LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Pengalih Perhatian


__ADS_3

Rory tengah berkumpul bersama teman temannya setelah menikmati makan siang.Tak seperti biasanya,Rory beberapa kali mengecek ponselnya dan terlihat lesu ketika tak mendapatkan apa yang diharapkan.


"Aku mengirim pesan tadi malam.dan hingga sekarang masih belum ada balasannya.apakah dia sibuk?atau sesuatu terjadi padanya?kenapa aku merasa tak enak begini?"Rori berkata dalam hatinya lalu menghela nafas panjang.


"Kenapa?"tanya Kevin yang duduk disebelahnya menepuk bahu Rory.


"Bukan apa apa."elak Rory.


Kevin mengertkan kening.


"Hampir tidak mungkin bagimu untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya,apa kau tau itu?"tanya Kevin


"Sikapmu yang berubah ubah membuatku berfikir mungkin kamu memerlukan dokter."celetuk Nathan.


"Sangat.."timpal Ethan tebahak mendengar celetukan Nathan.


Thomas dan Kevin tersenyum sambil mengelengkan kepalanya melihat tingkah si kembar.Saat saat seperti inilah yang membuat hubungan mereka menjadi lebih dekat.


"Setidaknya kau tak mengacaukan latihan"kata Kevin.


Rory tersenyum tipis.Sebisa mungkin Rory mengalihkan perhatiannya dari pemikiran yang bercabang terhadap Nayla agar tak mengacaukan latihan yang dia jalani.Tetap saja,berbagai pertanyaan dikepalanya tak bisa diabaikan begitu saja.Rory menarik nafas dalam dalam.


"Seharusnya aku mempercayainya saja agar aku tak gelisah seperti ini.Dia pasti memiliki alasan kenapa tak membalas pesanku dan menerima panggilan dariku."kata Rory dalam hatinya enyemangati dirinya sendiri.


"Tentu saja aku tak akan mengacaukannya."kata Rory setelah beberapa saat terdiam.


Tak lama,pintu ruang latihan terbuka dan Martin melangkah masuk membawa jadwal mereka yang akan dilakukan seminggu kedepan untuk syuting video lagu mereka.


"Hampir tak ada waktu istirahat.Bahkan waktu tidur pun sedikit.Sepertinya sulit untuk bisa bertemu dengannya lagi minggu ini."bisik hati Rory.


"Jadwalnya pas sekali."seru Ethan.


"Apa maksudmu?"tanya Nathan.


"Akhir pekan ini akan ada festival.bukankah itu pas sekali jika kita ingin melepas lelah."kata Ethan.


"Ahh...benar...bukankah disana juga akan ada pameran buku.?"tanya Thomas.


"Benar."jawab Ethan."Dan seorang Thomas terlihat tertarik dengan festival."kata Ethan tersenyum jahil.


Thomas dan Nathan pun saling pandang dan tersenyum misterius.


"Kalian bisa saja jika ingin ke festival,aku tak akan melaran.Jaga kesehatan dan stamina kalian."kata Martin.


"Sepertinya waktu yang pas juga untukku liburan beberapa hari."gumam Kevin.


"Terlihat sangat jelas kalian memiliki acara masing masing akhir pekan nanti.Tapi aku heran,kenapa kau diam saja Rory?"tanya Martin.


"Apakah kau mau ikut denganku?"tanya Kevin.


"Tidak.aku memiliki rencanaku sendiri."jawab Rory."Dan lagi,aku hanya akan jadi nyamuk jika aku ikut denganmu."kata Rory.


Kevin hanya angkat bahu,sedangkan Thomas tersenyum penuh misteri yang hannya bisa dipahami oleh Rory.


"Oke..kalian lanjutkan latihan kalian,masih banyak hal yang harus kuurus.tapi jika kalian ingin istirahat,aku mengijinkannya"kata Martin.


Mereka mengangguk menanggapi Martin.Setelah Martin pergi,mereka melanjutkan latihan mereka.


Senja pun menyapa bersamaan dengan mereka yang menyelesaikan latihan mereka dan istirahat sejenak untuk menghilangkan lelah sebelum beralih melakukan latihan fisik.Rory kembali memeriksa ponselnya dan mendesah ketika belum mendapatkan balasan pesan.


"Ahhh...lebih baik aku lari treadmil saja deh."kata Rory disertai ******* panjang.


Tepat saat Rory meninggalkan ponselnya,Nayla menghubungi Rory tanpa sepengetahuan Rory.Ponsel Rory bergetar lagi dan masih tak diketahui oleh Rory.


"Apakah dia marah karena aku sangat lama membalas pesannya?"Nayla bergumam melihat ponselnya penuh dengan panggilan dan pesan dari Rory yang menghubunginya saat dia belum sadar dari pingsannya.


"Wajar sih kalau dia kesal.dia menghubungiku semalam,dan sekarang sudah sore begini,membalas pesan pun aku merasa tak enak."Nayla bergumam lagi.


Pintu kamar terbuka,Rose dan Adrian masuk dengan bunga dan buah ditangan mereka.Nayla menoleh lalu tersenyum melihat kedatangan merekadan meletakkan ponselnya dimeja.


"Lihatlah dia.ponsel berada ditanganmu tapi kau tak mengabariku sama sekali."Rose mengerutu saat masuk diikuti Adrian dibelakangnya.


"Bukankah itu tak diperlukan lagi ketika kau sudah berbicara dengan Chris."kata Nayla santai.


"Akan ku anggap kau baik baik saja mendengar kau bisa berkata begitu."balas Rose.


"Aku tak mati bukan?"tanya Nayla.


"Sangat mudah bagimu untuk mengatakan kata kata megerikan itu.menyebalkan."jawab Rose dengan nada sedikit kesal lalu duduk dikursi disaming ranjang Nayla.


"Ahh..ayolah...bukankah aku baik baik saja.maaf membuatmu khawatir."kata Nayla lembut.

__ADS_1


"Kau ikut datang atau Rose yang menyeretmu kesini.?"tanya Nayla mengalihkan pandangannya pada Adrian.


"Tentu saja saya datang murni ingin melihat kondisi anda."jawab Adrian sopan seraya menyerahkan bunga yang dia bawa pada Nayla."senang melihat anda tampak lebih baik."tambahnya.


"Terima kasih."jawab Nayla singkat menerima bunga dari Adrian yang tersenyum membalas jawabannya dan meletakkan bunga dimeja bersebelahan dengan bunga yang dibawakan Chris.


"Apakah kau ingin makan sesuatu Nay?aku membawakan buah untukmu."tanya Rose.


"Tidak untuk saat ini.Aku sudah terlalu banyak makan buah."tolak Nayla halus.


"Setelah kulihat,ada bunga juga dimaja,siapa yang datang menjengukmu?"tanya Rose melirik bunga dimeja.


"Kau sudah tau apa jawabannya bukan?selain kau,siapa lagi yang bisa memaksaku"kata Nayla mengangkat bahunya.Rose tertawa mendengar kalimat datar yang diucapkan nayla.


"Bagaimana harimu dikantor Adrian?"tanya Nayla saat melihat Adrian yang hanya duduk diam disamping Rose.


"Ahh ayolah..jangan membahas pekerjaan sekarang."keluh Rose menjawab Nayla.


"Aku bertanya pada Adrian,bukan padamu."kata Nayla lalu menatap Adrian lagi.


"Sangat baik,saya juga menikmatinya"jawab Adrian tersenyum.


"Terdengar bagus.Aku belum menyapamu dengan benar sejak kau masuk bekerja pertama kalinya.aku benar benar buruk bukan?"tanya Nayla tersenyum ramah.


"Itu tidak mungkin benar,anda sudah menyapa saya dengan sangat ramah.bagaimana mungkin itu buruk?saya juga mengerti dengan kesibukan anda."jawab Adrian.


Jawaban Adrian mengundang tawa pelan Nayla.Sikap Adrian yang sangat canggung pada Nayla membuat Nayla tersenyum tipis.


"Kau terlalu menyanjungku,apa kau tau itu?"tanya Nayla lagi.


"Saya rasa,saya tidak menyanjung anda.saya hanya mengatakan apa yang saya lihat."jawab Adrian.


"Entah kenapa kamu..."kalimat Nayla terhenti ketika suara ketukan pintu terdengar.


Tak lama Chris muncul dari balik pintu.


"kalian datang?sejak kapan?"tanya Chris.


"Belum lama."jawab Rose.


Chris melangkah mendekati Nayla dengan tangan mengulung lengan kemejanya dan menganti kantong infus.


"Ahh..tidak bisakah lepas saja infusnya?"tanya Nayla.


"Aku sangat menginginkan itu,bahkan jika mungkin saat ini juga."jawab Nayla.


Chris tersenyum lembut pada Nayla lalu melemparkan infus kosong ketempat sampah medis.


"Jika dia pulang hari ini,itu artinya aku bisa mengantanya kan?"tanya Rose.


"Serahkan saja padaku Rose,lagi pula aku sudah selesai bekerja dan dokter yang lain sudah datang."jawab Chris.


"Baiklah,itu membuatku jauh lebih tenang."kata Rose.


"Oh ya Nay,Adrian berkata padaku,akan ada festival akhir pekan ini.apakah kamu ingin datang?aku bisa mendapatkan tiketnya untukmu."tanya Rose.


"Mungkin tidak."jawab Nayla.


"Apa kau yakin?"tanya Rose tersenyum misterius.


"Ya."jawab Nayla singkat.


"Bahkan saat aku mengatakan akan ada pameran buku?"tanya Rose membuat Nayla menegakkan duduknya.


"Apa kau yakin benar ada pameran buku?"tanya Nayla berbinar.


"Tanyakan saja padanya."jawab Rose menunjuk Adrian.


"Apakah yang dikatan Rose benar?"tanya Nayla menatap Adrian.


"Iya benar.salah satu teman saya yang membuka stand buku mengatakan sendiri pada saya."jawab Adrian."Apakah anda tertarik pada buku?"tanya Adrian binggung."Maksud saya...anda kan..."Adrian terbata menyadari pertanyaan yang dilontarkan terkesan spontan.


"Kau tak tau saja,dia lebih tertarik pada buku lebih dari apapn."jawab Rose terbahak melihat sikap canggung Adrian pada Nayla."Dan apa kau tau?bukumu juga akan disediakan disana,hanya saja sangat terbatas,siapa cepat dia dapat."kata Rose.


"Apapun itu,,aku hanya ingin mencari buku yang aku inginkan."kata Nayla."dan....aku memang menulis,tapi bukan berarti aku tak mengagumi penulis lain Adrian."tambah Nayla menatap Adrian .


"Ya ya ya..apapun yang kau inginkan.jadi,,kau ingin tiketnya?"tanya Rose mengalihkan perhatian Nayla ketika meliha Adrian mulai gugup.


"Ya..tolong satu untukku."kata Nayla.


"oke."jawab Rose.

__ADS_1


"Kurasa,,sudah saatnya aku pulang,jaga kesehatanmu Nay,,kumohon.."kata rose.


"Aku mengusahakannya Rose."jawab Nayla.


"Bisakah kau mendapatkan satu tiket untukku juga Rose?"kata Chris tiba tiba menahan Rose.


"Ahh..aku tau..akan aku usahakan Chris."kata Rose tersenyum jahil."tapi,apakah kau punya waktu untuk itu?bukankah kau bilang akan keluar kota?"tanya Rose.


Chris menepuk dahinya."Aku bahkan melupakan itu."kata Chris.


"Ayolah...aku kan bisa pergi sendiri,aku tak memerlukan pengawalan,oke."kata Nayla.


Chris dan Rose tertawa.Melihat hal itu Adrian pun tak sadar melebarkan senyumnya.Merasa betapa berbedanya sikap Nayla ketika berada disekitar orang yang benar benar peduli padanya,namun terkadang bersikap yang membuat Adrian tak bisa memahaminya.


"Jika anda tidak keberatan,saya bisa mencarikan buku yang anda inginkan."kata Adrian menawarkan.


"Aku menghargainya dan sangat berterima kasih,tapi sepertinya aku ingin mencari sendiri buku itu."jawab Nayla.


"Ahh..baiklah jika itu yang anda inginkan."kata Adrian mengerti.


"Baiklah baiklah..aku pulang dulu Nay,"kata Rose seraya memeluk Nayla."Kabari aku ketika kau sudah sampai rumah.oke?"pinta Rose.


"Aku tak bisa menjanjikan itu,tapi aku pasti memberimu kabar jika aku mengingatnya."jawab Nayla.


"Itu lebih baik dibandingkan dengan apapun asalkan aku sudah mendengar dari Chris kau bisa pulang hari ini."balas Rose.


"Oke..bye Nay."kata Rose.


"Saya pamit nona,"kata Adrian sedikit membungkuk pada Nayla.


"Ya,terima kasih sudah mengunjungiku.berhati hatilah dalam perjalanan pulang."kata Nayla.


"Baik,terima kasih,"jawab Adrian lalu mengikuti Rose meninggalkan ruang rawat Nayla.


"Dia masih kaku sekali padamu."kata Chris setelah pintu tetutup.Nayla hanya mengangkat bahunya.


"Tapi aku merasa dia memiliki karakter yang hampir sama dengan Rose,dan akan sangat pas untukmu.kata Chris lagi.


"Tak bisa berbohong,aku juga merasakan hal itu."kata Nayla tersenyum tipis.


"bahkan kau tak menyangkalnya."kata Chris.


"Tadi kamu mengatakan aku bisa pulang malam ini.bukankah itu tak sesuai dengan prosedur rumah sakit yang melekat didirimu."tanya Nayla.


"Tentu saja karena aku sudah mengurus semua itu sebelumnya.dan sekarang,beri aku waktu untuk mengemas barang barangmu dan menyiapkan semua yang diperlukan untuk dibawa pulang.tunggulah disini sebentar."kata Chris.


Nayla mengngguk dan duduk dengan tenang menyandarkan badannya.Nayla mengarahkan pandangannya menuju jendela,melihat kota yang telah diselimuti gelapnya langit malam.


Beberapa menit kemudian,Chris kembali dengan sebuah kantong obat ditangannya.Tanpa mengatakan apapun,Chris mulai membereskan barang Nayla dan melepas infus ditangannyaSetelah memastikan semua siap,dengan satu tangan,Chris membawa bunga dan buah yang ada dimeja beserta barang dan obat Nayla dan satu tangannya lagi terulur untuk membantu Nayla.


"Tidakkah kau merasa satu tanganmu telah melebihi kapasitas untuk membawa barang Chris?biarkan aku membawa juga."kata Nayla tak enak.


"Aku tak mengijinkannya."kata Chris tegas.


"Lagi pula aku tak apa apa."kata Nayla bersikeras.


"Aku tak ingin berdebat Nay,gengam tanganku."perintah Chris tegas.


Nayla menghela nafas panjang,lalu menerima uluran tangan Chris.Disudut bibir Nayla tersunging senyuman kecil dengan perlakuan Chris padanya."Rasanya seperti kak Nick ada disini"bisik hati Nayla.


Setelah mencapai mobilnya,Chris membukakan pintu untuk Nayla dan meletakan semua barang dikursi belakang.Chris pun menjalankan mobilnya menembus keramaiian kota dimalam hari.


Perjalanan terasa sangat singkat saat mereka telah tiba diapartemen Nayla.


"Apa kamu ingin minum sesuatu Chris?"tanya Nayla ketika masuk ke apartemennya.


"Tidak perlu Nay,terima kasih."jawab Chris setelah meletakan bunga dan buah dimeja."Aku langsung pulang saja."kata Chris setelah memastikan semua baik baik saja.


"Secepat itu?"tanya Nayla heran.


"Ya.kurasa aku melupakan sesuatu yang belum kusiapkan untuk besok."kata Chris."Istirahatlah,dan jangan lupa untuk minum obatnya."kata Chris mengingatkan.


"Terima kasih sudah mengantarku."kata Nayla.


"Bukan masalah.dan karena kau tak menjawab peringatanku tadi,aku akan mengulangnya.tolong jangan lupa untuk minum obatmu."kata Chris penuh dengan nada penekanan.


"Iya iya..baik.aku akan melakukannya,apa kau senang dokter?"tanya Nayla membuat Chris tertawa.


"Begitu lebih baik.selamat malam Nay."kata Chris.


"malam Chris"jawab Nayla.

__ADS_1


Chris pun menutup pintu,Nayla menuju kamarnya untuk beristirahat.Setelah membersihkan diri,Nayla naik ketempat tidurnya duduk bersandar dan meraih ponselnya yang diletakkan dimeja sebelumnya.Ponsel Nayla berdering bertepatan dengan Nayla yang berhasil meraih ponselnya dan melihat layar ponsel.Nama Rory terlihat dilayar ponsel.


...****************...


__ADS_2