
Kakak Readersku semua terima kasih atas supportnya buat karya novel pertamaku, tanpa Kakak Readers mungkin novel ini tidak ada yang baca. Terima kasih buat like, ❤, vote, hadiah, rate serta komennya jadi buat saya semangat menulis.
Khusus hari ini saya up 1 bab lagi, semoga menghibur ya.
Love You Sekebon 😘😘😘😘
****
Hati Andre deg-degan khawatir kalau Lina tiba-tiba pingsan atau sakit.
“Susi....coba kamu telepon Mitha, ada di mana sekarang!”
“Baik Pak,” Susi langsung menghubungi Mitha.
“Hpnya diloudspeaker!” perintah Andre.
Susi “Assalamualaikum Mitha.”
Mitha “Walaikumsalam Susi.”
Susi “Mitha, hari ini ke kantor gak?”
Mitha “Kayaknya hari ini gak ke kantor, memangnya ada apa?”
Susi “Gak kenapa-napa sih, sekarang loe ada dimana?”
Mitha “ Lagi di rumah sakit nih Susi.”
Susi “Loe lagi sakit Mit?”
Susi sambil melirik Bosnya, yang wajahnya mulai berubah, terlihat cemas.
Mitha “Bukan gue yang sakit, tapi Mami kecelakaan Sus!”
Jantung Andre makin berdegup kencang, langsung meraih handphone Susi.
Andre “Mitha, mami di rawat di rumah sakit mana? Cepat kasih tahu sekarang!”
Sebegitu paniknya Andre mendapat kabar istrinya mengalami kecelakaan.
Mitha “Anu........Pak.”
JLEB.... handphone Susi tiba-tiba mati.
“Cepat hubungi Mitha lagi Susi!” wajah Andre tampak panik.
Susi mencharger hpnya “maaf Pak Andre, hp saya baterainya drop. Nanti saya coba hubungi lagi.”
Dengan wajah kesalnya Andre keluar dari ruang Finance.
“Emang enak dikerjaiin, makanya jangan coba-coba sama mami Lina. Panik........panik tuh cari mami Lina!” gumam Susi sambil tertawa kecil.
Ternyata hal yang di duga antara Mitha dan Susi kejadian juga, setelah tadi pagi Susi menghubungi Mitha, gara-gara Andre mencari Lina.
“Faisal cepat hubungi Mitha sekarang, tanya di mana Lina dirawat?” perintah Andre saat tiba tiba masuk ke ruangan Faisal dengan wajah cemasnya.
Dengan tenangnya Faisal menelepon Mitha di hadapan Bosnya “Maaf Pak Bos.....Mitha tidak bisa dihubungi, hp Mitha tidak aktif.”
“Siaalan.....!” gerutu Andre, sambil meraup wajahnya sendiri.
“Cek semua rumah sakit sekarang juga!”
“Baik Pak Bos!”
Andre kembali ke ruangannya, mencoba kembali menghubungi Lina. Selama di ruangan Andre mondar mandir tak menentu, menunggu kabar dari Faisal.
__ADS_1
“Huft..........!” Andre menghela napas dan melangkah cepat keluar meninggalkan pekerjaannya, rasa sabarnya sepertinya sedang tidak berpihak dihatinya.
Pria tampan segera masuk ke mobilnya, saat mobilnya tiba di depan lobby. “Cepat ke rumah sakit permata!” ujar Andre pada sopirnya.
Tidak butuh lama, mobil yang ditumpangi Andre sampai di depan lobby rumah sakit, Andre bergegas ke ruang administrasi. Namun nihil hasilnya tidak ada pasien atas nama istrinya.
“Antar saya ke rumah sakit papa!” pinta Andre.
“Bagaimana Faisal, sudah ada kabar terbaru?” tanya Andre lewat sambungan handphonenya.
“Kami sudah mengecek di semua rumah sakit daerah Jakarta, tapi tidak ada nama pasien Lina Anggraini!” ujar Faisal.
“Coba kamu cek di wilayah perbatasan Jakarta, jangan sampai terlewati!”
“Baik Pak Bos, sekarang Pak Bos lagi dimana?”
“Saya mau mengecek di rumah sakit papa.”
“OK Pak Bos, semoga Lina ada di sana.”
Andre memutuskan teleponnya.
“Mau dicari ke mana pun, Lina tidak ada di rumah sakit” ujar Faisal sambil tersenyum devil.
.
.
Dilain tempat..........
Baby shark......do......do......do
Mami shark......do......do......do
Daddy shark ....do.....do.......do
Mama Rani dan Mama Anggi terlihat sibuk di dapur apartemen yang ditempati Lina sekarang.
“Lin......kapan kamu siap ke kantor?” tanya Papa Nugraha.
“Mungkin 1 atau 2 hari lagi Pah, saya akan kembali kerja.”
“Kamu tidak marahkan dengan Andre, setelah melihat dia dengan Dina?”
“Saya tidak marah dengan Pak Andre. Bukan hak saya juga untuk marah, karena saya tidak memiliki hubungan dengan Pak Andre.”
Andai kau tahu yang sebenarnya nak....
Papa Nugraha terlihat diam dapat jawaban telak dari Lina. “Sudah Pah, jangan di pikirkan lagi, namanya laki-laki pasti suka tergoda, apalagi dengan wanita-wanita cantik,” ucap Lina tenang.
“Yaaaa.......tergantung lakinya juga. Kalau pria tersebut benar-benar cinta dengan pasangannya, pasti akan menjaga kesetiaannya!” nadanya terdengar kecewa atas tindakan Andre.
“Papa, harap sementara waktu kamu dan Mitha tinggal di apartemen ini. Mama juga sudah menyediakan beberapa pelayan disini, biar kamu tidak terlalu capek.”
“Makasih banyak Pah, sebenarnya saya tidak enak telah merepotkan Papa.”
“Tidak merepotkan Lin, ini sudah sewajarnya Mama dan Papa membantu kamu. Untung kamu kasih kabar ke Papa, jadi tahu keberadaan kamu,” sambung Mama Rani yang baru datang dari dapur.
“Yuk Pah, Lin......mama sudah siapkan makan malam,” ajak Mama Rani.
“OK Mah.....!”jawab Lina sambil mengendong Noah menuju meja makan.
Di sinilah mereka sekarang, Mama Rani, Papa Nugraha, Mama Rani, Lina, Mitha, Tini dan Noah. Menikmati makan malam bersama tanpa kehadiran Andre.
Ya Allah terima kasih telah dipertemukan dengan keluarga Bos yang baik hati, semoga menjadi berkah buat Mama Rani dan Papa Nugraha......
__ADS_1
Terbalut senyum dihati Lina, ditambah sekarang sudah memiliki anak angkat yang sangat disayanginya.
Dilain tempat, Andre frustrasi tidak menemukan Lina di rumah sakit milik papanya, sampai ia memeriksa langsung ke kamar yang pernah di tempati Lina.
“Ke mana kamu berada Lina!!” pekik Andre.
Dengan langkah tergontai-gontai, Andre keluar dari rumah sakit.
“Pak.......kembali ke mansion saya!” pinta Andre ke sopirnya. Dan mobilnya melesat ke mansion Andre.
.
.
Kok mansion sepi sekali....batin Andre. Dia tiba dengan rasa lelahnya di mansionnya, dilihat jam ditangan menunjukkan jam 8 malam, tapi sudah terasa sunyi.
“Tuan Andre tadi Nyonya Rani titip pesan kalau mereka hari ini menginap di mansion utama,” ujar Pak Jaka kepala pelayan mansion Andre.
“ Semuanya... termasuk anak saya?” tanya dengan nada lelahnya.
“Iya Tuan.”
“Makan malam sudah siap, kalau Tuan mau langsung makan!”
Andre melepas jasnya, diberikannya kepada Pak Jaka. Dengan langkah agak malas, dia menuju ruang makan.
Terasa sepi, dia memandang bangku di sampingnya.....tempat biasa Lina duduk, mengambilkan nasi buatnya dan mengurusnya.
Baru beberapa hari merasakan bahagia bisa makan bersama dengan keluarganya, sekarang dia sendiri.
Dipaksanya dirinya untuk makan walau beberapa suap, agar ada tenaga untuk mencari keberadaan istrinya.
Selesai makan, dia segera ke kamarnya. Faisal, Mitha sudah beberapa kali dihubungi, tapi handphone mereka berdua tidak aktif. Membuat Andre geram “pada ke mana semua orang ini!”
Andre mencoba menghubungi Papanya tapi nihil handphonenya tidak aktif. Andre menjambak rambutnya sendiri, frustrasi tidak ada satupun yang bisa dihubunginya.
“MAMI LINA.....!” teriak Andre di kamarnya, frustasi masih belum menemukan istrinya.
Lina tiba-tiba memegang telinga kanannya kok berasa kayak ada yang manggil ya! Jangan-jangan penghuni apartement.......bulu kuduk Lina tiba-tiba merinding.
Dia kembali tidur sambil memeluk baby Noah yang sudah tertidur pulas
Setidak sukanya dengan daddy Noah, tetap Lina sayang dengan buah hati Andre, kasih sayang tanpa syarat tanpa imbalan apapun.
.
.
“Selamat pagi anak ganteng mami!” dikecup gemasnya kedua pipi si embul Noah yang sudah semakin berisi.
“Pagi ini kamu mau ke kantor Lin?” tanya Papa Nugraha yang turut menginap di apartement mewah miliknya.
“Kayaknya besok aja deh Pah, ke kantornya, saya mau puas-puasin main sama Noah hari ini. Biar Mitha aja yang ke kantor hari ini.”
“Ya terserah kamu kalau begitu,” ucap Papa Nugraha.
“Mama Rani, hari ini kita ke mall yuk. Nih baju Noah udah banyak yang sempit?” ujar Lina, sambil menunjukkan baju Noah.
“Wah kalau jalan-jalan ke mall, mama suka sekali. Jeng Anggi ikut juga ya.....sekalian kita cuci mata!”
“Saya ngikut aja, kemana Lina mau pergi.... !” jawab Mama Anggi.
Sambil berbincang santai, mereka bersama menikmati sarapan bersama di apartement.
.
__ADS_1
.
bersambung