
Ruang pertemuan seketika bergemuruh, riuh dengan tepuk tangan dari beberapa peserta raker.
Tangan Lina mulai meremas tangan Andre, ketika mendengar ucapan Papa Nugraha bahwasanya dia sebagai salah satu pemilik perusahaan.
Lina dan Andre bangkit dari duduknya, dan sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda terima kasih. Dan mereka menghampiri Papa Nugraha yang berada di podium, untuk memberikan salam takzim.
“Ini kado pernikahan Papa untukmu Lina, sekarang kamu sudah jadi bagian dari keluarga Nugraha. Kalian berdua sekarang penerus usaha Papa. Jadi jaga baik-baik perusahaan ini.”
“Terima kasih atas kadonya Pah ini terlalu besar buat saya. Semoga saya bisa menjalankan amanat papa, dan mohon bimbingan dari papa,” jawab Lina.
“Pasti Nak, papa dan pastinya suamimu akan selalu membimbingmu,” senyum Papa Nugraha pada anak dan menantunya.
Selepas pernyataan Papa Nugraha, mereka menerima sesi untuk ucapan selamat atas pernikahan CEO dan jabatan baru Lina. Para Direktur, manajer, kepala cabang dan beberapa staff bergantian mengucapkan selamat. Dengan senyum manis Lina dan Andre menerima doa dari karyawannya.
Acara raker untuk sementara berubah scedule, ternyata Andre sudah menyiapkan jamuan mewah untuk karyawannya yang bisa di santap segera. Sedangkan agenda rapat di undur setelah jam makan siang.
“Terima kasih Daddy untuk kejutan pagi ini......!” Dia merasa pagi ini seperti acara resepsi pernikahan sederhana, walau dia tidak memakai gaun pengantin.
“Untukmu sayang.....apa pun Daddy lakukan.”
“Uuuuhh so sweet banget suamiku,” goda Lina.
Andre mencium Lina di depan umum, dengan senang hati Lina menyambutnya.
Dari kejauhan Siska terlihat sinis memandang Lina, rasa tidak sukanya Siska begitu menggebu di hatinya. Dia hadir di hotel karena salah satu panitia raker dari divisi marketing. Sejak Andre semalam mengumumkan pernikahannya, hati Siska terasa panas dan rasa iri ke Lina semakin memuncak.
Awas kamu Lina, tunggu pembalasanku!
“Mami........selamat ya.....gak menyangka sohib gue jadi pemilik perusahaan. Sungguh beruntungnya,” Susi memberikan pelukan hangat untuk Lina.
“Makasih ya Susi, sebenarnya bukan keberuntungan, tapi amanah yang berat. Semoga saya bisa menjalankannya,” jawabnya sambil tersenyum.
“Daddy, bolehkah mami ambil beberapa keputusan?” tanyanya dengan suaminya yang berada di samping.
“Silahkan mami selama keputusan itu di ambil dengan bijaksana dan sudah dipikirkan sebelumnya.”
“Ya Dad.”
__ADS_1
Lina yang masih menggenggam tangan Susi tampak tersenyum “Susi mulai hari ini saya amanahkan kamu sebagai pengganti saya........posisi kamu sekarang sebagai assisten manajer keuangan.”
Sontak Susi merasa terkejut dengan perkataan Lina, dia yang selama 3 tahun ini bekerja di perusahaan Nugraha sebagai staf keuangan, hari ini dia naik jabatan.
“Masya allah........benarkah Mih, sekarang gue naik jabatan?
“Iya Susi, beneran lagi pula kinerja kamu selama ini bagus. Lagi pula gak mungkin Mitha menggantikan posisi saya, dia sudah jadi asisten wakil CEO.” Lina mengedipkan salah satu matanya ke Mitha.
“Hiks.........hiksss.......ya Allah, makasih banyak Mami,” dipeluknya Lina kembali.
“Mami Lina.......!” muncullah Fani dan teman teman satu divisinya untuk memberikan selamat kepada Andre dan Lina.
Lina memeluk teman temannya satu persatu.
“Jangan lupa sama kami ya Mih, dan sering sering main ke ruangan,” ujar Fani.
“Masa lupa sih sama teman-temanku, lagi pula saya tetap sering ke ruangan finance. Buat cek satu persatu kerjaannya,” jawab Lina sambil terkekeh.
“Aasiap Bu Bos!” jawab mereka serempak.
Tidak terlalu banyak makan waktu, Andre dan Lina sudah selesai menerima ucapan selamat dari para karyawannya. Walau tidak semuanya terlihat ikut berbahagia dengan kabar baik tersebut.
“Daddy tidak mau ikutan makan dan beramah tamah di sini aja, bareng sama yang lain?”
“Daddy mau makan siang di kamar aja berdua sama mami,” bisik Andre sambil meremas pinggang istrinya.
“Tapi mami ngurus Noah dulu ya Dad?” tawar Lina.
“Noah ada baby sitternya mami gak usah khawatir......please kali ini kasih waktu mami buat daddy dulu!”
“Mmmm........ya udah kita ke kamar sekarang.” Lina menuruti kemauan suaminya.
Dengan senang hati Andre menggenggam tangan Lina, dan jalan beriringan menuju kamar mereka.
Ceklek
Pintu kamar suite president telah dibuka Andre. Wangi harum begitu menguar saat Lina masuk ke dalam.
“Dad......” Lina tak sanggup berkata, setelah kedua netranya melihat berbagai bunga menghiasi kamar mereka. Meja makan telah di dekor dengan cantiknya, penuh dengan bunga.
__ADS_1
“Untukmu sayang, istriku tercinta.......maminya Noah!” bisik Andre, dengan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Mata Lina berbinar binar, mendapat kejutan dari suaminya. Baru pertama kalinya menerima hal yang romantis dari seorang pria. Dan kali ini dia dapatkan dari suaminya.
“Dad.......,” Lina membalikkan tubuhnya, agar bisa menatap wajah Andre. Kedua tangannya mulai merangkul leher Andre.
“Terima kasih Daddy atas kejutannya, Daddy berhasil membuatku bahagia hari ini.”
“Apa pun Daddy lakukan untuk melihatmu selalu bahagia.”
Mereka berdua saling bertatap, Andre meraih tengkuk istrinya, lalu melabuhkan bibirnya ke bibir istrinya. Disentuhnya dengan lembut bibir Lina, di sesapnya penuh cinta dan hasrat. Lina menerima sentuhan suaminya, mengikuti gairah Andre.
Melu-matnya tanpa ada rasa ingin berhenti, saling berbagi saliva.
Masih saling berpagutan Andre mengendong istrinya ala baby koala dan membawanya ke sofa ruang tamu.
Dilepasnya sepatu high heels istrinya dengan salah satu tangannya. Andre masih memagut bibir istri yang sudah mulai bergairah.
“Aahhh.........,” de-sahan indah keluar dari bibir Lina, dirinya seperti merasakan sensasi yang aneh.
Andre melepas pagutannya, untuk mengambil oksigen sebanyak banyaknya. Lina sepertinya kewalahan menerima pagutan dari Andre, terlihat napasnya naik turun.
“Istri daddy......udah pintar balas ciumannya,” goda Andre. Wajah Lina mulai memerah merona.
“Kan Daddy yang ngajari mami,” ujar malunya.
“Aaah....makin cantik kalau wajah mami merah begini.” Andre kembali menciumnya.
Tangan Andre mulai bergerilya di tubuh Lina, masih memangutnya.....diremasnya buah persik istrinya untuk pertama kali. Dan Lina membiarkannya.
“Iisshhhh......,”desisnya merasakan buah persiknya di sentuh oleh tangan besar suaminya, sentuhan pertama kali dari seorang pria.
Semakin mendengar suara desis Lina, Andre melepas pagutannya dan menelusuri daun telinga Lina, di rangsangnya dengan kecupan, lu-matan di daun telinganya serta gigitan kecil. Tanpa menghentikan tangannya yang masih meremas buah persik Lina.
“Dad..........aah,” Lina menggigit bibir bawahnya merasakan sensasi yang tak terbendung lagi di dalam dirinya.
“Sayang......daddy boleh minta......,” pinta Andre dengan tatapannya sudah berkabut gairah. Lina hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Masih dalam pangkuan Andre, tangannya mulai membuka beberapa kancing dress kerja Lina. Terlihatlah sih buah persik menyembul dari bra berwarna hitam. “Ooh......sayang ini indah sekali,” puji Andre. Buah persik punya istrinya masih kencang dan padat, serta ukurannya pas di tangan Andre.
__ADS_1
Wajah Lina menahan malu, ketika suaminya melihat kedua assetnya, tapi mau bagaimana lagi sudah jadi hak suaminya.