina hanya mengikutinya, Andre mengajak Lina berkeliling mansionnya. Terlihat mata Lina berdecak kagum. Apalagi saat lihat bagian swimming pollnya dan dapur bersihnya.


“Ini kamar kita!” Andre menunjukkan kamar yang luasnya lebih dari mansion Nugraha. Isinya lengkap semua.


“Maksudnya kita sekamar!” ujar Lina.


“Suka tidak suka, kita sekamar dan seranjang!” tegas Andre.


“Cihhhh........ingat Pak Andre......saya bukan tempat pelampiasan nafsu Pak Andre. KALAU MAU CARI WANITA LAIN SANA!” celetuk Lina agak meninggi suaranya.


“Tutup mulut mami, atau sekarang daddy lakukan!” tubuh Lina dipeluk eratnya.


“Kita hanya tidur seranjang, tidak lebih. Atau mami yang pengen lebih!” goda Andre.


“Lepaskan!” Lina berusaha mengurai pelukan Andre.


“Cukup Mami hentikan, kepala mami masih sakit!”


“Hiks.....hiks.....!” terasa lagi sakit di kepalanya.


“Daddy kan udah bilang apa!” Lina dibaringkan ke ranjang.


“Minum dulu!” Andre memberikan gelas ke Lina.


“Mami istirahat dulu, daddy keluar dulu,” ujar Andre, dan Lina tidak menjawabnya. Dia berusaha meredakan sakit di kepala dengan mencoba tidur sebentar.


Andre segera ke ruang kerjanya, yang telah di tunggu oleh Faisal dan Mitha.


.


.


bersambung.....


***Terima kasih untuk para readers atas like, vote, komen dan hadiahnya untuk karya receh pertamaku 😘😘.

__ADS_1


ditunggu ya nanti ada give away dari mommy Ghina untuk readers 😘***


__ADS_2