LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
AKHIRNYAAA.....


__ADS_3

"Pagi Nay."sapa Jim ramah."mau pesan apa pagi ini?"tanya Jim.


"Sepertinya Antony tidak disini.kemana dia?"tanya Nayla.


"Pak Antony pergi keluar kota dua hari lalu,dan akan kembali lusa."jawab Jim tersenyum lebar.


"Kau terlihat senang Jim?"tanya Nayla menyipitkan mata."Apa yang akan terjadi jika Antony tau kau seperti ini?"goda Nayla menopang dagunya menatap Jim.


"Jangan gitu dong Nay."kata jim memelas.


"Buatkan aku seperti biasa saja.aku sedang tak ingin merubah menu pagiku."kata Nayla.


"Oke.akan segera kusiapkan."kata Jim mengedipkan mata lalu pergi dengan cepat.


Sementara itu,Nayla masih tak menyadari keberadaan Rory.


Rory yang mendengar pesanan milik Nayla memutuskan untuk memesan yang sama tanpa tau apa yang dipesan Nayla.


"Bisakah saya memesan menu yang sama dengan nona yang berada dibelakang saya?"tanya Rory berbisik kepada pelayan.


"tentu.tapi apakah anda yakin?"tanya pelayan itu memastikan.


'Sangat yakin."jawab Rory.


Dengan alasan flu,tak satupun dari mereka melepas masker mereka ketika menyebutkan pesanan masing masing, agar pelayan tidak curiga,mereka merubah sedikit suara mereka agar terdengar sedikit serak.Pelayan itupun mengangguk mengerti dan pergi setelah mereka semua selesai memesan.Tak berselang lama Jim datang membawa pesanan Nayla dan meletakkan di samping laptop yang dia bawa dan pergi tanpa mengatakan apa apa tidak ingin menganggu Nayla.Beberapa saat kemudian pesanan merekapun datang.Setelah pesanan mereka berada didepan mereka,semua mata tertuju pada pesanan Rory dan menatap Rory heran.


"Kau memesan itu?sungguh tidak seperti biasanya."kata Thomas heran sembari membuka maskernya yang diikuti oleh yang lain.


"terlihat sangat jelas pikiranmu sedang tidak berada disini.Apa gadis yang berada dibelakangmu itu penyebabnya?"tanya Kevin dengan suara pelan namun tajam.


Tanpa aba aba,mereka mengalihkan pandangan kearah Nayla yang sedang fokus dengan laptopnya.


"hey,,bukankah dia wanita yang pernah bertemu kita di ruangan pak Darwin beberapa hari lalu?"tanya Ethan pelan.


"Rory dengan cepat menutup mulut Ethan.


"Apa apaan sih."sungut Ethan melepaskan tangan Rory.


"Ohoo..jadi itu penyebabnya."goda Thomas tersenyum jahil.


"Diam.."kata Rory dengan wajah memerah menyebabkan yang lain kembali mengoda Rory.


"Makan saja makanan kalian,dan kita segera pergi dari sini"kata Rory mulai menyeruput kopinya.


"Uhukk..."Rory tersedak saat kopi itu masuk kedalam mulutnya."kopi apa ini?kenapa pahit sekali?jelas jelas tampilannya seperti White flat."bisik hatinya menatap kopi ditangannya.


"Entah kamu itu sedang nervous atau sedang senang karena meihatnya"sindir Nathan.


"Berisik..."gerutu Rory.


Mereka menertawakan tingkah Rory dan terus mengoda Rory.


"Temui saja dia jika kau mau.mudah bukan?"tanya Kevin datar


"Entahlah.."jawab Rory ragu.


"Takut kalau sudah ada kekassih dalam hidupnya?"tanya Thomas dengan seringai.


"Aku bahkan tak terfikirkan itu,tapi bagaimana jika iya?"tanya Rory lesu.


"Kau akan tau jika menanyakan langsung padanya."kata Thomas mengangkat bahu."Kau benar benar menyukainya"tanya Thomas.


Rory mengangguk.


Mereka berbicara dengan suara berbisik sambil sesekali mangalihkan pandangan pada Nayla yang terlihat tidak terganggu oleh kegiatan mereka.


"Hey,,kalian duduklah dengan benar dan habiskan makannanya,"kata Kevin dengan sedikit keras menyebabkan sesaat Nayla melihat mereka dari balik bahunya,namun kembali lagi pada laptopnya tanpa memperdulikan mereka.


"iya iya"jawab Nathan cemberut.


"Galak amat"timpal Ethan.


Sementara Thomas tertawa lepas dan Rory hanya diam merenung.Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi bib ponsel,dan tak butuh waktu lama untuk menyadari ponsel yang berbunyi adalah milik Nayla karena berbunyi beberapa kali.Mereka serentak mengalihkan pandangan pada Nayla yang mengabaikan pesan masuk di ponselnya.


"Dia unik juga,pesan masuk seperti kereta dan masih bisa mengabaikannya,"Thomas bergumam pelan.Seolah menjawab gumaman Thomas,ponsel Nayla berbunyi lagi,mereka masih memperhatikan Nayla tanpa dia sadari.


Tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya,Nayla mendekatkan ponselnya dan menjawab panggilan telepon dengan nama Lucie di layar ponselnya.


"Ada apa Lucie."tanya Nayla tetap fokus pada laptopnya.


"Keterlaluan banget sih,aku mengirim pesan ngak dibalas."gerutu Lucie.


"Alih alih membalas pesanmu,kenapa kau tak menemuiku saja langsung?"Tanya Nayla tenang.


"Aku harus mengerjakan sesuatu,dan berakhir dengan menunggu."keluh Lucie.


"Jadi,kau menghubungiku karena bosan?"tanya Nayla.


"Coba deh kamu buka pesan yang aku kirim,aku mengirim lagu bagus,coba kamu dengar dulu dan apa pendapatmu,sekarang."kata Lucie cepat dan memutus panggilan.

__ADS_1


"Aku sedang....heyy..iishh"kata Nayla meghela nafas panjang setelah Lucie dengan seenaknya mematikan telepon.Nayla pun memutuskan untuk membuka pesan dari Lucie dengan satu tangannya dan membuka rekaman yang dikirim Lucie.setelah rekaman dari Lucie terbuka,Nayla kembali lagi pada laptopnya.


"Dengerin deh,,lagu ini bagus lho.."Pada awalnya suara Lucie terdengar,namun beberapa detik kemudian mengalun sebuah lagu indah diriringi suara alat musik selaras yang berhasil membuat Nayla mengalihkan perhatiannya dari laptop dan mendengarkan lagu itu dengan lebih baik menunda pekerjaannya sesaat.Tak lama kemudian Nayla beralih ke laptopnya lagi tanpa mematikan ponselnya.


"Bukankah itu lagu kita?"tanya Ethan berbisik,Rory hanya mengangguk pelan.


"Kurasa begitu."jawab Thomas yang mendengar samar samar.


Ponsel Nayla berbunyi lagi setelah lagu itu berakhir.


"Apa?"tanya Nayla datar setelah mendekatkan ponsel ditellinga dengan tangan kirinya sementara tangan kanan tak lepas dari laptop.


"Gimana lagunya?"tanya Lucie semangat.


Nayla menghembuskan nafas dengan keras.Sementara Rory mencuri dengar pembicaraan Nayla.


"Bagus."jawab Nayla singkat.


"Udah..begitu aja?"tanya Lucie tak percaya.


"Lalu?"tanya Nayla.


"Itu kan lagu FM yang terbaru."jawab Lucie


"FM?apa itu?"tanya Nayla


"Kamu ngak tau?"tanya Lucie heran.


"Aku tak perlu menanyakan hal yang sudah kuketahui bukan?"jawab Nayla balik bertanya.


"Merekakan sedang menjadi trending topik saat ini.seorang bintang baru.memiliki banyak pengemar bahkan beberapa kali mengadakan konser dan menciptakan banyak lagu baru."jawab Lucie semangat.


"Dan aku salah satu dari mereka yang tidak mengetahui tentang bintang ini."jawab Nayla santai.


"Haha sangat lucu"jawab Lucie dengan suara mulai kelsal."Jadi pendapatmu hanya itu?"tanyanya lagi.


"Hemmmm...lagunya bagus,suaranya terbilang enak untuk didengarkan..


Nayla berkata sambil mengingat ingat lagu yang baru dia dengar bersamaan dengan Rory dan teman temannya memasang telinga mereka ingin tau pendapat Nayla tentang lagu mereka.


"...Ada lima suara yang berbeda,sangat jelas ini terdiri dari 5 orang..awalnya aku pikir empat,tapi ada dua suara yang terdengar serupa tapi tak sama dimana tipe suara mereka berbeda.contoh kecilnya nafas panjang dan pendek tapi kombinasi yang sangat pas.Ada satu suara yang paling dominan,dia yang menyanyikan lirik kedua.Apa sudah cukup?"tanya Nayla lagi.


"Itu suara Ace.Aku tak percaya kau belum melihat video mereka"kata Lucie.


"Memang tidak"jawab Nayla.


"Lalu bagaimana kamu bisa menjabarkan semuanya dengan tepat?"tanya Lucie tak percaya.


"Tidak mungkin."bantah Lucie.


"Selalu ada kata mungkin untuk sesuatu Lucie."jawab Nayla.


"Ya ya..kau dan filosofimu.tapi kau benar benar tak pernah melihat video lagu mereka?"tanya Lucie lagi.


"Tidak."jawab Nayla singkat


Bukan hanya Lucie,Rory beserta teman temannya termasuk Kevin turut terkejut mendengar apa yang dikatakan Nayla.Seolah diberi perintah,mereka menajamkan telinga mereka tanpa bersuara.


"kenapa?"tanya Lucie.


"Karena aku tak punya waktu untuk itu,"jawab Nayla.


"Dasar kutu buku.Tapi kau tadi mengatakan lagu itu bagus."kata Lucie lagi.


"Karena memang bagus."jawab Nayla.


"Tapi tak menonton videonya."kata Lucie.


"Aku mengatakan bagus karena mendengar Lucie,bukan melihat."jawab Nayla.


"Mereka kan tampan."kata Lucie lagi.


"Terlihat jelas.Karena mereka pria,akan lucu jika kau mengatakan mereka cantik bukan?"jawab Nayla.


"Tadi kau bilang suara Ace yang paling dominan."tanya Lucie mulai kehabisan kata.


"Lalu?"tanya Nayla.


"Dia kan tampan,masa kamu ngak tertarik sih?"tanya Lucie lagi.


"Dia memiliki dua tangan,dua mata,satu hidung,satu mulut dan satu kepala.Apa yang membuatnya berbeda?"tanya Nayla datar,sementara Rory dan yang lain berusaha menahan tawa mereka mendengar ungkapan polos Nayla.


"Aaarrgghh...NAYYYYY.....KALAU KAU BEGINI TERUS,GIMANA KAMU BISA DAPAT PACAR."teriak Lucie membuat Nayla reflek menjauhkan ponsel dari telinganya dengan dahi berkerut.


"Pelankan suara mu,aku masih menyeyangi telingaku."kata Nayla seraya mengusap telinganya dan menoleh kebelakang menganggukan kepala sebagai permintaan maaf saat tatapannya terjuju pada Kevin dan Thomas yang dibalas dengan senyum ramah Thomas.


"Whatever."jawa Lucie dan langsung mematikan ponselnya.


Nayla meletakakn ponsel dimeja dan menekan dahinya.

__ADS_1


"Benar benar."gumamnya pelan.


"Suara Lucie terdengar seperti biasanya."kata Jim tiba tiba mendekati Nayla.


"Haahh...kau tau persis seperti apa dia."jawab Nayla seraya mematikan laptopnya.


"Kau mau pergi?"tanya Jim.


"Ya.Sepertinya dia merajuk."kata Nayla.


"Dia kan memang begitu,biarkan saja.kau bahkan belum menghabiskan kopimu."kata Jim.


"Dia mengatakan sesuatu yang membuatku mengingat hal yang hampir aku lupakan"jawab Nayla.


"Perlu aku antar ke ruanganmu?"tanya Jim.


"Kau perhatian sekali,"kata Nayla tersenyum kecil."tapi tidak Terima kasih."tolak Nayla menyerahkan uang pada Jim yang menerima dengan engan.


"kau tau..kau sebenarnya tak perlu membayar ini."kata jim.


"Dan jika Antony tau?"goda Nayla.


"maksudku aku yang akan membayarnya."kata jim.


"Terima kasih,tapi aku ingin kau menerima ini.Bye jim."kata Nayla sambil berdiri membawa laptop dengan tangan kirinya bersamaan dengan itu jim membersihkan meja yang ditinggalkan Nayla.


Ketika Nayla berbalik,saat itu juga pandangan Nayla dan Rory bertemu.


"Hai Nay,lama tidak bertemu.apa kabar?"sapa Rory tersenyum lalu berdiri.


"Hai..aku baik,bagaimana denganmu?"balas Nayla ramah.


"Aku baik.aku sempat mengira salah orang ketika mendengar suaramu."kata Rory.


"Dan membuatmu ragu untuk menyapa?"tanya Nayla menaikan alisnya lalu tersenyum membuat Rory mengosok belakang lehernya"Mereka teman temanmu?"tanya Nayla lagi sambil tersenyum ramah pada mareka secara bergantian.


"Ah,,ya benar.mereka teman temanku.ini Ethan"kata Rory menepuk bahu Ethan yang ada di sampingnya"Ini Nathan,dia Thomas dan Kevin"kata Rory memperkenalkan mereka pada Nayla.


"Hai,,aku Nayla.senang bertemu kalian.menikmati sarapan bersama?"tanya Nayla.


"Mau bergabung?"tanya Thomas.


"Ah,,sayangnya aku tak bisa."kata Nayla menolak halus.


"Sibuk?"tanya Rory.


"Begitulah"jawab Nayla.


"Senang bertemu denganmu lagi Nay."kata Rory tulus.


"Aku juga senang.."jawaban nayla terhenti ketika ponselnya berdering."Sebentar."kata Nayla meraih ponsel dari sakunya dan melihat layar ponsel.


"Ya Rose?"kata Nayla seteah mendekatkan ponsel ditelinganya.


"Bisakah kau datang ke ruang rapat sekarang?"tanya Rose sedikit tegang.


"baiklah,aku segera kesana."jawab Nayla.


"Thanks nay.Bye"kata Rose lalu menutup panggilan.


"Maaf sekali,sepertinya aku harus pergi sekarang"kata Nayla memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


"Senang bertemu kalian,dan senang bertemu denganmu lagi Roy.aku pergi dulu.Bye.."kata Nayla dengan senyum ramah dan melambaikan tangan pada mereka dan Rory.


"Naya.."panggil Rory ketika Nayla berjalan beberapa langkah dari mereka.


"Ya Roy?"tanya Nayla ketika berbalik menghadap Rory.


"Ehmmm....bolehkah aku menghubungimu?"tanya Rory ragu ragu.


"Tentu,kau bisa menghubungiku kapanpun."jawab Nayla tersenyum lembut pada Rory.Seketika wajah Rory terlihat lega lalu tersenyum.


"Terima kasih."kata Rory.


"Tak perlu berterima kasih untuk hal seperti itu Roy.sampai jumpa lagi"kata Nayla tersenyum.Rory balas tersenyum.


Tawa mereka meledak saat Nayla menghilang dari pandagan mereka..


"Wooahh..kalian sudah memiliki panggilan khusus.Roy?"sindir Thomas.


"Serius,,dia benar benar unik."timpal Nathan.


"Perutku sakit karena menahan tawa sejak tadi."kata Ethan memegangi perutnya.


"Dan kabar baiknya dia tak mengenali kita sama sekali."kata Kevin.


Mereka pun tertawa lagi sementara Rory hanya terdiam.Hatinya berkecamuk memikirkan kemungkinan kemungkinan yang tidak ingin dia terima.


"Dia terlihat dekat dengan pelayan tadi,dan siapa Antony?"tanyanya dalam hati."Tapi setidaknya aku sudah bisa mulai menghubunginya,itu lebih baik."katanya dalam hati.

__ADS_1


Rory memilih untuk mengabaikan mereka yang terus saja mengodanya,.Beberapa menit kemudian,mereka meninggalkan cafe..


...****************...


__ADS_2