LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
42.Pengakuan


__ADS_3

Nayla menatap Rory penuh tanda tanya.Menunggu apa yang ingin di katakan setelah menyelesaikan makan malam.


"Roy,,,!" Nayla memanggilnya dengan suara lembut.


Rory berdiri di depannya dengan gelisah.


'Aku ingin jujur sekarang,jika aku menunda lagi,aku khawatir dia akan mendengar dari orang lain dan itu akan membuatnya kecewa karena mengetahui dari orang lain,' bisik hatinya


Mereka kini berada di puncak Eifell Tower setelah menyelesaikan makan malam mereka.


Nayla merasakan tingkah Rory berubah aneh sesaat setelah mengatakan ada yang ingin di bicarakan setelah makan.Dan sekarang dirinya telah menunggu setengah jam,namun Rory hanya diam dalam kegelisaannya sendiri.


"Tunggu sebentar, Nay.Aku hanya perlu waktu sejenak untuk mengatakannya," jawab Rory sambil menggosok belakang lehernya,memalingkan wajah dari Nayla.


Nayla menghembuskan nafas dengan keras,lalu menarik lengan Rory untuk menghadapnya.Menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan memaksanya untuk menatap matanya.


"Apa yang sebenarnya kau cemaskan?" tanya Nayla mendongakkan kepala karena perbedaan tinggi mereka.


"Cih,,, Menyebalkan,seharusnya aku memakai heels," gerutunya pelan.


Rory terkekeh pelan menundukkan kepalanya dan menempelkan dahinya ke dahi Nayla.


"Apa kau tau? Kamu justru terlihat mengemaskan jika seperti ini," ucap Rory.


"Jangan mengodaku," sungut Nayla.


"Bagaimana bisa, kau menghilangkan kecemasanku dengan begitu mudah?" tanya Rory tersenyum tipis.


"Apakah kamu mengkhawatirkan reaksiku setelah mendengar apa yang akan kamu katakan, Roy?" tanya Nayla.


"Sejujurnya,,, Ya!" jawab Rory menarik diri lalu mendesah pelan


"Tapi,aku juga tidak ingin kamu mendengar hal ini dari orang lain," sambungnya.


"Aku menghargainya, Roy, dan aku juga berterima kasih kamu memikirkan itu.Lalu apa yang menghentikanmu untuk mengatakannya?" tanya Nayla.


"Apakah setelah aku mengatakannya,kamu akan berubah?Atau kamu masih akan bersikap sama," ucap Rory lirih menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu,katakan padaku apa itu!" perintah Nayla memasang wajah serius.


Rory menatap Nayla dengan tatapan terkejut dengan perubahan tiba-tiba pada suara Nayla.


Nayla meletakkan telapak tangannya di wajahnya dan mendesah pelan.


"Kau bahkan seterkejut ini hanya karena aku merubah sedikit tekanan pada suaraku.jika itu yang kau khawatirkan,maka aku janji tak akan melakukannya," ucap Nayla lembut. "Jadi, katakan saja apa yang ingin kau katakan!" sambungnya.


Rory tersenyum dan menghembuskan nafas pelan.Menatap dalam mata Nayla, dan meraih kedua tangannya sebelum berkata,


"Apa kau ingat saat aku mengatakan aku bekerja di sebuah Agensi musik,?" tanya Rory memulai,


"Aku ingat," Nayla menganggukkan kepalanya. "Hanya saja,hal itu tidak kamu jelaskaan lebih banyak karena kamu belum siap jika aku tidak salah mengartikannya," ucap Nayla dan Rory menganggukan kepala membenarkan. "Lalu apa hubungannya?" tanya Nayla.


"Aku tak berbohong mengatakan aku bekerja di sana,hanya saja aku membelokkan apa yang seharusnya aku katakan," ucap Rory.


Nayla diam,masih menunggu apa yang akan di katakan selanjutnya.


"Lebih tepatnya adalah,,, aku salah satu penyanyi dari Agensi musik dimana aku berada di dalamnya," Rory menghembuskan nafas lega setelah berhasil menyelesaikan kalimatnya.


"Jika ini lelucon, maka ini tidak lucu, Roy!" ucap Nayla melebarkan matanya.

__ADS_1


"Aku bukan orang yang akan membuat lelucon yang beresiko, Nay," ucap Rory meremas tangan Nayla.


"Sisi hatiku,jujur saja aku sangat senang dan bahagia karena kamu mengenalku,menerimaku, dan bersedia di sisiku karena aku adalah aku. Bukan karena aku seorang bintang. Namun,sisi hatiku yang lain merasa takut dan khawatir, jika aku terus menutupinya,suatu saat kau akan tetap mengetahuinya.Dan,jika aku mengatakannya, kamu_,,,,!" Rory mengantung kalimatnya dan menatap mata Nayla.


"Pergi meninggalkanmu,?" Nayla melanjutkan kalimat Rory yang di jawab dengan anggukan kepala.


Senyum di wajah Nayla memudar,perlahan Nayla menarik tangannya dari genggaman Rory.


"Aku tau,seharusnya aku mengatakan ini sejak awal,aku tidak bermaksud untuk membohongimu ataupun menipumu," ucap Rory mulai merasa frustasi saat Nayla menarik tangannya.


"Aku minta maaf tidak berterus terang padamu sejak awal," ucap Rory lagi.


Tangan Rory terulur untuk meraih tangan Nayla lagi,namun dengan cepat Nayla mengindarinya.Keheningan yang ada di sekitarnya menjadi lebih terasa dengan diamnya Nayla.Tiba-tiba,,,


"PLAAKK,,,!!!"


Kedua telapak tangan Nayla mendarat di kedua pipi Rory menimbulkan suara cukup keras karena keheningan di sekitar mereka.


"Sakit?" tanya Nayla belum menurunkan tangannya.


Rory menggeleng pelan namun terlihat jelas keterkejutan di wajahnya,hingga tidak bisa mengatakan apapun selain menatap Nayla dengan tatapan penuh tanya.Nayla mengusap lembut pipinya dan mulai tersenyum.


"Berterima kasihlah karena aku tidak menendangmu, Roy!" ucap Nayla sedikit kesal.


"Bukankah aku pernah berkata padamu bahwa aku akan menendangmu bagaimanapun caranya jika kau berpikir hal seperti itu padaku?" tanya Nayla.


"Atau kau berpikir aku tidak akan melakukannya?" tanya Nayla lagi.


"Jika ada kata yang lebih baik dari ungkapan AKU TERSINGGUNG, maka aku akan mengunakannya.Atau, aku benar-benar akan menendangmu jika itu satu-satunya cara agar membuatmu terbangun!" kata Nayla sambil menurunkan tangan dan melipat tangannya.


"Bagaimana bisa, kau mengkhawatirkan hal konyol seperti itu?" ocehnya dengan wajah cemberut.


Merasa terharu,Rory menarik Nayla kedalam pelukannya.


"Maafkan aku,tanpa sadar aku justru bersikap meragukanmu," ucap Rory pelan.


"Tapi aku tetap terkejut mengetahui bahwa kau adalah seorang bintang," ungkap Nayla mendorong Rory dan memperhatikan wajahnya.


"Hal itu memang menjelaskan di balik wajah sempurnamu.Tampan,tinggi dan kaya-err mungkin,? Aku menebak kau juga berbakat," Nayla terus berkata sementara Rory meletakkan telapak tangan di wajahnya menyembunyikan senyum geli.


"Bagaimana mungkin, aku sama sekali tidak tau dan tidak menyadarinya? Aku sungguh tidak mengetahui hal itu,bahkan aku sama sekali tidak mengenali wajahmu," celotehnya.


Nayla terus mengamati Rory dari atas sampai bawah dan ke atas lagi,lalu menggeleng.


"Entah kenapa, Aku jadi merasa jauh," kata Nayla lirih,namun cukup untuk di dengar Rory.


Rory menghampiri Nayla dan menariknya.Menguncinya di antara kedua lengannya.


"E-eh,,Eh,,,Roy,,! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" Nayla terkesiap dan memberontak berusaha melepaskan diri dari Rory.


Perlawanan yang di lakukan Nayla,justru membuat Rory menarik Nayla lebih dekat padanya.


"Apa maksudmu dengan mengatakan itu?" tanya Rory tak suka. "Apakah kau membalas sikapku tadi yang terkesan meragukanmu? Dan sekarang kau meragukanku? Hm,,,?" tanya Rory.


"Tidak,,,Bukan seperti itu,,," jawab Nayla. "Ahh,,Hei,,,Lepaskan aku dulu, Roy!" ucap Nayla terus mengeliat masih berusaha melepaskan diri.


"Tidak akan!" jawab Rory.


Seringai muncul di wajah Rory.Enggan melepaskan Nayla begitu saja.

__ADS_1


"Seseorang bisa saja muncul dari lift," ucap Nayla memperingatkan.


"Lalu?" tanya Rory santai.


"Mereka bisa melihat kita!" ucap Nayla.


"Maka, biarkan saja mereka melihat" jawab Rory.


"Mereka bisa mengenalimu!" ucap Nayla beralasan.


"Aku tidaklah seterkenal itu," Rory terkekeh pelan.


"Lagi pula,tidak akan ada orang lain yang mencapai puncak ini hingga 3jam kedepan," Rory melanjutkan di sertai seringai lebar di bibirnya.


"A-A-Apa maksudmu?" Nayla tergagap dengan mata melebar.


Rory hanya tersenyum penuh arti.


"Jangan bilang kau telah menyewa tempat ini selama 3jam?" tanya Nayla tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Berapa banyak uang yang kau habiskan hanya untuk ini?" tanya Nayla lagi.


"Kenapa malam ini kau banyak sekali bertanya?" tanya Rory dengan alis terangkat.


"Ini bukan HANYA,Itu sepadan dengan banyaknya waktu yang kuhabiskan tanpa kamu berada di dalamnya," ucapnya tenang.


Rory melonggarkan tangannya,menatap kedalam mata Nayla.Wajahnya perlahan mendekat dan mencium bibir Nayla dengan penuh kasih.Menyerah dengan kelembutannya,Nayla melingkarkan tangannya di leher Rory.


"Aku akan mengantarmu kembali ke Hotel," ucap Rory setelah mengakhiri ciuman mereka.


Nayla mengangguk setuju dan meninggalkan tempat itu dengan bergandengan tangan.


Begitu tiba di tempat Rory memarkir mobilnya, Nayla kembali di kejutkan dengan mobil yang di bawa Rory.mobil yang sama sekali berbeda dengan yang biasa dia bawa.


"Ada apa? Apakah ada yang salah?" tanya Rory binggung ketika Nayla hanya berdiri mematung.


"Kau yakin kita tidak salah mobil? Ingatanku tidak seburuk itu," kata Nayla.


"Ha ha ha,,, Apa maksudmu?" Rory tertawa pendek. "Apa kau lupa dimana kita sekarang, Nay?" tanya Rory tersenyum.


"Ah,,, benar juga.Aku melupakan itu," jawab Nayla mentertawakan dirinya sendiri.


Tidak membuang waktu lebih banyak,Nayla pun masuk ke mobil.


"Oh, Ya,, Besok jam 9 pagi temui aku di suatu tempat, Aku akan mengirimkan alamatnya padamu.Minta saja sopir untuk mengantarmu kesana," kata Rory saat Nayla turun dari mobil setelah tiba di hotel.


"Kamu tidak menjemputku?" tanya Nayla.


"Aku ingin, sungguh. Hanya saja,ada yang harus aku lakukan besok.Jadi, kamu tidak keberatankan?" tanya Rory.


"Baiklah," jawab Nayla.


"Good night, Ma Chéri," ucap Rory.


"Good night," jawab Nayla mengerutkan keningnya.


Rory hanya tersenyum dan berlalu pergi setelah melambaikan tangannya,sementara Nayla membalas melambaikan tangannya dengan wajah tersipu.Begitu mobil yangi di kendarai Rory menghilang,Nayla berbalik memasuki hotel untuk menuju kamanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2