
Wajah Rory terlihat kesal,satu tangannya menenteng paper bag berisi buku,sedang satu tangannya yang lain mengenggam tangan Nayla,sedikit menariknya saat berjalan.Langkah lebarnya menyulitkan Nayla untuk mengimbanginya.Langkannya yang cepat membuat Nayla beberapa kali mebentur orang yang berpapasan dengannya karena gagal menghindarinya.
"Roy,,"panggil Nayla.Rory tak merespon dan masih terus berjalan.Cengkraman tangan Rory justru menguat.
'Roy,,"panggil Nayla lagi.masih belum ada tanggapan.
'Ahh menyebalkan..Dia sudah menyeretku cukup lama,mau sampai kapan dia menyeretku'umpatnya dalam hati.
Karena kesal,Nayla mencoba mengumpulkan tenaganya untuk menghentikan langkah dan menarik tangan Rory.
"RORYY..."panggil Nayla sedikit membentak,kedua tangannya menahan tangan Rory agar berhenti melangkah.
Bentakan Nayla mengejutkannya bersamaan dengan tubuhnya yang terhuyung kebelangkang akibat tarikan tangan Nayla.
Dengan kesal,Rory menegakkan badannya dan mengarahkan matanya pada Nayla.Namun ketika Rory melihat Nayla,semua rasa kesalnya padam seketika.Nayla sedikit terengah engah,satu tangannya berada dilutut menopang tubuhnya,satu tangannya lagi dalam genggaman Rory.
"Akhirnya berhenti juga.jika saja keadaannya selenggang tadi,aku tak akan protes.aku kesulitan mengimbangi langkahmu dan menghindari benturan orang orang yang berpapasan dengan kita."suara Nayla terdengar pelan,namun cukup untuk didengar Rory.
"Ada apa denganmu?"tanya Nayla mendongak menatap Rory heran."Dan bisakah kau sedikit melonggarkan cengkraman tanganmu?itu agak sakit."ungkap Nayla membuat Rory membeku,perlahan melonngarkan cengkraman tangannya namun tidak melepasnya.
Tanpa menjawab pertanyaan Nayla,dengan lembut,Rory membimbing Nayla duduk di kursi panjang yang tak jauh dari tempatnya berdiri.Saat Nayla duduk,Rory berlutut didepannya dan memperhatikan tangan kirinya yang tampak kemerahan.
"Maafkan aku."ungkap Rory menyesali perbuatannya."Tanpa sadar aku menyakitimu."tambahnya menunduk.
'Apa yang sudah aku lakukan?kenapa aku harus marah?dari mana rasa kesal ini berasal?aku bahkan sampai melukainya seperti ini'rutuknya dalam hati.
"Roy..."panggil Nayla lembut.
Perlahan,Rory mengangkat wajahnya menatap Nayla yang tengah menatapnya dengan senyum lembut diwajahnya.
"Duduklah disini"kata Nayla menepuk tempat kosong disampingnya.Rory terpaku,tak beranjak dari tempannya.Matanya menatap Nayla tak percaya.
'Bagaimana bisa dia masih bersikap lembut seperti ini'keluhnya dalam hati.
"Kumohon..."kata Nayla lagi.
Rory menundukkan kepalanya,dan mengeleng pelan.tangannya masih mengenggam lembut tangan Nayla.
"Katakan padaku apa yang membuatmu gelisah hingga memicu emosimu?"tanya Nayla.
Pertanyaan Nayla sontak membuat Rory mengangkat kepalanya dan menatap wajah Nayla.
"Aku..tidak...aku bukan....hanya..."terbata bata menjawab pertanyaan yang datang,Nayla melontarkan pertanyaan lagi.
"Apakah komentar orang yang berpapasan dengan kita saat menuju ke stand buku ada hubungannya dengan ini?"tanya Nayla lagi.
"Kamu...kamu..mendengarnya?"tanya Rory melebarkan matanya.
"Jadi itu berhubungan?"tanya Nayla lalu menghela nafas panjang."Maafkan aku..andai saja aku menyadari itu lebih cepat,aku tak akan membiarkannya.ku pikir kamu tak memikirkan pendapat orang lain yang berbicara tentang apa yang kau kenakan,tapi sangat wajar jika kamu tak nyaman dengan perkataan orang lain yang kamu dengar."kata Nayla lalu menarik Rory agar duduk disampingnya.
"Duduklah..apa kau tak lelah harus berlutut seperti itu,kau bahkan berhasil menarik perhatian orang dengan cara sederhana ini."kata Nayla lagi dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.
"Tidak..bukan itu..hal itu tak mengangguku,tapi aku tak mengelak jika karena aku mereka menilaimu buruk aku tak bisa menerimanya."ucap Rory
'untunglah,,dia hanya mendengar komentar terakhir yang aku dengar.Jika dia mendengar semuanya,aku tak bisa membayangkan akan menjadi sekaku apa keadaannya'ungkap dalam hatinya merasa lega.
"Kenapa kau menghawatirkanku?"tanya Nayla tertawa kecil."Aku bahkan tak perlu memikirkannya sama sekali.aku melakukan apa yang ingin aku lakukan tanpa harus peduli orang berkata apa"kata Nayla tenang.
"Kamu tak malu?"tanya Rory menatap mata Nayla dalam mencari adakah kebohongan disana."Jika kamu tak nyaman karena aku menutupi wajahku,aku bisa saja membukanya."tambahnya.
"Dan menempatkanmu di rasa tidak nyamanmu?Konyol..."kata Nayla.
"Dengar...aku memang benar belum lama mengenalmu.tapi sejauh yang ku tau kau bukanlah orang yang masuk dalam kategori akan menyerang orang lain tanpa alasan yang jelas,dan itu sudah cukup bagiku."kata Nayla tulus.
__ADS_1
"Kamu tak menganggapku aneh?"tanya Rory lagi.
"Sama sekali tidak"jawab Nayla mengelengkan kepalanya.
Rory menatap Nayla dengan tatapan terima kasih dan menundukkan kepalanya lagi.Nayla megedarkan pandanganya mencari sesuatu yang mungkin bisa membuatnya lebih baik.Matanya berhenti di stand permainan lempar bola.
"Ikut aku"ucap Nayla tiba tiba.
"Eh...Apa..."kalimat Rory terpotong saat Nayla dengan tiba tiba menariknya berdiri dan berjalan cepat menuju stand permainan.
"Uji ketangkasamu dan dapatkan hadiahmu"seru seorang pria yang menjaga stand permainan.
"Silahkan nona."sambutnya ketika Nayla berhenti didepannya.
"Bagaimana cara mainnya?"tanya Nayla.
"Anda hanya perlu melemparkan bola ini kedalam ring.jika anda bisa mecetak skor tinggi,hadiah utama kami akan menjadi milik anda."jelasnya.
"Mau bertanding?"tantang Nayla.
"Bertanding?"tanya Rory mengerutkan kening.
"Yap...siapapun yang menang bisa meminta apapun kepada yang kalah,dan yang kalah tak boleh menolak."kata Nayla sambil tangannya mengangkat bola basket didepan wajahnya.
"Kau yakin bertaruh hal itu?"tanya Rory menaikkan alisnya,kepercayaan dirinya terlilat jelas dari matanya.
"Sangat yakin."jawab Nayla pasti.
"Bagaimana aturannya?"tanya Rory lagi.
"Masing masing dari kita melempar 10 bola.Bola masuk terbanyak,dialah pemenangnya."ucap Nayla.
"Deal."jawab Rory cepat.
Rory membungkukkan badannya dan berkata pelan pada Nayla sebelum mulai melempar
"Kuharap kau tak menyesal taruhan denganku Nay."ucap Rory setengah berbisik.
"Jangan terlalu percaya diri sobat."balas Nayla.
Mereka pun mulai melempar bola dimulai dari Nayla yang lebih dulu melempar.Tawa kecil terdengar ketika mereka selesai melempar dan dimenangkan Rory yang bisa memasukan tujuh bola,sedangkan Nayla hanya lima bola.Rory berbalik menghadap Nayla dan mendapati Nayla dengan wajah cemberut.
"Cih.."cibir Nayla yang disambut dengan tawa Rory.
"Aku menang Nay.kau tak akan melupakan perkataanmu tadi kan?"tanya Rory senang.
"Iya iya..aku ingat kok."jawab Nayla singkat."Jadi apa yang kamu inginkan?"tanya Nayla.
"Hemmm....aku akan menyimpannya untuk nanti."jawab Rory terkekeh pelan.
"Isshh..berhentilah mengambil kata kata ku."ucap Nayla memukul pelan bahu Rory.
Mereka pun tertawa,
"Mau main satu putaran lagi?"tanya Rory.
"Tidak..kau tau jelas aku payah bukan?"tolak Nayla.
"Akan ku tunjukkan cara melempar yang benar padamu."jawab Rory.
"Posisikan tanganmu disini."Rory memposisikan tangan Nayla pada bola."Ketika kamu mengangkat bolanya..."Rory melingkarkan tangannya dari belakang Nayla dan meletakkan tangannya diatas tangan Nayla.Suara Rory terdengar sangat dekat ditelinga Nayla."Dan...lempar."penjelasan Rory berakhir dengan tangan mereka berdua bersama melempar bola.
Akhirnya mereka melempar bersama dan berhasil memasukan sepuluh bola tanpa satupun yang meleset.
__ADS_1
"Woww...kurasa kita bisa menjadi tim yang hebat."ucap Rory setelah lemparan tarakhir masuk kedalam ring.
Nayla menoleh dan tersenyum mengangguk setuju pada Rory.
"Kalian berdua hebat sekali..silahkan hadiahnya."ucap pria penjaga stand menyerahkan boneka besar pada Rory.
"Terima kasih"balas Rory senang.
"Untukmu."Rory berkata saat menyodorkan boneka itu pada Nayla.
"Untukku?"tanya Nayla."kaulah yang memenangkannya.kenapa memberikannya padaku."tanya Nayla.
"Alasan aku setuju untuk bermain dan memenangkannya karena aku ingin memberikannya padamu."jawab Rory.
"Terima kasih."ucap Nayla mengulurkan tangan menerima boneka itu.
"Kurasa lebih baik letakan saja ini dimobilku.aku ingin..."kalimat Rory terputus saat geraman perut nya terdengar keras melanjutkan ucapannya.Nayla tertawa gelak sebelum berkata
"Oke,,,,kamu lapar.dan kita tau kemana harus pergi."ucap Nayla tertawa lagi.
"Tunggu disini sebentar,dan berikan ini padaku."ucap Rory mengambil alih boneka dari tangan Nayla"Aku akan segera kembali"ucap Rory dan berlari meninggalkan Nayla.
Nayla mengarahkan pandagannya mengikuti arah Rory berlari menuju kawasan parkir.Nayla mengelengkan kealanya dan tersenyum tipis.Dia pun memuuskan untuk duduk menunggu Rory kembali.Matanya melihat sekeliling.
Festival telah dipenuhi pengunjung,puluhan tenda berdiri disepanjang kawasan festival.Lampu lampu gantung yang bersinar terang penuh warna mengantikan cahaya matahari yang telah terbenam dan menerangi gelapnya langit malam.
"Maaf membuatmu menunggu lama."suara Rory terdengar dari belakang Nayla.
"Tidak.kau bahkan lebih cepat dari perkiraanku."jawab Nayla setelah berbalik.
"Ayo."ajak Rory seaya mengulurkan tangan."Sekarang sudah lebih ramai lagi,aku tidak mau mengambil resiko kamu terpisah dariku."ucap Rory.
"Oke...kurasa kamu benar."jawab Nayla menerima uluran tangan Rory.
"Apa yang ingin kamu makan"tanya Rory ketika mereka berjalan menuju deretan tenda yang menjual makanan.
Aroma berbagai macam makanan menyeruak dihidung Nayla.Makanan dari berbagai negara asal mereka beserta beberapa bendera yang mereka pajang sebagai lambang negara mereka berasal.
"Semua terlihat enak.menurutmu apa yang harus dicuba lebih dulu?"tanya Nayla.Matanya menelusuri tenda tenda yang menawarkan berbagai makanan.
"Jadi...kau ingin aku yang memilih?"tanya Rory.
"Apa kau keberatan?"tanya Nayla.
"Tidak sama sekali."jawab Rory."Tapi mungkin kamu akan lebih menikmati jika kamulah yang memilih sendiri."jawab Rory.
"Jika aku mengatakan ini adalah kali pertamaku datang di acara festival seperti ini,apa kau akan percaya?"tanya Nayla dengan suara pelan.
"Apa..?"Rory terkejut mendengar pernyataan Nayla dan menoleh menatap Nayla yang masih memperhatikan tenda tenda yang ada didepannya.
"Mungkin aku sedikit familiar dengan permainan yang ada disini,tapi jika makanan banyak yang terlihat asing bagiku.aku hanya tau sedikit dari beberapa yang ada disini,itu pun karena cafe yang berada didekat tempat kerjaku juga menyedikan makanan khas perancis yang sama seperti disini dihari tertentu."ungkap Nayla menoleh pada Rory dan tersenyum polos.
Untuk pertama kalinya,Nayla menunjukan senyum polos pada Rory yang tak pernah dia tunjukan pada siapapun.
'terakhir kali aku keacara seperti ini adalah saat kak Nick masih bersamaku.tapi tetap saja acaranya tidaklah sebesar ini.'bisik hatinya.Dengan cepat Nayla menepis pikirannya.
"Agak konyol bukan?padahal aku tinggal disini sangat lama.tapi tak tau dengan hal seperti ini."uncapnya tersenyum.
"Apa maksudmu?menurutku itu hal yang bisa terjadi pada siapapun.dan aku justru senang jika aku menjadi orang pertama yang akan mengenalkanmu tentang ini"jawab Rory.
'aku melihatnya.kabut dimatanya yang dia sembunyikan dengan rapat.'pikir Rory.
"Kalau begitu,kita kesana"kata Rory menunjuk arah dengan kepalanya yang di jawab dengan anggukan kepala Nayla.
__ADS_1
...........