LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
100. Pertemuan keluarga


__ADS_3

####Keesokan harinya...


Kevin menunggu dibandara dengan gelisah. Beberapa kali ia melirik jam yang berada di pergelangan tangannya.


Topi yang menutupi kepalanya serta masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya membuat beberapa orang meliriknya heran, lalu mengabaikannya.


Beberapa saat kemudian, matanya berbinar senang saat melihat kedua orang tuanya muncul. Segera ia menyambut kedatangan orang tuanya dengan pelukan singkat. Dan mengambil alih koper yang dibawa ibunya, memandu mereka menuju mobil yang telah menunggu mereka.


Kevin memasukan semua koper kedalam bagasi dibantu sopir yang menemaninya, sementara kedua orang tuanya masuk kedalam mobil.


"Aku sempat berpikir mama tidak jadi datang," ucap Kevin setelah duduk didalam mobil dan melepas maskernya.


"Itu tidak mungkin, terlebih lagi malam ini adalah acara penerimaan penghargaan untuk Nayla," sambut Gloria.


"Dan yang tak kalah penting adalah, karena dia bersedia masuk kedalam keluarga kita," sambung Vincen.


"Tapi, papa dan mama janji kan tidak akan membahas tentang keluarganya?" harap Kevin.


"Kenapa kamu khawatir sekali tentang itu?" sambut Gloria tertawa ringan.


"Kamu terlihat lebih menyanyanginya dibandingkan dengan adikmu sendiri," goda Vincen.


"Pada dasarnya dia akan menjadi adikku bukan?" jawab Kevin membela diri.


"Lihat siapa yang sedang berbicara sekarang," sambut Vincen tertawa.


"Lalu, kenapa sekarang Jo tidak ikut bersamamu?" sela Gloria.


"Ah,,, itu, aku hampir lupa dan belum menceritakannya," sambut Kevin.


"Sebenarnya kemarin kami mendapat masalah, dan dengan bantuan Nayla semua diselesaikan dengan cepat. Sekarang mereka berdua menjadi lebih sibuk dari seharusnya," terang Kevin.


Kemudian, Kevin mulai menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Bagaimana cara Nayla membantu menyelesaikan masalah mereka, hingga bersedia bergabung untuk menyanyi dalam satu lagu.


Hal yang mengejutkan bagi kedua orang tua Kevin adalah kemampuan Nayla dalam menyanyi dan menciptakan lagu tidak kalah dengan anak mereka sendiri saat Kevin menunjukkan video hasil akhir melalui ponselnya.


Mereka mengagumi sikapnya yang bisa bertindak cepat dalam mengatasi masalah sebelum masalah itu membesar. Mereka juga bertanya-tanya siapa sebenarnya teman yang membantu Nayla.


"Sebelum aku pergi ke bandara, mereka berdua menemui orang yang menuduh Jo melakukan plagiat dan ingin membicarakan baik-baik. Pihak agensi juga bersama mereka agar mereka bisa melihat dan mendengar langsung peengakuan orang itu,"


Jelas Kevin diakhir ceritanya. Ia juga mengatakan Nayla mendapatkan semua informasi penting dan bisa melacak dimana orang itu berada berkat bantuan Vania temannya.


"Jadi, dia memiliki teman seorang peretas handal?" seru Gloria kaget.


"Aku sendiri terkejut saat Nayla dengan santainya berkata bahwa temannya seorang peretas yang tidak diketahui banyak orang," jawab Kevin.


"Tapi, kenapa Nayla harus menemui orang itu dan bukan mengembalikan tuntutan?" tanya Gloria heran.


"Dia tidak setuju saat kami ingin menuntutnya. Dia lebih ingin berbicara dengan orang itu dan memilih jalan damai. Dengan begitu, dia akan mendapatkan apa yang dia perlukan. Dia berasumsi bahwa orang itu hanya suruhan seseorang," papar Kevin.


"Dia bisa berpikir sejauh itu?" sambut Vincen kagum.


Kevin mengangguk sebagai jawaban. Tak lama kemudian, mereka telah tiba di gedung tempat tinggal mereka.


Mereka tiba tepat saat Rory baru saja kembali. Dengan segera ia menyambut kedatangan kedua orang tuanya dan meminta maaf karena tidak bisa ikut menjemput mereka.


Saat mereka menanyakan tentang Nayla, ia hanya menjawab sudah mengantar Nayla kembali ke apartemennya, dan sengaja tidak memberitahu Nayla tentang kedatangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kedua orang tua Rory dan Kevin menghabiskan sisa waktu mereka sebelum acara Nayla dimulai dengan meminta Rory menceritakan tentang Nayla lebih banyak dan bagaimana cara mereka menyelesaikan urusan mereka dengan orang yang telah menuduh mereka.


Mereka hanya mengenal Nayla berdasarkan cerita dari kedua anaknya yang mengatakan hal sama, tanpa ada yang mereka tutupi. Namun, hanya dengan hal itu, kedua orang tua Rory dan Kevin merasa yakin bahwa Nayla adalah orang baik-baik terlepas dari bagaimana masa lalunya.


##### Malam harinya.


Di ballroom hotel, dimana acara penerimaan penghargaan digelar tampak dipenuhi para tamu meski belum memasuki waktu acara dimulai.


Kehadiran Rory dan timnya berhasil menarik perhatian sebagian tamu karena mereka tidak datang bersama Nayla.


"Aku sempat berpikir nona Nyloes akan datang bersama mereka, tapi sepertinya tidak,"


Bisikan yang tidak sengaja di dengar Gloria membuatnya mendekati Rory untuk memastikannya.


"Jo, kamu yakin tidak perlu menjemput Nayla? Dia masih belum datang," bisik Gloria.


"Mama tenang saja, dia pasti datang," jawab Rory tenang. "Karena dia sudah janji akan datang," imbuhnya.


Tiba-tiba suasana berubah riuh dan para tamu mengarahkan pandangan mereka kearah pintu masuk.


Banyak dari mereka yang membawa buket bunga segera berjalan menuju pintu masuk seolah ingin menyambut kedatangan seseorang.


Rory segera berbalik diikuti teman-temannya beserta Gloria dan suaminya.


Gloria dan Vincen suaminya sontak membelalakan mata mereka saat melihat Nayla bergandengan dengan pria lain.


Disamping Nayla juga ada pria yang berjalan beriringan dengannya, dan lebih mengejutkan lagi pria dan wanita paruh baya yang juga menemani Nayla sangat tidak asing bagi Gloria dan Vincen.


Para tamu mulai memberikan buket bunga ditangan mereka pada Nayla, yang menyambutnya dengan senyum hangat diwajahnya.


"Terima kasih," sambut Nayla setiap kali ia menerima bunga.


Setiap orang yang memberi bunga juga mengucapkan selamat padanya. Hingga ketika mereka melihat tatapan Nayla tertuju pada Rory, mereka secara teratur mundur untuk memberi Nayla sedikit waktu.


"Woww,,, lihat siapa yang menjadi bintang malam ini," sindir Rory tesenyum saat Rory menghampiri Nayla.


"Jika aku bisa melemparkannya padamu, maka dengan senang hati aku akan melakukannya," balas Nayla.


"Dan dengan senang hati aku akan menolaknya," jawab Rory.


Nayla mengalihkan pandagannya pada orang tua Rory. Sedikit terkejut dengan kedatangan mereka karena Rory tidak menceritakan apapun padanya.


Sebelum Nayla membuka suara, Gloria bergerak lebih dulu memberikan pelukan singkat.


"Aku tak pernah menyangka kamu akan secantik ini ketika memakai gaun," puji Gloria tulus.


"Dan anda terlihat anggun seperti biasa, Mrs.Jordan," balas Nayla sopan.


Untuk sesaat Gloria terkejut dengan cara Nayla memanggilnya, dimana Nayla menghormatinya dengan memanggil nama belakangnya. Bahkan Rory dan Kevin pun turut dibuat terkejut Nayla bisa memposisikan panggilan untuk seseorang dengan formal.


"Saya sungguh tidak tau anda akan datang," ucap Nayla.


"Kami tidak mungkin melewatkannya saat mereka berdua terus menceritakan tentangmu, terlebih lagi tentang kamu yang ternyata seorang penulis," sambut Gloria melirik kearah Rory dan Kevin.


"Saya harap mereka tidak menceritakan tentang hal buruk," jawab Nayla tersenyum.


"Bahkan tidak ada sedikitpun," balas Gloria tertawa ringan.

__ADS_1


"Senang bertemu kembali dengan anda Mr.Jordan," sapa Nayla mengalihkan pandangannya pada Vincen.


"Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi," sambut Vincen ramah.


"Kamu sedikit terlambat, Nay," sambung Rory.


"Apa yang bisa kukatakan? Ada seseorang yang memerlukan waktu lebih lama untuk mengganti pakaiannya," ucap Nayla sedikit menaikkan bahunya dan melirik sekilas kearah orang disampingnya.


"Heh,,,!" Chris menarik hidung Nayla dan menghadapkan wajahnya kearahnya.


"Dasar pengkhianat! Kau sudah setuju untuk tidak mengungkit hal itu karena aku punya alasannya," protes Chris.


Semula, Gloria merasa khawatir saat Nayla bersama pria lain, namun hal itu menguap begitu saja saat melihat kedua anaknya tetap tenang bahkan menyambut hangat pada pria yang mengandeng Nayla. Pertanyaan mereka pun segera terjawab saat melihat interaksi Nayla dengan pria itu.


"Aduhh,,!!" Nayla menepis tangan Chris. "Aku kan hanya bercanda, lagi pula mereka tau apa yang kakak lakukan," sahut Nayla mengusap hidungnya.


"Ah,, perkenalkan dia adalah kakak saya," ucap Nayla pada Gloria memperkenalkan Chris.


Chris tersenyum ramah pada Gloria dan Vincen, lalu mengulurkan tangannya.


"Senang kembali bertemu dengan anda, Mr. Dan Mrs. Jordan," ucap Chris.


"Lama tidak bertemu, dokter Chris," sambut Vincen senang.


"Ehh,, kakak sudah mengenal mereka?" tanya Nayla kaget.


"Yah, lebih tepatnya mereka rekan bisnis papa dan pernah menjadi pasienku saat masih di LA," jelas Chris.


"Benarkah? Jadi,," Nayla menoleh kearah orang tua Chris.


"Om dan tante mengenal mereka?" tanya Nayla melebarkan matanya.


"Benar," jawab papa Chris.


Seolah pertemuan mereka menjadi sebuah reuni, mereka saling berpelukan singkat dan mengobrol santai.


Tak lama kemudian, acarapun dimulai. Nayla diminta untuk naik ke panggung untuk menerima penghargaan dan memberikan pidato singkat.


Beberapa orang yang mengajukan pertanyaan di sambut hangat olehnya, hingga saat Nayla turun dari panggung pun beberapa orang memberanikan diri untuk meminta tanda tangannya dibuku yang mereka bawa masing-masing.


"Tak kusangka, kau memiliki anak perempuan," ucap Vincen.


Mereka kini berkumpul diruangan yang disiapkan khusus untuk Nayla setelah acara selesai. Kedua orang tua Chris menelan ludah mereka saat Vincen mengatakan hal itu pada mereka.


Sebelum ketegangan meningkat, Vincen kembali berkata dengan senyum penuh pengertian.


"Aku tau apa yang kau pikirkan, dan aku juga sudah tau semuanya," papar Vincen.


"Hal terpenting adalah bagaimana mereka yang akan menjalaninya, dan hanya kalian yang berperan sebagai keluarganya disini," sambung Vincen.


"Setidaknya itulah yang dikatakan Nayla kepada kami," sambung Gloria.


Kedua orang tua Chris segera menatap Nayla seolah meminta penjelasan, bahkan Chris juga melakukan hal yang sama.


Sebelum Nayla mengatakan apapun, Vincen kembali mengungkapkan niat mereka.


"Kami ingin membicarakan tentang tanggal pernikahan mereka dengan kalian,"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2