LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Ep 8. Makan Malam


__ADS_3

Tiba waktunya untuk acara makan malam setelah hampir berjam-jam mereka bertiga berkeliling kota, jam menunjukkan pukul 18.20 sudah hampir malam, tetapi kota saat ini malah semakin ramai dan padat. Tengah kota itu memang cukup indah, di malam hari pun terlihat berbagai macam lampu berwarna-warni sangat cocok untuk dinikmati bersama orang-orang tersayang.


Jennifer, Naomi dan Rikkard segera kembali ke mobil mereka akan pergi ke rumah Rikkard dan sesuai janji mereka akan makan malam bersama orang tua Rikkard di rumahnya. Tidak, bukan makan malam yang romantis itu lebih terlihat seperti makan malam keluarga.


Di tengah perjalanan mereka terjebak macet bahkan hampir setengah jam berada di jalanan mungkin akan terlambat tiba di rumah Rikkard. Sedangkan Jennifer terlihat bosan dia terus memandang keluar jendela terus melihat-lihat samping kirinya terlihat banyak mobil-mobil terjebak macet di jalan saat ini.


Naomi dan Rikkard mereka terlihat berbincang-bincang ya terlihat sedikit akrab Jennifer yang melihat ke akraban mereka ikut tersenyum bahagia, sepertinya ini adalah awal dari kedekatan mereka berdua syukurlah Jennifer tidak perlu lagi harus menjadi orang yang menjodoh-jodohkan mereka.


"Em harus berapa lama lagi kita terjebak macet di sini?", kata Jennifer dengan lesunya, "Entahlah mungkin sebentar lagi", balas Rikkard, "Rasanya sangat membosankan duduk diam di dalam mobil seperti ini, huh!", keluh Jennifer, "Bersabarlah Jenn, sebentar lagi kita akan keluar dari macet ini", tenangkan Naomi pada Jennifer yang terlihat sangat bosan berada di mobil.


Sejenak Jennifer menarik nafas panjang dia terlihat sangat lelah sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk keluar dan menghirup udara luar, ketika Jennifer menoleh ke kiri dia melihat sebuah mobil perrary berwarna silver dengan modifikasi yang sangat di kenalnya, yang hampir 4 tahun lalu selalu menjadi gambar favoritenya hingga sekarang.


4 tahun lalu Jennifer dan David selalu senang dengan gambar Doraemon yang berdasarkan warna biru entah biru tua atau pun muda mereka sangat menyenangi gambar itu bahkan hampir setiap filmnya di tayangkan di televisi mereka akan dengan sangat senang menontonnya bahkan tidak terlewatkan satu episode pun.

__ADS_1


Pikiran Jennifer entah terbang ke mana, sekarang hatinya terasa tidak karuan ada sedikit rasa cemas dan senang, entah lah Jennifer pun bingung dengan keadaan hatinya sekarang, hanya melihat gambar itu saja dia tampak tak karuan dia bahkan belum melihat wajah sang pemilik mobil tersebut. Jalanan sudah mulai bergerak tak lagi diam seperti tadi dan mobil pria itu pun juga menghilang dari pandangan Jennifer bahkan Jennifer lupa seperti apa jelasnya mobil pria itu dia hanya mengingat jelas gambar modifikasi mobil itu. Bagaimana cara dia menemukan dari sekian banyak mobil-mobil di kota ini, pikir Jennifer.


"Jenn, kamu kenapa ngelamun kek gitu? Lagi mikirin apa sih dari tadi natap jendela terus?", tegur Naomi yang melihat sikap Jennifer, "Ah tidak tidak aku hanya memandangi keadaan luar saja, terlihat ramai sekali bukan", ngeles Jennifer, dia tidak ingin teman-temannya tau tentang hubungannya dengan David.


"Sebentar lagi kita akan sampai di rumah", jelas Rikkard, "Benarkah? Syukurlah kalau begitu, aku sudah sangat lelah", sahut Jennifer dengan lesu, "Oh Jennifer, kamu dari tadi hanya termenung dan selalu mengeluh, ada apa dengan dirimu Jenn?", kata Naomi melihat keanehan pada diri Jennifer, "Hah? apakah aku terlihat seperti itu? sepertinya menyedihkan sekali", canda Jennifer, "Ya sepetinya seperti itu, haha", mereka tertawa bersama-sama.


🌸🌸🌸


Mamah Rikkard sudah berdiri di ambang pintu tampaknya sedang menunggu kedatangan putra nya, benar sekali di wajahnya terpampang raut yang cemas, "Kenapa kalian baru datang? apakah terjadi sesuatu?", tanya Mamah Rikkard dengan wajah cemasnya


"Mah, maaf tadi kami terjebak macet di jalanan, aku lupa ngabarin mamah, maaf ya mah", rayu Rikkard pada mamah nya dengan penuh manja, Naomi dan Jennifer yang melihat hanya tersenyum simpul, "Baiklah-baiklah lain kali kalo pulanh telat jangan lupa kabarin mamah ya, nanti mamah khawatir", selak mamah Rikkard, "Ih mamah aku kan udah besar masa masih di giniin sih kaya anak kecil aja", rengek Rikkard dengan manjanya, "karena mamah sayang kamu Rik, kamu satu-satunya anak laki-laki di rumah ini kamu juga penerus keluarga ini, kalo mamah gak jagain kamu terus siapa?", jelas mamah Rikkard, "Iya iya mah Rikkard ngerti", jawab Rikkard.


Mereka semua masuk rumah dan tepat di tengah ruangan adalah ruangan tamu di situ sudah ada sofa besar biasanya di situ tempat berkumpulnya para keluarga untuk menonton tv. Mereka pergi menuju ruang makan masing-masing memilih tempat duduk Rikkard duduk di samping mamahnya, Jennifer dan Naomi duduk bersebelahan tepat di depan Rikkard dan ibu Rikkard.

__ADS_1


Selang beberapa menit setelah mereka duduk datang beberapa pelayan mengantar masakan mereka, begitu banyak jenis makanan yang mereka hidangkan dari makanan pembuka hingga berbagai jenis makanan penutup semuanya terlihat enak dan begitu lezat.


🌸🌸🌸


Selesai makan malam itu mereka berbincang-bincang terlihat cukup asik ibu Rikkard menceritakan tentang bagaimana semasa kecil Rikkard dulu dan hal itu membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak nampaknya hanya Rikkard yang tersenyum simpul malu tak ingin membahas masa lalu nua yang menurutnya sangat memalukan untuk di ceritakan kepada orang lain.


"Kalian tau, Rikkard dulu itu sangat imut, dia gendut sekali hampir semua orang yang melihatnya memiliki rasa gemas dan selalu mencubit pipinya yang tembem, tante pun dulu sangat senang ngajak dia jalan-jalan berasa kaya lagi bawa anak panda", ucap ibu Rikkard di sertai gelak tawa mereka bertiga tanpa Rikkard pastinya,


"Mah udah mah, aku malu jangan di terusin ceritanya ntar aku ngambek nih", Rikkard mencoba menghentikan cerita ibunya, "Cieee yang malu-malu ni, ih liat deh tan muka nya udah merah gitu", mereka kembali tertawa melihat wajah Rikkard yang merah karena malu.


🌸🌸🌸


Cerita mereka berakhir tepat pukul 09.00 malam, lalu Naomi dan Jennifer berpamitan untuk pulang karena hari sudah malam, "Tante, kami pulang dulu ya udah malam besok masuk kuliah juga takut kesiangan bangunnya", kata Jennifer setelah cerita mereka berakhir, "Iya nih tan udah malam banget, lain waktu kita cerita-cerita lagi ya", kedip mata Naomi pada ibu Rikkard, "Ya sudah kalian pulang anak gadis gak baik juga pulanh terlalu malam kaya gini takut jadi omongan tetangga apa lagi mainnya ke rumah cowok tau kan mulut ibu-ibu gimana cerewetnya kalau soal gunjingino orang, nanti main lagi ke rumah tante pasti tante senang banget punya teman untuk cerita-cerita. Kalian hati-hati ya di jalan. Oh iya kalian naik apa pulang, gimana kalau Rikkard yang ngantarin kalian?", ucap ibu Rikkard, "Gak usah tante, kita naik taksi aja nih kami udah pesen taksi online. Yaudah kami pulang dulu ya tante dahhh", sembari menyalami tangan ibu Rikkard.

__ADS_1


__ADS_2