LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
63. Memahami


__ADS_3

Di lorong rumah sakit. Tepat berada didepan ruangan dimana Nayla dirawat.


Rory berdiri bersandar dengan tangan terlipat. Martin duduk dikursi panjang dengan sebuah laptop dipangkuannya. Sementara Thomas,Ethan dan Nathan duduk disamping Martin.


Mereka membahas konfersi pers yang akan mereka adakan pada siang besok diacara siaran langsung. Dan menyiapkan apa saja yang diperlukan beserta apa yang harus dan tidak harus dikatakan.


Mengumpulkan semua bukti yang berhasil Nayla dapatkan dan semua rekaman CCTV yang berhasil mereka dapatkan. Termasuk bantuan dari pihak polisi yang berkaitan dengan tersangka, dan merangkumnya menjadi satu. Tak lupa mereka juga menyiapkan salinan untuk berjaga-jaga.


"Yak,,, ini sudah lebih dari cukup untuk menutup semua tuduhan skandal yang terjadi. Aku juga percaya ini bisa untuk membungkam seluruh hujatan media yang semakin naik terakhir kali," ucap Martin.


" Besok kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Martin menatap Rory.


"Ya," jawab Rory singkat.


"Jadi apakah besok kita meninggalkan Nayla sendiri?" tanya Ethan sedikit khawatir.


"Hanya sebentar, " jawab Martin. " Kevin akan kembali lebih dulu dari kalian. Jadi, kalian tenang saja. Selain itu, ada Chris yang akan mengawasinya selama kita tidak disini" sambungnya.


"Kita hanya perlu menutupi ini dari Nayla. Akan lebih baik Nayla tidak tau tentang rencana kita," ucap Martin.


"Aku setuju," sambut Thomas. " Nayla hanya akan kembali melarang apa yang akan kita lakukan dan kembali memikirkan jalan keluar lain. Itu hanya akan membebani pikirannya," timpal Thomas.


"Benar, kita biarkan Nayla istirahat. Kita bisa memberitaukan yang sebenarnya nanti setelah semua ini selesai," sambut Ethan.


Rory diam seribu bahasa, namun tetap mengangguk tanda setuju. Mereka pun sebernarnya juga tau persis penyebab berubahnya sikap Rory.


Rasa kesal Rory pada Martin masih belum mereda bahkan ketika Thomas dan Kevin mengajaknya bicara, Rory tidak menanggapi sama sekali.


Meski begitu, Martin menerima perlakuan Rory terlepas dari semua insiden yang terjadi, dirinya juga menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Nayla.


"Ini sudah selesai, kau bisa kedalam, Rory," ucap Martin.


Rory mengangguk dan meninggalkan mereka tanpa suara. Menutup pintu dengan hati-hati ketika telah masuk kedalam ruangan, meninggalkan keheningan diantara mereka yang ditinggalkan Rory.


"Rory masih marah padamu?" tanya Nathan.


"Tentu saja. Aku akan bersikap sama bahkan lebih buruk jika aku berada diposisinya," jawab Martin tersenyum getir.


"Aku mengerti, tapi kamu tidak sepenuhnya berada diposisi salah, Martin" hibur Ethan.


"Tidak perlu menghiburku," sahut Martin tersenyum hambar sembari menutup laptopnya.


"Dalam hal ini, aku telah salah sejak awal. Aku akan mengerti jika Nayla membenciku," sambungnya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, ada beberapa hal yang harus kuurus. Aku juga harus memastikan besok berjalan sesuai dengan rencana kita," ungkap Martin.


Martin bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka dengan langkah gontai.


Mereka bertiga saling pandang untuk beberapa saat. Tidak tau apa yang harus mereka katakan untuk membuat situasi membaik.


Di sisi lain, mereka juga tidak bisa mencegah jika Nayla membenci Martin. Namun mereka juga bertanya-tanya apakah mungkin Nayla membenci Martin?


"Apakah menurut kalian, Nayla akan membenci Martin?" tanya Ethan memecah keheningan.


"Aku tidak tau. Tapi aku masih percaya Nayla tidak mungkin melakukan itu," ucap Thomas.


"Bahkan setelah melihat bagaimana kondisinya?" sambut Ethan.


"Aku bahkan merasa Nayla akan mengalami trauma," sambung Nathan.


Mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing.


'Apa yang akan terjadi jika Nayla sampai membenci Martin?' pikir Ethan.


'Apakah hubungan mereka akan baik-baik saja jika Nayla membenci Martin?' batin Nathan.


'Jika Nayla membenci Martin, dan Rory juga membencinya, apa yang akan terjadi dengan kami?' batin Thomas.


Setelam mereka didalam, mereka mendapati Rory duduk disaping Nayla yang telah tertidur, sementara Kevin duduk bersandar disofa dengan mata terpejam.


...****************...


Disebuah gang yang tampak gelap, dua pria berperawakan tinggi tengah duduk disepeda motornya.


Tak jauh dari mereka, seorang wanita mengenakan jaket hitam dan menutupi wajahnya menghampiri mereka dengan langkah cepat.


"Bodoh,,,!!!" sentak wanita itu.


"Bagaimana bisa, anak buahmu gagal menangani gadis kecil sepertinya dan berakhir didalam penjara?" dengusnya.


"Aku membayar tinggi bukan untuk gagal," sambungnya.


"Jaga sikapmu,"sambut salah satu pria itu.


Kedua pria itu menatap dingin. Tidak terima disebut bodoh, walaupun oleh orang yang telah membayarnya.


"Mereka gagal karena wanita itu jauh lebih cerdik dari perkiraan kami," ucapnya membela diri.

__ADS_1


"Dia bukan cerdik, tapi anak buahmu yang tidak bisa bertindak cerdas. Dia hanya karyawan rendahan, apa yang bisa dia lakukan?" sambut wanita itu meluapkan amarahnya.


"Seharusnya kau juga sadar bahwa posisimu sangatlah tidak menguntungkan," sela pria satunya lagi.


"Anak buahku tidak akan menyebutkan namaku. Tapi, apakah kau pikir mereka akan ragu untuk menyebut namamu meskipun kau telah membayar kami?" cibirnya dengan seringai licik diwajahnya.


"Dan aku juga tidak segan untuk melibatkanmu dalam hal ini jika aku dilibatkan dalam urusan polisi," balas wanita.


"Itu akan terjadi hanya jika kau memiliki kesempatan untuk melakukannya," ancam pria itu lagi.


Wanita itu mendengus kesal menyadari posisinya. Posisinya saat ini sangatlah tidak menguntungkan baginya. Rasa kesal memenuhi hatinya lantaran semua rencananya telah gagal.


"Kalau begitu, habisi saja DIA," ucap wanita itu.


"Apakah kau yakin?" tanya pria menaikan alisnya.


"Ya!" tegas wanita.


"Rencanaku telah gagal untuk menghancurkan hidupnya, tapi kita masih bisa menghabisinya," tandas wanita.


"Jadi, apa rencanamu?" tanya pria itu.


"Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menjalankan rencana ini. Kalian tunggulah kabar lain dariku," perintah wanita itu.


"Kesepakatan awal kita bukanlah untuk menghabisi nyawa seseorang," sindirnya.


"Berapa banyak yang ku inginkan? Aku akan memberikannya," sambut wanita.


"Kami bukan pembunuh, tapi jika untuk mencelakai, itu bisa diatur," terangnya.


"Cih,,, baik. Kalau begitu, lakukan saja hal itu. Lakukan apa yang enurut kalian tidak akan membunuhnya tapi bisa menyiksanya," ungkap si wanita.


"Sepakat," ucap dua pria irtu bersamaan.


Wanita itu pergi meninggalkan dua pria yang terus menampilkan seringai lick mereka, menatap punggung wanita yang telah membayar mereka hingga wanita itu menghilang setelah menaiki mobil yang dikendarai sendiri oleh wanita itu.


Tak lama kemudian,,,,


Wanita itu menepikan mobilnya setelah berada cukup jauh dari gang yang ia datangi, hingga mobilnya berhenti.


Ia segera mengeluarkan ponselnya dan mendapatkan informasi tambahan tentang konfersi pers yang akan diadakan anggota FM (Rorry dan teman-temannya) besok siang.


Seringai licik terhias diwajahnya. Menampilkan ekspresi penuh amarah dan kebencian yang dalam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2