LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Ep 3. Mimpi


__ADS_3

Jennifer tertidur setelah sampai dalam apartemennya mungkin juga merasa lelah karena sempat memikirkan banyak hal yang membuatnya merasakan lelah setelah itu. Huh! dan juga masih saja terus memikirkan laki-laki yang tak berguna itu menyebalkan sekali, apakah hanya ada dia di dunia ini ayolah Jennifer lupakan dia tak baik jika hanya selalu terpaku pada masa lalumu cepatlah lupakan dia kamu hanya perlu menjadi Jennifer yang pandai seperti dulu tak perlu merasakan cinta yang akan merusak reputasi otakmu di sekolah.


Dari jarak yang jauh Jennifer melihat sosok laki-laki dengan perawakan yang tinggi, badan tegap, berkulit putih, dengan gaya rambu yang sangat familiar, oh benar itu seperti David tidak salah itu memang benar dia David laki-laki yang selalu ada dalam pikiran Jennifer bahkan setelah David mencampakkannya dan lebih memilih wanita lain saat itu, hanya karena terlalu mencintainya Jennifer tidak pernah berpikir untuk mencari cinta yang baru bahkan bertahun-tahun lamanya Jenniffer tetap setia dan percaya bahwa suatu saat dia dan David akan bersama lagi, hanya itu yang ada di dalam otak Jennifer hingga saat ini.


"Bukankah itu David?", dengan pandangan mata yang penuh tanda tanya karena belum sepenuhnya yakin bahwa laki-laki yang berdiri di kejauhan itu adalah David,


"Tapi kenapa bisa ada di sini bukankah David di luar negeri, gak mungkin kan dia pindah? Oh tidak apa aku sedang berkhayal karena terlalu merindukannya, ya mungkin aku salah lihat", begitu kata batin Jennifer


"Heyy, Jennifer!", panggil seseorang dari seberang yang tadi Jennifer anggap sebagai David, dan ternyata benar itu adalah David tapi untuk apa dia ke sini bukan kah dia di luar negeri sedang apa dia disini apakah datang untukku:) ah tapi tidak mungkin, begitu banyak yang dipikirkan Jennifer


"Aku?", tunjuk Jennifer pada dirinya sendiri setelah mendengar namanya di panggil dan suara itu adalah suara yang sangat dia rindukan suara yang telah hilang selama bertahun-tahun itu dan sekarang akhirnya dia mendengarnya lagi untuk pertama kalinya,


"Iya, kamu Jennifer, kenapa? Ada apa? Kenapa wajahmu seperti orang bingung?", dengan berlari David mendekati Jennifer yang sedang terperangah tak percaya dengan kehadirannya,


"Oh aku tau sepertinya kamu gak percaya kan aku David, ini aku Jen David aku ke sini untuk menemuimu, aku merindukanmu Jen dan aku menyesal karena sudah salah memilih dan meninggalkanmu begitu saja, maafkan aku Jenn aku janji aku gak akan seperti itu lagi, apakah kamu mau memaafkan aku Jenn?",


"Hah, aku? apakah benar yang kamu ucapkan itu David, aku sudah dari dulu memaafkanmu aku tak pernah menyalahkanmu karena telah meninggalkanku seperti ini", dengan senyuman yang begitu bahagia Jennifer menjawabnya karena memang sungguh Jennifer tak pernah marah sedikitpun dengan keputusan David dan dia telah belajar dari masalah itu.


"Benarkah itu Jenn, terima kasih aku sangat senang mendengarnya Jenn", balas David langsung memeluk tubuh Jennifer yang telah ada di depannya itu dengan dangan erat oh sepertinya kembali ke masa lalu di saat mereka masih bersama-sama dan David sangat ingin kembali di masa itu di mana mereka hanya berlomba-lomba demi mendapatkan nilai unggul dalam setiap mata pelajaran apapun dan tidak ingin berpisah.


"Dav, kamu memeluku terlalu erat aku susah bernafas",


"Oh maafkan aku Jann, aku terlalu bahagia bisa bertemu lagi denganmu seperti ini dan kamu kamu sungguh berubah Jenn yang dulu berbadan mungil dan ramping sekarang menjadi Jenn yang sangat cantik bahkan aku tadi hampir tak mengenalmu karena penampilanmu sekarang seperti seorang bidadari",


"David kami terlalu memujiku, aku tetap Jennifer yang dulu yang kamu kenal, bukankah begitu musuhku, haha!", mereka mulai bercanda memecahkan suasana hening karena baru bertemu setelah lama tidak bertemu.


ting nung ting nungg ting nungg...


Ah ternyata hanya mimpi, sungguh menyebalkan aku berharap itu semua adalah kenyataan, gerutu Jennifer dalam hati. Karena itulah harapan yang selalu dinanti-nantikan dan menjadi kenyataan, bahkan jika itu benar-benar terjadi namun David tak bisa kembali lagi Jennifer akan berlapang dada dan menerima itu semua sebagai takdir yang seharusnya ia terima meskipun akan sangat sakit melihat orang yang begitu dicintai harus bersama orang lain, namun Jennifer juga bukan wanita yang egois jika tidak bisa bersama maka ia akan merelakan segalanya meskipun harus menahan rasa sakit yang begitu dalam tapi itu lebih baik daripada harus merebut milik orang lain karena ia tahu bagaiman rasa sakit itu. Untuk pertama kalinya Jennifer mencintai seseorang dengan begitu dalam bahkan meskipun telah lama tidak bersama tapi ia tetap mencintainya ya mencintai orang yang sekarang mungkin telah bersama orang lain, huh untuk dibayangkan saja Jennifer hampir tak sanggup bahkan kerap kali meneteskan air mata hanya untuk mengenang masa-masa itu masa yang begitu indah yang telah dia lewati bersama orang itu ya David Rikkard seorang anak yang begitu cerdas dan ramah sungguh suatu kebahagiaan memilikinya namun harus berakhir hanya karena mereka terpisahkan jarak dan David menemukan seseorang yang sekarang lebih dekat dengannya dibanding harus mempertahankan hubungan mereka berdua yang telah begitu lama terjalin, namun tak pernah sedikitpun Jennifer marah atau bahkan menyalahkan David karena ia sadar seseorang tak akan pernah sangguh terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh, hm begitu sulitnya untuk dijalani. Oh tidak aku bahkan hampir lupa jika ada seseorang diluar sana yang menunggu untuk masuk ke dalam apsrtemenku aku rasa dia akan marah besar karena terlalu lama menunggu di luar, batin Jennifer namun ia sedikit tersenyum tak sabar untuk melihat ekspresi sang tamu.

__ADS_1


"Jenn, kamu jangan sengaja membiarkan aku berdiri begitu lama di luar", ucap Naomi


"Iya sebentar, aku buka pintu", balas Jenni


Cekrek pintu terbuka ya betul sekali dugaan Jenni tamu yang datang melotot hingga mata nya ingin keluar dari tempat asalnya, begitu lucu dilihat, senyum Jenni, lalu mempersilahkan Naomi masuk ke apartemnnya.


"Wah-wah tetangga baru yang cantik, begitu semangat ingin bertamu ke apartemenku", ledek Jenni karena ia tahu Naomi sedang marah padanya,


"Menyebalkan sekali masih bisa kamu menggodaku, kamu tau hampir 1 jam aku berdiri di luar pintu apartemenmu ini Jenn apa kamu tidak kasihan dengan kakiku?", celetuk Naomi dengan marah,


"Haha iya-iya Naomi yang cantik aku minta maaf, aku ketiduran dan tidak mendengarkan mu memencet bel apartemen ku, bisakah kamu memaafkan aku Naomi yang cantik", goda Jenni lagi,


"Baiklah-baiklah karena kita adalah tetangga dan teman baru maka aku akan memaafkanmu, tapi apa usahamu untuk menebus kesalahanmu Jenni?", tanya Naomi


"Emm apa ya, bagaimana kalo aku buatkan kamu minuman dan makanan enak?", saran Jenni


"Oke aku terima permintaan maafmu, kalo begitu buatkan aku makanan terenak yang pernah kamu buat", dengan wajah yang tersenyum manis pada Jenni,


"Siap, aku tunggu masakanmu koki Jenni", lalu Jenni beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Naomi tetangga sekaligus teman barunya.


Ah rasanya begitu lucu untuk diceritakan kisah dua teman baru ini, bahkan di hari pertama bertemu mereka berdua seperti sahabat yang lama tidak berjumpa, benar-benar dramatis sekali, begitu juga dalam pikiran Jenni ia tak habis pikir begitu cepat ia akrab dengan teman barunya bahkan jika dibilang Jenni adalah orang yang lumayan pendiam dan tertutup dalam hal berteman mungkin karena Naomi orangnya cukup terbuka jadi saling melengkapi kekurangan Jenni menjadi sempurna.


Bahkan dengan kehadiran Naomi mampu membuat Jennifer sedikit lupa akan masalah dalam masa lalunya dan itu sangat membantu Jennifer sedikit demi sedikit untuk melupakan David karena hati Jennifer mungkin sudah menduga bahwa dia dan David mungkint tidak akan pernah bersatu lagi, ah sungguh lega sekali mendengar Jennifer akan segera melupakan mantan nya itu.


"Makanan siap", dengan senyum bangga Jenni membawa dua piring makanan yang ia buat dengan tangannya sendiri karena ini adalah pertama kalinya ia membuatkan makanan pada orang lain dan ya mungkin akan terbiasa,


"Wah baunya enak sekali Jenn kau sungguh pandai memasak, apakah boleh aku makan sekarang", dengan gaya tidak sabaran Naomi ia langsung mengambil makanan yang ada di dalam piring dan langsung memakannya,


"Pelan-pelan Naomi, tidak ada yang akan mengambil makananmu", senyum Jenni setelah melihat teman barunya itu begity rakus terhadap makanan,

__ADS_1


"Ini begitu enak Jenn, sungguh aku tidak berbohong aku akan menghabiskan semuanya boleh kah? Dan kedepannya aku akan terus mencicipi makanan enakmu Jenn", ucap Naomi sedikit menggoda,


"Haha iya-iya habiskanlah aku sudah kenyang melihatmu makan, berapa kau akan membayar jasa masakanku nanti Naomi?", Jenni balas menggoda Naomi yang tengah sibuk dengan makanannya itu,


"Tenanglah, aku punya banyak uang aku akan membayar untuk setiap piring makananmu yang aku habiskan", mereka tertawa bersama begitu bahagia hanya dengan 2 piring makanan dan itu sangat menyenangkan bukan,


"Baiklah, aku akan terima uangmu wahai dewa makanan", Naomi yang masih tengah menghabiskan makanan yang di buatkan Jenni itu begitu lahap seperti orang yang tak makan selama 2 hari, sungguh terlihat rakus pantas saja badannya sedikit gemuk dan berisi mungkin karena Naomi terlalu sering makan dan berlebihan sehingga membuat badannya gemuk,


Oh sungguh menyenangkan di dalam hati Jenni karena dia dapat membuat orang lain bahagis dengan kemampuannya sendiri, itu juga dia dapatkan dari ibunya, karena ibunya dulu sangat suka memasak dan Jenni sangat suka melihat ibunya memasak apa pun di dapurnya kadang ibu Jenni memarahinya karena terlalu ceroboh saat melakukan sesuatu tetapi setelah itu dengan sangat bangga setelah melihat hasil kerja keras Jenni maka ibunya percaya bahwa Jenni akan sangat pandai memasak suatu saat dan mampu menghidupkan dirinya sendiri...


Dari kecil Jenni hiduo dengan kedua orang tuanya dan seorang adik perempuan yang paling di sayangnya ia adalah Pamella Sweett ia sangat cantik dan mirip dengan Jenni dengan rambut pirang dua bola mata yang bulat dengan kehijau-hijauan sangat indah sangat enak jika dipandang itulah yang selalu membuat Jenni bahagia ketika melihat adiknya tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik, tetapi sekarang ia tak bisa lagi bertemu adiknya karena ia sedang kuliah dan jauh dari rumah "oh sungguh aku merindukan mu ibu ayah dan Pamella kapan kalian akan datang menjengukku", Jenni sedikit termenung sedangkan Naomi sudah selesai dengan dua piring makanan dan 1 botol wine simpanan Jenni dan menyadari Jenni yang sedang bengong entah apa yang dipikirkannya,


"Hey, Jenni. Sedang apa kau? Apa kau sedang melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?", menyadarkan lamunan Jenni,


"Ah tidak, aku hanya teringat akan orang tua dan adik ku di rumah aku merindukan mereka", dengan kedua tangan menopang dagu dan raut wajah yang sedikit dibuat-buat sedih,


"Oh ayolah Jenni, kau akan lebih lama di sini ini belum seberapa dan kau sudah merindukan mereka, em bagaimana nanti aku akan menemanimu jika kau ingin pulang ke rumah orang tuamu", hibur Naomi,


"Benarkah Naomi kau mau menemanikau, oh kau sungguh baik aku sangat beruntung berteman dengan mu Naomi", Jenni memeluk Naomi karena bahagia,


"Sudah-sudah jangan sedih lagi kelak kau akan terbiasa dengan keadaan ini, kau hanya perlu belajar agar orang tuamu bangga dan kau cepat mendapatkan gelarmu", dengan menepuk pundak Jenni perlahan,


Sungguh teman yang baik dan pengertian mungkin ke depannya Jenni akan sangat terbantu dengan kehadiran Naomi dalam hidupnya..


________________🎉🎉🎉🎉_________________


Author sedang mempersiapkan cerita delanjutnya, mohon para pembaca tidak bosan ya:)...


Tinggalkan komentar agar authot tau dimana kesalahan dalam cerita ini,

__ADS_1


Next episode..


__ADS_2