
Wajah tampan Andre terlihat cemberut. Bagaimana gak jadi cemberut, setelah temannya Lina dan asisten pribadinya kembali ke hotel. Datanglah kedua mamanya mengantar Noah ke rumah sakit, yang tadi sempat mereka balik ke hotel. Lalu di tinggalkannya Noah dengan mereka berdua.
“Dede..... lihat deh, daddy mukanya cemberut aja dari tadi. Udah kayak jemuran kain yang kehujanan,” ledek Lina.
Oh dede Noah cuma bisa nyengir aja, sambil tangannya sibuk dengan mainannya.
“Mami, jahat kok wajah ganteng daddy dibilang kayak jemuran kain.”
“Lagian dari tadi daddy mukanya cemberut aja, mami kan jadi gak enak lihatnya. Memang daddy kenapa, ada apa. Coba kasih tahu ke mami?”
Andre memandang Noah yang sedang bermain di ranjang dekat istrinya.
“Nanti kalau daddy kasih tahu, pasti mami bakal marah sama daddy.”
“Marah bagaimana dad, persoalannya aja mami gak tahu, masa tiba-tiba marah.”
“Daddy sebenarnya sebal sama mama, pakai nganterin Noah ke sini. Padahal daddy kan mau berduaan sama mami.”
“Ya ampun, jadi gara gara Noah, muka daddy cemberut aja. Sekarang mami tanya, Noah anak siapa?”
“Anak Daddy sama mami," jawab Andre.
“Terus salah gak mama anterin anak kita ke sini! Noah anak kita, tanggung jawab kita sebagai orang tua. Mama dan Papa hanyanorang tua yang membantu kita menjaga anak di saat kita betul-betul tidak bisa menjaganya. Apalagi anak pasti kangen sama daddy dan maminya. Karena anak itu butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Jadi daddy jangan kesal, ya.”
“Tuhkan benar mami marah sama daddy.”
“Daddy duduk sini,” pinta Lina sambil menunjukkan tempat di samping ranjangnya. Andre menuruti permintaan Lina.
“Daddy, mami itu gak marah, hanya kasih tahu aja, mengingatkan daddy. Selama ini daddy tidak terlalu memperhatikan Noah seperti sekarang. Benarkan?”
Andre mengiyakannya dengan menganggukkan kepalanya.
“Sekarang daddy jangan cemberut aja, gak enak dilihatnya. Nanti cepat tua.....ya sayang....my hubby,” goda Lina sambil menyelendot ke bahu suaminya.
“Sayang.......ulang lagi dong kata terakhirnya,” pinta Andre.
“Yang mana Daddy, sayang.....my hubbyku yang ganteng...,” goda Lina.
__ADS_1
Andre menangkup wajah istrinya, dan melabuhkan bibirnya ke bibir istrinya. Lina menyambutnya, ikut melu-mat bibir suaminya, dan menyesapnya.
“Mi...mi...da....da....no.....no!” celoteh Noah melihat adegan Daddy dan Maminya, Noah langsung merangkak naik ke pangkuan Lina.
“mmmmm.......” Lina melepas pagutannya dari bibir suaminya.
“Duh Daddy gak ingat di depan ada anaknya ngelihatin.......duh maaf ya nak.....daddymu gak bisa lihat kondisi.”
“Daddy gak tahan.......sayang. Kalau dekat mami, badan daddy rasanya kayak kesentrum bawaannya.”
“Mulai deh daddy ngombal.”
Cup.......cup........cup......
Andre mengecup pipi Noah yang tembem dengan gemasnya.”Noah main sama daddy dulu ya, kasihan mami dari tadi belum istirahat,” ucap Andre sambil mengangkat Noah dari ranjang.
“Mami istirahat dulu ya, biar Noah main sama daddy dulu.”
“Iya, dad........mami tidur sebentar,” jawabnya. Andre mengecup kening istrinya.
Andre membiarkan Lina untuk tidur sebentar, dan mengajak bermain Noah di sofa. Andre memandang wajah Noah begitu dalam, kali ini Lina menyadarkan dirinya. Akibat dulu Sita tidak memperhatikan Noah sejak lahir, pria itu juga akhirnya mengikuti tidak terlalu dekat. Semuanya baby sitter dan mama Rani yang mengurus Noah. Sedangkan pria itu paling hanya menengoknya sebentar di kamar Noah dan sibuk dalam bekerja, jarang mengajak putra tampannya bermain.
🌹🌹
“Dede........kalau makannya jangan di bejek -bejek dong,” ujar Lina dengan lembutnya sambil menyuapkan makan malam Noah.
“Sayang.....buka mulutnya...aa,” Andre sudah menyodorkan sendok makan ke mulut Lina. Dan wanita itu menerima suapan dari suaminya.
“Maaf ya Daddy, mami jadi enggak ngurusi makan daddy. Malah daddy yang ngurusin mami makan,” ujar Lina sambil mengusap bahu suaminya.
“Sudah tugasnya suami mengurusi istri, apalagi kalau sedang sakit. Daddy dengan senang hati selalu mengurusi mami walau tidak dalam kondisi sakit. Lagi pula tugas istri bukan hanya mengurusi suaminya saja, tapi ada anak juga. Jadi daddy harus pengertian jika waktu mami juga terbagi sama anak." Andre mengulum senyum.
“Ya.......bukannya begitu Dad, karena kebanyakan istri tugasnya mengurusi suaminya, dari mengurusi bajunya, makannya dan segala ***** bengeknya. Nanti kalau enggak ngurusin suami, di bilangnya istri durhaka, istri yang enggak tahu diri. Mami kan enggak mau di cap seperti sama daddy.”
“Sayangku.......daddy nikahin mami bukan buat ngurusin baju, makannya daddy. Mami itu bukan pembantu atau pelayan tugasnya, mami istri daddy, cukup beri kasih sayang, kasih cinta, perhatian, mendampingi daddy dalam keadaan suka dan duka, dan mengurus dan membesarkan anak anak kita bersama. Daddy pun juga begitu, selalu ada untuk mami, mencurahkan segala kasih sayang, perhatian buat istri daddy seorang,” ungkap Andre.
“Duh mami geli dengar kata-kata Daddy, udah kayak cowok-cowok di sinetron aja, yang sedang bujuk istrinya,” Lina tertawa kecil.
__ADS_1
“Ha.....ha.......ha.......ha,” eeeh dede Noah ikutan tertawa.
“Tuhkan Noah aja ketawaiin daddynya.”
“Aah mami, ngeledek daddy........daddy kan lagi ungkapin perasaan, malah di anggap bercanda,” bibir Andre menyebik.
“Cie ....cie ngambek lagi di ceritanya, jangan ngambek dong sayang....my hubbyku yang ganteng kalau,” goda Lina, dan melabuhkan kecupan di pipi Andre.
“Sayang.....satu lagi yang sebelah kiri belum,” pinta Andre sambil menunjukkan pipi yang belum di cium Lina.
CUP.............di kecupnya pipi Andre.
“Udah mami cium, jangan ngambek lagi ya hubby....” goda Lina.
“Daddy mau sering-sering ngambek ah sama mami, biar di cium terus.....,” balas Andre.
“Iiisss daddy, emang maunya......udah dad......itu makannya belum habis....sayang mubazir.....suapin lagi,” dengan manjanya. Andre lantas melanjutkan menyuapi makan untuk Lina dan dirinya. Dengan sesekali saling menggoda.
Keluarga kecil itu membuat suasana kamar rawat terdengar ramai, dengan gelak tawa mereka bertiga.
🌹🌹
Mata Noah sudah mulai mengantuk, berhubung Tini baby sitter tidak ada di rumah sakit. Maka Andre dan Lina bekerja sama untuk mengurusnya, Noah dalam pangkuan Lina mulai ditepuk-tepuk dengan lembut bokongnya, ini jadi kebiasaan Noah kalau mau tidur, sayup-sayup mata Noah mulai terpejamkan.
“Sayang, daddy pindahin Noah ke bed tambahan ya.....,” pinta Andre.
“Kenapa Noah gak tidur di samping mami aja dad?”
“Biar Noah tidurnya legaan Mih, lagian aman, bednya ada penyangganya. Lagian kalau malam, sudah waktunya mami buat daddy,” senyum messum Andre mulai terukir.
“Mmmm.........mulai deh ...!”
Andre langsung memindahkan Noah dari pangkuan Lina, dengan hati -hati membaringkan Noah ke bed tambahan, agar tidak terbangun dari tidurnya.
Lalu pria itu menyusul istrinya, naik ke atas ranjang “ daddy mau menagih janji mami, tadi siang.”
__ADS_1
😁😁😁