LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Tiba Waktunya


__ADS_3

.....Beberapa saat sebeumnya......


Nayla tengah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Rory ditempat yang telah disepakati.Memilih setelan celana jens dan atasan lengan pendek, ia membiarkan rambutnya tergerai. Setelah meletakkan kacamata dimeja rias dan berniat tak memakainya, ia pergi meninggalkan apartemennya.


Nayla memasuki taksi yang telah dia pesan menuju alamat yang dikirimkan Roy padanya. ketika sampai, ia terdiam sesaat, menarik nafas dalam dan keluar dari taksi. Sedikit ragu dengan alamatnya, ia mengeluarkan ponselnya untuk memastikan sekali lagi bahwa alamatnya memang benar.


Setelah benar-benar yakin tak salah, Nayla memasuki restoran yang disambut ramah oleh pelayan, dan segera mengarahkan Nayla kearah teras yang sudah dipesan Rory sebelumnya.Tersenyum ramah serta mengucapkan terima kasih, Nayla menuju teras yang dibatasi dengan kaca disekelilingnya. Ia mendorong pintu dan melangkah perlahan kearah Rory yang tengah berdiri membelakanginya menatap sungai yang ada didepannya.Rory berbalik menatap Nayla dengan mata berbinar senang.


"Dia memakai masker dan topi lagi.Apakah itu juga alasnnya disni hanya ada satu meja?"bisik hati Nayla.


Sementara Rory menatap lekat Nayla yang terihat berbeda dengan pakaian santainya dan tanpa kacamata yang biasa dia pakai.


"Dia terlihat sangat cantik tanpa kacamata,tapi apakah itu baik baik saja?"bisik hati Rory khawatir.


"Maaf,,aku terlambat.Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya Nayla menyadarkan Rory.


"Tidak..aku juga baru saja sampai," jawab Rory.


"Terima kasih sudah datang Nay." kata Rory seraya menarikan kursi untuk Nayla duduk.


"Terima kasih." sambut Nayla dengan senyum dibibirnya.


Rory mengitari Nayla untuk menarik kursi yang ada didepan Nayla untuk dirinya sendiri, duduk berhadapan dengan Nayla. Tak lama kemudian, seorang pelayan mendatangi mereka untuk menyanyakan pesanan mereka.


"Apa yang ingin kamu dapatkan untuk makan malam Nay?" tanya Rory.


Nayla membaca buku menu ditangannya dan terdiam beberapa saat merasa asing dengan menu yang tertulis. Rory yang menyadari kebingungan Nayla tersenyum simpul sebelum berkata,


"Apakah kamu keberatan jika aku memesankan untukmu Nay?" tawar Rory.


Nayla mengalihkan pandangannya dengan cepat dan menatap Rory lalu tersenyum canggung.


"Kelihatannya bukan ide buruk,tolong pesannkan untukku Roy." pinta Nayla.


"Adakah sesuatu yang harus kamu hindari, atau vegetarian mungkin?" tanya Rory.


"Tidak.aku bisa makan apapun." jawab Nayla


Rory mengangguk lalu memesan beberapa makanan beserta deesert dan mocktail.Keheningan menyelimuti mereka ketika pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Apakah kau baik baik saja Roy" tanya Nayla


"Apakah kau baik baik saja Nay?" tanya Rory bersamaan dengan Nayla.


Mereka saling pandang dan tertawa.


"Baiklah,,, ledies first." ucap Rory setelah tawanya mereda.


"Aku hanya memastikan apakah kau baik-baik saja." kata Nayla.


"Aku baik. kenapa kamu bertanya begitu?" tanya Rory menaikan alisnya.


"Yaahh,,, aku hanya menerka saja sebenarnya, karena kamu_,,," kata-kata Nayla mengantung.


"Memakai masker ini?" tebak Rory menunjuk masker yang dipakainya yang dijawab Nayla dengan anggukan kepala.


Pelayan menyela pembicaraan mereka tepat saat Rory akan menjawab.Pelayan itu meletakkan beberapa hidangan dimeja beserta minumannya.


"Silahkan.Selamat menikmati hidangan anda" ucap pelayan dengan senyum ramah setelah selesai meletakan semua makanan dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Rory melepaskan masker dan topinya ketika pelayan sudah tak terlihat.


"Apakah seperti ini menghilangkan keraguanmu?" tanya Rory.


Nayla tersenyum menatap Rory."Sejujurnya dia terlihat tampan,entah kenapa unuk pertam kalinya aku merasa sangat disayangkan jika ketampanannya ditutupi.Tapi aku juga mengerti jika dia begitu, tentu dia memiliki alsannya." Nayla berkata dalam hatinya.


"Lalu,adakah alasan kenapa kamu memakainya?" tanya Nayla hati-hati


"Tak ada alasan khusus sebenarnya, hanya saja aku merasa lebih nyaman, jika kamu merasa tak nyaman dengan ini, aku bisa tak memakainya." kata Rory.


"Tidak sama sekali." jawab Nayla cepat, tak ingin memposisikan Rory disituasi yang tak diinginkan.


"Lalu bagimana denganmu?" tanya Rory.

__ADS_1


"Tentang?" Nayla menaikkan alisnya.


"Apakah tak masalah kau tak memakai kacamatamu? dan kamu juga tak terlihat memakai soft lens." kata Rory.


"Ahh kacamata ya,,, sebenarnya mataku tak mengharuskan memakai kacamata, bisa dikatakan mataku baik-baik saja dan sehat, hanya saja karena kecerobohanku menyebabkan mataku mengalami iritasi dan dianjurkan untuk memakai kacamata saat beraktivitas di depan komputer, membaca buku dan mengemudi selama 3-ah tidak, 2bulan kedepan, karena aku sudah mengenakannya selama 1bulan."jelas Nayla.


"Begitukah?" kata Rory menganggukan kepalanya.


"Jadi kau tak mengemudi sendiri untuk datang kesini?" tanya Rory.


"Tidak, aku naik taksi." jawab Nayla.


"Ahh begitu, oh benar, sebaiknya kita menikmati hidangannya sebelum dingin."kata Rory.


"Baiklah, tapi katakan padaku,apa ini?" tanya Nayla.


"Mereka menyebutnya Colcannon hidangan yang berasal dari negara Irlandia."jawab Rory.


Tanpa ragu Nayla menyuapkan kedalam mulutnya.


"Kentang.?"gumam Nayla.


"Benar.itu memang berbahan dasar kentang.Apakah kamu manyukainya?"tanya Rory penuh harap.


"Lezat,baik rasa dan aromanya aku menyukainya, dan jujur saja ini pertama kalinya aku memakan ini." jawab Nayla menyuap lagi makanannya yang membuat Rory tersenyum lega.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya." sambut Rory.


"Apakah kau sering kesini"? tanya Nayla disela makannya.


"Beberapa kali, bersama teman-temanku." jawab Rory.


"Teman-temanmu?" tanya Nayla mengerutkan keningnya.


"Ya, mereka yang kamu lihat di cafe beberapa hari lalu." jawab Rory.


"Jadi,,apakah kamu berasal dari Irlandia?" tanya Nayla.


"Tidak, hanya saja aku pernah kesana." jawab Rory.


"Tidak juga, aku kesana kerena mengunjungi kenalanku yang sakit." jelas Rory.


Beberapa saat kemudian, mereka menyelesaikan makan malam mereka. Bersantai setelah menikmati makan malam. Sesekali Nayla menyesap mocktailnya dan melihat sekeliling mengagumi suasana yang terasa hangat dan pemandangan luar yang terlihat tenang. Rory menatap Nayla dengan menopang dagunya dan tersenyum.


"Apa yang sedang ingin kau katakan Roy?" tanya Nayla mengalihkan pandangannya pada Rory menyadari tatapan Rory padanya.


"Ah,,, ti-t-tidak kok" jawab Rory gugup karena Nayla menatapnya tiba-tiba.


Naya menaikkan alisnya mendengar jawaban Rory.


"Kamu tidak mangalihkan pandanganmu dariku sejak lima menit terakhir. Apakah ada sesuatu yang aneh diwajahku?" tanya Nayla.


"Tidak.Tidak sama sekali." jawab Rory cepat.


"Lalu?" tanya Nayla lagi.


"Aku hanya ingin bertanya padamu." jawab Rory sambil mengusap belakang lehernya.


"Kalau begitu tanyakan saja." kata Nayla menatap lekat mata Rory.


"Roy,,," panggil Nayla saat Rory tak kunjung bicara.


"Kau tau aku tak mengigit bukan?" tanya Nayla membuat Rory tertawa.


"Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan." kata Rory menarik nafas dalam lalu menatap Nayla yang balas menatapnya menunggu apa yang ingin ditanyakan dan mengaggukan kepalanya.


"Ok,,, lanjutkan" kata Nayla.


"Seperti,,, apa yang kamu suka dan tidak suka, apa makanan favoritmu, apa yang kamu lakukan diakhir pekan, kamu lebih suka kucing atau anjing, apakah kamu suka_,,," kata-kata Rory terhenti dan menatap Nayla namun langsung menundukan kepalanya merasa pertanyaan yang dia ajukan terlalu spontan.


Tawa Nayla pecah melihat tingkah Rory yang menurutnya diluar dugaannya.


"Aku tak menyangka kamu memiliki kejutan." sambut Nayla masih tertawa.

__ADS_1


"Ah,,, maafkan aku" ucap Rory gugup.


Nayla mengelengkan kepalanya.


"Tidak,,jangan minta maaf. Maksudku adalah pertanyaamu cukup banyak,dan aku akan menyimpannya untuk nanti." jawab Nayla tersenyum.


"Jadi maksudmu, kita bisa bertemu lagi setelah hari ini? " tanya Rory.


"Tentu saja." jawab Nayla.


"Terima kasih Nay," kata Rory.


"Mau jalan-jalan sebentar?" tanya Rory lagi.


"Hmmm.." Nayla melihat jam tangannya. "Sepertinya tidak untuk kali ini. Mungkin, akan untuk lain kali. Apakah tidak apa-apa?" tanya Nayla.


"Tentu, aku mengerti. Kita bisa pergi sekarang jika kamu mau." jawab Rory.


"Terima kasih" ucap Nayla.


"Bukan masalah." jawab Rory tersenyum.


Mereka pun keluar dari restoran.Tanpa peringatan,Rory menarik tangan Nayla menuju tempat dimana Rory memarkir mobilnya.Nayla menatap Rory dengan tatapan bertanya.


Tak diberi kesempatan untuk protes, Rory berkata sebelum Nayla mengungkapkan protesnya


"Kamu pernah berjanji bersedia ku antar dipertemuan kita selanjutnya, kau tak melupakan itu kan?" tanya Rory seraya membukakan pintu mobil untuk Nayla.


Nayla menatap Rory yang telah memakai maskernya lagi lalu menghela nafas panjang merasa kalah.


"Baiklah,,kau menang.bApa kau senang?" ucap Nayla lalu masuk kemobil Rory.


Setelah memastikan Nayla duduk,Rory menutup perlahan pintu mobil dan segera beralih untuk duduk dibelakang kemudi.


"Sangat.." jawab Rory tersenyum lebar setelah menutup pintu mobil dan membuka maskernya.


"Baiklah..katakan alamatmu dan biarkan sopir ini mengntarmu dengan selamat." ucap Rory menepuk dadanya sendiri.


"Aman dan damai?" tambah Nayla menaikan alisnya menatap Rory.


Mereka pun tertawa.


Nayla pun mengatakan alamatnya.


"Hei..itu benar-benar satu arah" kata Rory tersenyum.


"Benarkah?" tanya Nayla


Rory mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan restoran. Selama perjalanan sesekali mereka mengobrol tentang keseharian masing-masing yang tentu saja Rory tak mengatakan detailnya karena tak ingin Nayla tau siapa dia sebenarnya dan berubah sikap padanya.


Rory ingin hubungannya bersama Nayla terjalin tanpa status Rory sebagai penyayi dibelakangnya dan akan mengatakan yang sebenarnya ketika waktunya tepat.


Rory menghentikan mobilnya didepan sebuah gedung 4lantai yang terlihat asri dengan beberapa pohon dan sebuah taman kecil disamping gedung beserta tempat parkir yang terlihat seperti dibawah tanah namun tampak menambah keunikan gedung tersebut.


"Jadi kamu tinggal disini?" tanya Rory.


"Benar, terima kasih sudah mengantarku." ucap Nayla.


"Sejujurnya,,aku justru senang kerena mengantarmu" jawab Rory tersenyum.


"Selamat malam Roy." ucap Nayla balas tersenyum lalu keluar dari mobil setelah berhasil mencegah Rory yang ingin membukakan pintu mobil untuknya.


"Sampai jumpa lagi" kata Rory sebelum pergi.


"Sampai jumpa" balas Nayla.


Rory pun pergi meninggalkan Nayla. Setelah Rory hilang dari pandangannya,Nayla melangkah memasuki gedung menuju tempat tinggalnya.


Sementara itu Rory masih tersenyum bahkan setelah tak bersama Nayla.


"Aku memang tak tau apakah ada orang lain dihatinya atau tidak,dan alasan kenapa saat itu dia pergi kearah yang berlawanan dengan tempat tinggalnya juga tempat kerjanya membawa bunga itu.


Tapi aku tetap ingin mengenalnya lebih baik. Jika memang dia telah mencintai seseorang, maka aku akan menjaga senyumnya agar tak hilang dari bibirnya." kata Rory pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Rory tiba di gedung tempat tinggalnya dan langsung menuju kamarnya setelah memakirkan mobilnya.


...****************...


__ADS_2