
Rory meletakan kotak makanan dimeja makan dan berniat kembali kekamarnya untuk mengambil gitar dan duduk diatap tempat biasanya dia memainkan gitarnya tanpa gangguan.Sayangnya niat itu terhenti
"Membeli makanan kenapa lama sekali?kamu pergi kemana sebelum membeli makanan."tanya Thomas yang tengah duduk di sofa tak jauh dari meja makan dengan buku ditangannya.
"Aku mencari tempat yang tak begitu banyak antriannya."jawab Rory asal.
"Kau tau.?kau tak bebakat jika ingin berbohong."sindir Thomas.
"Dimana yang lain?"tanya Rory mengalihkan pembicaraan.
"Aku sangat tak suka memancing."jawab Thomas asal membuat Rory mengosok belakang lehernya tersenyum geli.
"Iya iya.aku mengerti.aku hanya sedang tak ingin membicarakan kenapa aku lama."jawab Rory tersudut.Memahami sikap Thomas ketika dirinya mengalihkan pembicaraan,Thomas akan menjawb pertanyaan yang jauh dari topik yang ditanyakan.
"Biar ku tebak.."kata Thomas menutup bukunya dan menatap lekat Rory.
"Kau baru saja melihatnya(nayla) dan yang baru saja kau lihat menganggu pikiranmu."kata Thomas tepat sasaran.
Rory melebarkan matanya menatap Thomas dengan wajah ngeri.betapa miripnya Thomas dengan Kevin kakaknya yang seolah bisa membaca hatinya.
"Bukan berarti aku dan Kevin sama Rory."kata Thomas lagi seolah membaca pikiran Rory.
"Akan ku anggap kau mengelak dari kebenaran."jawab Rory cepat menyebabkan tawa Thomas pecah.
"Aku hanya mengenalmu dengan baik."jawab Thomas."kau bisa menceritakan kegelisahanmu jika kau mau.Aku tak keberatan menjadi pendengar,setidaknya Kevin tak curiga dengan sikap anehmu lagi."kata Thomas.
Rory berfikir sesaat masih berdiri didekat meja.Lalu beralih ke Thomas yang duduk santai di sofa dengan buku ditangannya.Setelah beberapa saat,Rory mendekati Thomas dan duduk disofa yang berseberangan dengannya.
"kemana yang lain?"tanya Rory setelah duduk.
"Pergi bersama Martin.mungkin akan kembali satu jam lagi.jadi kau bisa tenang jika ingin bercerita padaku."kata Thomas.
Rory menyandarkan kepalanya kebelakang dan menghela nafas panjang.
"Aku memang melihatnya.Dia tengah membeli bunga ditoko yang tak jauh dari sini."Rory diam sesaat dan Thomas diam mendengarkan tak berniat menyela.
"Aku penasaran untuk siapa dia membeli bunga itu yang membuat dia bisa tersenyum begitu cerah.Ketika aku mengikutinya,aku justru kehilangan jejaknya."kata Rory,lalu menatap Thomas.
"Itu membuatku berfikir,apakan dia sudah memiliki kekasih,atau seseorang yang dia sukai"kata Rory lesu.Thomas mengangguk mengerti.
"Fakta bahwa dia belum memiliki kekasih bukankah kau juga sudah mengetahuinya ketika kita di cafe waktu itu?"tanya Thomas yang di jawab dengan anggukan kepala Rory.
"Tapi orang yang disukai memiliki kemungkinan,tanyakan saja padanya,buknkah dia mengijinkanmu untuk menghubunginya?berteman dengannya dan perlahan kau bisa tau,,tapi tunggu dulu,, dia membeli bungan kan bukan berarti menyukai seseorang,bunga memiliki arti tersendiri"kata Thomas menegakkan duduknya."Bunga apa yang dia beli?"tanya Thomas.
"Anyelir merah dan Amarilis ."jawab Rory."Menurutmu apa artinya?"tanya rory menegakan duduknya mengikuti Thomas.
"Amarilis memiliki arti pencapaian sesuatu,sama seperti saat kau berhasil menciptakan lagu,ada pengemarmu yang memberikan rangkaian bunga dimana ada bunga itu didalamnya."kata Thomas.
"Dan kalau bunga Anyelir merah..."kalimat Thomas terhenti ketika mendengar langkah kaki mendekati mereka.Tanpa aba aba,mereka menglihkan pandangan mereka kearah pintu.Tak lama Nathan muncul dengan kepala menunduk membaca buku.Rory dan Thomas saling pandang lalu memperhatikan Nathan yang berjalan hanya fokus pada buku di tangannya tanpa memperhatikan kursi yang ada didepannya.Kaki Nathan menabrak kursi menyebabkan buku yang dipegangnya terjatuh dan meringis kesakitan.sontak saja Rory dan Thomas tertawa gelak melihat Nathan yang kesakitan memegangi kakinya.
__ADS_1
"Kursi itu sejak awal sudah disana.kenapa kau menabraknya?"tanya Rory disertai tawa.
"Apakah tempat ini masih baru untukmu?"tanya Thomas tertawa.
"Berisik."gerutu Nathan meraih bukunya yang terjatuh.
"Apa yang membuatmu begitu fokus hingga kau menabrakan kakimu kekursi?"tanya Rory berusaha menghentikan tawanya.
"Sepertinya kalian sangat menikmati ketika aku kesakitan."kata Nathan cemberut saat duduk.
"Apakah itu salah kami?"tanya Thomas terkekeh.
"Bukan sih."jawab Nathan.
"Mana yang lain?"tanya Rory.
"Masih bersama Martin mengurus sisa persiapan rekaman video lagu kita"jawab Nathan.
"Buku apa yang kau baca?"tanya Rory lagi."Terlihat sama dengan yang dibaca Thomas."kata Rory seraya melihat buku yang dipegang Thomas dan Nathan bergantian.
"Aku tak percaya kau juga membacanya Nathan."kata Thomas dengan mata melebar memperlihatkan buku ditangannya.
"Woww..Apa kau juga menyukainya?"tanya Nathan.
"Sangat."jawab Thomas.
"Awalnya aku iseng meminjam buku karyanya dari teman.dan aku langsung jatuh cinta dengan gaya tulisannya,cara dia membuat kisah di buku karyanya benar benar memukau."kata Nathan dengan mata berbinar.
"Sejak kapan kau suka membaca?"tanya Rory heran menatap Nathan."Aku tau kalau Thomas suka membaca,tapi kamu....?"kata Rory memiringkan kepalanya.
"Entahlah."jawab Nathan menaikan kedua bahunya."Tapi sejak aku menemukan buku karya penulis satu ini,aku selalu menantikan karya selanjutnya dan ingin mendapatkannya."jawab Nathan.
"Kan kamu hanya perlu ketoko buku jika ingin membeli buku,tentu banyak buku itu dijual ditoko buku dimanapun."kata Rory.
"Tidak semudah itu Rory."Thomas menjawab."Buku karya nya yang sebelumnya sudah tidak ada ditoko buku manapun,bahkan online.semua sudah terjual hanya dalam hitungan hari sejak buku itu terbit.Aku sudah mencari informasinya dan itulah yang aku dapatkan."kata Thomas.
"Bahkan dia memiliki fans club dibebrapa media sosial.Pengemarnya benar benar banyak."tambah Nathan.
"Sayangnya,tak ada informasi pribadi penulis selain dia seorang wanita yang belum lama ini publikasikan."kata Thomas.
"Foto atau akun sosial?"tanya Rory yang di jawab gelengan kepala Nathan dan Thomas.
"Tak ada satupun."jawab Thomas.
"Omong omong Thomas,berapa buku yang berhasil kamu koleksi?"tanya Nathan.
"Hanya 10buku.dan kamu?"tanya Thomas.
"Aku hanya 5buku,tapi kudengar tak lama lagi buku barunya akan terbit kan.?"tanya Nathan.
__ADS_1
"Itu juga yang aku dengar,kalau tak salah sekitar satu atau dua minggu lagi.mau mencari bereng kalau sudah terbit nanti?"tanya Thomas.
"Tentu saja."jawab Nathan semangat.
"Buku apa sih?"tanya Rory penasaran merebut buku ditangan Thomas."Nyloes..??"gumam Rory membaca nama penulis buku.
"Rasanya aku sering dengar beberapa orang menyebut nama ini."kata Rory.
"Tak heran.dia kan memiliki banyak pengemar."jawab Nathan."Bahkan beberapa kali mendapat penghargaan dan bukunya juga beberapa kali masuk best seller."tambah Nathan.
"lalu ketika dia mendapat penghargaan apa tak ada siarannya?di surat kabar juga apa tidak ada satupun yang menyetebutkan setidaknya namanya?"tanya Rory heran.
"Ketika mendapatkan penghargaan, dia tak pernah muncul,dan disurat kabar tidak pernah disebutkan nama aslinya,Nyloes.hanya itu yang selalu muncul."jawab Thomas.
"Tidakkah itu sangat egois?dan terlihat seperti..."rory tak sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Sombong?"potong Thomas menaikan alisnya menatap Rory yang dijawab dengan anggukan kepala.
"Sama sekali tidak,Fakta bahwa dia selalu membalas surat dari pengemarnya membuat kekurangan tentang itu tertutupi sepenuhnya.hanya saja surat surat itu hanya dikirimkan kealamat jasa pengiriman barang yang sudah berkerja sama agar tutup mulut dimana kantor dan alamat asli penulis."Thomas menjelaskan.
"Misterius sekali"kata Rory.
"Sangat..dan pengemarnya semakin bertambah,bahkan aku membaca dibeberapa akun media sosial yang membuat permintaan agar memperbanyak buku yang dicetak agar mereka bisa mendapatkannya.namun tetap saja buku itu selalu terjual habis"kata Nathan.
"Woww.."kata Rory kagum memandangi buku bersampul hijau lumut dangan gambar yang terasa hangat.
"Ah benar juga,"kata Thomas tiba tiba membuat Nathan dan Rory menatap Thomas heran.
"Nathan,kalau aku tak salah ingat kau sangat mengerti makna bunga bukan?"tanya Thomas membuat Rory menatapnya dengn mata lebar berharap Thomas tidak mengatakannya,namun Thomas hanya tersenyum tenang.
"Kenapa memangnya?"tanya Nathan.
"Apa kau tau makna bunga Anyelir?"tanya Thomas.
"Tentu saja,bunga Anyelir memiliki arti berbeda pada tiap warnanya, seperti Anyelir Putih berarti kesetiaan dan keberuntungan.Anyelir Merah Muda berarti rasa syukur dan tak ingin melupakan seseorang.Anyelir Merah Pucat berarti kecewa.Anyelir Merah Tua berarti rasa cinta dan kasih sayang bisa juga perasaan merindukan seseorang.dan Anyelir Kuning memiliki arti penolakan."Nathan menjelaskan dengan detail."Memangnya kenapa kamu menanyakan itu?tak biasanya?"tanya Nathan heran.
"Aku ingin sekali memberikan bunga untuk istriku.karena aku sendiri tak tau kapan bisa pulang,aku ingin mengirimkan kerumah,tapi ragu bunga apa yang cocok."jawab Thomas.
"Menurutku sih kalau kamu mau memberi bunga Anyelir,pilih yang merah tua.bisa juga digabungin dengan bunga Amarilis misalnya.itu cocok.Tapi kamu juga bisa pilih bunga Lily.tergantung selera sih sebenarnya."kata Nathan.
"Itu ide bagus.terima kasih Nathan."kata Thomas.
"Aku ke kamar dulu ya,nanti keluar ketika jam makan malam,sambil menunggu yang lain."kata Nathan seraya berdiri.
Thomas mengangguk,setelah Nathan menghilang dari pandangannya,Thomas melirik Rory yang diam membisu dangan tatapan menerawang.
"Tak ada gunanya kau bersikap seperti ini,"kata Thomas,"Tanyakan padanya,tapi ingatlah jangan terburu buru.setidaknya kau bisa tau jawabannya dengan mencari tau dari pada hanya diam dan berasumsi sendiri tanpa mendapatkan jawabannya."kata Thomas menepuk bahu Rory.
Rory mengangguk lesu,lalu pergi meninggalkan Thomas pergi kekamarnya.
__ADS_1
Thomas hanya mengelengkan kepalanya melihat Rory.
...****************...