
Kedua mata Lina terasa berat sekali untuk di buka seperti ada lem, tapi ingin ia buka karena suara tangisan yang ia dengar yang semakin dekat di telinganya.
Suasana di ruang ICU seperti hari biasanya, tidak bosannya Andre membawa Noah ke dalam ruang ICU, walau berakhir dengan tangisan Noah yang menggelegar di ruang ICU.
Bola-bola mata Lina mulai bergerak walau matanya masih terpejam. Andre melihatnya dan segera memanggil dokter.
Pelan-pelan mata Lina terbuka.
“Ya Allah, sayang.......kamu sudah bangun !” Andre menangis bahagia melihat mata Lina sudah terbuka, pas sekali Andre sedang mengecup kening istrinya.
“Mah......Lina sudah membuka matanya!” teriak Andre.
“Alhamdulillah ya Allah, anak saya sudah sadar!” ucap syukur Mama Anggi berpelukan dengan Mama Rani.
Dokter segera mengecek bagian vital Lina, masker oksigen sudah di gantikan dengan selang oksigen.
“Mah........!” suara Lina pelan memanggil.
“Ya sayang......ini mama."
Di kecupnya kedua pipi Lina tanda syukur anaknya sudah sadar.
“Alhamdulillah bu Lina sudah lewat masa kritisnya, saya akan menunggu beberapa saat, baru melepas semua alatnya Pak Andre.” ujar Dokter Bayu.
“Terima kasih Dokter!” ucap Andre penuh rasa bahagia akhirnya Lina bangun dari komanya.
Noah di berikan ke mama Rani, agar dia leluasa mendekati istrinya.
“Sayang.......mami Noah,” sapa Andre penuh kelembutan.
CUP..........CUP.........CUP
Seluruh wajah Lina habis di kecup Andre, tak habis-habisnya. Mata Lina yang baru terbuka, seketika melotot melihat tingkah laku Bosnya.
Terima kasih ya Allah, istriku sudah sadar dari komanya.....
“Kangen sama mami ......!” bisik Andre.
NO RESPON dari Lina.
.
.
Sejam kemudian, beberapa alat yang menempel di badan Lina sudah di lepas. Dan bersiap-siap untuk pindah kamar. Andre tampak sibuk mengurus Lina, apalagi saat akan pindah kamar. Dia sendiri yang mengangkat Lina ke brankar karena tidak mau pria lain yang menyentuh istrinya. YA dia suaminya sekarang.
Mereka sudah berada di kamar rawat inap, tetap dengan penjagaan ketat di luar. Mama Rani, Mama Anggi duduk di tepi ranjang Lina....menemaninya.
Kalau Andre jangan di tanya, sudah duduk di ranjang di samping Lina berbaring. Tangannya sibuk memijat kepala Lina, yang mengeluh sedikit pusing.
Mama Anggi terharu melihat sikap mantunya yang baru beberapa hari resmi, terlihat dari matanya kalau sangat mencintai anaknya. Sesungguhnya mama Anggi sudah melihat tatapan mata itu saat pertama kali Andre mengantar Lina ke rumah, namun dugaan tersebut ditepisnya.
Wajah bahagia terpancar dari wajah Andre, melihat Lina tertidur dalam pelukannya setelah dipijat kepalanya olehnya.
Mama Rani, Mama Anggi serta Tini secara otomatis meninggalkan mereka berdua dikamar, melihat Andre yang menguasai Lina.
__ADS_1
Tidak ada kebahagiaan yang hakiki saat ini buat Andre, selain bisa kembali memeluk tubuh mungil Lina dengan nyaman. Andre memberanikan mengecup bibir Lina.......
“Manis.......!” ucapnya pelan, kembali lagi menciumnya walau tidak ada perlawanan dari Lina. Terlihat Lina tertidur pulas, Andre ikut tertidur juga.
.
.
Apa yang telah kulalui beberapa hari ini, kenapa Bos semakin perhatian padaku. Jelas semua ini salah !!!
Lina mendongakkan wajahnya ke wajah Andre yang sedang terlelap tidur dalam keadaan memeluk dirinya. Disentuhnya rahang Andre dengan jari lentiknya, di telusurinya ke bagian alis, mata, hidung.......terakhir ke bibir Andre.
Pak Bos memang sangat tampan, tapi kenapa jantung saya tidak berdebar-debar dekat dengannya. Rasanya biasa aja !!!
Lina berusaha melepaskan rangkulan Andre, tapi tangan Andre kembali mengeratkan rangkulannya.
“Pak Andre...........punggung saya sakit!” ujar Lina yang tahu kalau Andre sudah terbangun.
“Oooh......maaf mih.....sakit ya punggungnya !” Andre melepaskan rangkulannya dan mengecek punggung Lina.
“Masih sakitkah ?..........daddy panggilkan dokter ya!”
“Nggak usah Pak, nanti kalau semakin sakit.....baru panggil !”
“Daddy ambilin minum ya.....?”
Lina hanya menganggukkan kepalanya.
.
.
Ceklek.
“Sore Pak Bos,” sapa Faisal. Datang berkunjung bersama Mitha, Susi dan Fani setelah dapat kabar kalau Lina sudah siuman.
“Sorry Pak Bos kalau mengganggu !” ucap Faisal yang melihat Bosnya sedang berduaan dengan istri barunya.
“Mmmm........!” gumam Andre sembari memberikan minum ke Lina.
“Mitha, Susi, Fani...........kangen!” ujar Lina pelan, mengulurkan tangannya ke mereka, dan mereka pun menyambutnya.
“Jangan kenceng kenceng pelukannya, mami masih sakit punggungnya!” tegur Andre dingin.
“Siap Pak Bos!” jawab serempak mereka bertiga.
“Cepat sembuh ya Mami, jangan buat kita ketakutan lagi kayak kemarin!” ujar Mitha.
“Iya mih, kita deg-deg an........sedih lihat mami waktu di ruang ICU!” sambung Susi matanya berkaca-kaca.
“Kita takut kehilangan loe Mami, siapa lagi yang bakal mengomeli kita di kantor!!” sambung Fani.
“Ya Allah.........makasih atas doanya semua. Semoga saya cepat sehat!”
Mereka berempat berpelukan secara bergantian.
__ADS_1
“Fani.....sini katanya mau yang ada dilaporkan ke Pak Andre!” ucap Faisal.
“Eeeh......iya Pak Faisal!” Fani menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Be---gini Pak Andre...........!” sepertinya Fani agak gugup buat bicara. Secara dia salah satu pengagum Andre, jadi kalau ditatap sama cowok ganteng itu rasanya berdebar-debar.
Andre masih menunggu Fani berbicara sambil bersedekap.
“Begini Pak Andre, tadi pagi Nyonya Sita istri Bapak ke bagian finance bertemu saya selaku kasir. Nyonya mengambil uang tunai 200 juta atas perintah Bapak, awal saya tidak memberinya karena tidak ada memo dari Pak Andre atau paling tidak ada acc dari manajer keuangan. Saya di ancam akan dipecat jika tidak memberikan uangnya.” akhirnya lancar jaya Fani bicara.
“Kurang ajar ......!!!! “ kesal Andre dengan kebohongan Sita mengatas namakan dia pribadi.
“Ma---aafkan saya Pak Andre, jika saya salah. Mohon jangan pecat saya !” Fani menundukkan kepalanya karena ketakutan melihat kemarahan Andre.
“Lain kali jangan pernah mengeluarkan uang tanpa prosedur yang berlaku atau tunggu persetujuan saya kalau dalam jumlah besar. Ini pelajaran buat kamu!”
“Baik Pak, tapi saya tidak di pecatkan?"
“Tidak!”
“Terima kasih banyak Pak Andre,” lega perasaan Fani.
Sungguh sudah keterlaluan Sita seenaknya mengambil uang di perusahaan......batin Andre.
“Faisal, ada hasil terbaru tidak?"
“Sedang dalam pengerjaan Pak Bos!”
“Jangan lama-lama, atau kamu saya pecat.......mau !”
“Jangan dong Pak Bos, lagi pula sedang di usahakan cepat selesai!”
“Pak Andre........kenapa marah-marah !” sahut Lina.
“Daddy nggak marah-marah kok sayang..... !” Andre melangkah cepat ke ranjang Lina.
“Jangan marah-marah........nanti cepat tua!” ejek Lina terkekeh kecil.
“Siapa yang udah tua, daddy masih muda kok!” ujar Andre gemas. Di kecupnya kening Lina.
Aduh meronta-ronta karyawan Andre melihat sikap Bosnya yang tiba-tiba lemah lembut ke istrinya. Ya mereka semua hadir ke pernikahan dadakan Bosnya sendiri. Tetap rahasia....
“Pak Andre, yang sopan dikit dong. Main cium kening aja!” kesal Lina.
“Nggak bisa kalau daddy nggak cium mami !” ucap Andre santai.
“Issss..........makanya pulang sana......minta sama istrinya dirumah !” ejek Lina.
Tanpa ba...bi....bu, Andre menangkup wajah Lina dan memberi kecupan ke seluruh wajahnya kecuali bibir takut si junior bangun 😋.
“PAK ANDRE...... !!!” pekik Lina setelah menerima kecupan.
.
.
__ADS_1
bersambung