
Sita agak canggung dengan teguran Andre apalagi kondisi di sana ada mertuanya.
“Sayang......please jangan marah dong.......aku minta maaf ya,” rayu manja Sita dimainkannya jari lentiknya ke dada Andre.
“Nyatanya anak kita sembuhkan, dirawat sama baby sister baru,” jawab Sita sambil memandang ke Lina.
Mama Nugraha sudah mulai agak emosi sedari tadi menuduh Lina sebagai baby sister.
“Eeeh ... kamu mbak ... siapa nama kamu?" panggil Sita ke Lina dengan nada merendahkannya.
“Saya Lina,” jawab Lina dengan tegas.
“Lina, panggil aku... Nyonya. Aku mommy Noah, dan istri serta menantu dari keluarga Nugraha!” jawab sombong Sita.
“SITA....cukup Lina.. panggil Sita!” sambung Papa Nugraha.
“Kamu dan Sita seumuran, dan kamu disini bukanlah baby sister Noah. Tapi lebih dari baby sister Noah tapi mami angkatnya Noah,” jawab Andre.
“Sayang.....kok kamu bilang seperti itu, nanti dia tidak akan hormat sama aku sebagai istri kamu,” ucap Sita, Andre memalingkan wajahnya dari Sita.
Geram rasanya pengen rasanya mulut mantuku yang satu ini di ulek ama cabe setan !! Batin Mama Rani.
“Mah, Pah ... saya ke atas dulu ... dede udah mulai mengantuk. Biar sekalian mau tiduri di kamarnya," pamit Lina. Mendengar Lina mau ke atas, Andre langsung mengendong Noah.
“Ya....nak.....met istirahat ya,” ujar Mama Rani.
“Sayang ... mau kemana ... aku belum selesai ngomong?” tanya Sita melihat Andre meninggalkannya di ruang keluarga.
“Sita ... seharusnya kamu mulai berubah lebih memberikan perhatikan anakmu, sebelum kamu menyesal!” tegur Mama Rani.
“Ck...seharusnya Mama bersyukur, menantumu sudah memberikan cucu pertama. Sedangkan jaman sekarang sudah ada baby sittee yang bisa membantu merawat baby!” jawab Sita dengan santai.
“Susah memang kasih tahu sama orang kaya baru, sombongnya gak ketulungan. Yuk Pah........kita istirahat di kamar,” celetuk Mama Rani yang terlihat kesal dengan perangai menantunya.
Berhubung perusahaan masih milik kalian berdua, aku bertahan tidak menghiraukan ucapan kalian. Mas Andre kapan kasih gue saham perusahaannya......! gumam Sita.
.
.
Baby Noah malam ini tidur di kamarnya bersama Tini baby sitternya, berhubung Sita sudah berada di mansion. Lina menjaga hubungan antar ibu dan anak.
Lina menemani Noah sebentar sampai dia tertidur pulas. Andre juga ikut menemaninya.
__ADS_1
“Mbak Tini, saya ke kamar ya. Dede sudah tidur. Nanti kalau ada apa-apa ketuk kamar saya ya,” ujar Lina. Diciumnya pipi Noah yang sudah terlelap.
“Baik Bu,“ jawab Tini.
Lina meninggalkan kamar baby Noah tanpa mengucap sepatah kata atau melihat ke arah Andre. Tapi Andre ikut masuk ke kamar Lina dan menguncinya dari dalam.
Lina membalikkan badannya ketika terdengar suara pintu di kunci. Tampak Andre berdiri sambil bersedekap.
“Pak Andre kenapa di sini? Noah sudah ada di kamarnya sendiri bukan dikamar ini?” tanya Lina.
“Kenapa kalau saya berada di sini, ini mansion saya. Jadi tidak salah kalau berada di mana-mana,” jawab Andre.
“Terserah, tapi saya ingin istirahat. Jadi saya mohon Pak Andre keluar dari kamar ini,” pinta Lina secara baik-baik.
“Sekarang kamu sudah kembali panggil saya PAK ya!” tegur Andre dengan wajah dinginnya.
“Sebaiknya seperti itu biar tidak ada kesalahpahaman dengan istri Pak Andre, lagi pula di sini saya hanya baby sitter!” tegas Lina dengan pandangan yang tajam menantang mata dingin Andre.
“Mmmm....!” Andre tersenyum smirk.
“Silahkan Pak Andre keluar!” pinta Lina sekali lagi, tangannya menunjuk ke arah pintu kamar.
“Saya akan tidur di sini sampai kamu kembali memanggil saya Daddy!” ucap Andre yang mulai membaringkan badannya di ranjang Lina.
“ LINA MAU KEMANA!!” dengan suara meninggi.
“Pak Andre mau tidur di sini kan, jadi sebaiknya saya keluar dari mansion ini!” ketus Lina. Di bukanya kunci pintu kamarnya yang masih menyantel di pintu.
"APA APAAN KAMU.....LINA!" teriak Andre, bangkit dari ranjangnya. Segera menarik lengan Lina dari pintu.
“Kamu tidak bisa keluar dari mansion ini!” geram Andre mulai naik pitam.
“Kenapa........kenapa..... tidak bisa ini bukan rumah saya! Ingat perjanjian sebelumnya....saya berada disini sampai Noah benar-benar sehat. Setelahnya saya akan kembali ke rumah saya sendiri!” ujar Lina penuh emosi.
“Tapi keadaan Noah belum terlalu sehat Lin, dan belum waktunya kamu pergi dari sini!” jawab Andre makin kencang tangannya mencengkram pergelangan tangan Lina.
“LEPASKAN TANGAN SAYA....PAK ANDRE!” teriak Lina yang mulai merasa kesakitan tangannya.
“Tidak akan saya lepaskan, karena kamu berniat keluar dari mansion!”
Mencoba membuka pegangan tangan Andre dengan tangan yang lain, ternyata sia-sia tangan kokohnya semakin mengeratkan cengkeramannya.
__ADS_1
BUGH !!
Dihempaskannya tubuh Lina ke atas ranjang dengan kasar.
“DIAM DAN TIDURLAH, JANGAN COBA UNTUK PERGI!” ujar Andre marah. Cengkraman tangannya masih belum dilepaskan, Andre berbaring di samping Lina.
“Cih......suatu saat saya akan pergi dari sini!” jawab Lina masih menantangnya.
“Oh kamu mulai menantang rupanya!” Andre semakin tersulut emosinya, di tariknya pinggang Lina hingga menempel ke badannya.
“Lepaskan!” Lina berusaha mendorong dada Andre.
Dengan senyuman smirknya Andre semakin mengeratkan rangkulannya.
Tangan Lina masih belum berhenti mendorong dada Andre agar lepas dari pelukannya.
Kayaknya harus dengan cara lain, biar lepas dari bos gila ini......berpikir Lina mencari ide.
Pukulan di dada Andre sudah tak terasa lagi. Yang ada belaian yang Andre rasakan di dadanya.
“Pak Andre...Pak Andre tidak kangen sama istrinya?” suara Lina terdengar lembut, dia memberanikan mendongakkan wajahnya ke arah Andre.
“Tidak rindukah dengan istri Pak Andre yang cantik,” ucap Lina, tangannya mulai membelai leher Andre. Wajah Lina mulai mendekati leher Andre , diciumnya leher Andre hingga meninggalkan tanda.
Rupanya Andre menikmati sentuhan Lina, di eratkan lagi tubuh Lina ke tubuhnya ... seakan meminta lagi. Lina kembali mengecup lehernya ... menjilat dan menghisapnya penuh perasaaan. Pelan-pelan dengan sengaja Lina menaikkan salah satu pahanya ke paha Andre, hingga terasa juniornya sudah berdiri tegak 🤭.
“Lebih enak lagi kalau mainnya dengan istri cantikmu itu yang ada disebelah kamar,” bisik Lina. Mata Andre langsung terbuka ketika sedang menikmati sentuhan Lina.
Di dorongnya tubuh Andre yang mulai lengah, hingga terjatuh ke lantai. Lina bergegas ke kamar mandi dan mengunci pintunya.
“Eergh ... ****...untuk kali ini kamu aman Lin, tapi tidak dengan hari lain!” gumam Andre kesal, melihat Lina telah mempermainkannya.
BRAK!!!
Andre membanting pintu kamar Lina, dia keluar dengan kesalnya tapi terselip senyum tipis mengingat Lina telah menggodanya dengan kecupannya di leher.
Selang beberapa lama Lina melongok dari pintu kamar mandi untuk memastikan kalau Andre sudah tidak ada di kamarnya.
__ADS_1
“Akhirnya keluar juga tuh orang ......dasar bos gila!” gumam Lina, agak tergidik mengingat dia mengoda Andre .......huek!”