LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
26.Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Seorang wanita yang terlihat bersama pasangannya menatap Nayla dengan sinis.


"Apakah akhirnya kau keluar dari gua setelah sekian lama Nayrela."sindirnya.


"Dan membawa teman teman anehmu ini bersamamu untuk menutupi kesendirianmu?"ucapanya sinis.


Nayla menatap wanita itu dengan tatapan tak percaya.Sebelum Nayla bisa mengatakan sesuatu,wanita itu kembali berkata,


"Apakah kalian tau bagaimana kehidupan konyolnya?"ucapnya tertawa pelan."Penuh dengan drama aneh,bahkan dia bisa mengila hanya karena gelang yang dipakainya."tambahnya dengan senyum mengejek.


Rory,Thomas Nathan dan Ethan saling pandang untuk sesaat ,menatap Nayla khawatir.Sedangkan Nayla hanya diam dan menatap wanita itu tanpa ekspresi.


"Oh,,apa kau juga masih sering menggurung diri dirumah surammu?mengabaikan pekerjaanmu dan hanya melimpahkan pekerjaanmu pada Rose?"ucapnya"Hingga membuat Rose pergi ke amerika dan kau berhasil mendapatkan korban baru,bukankah begitu?"ucapnya."Hebat.."tambahnya seraya menepuk tangannya.


"Hei,,,cukup..sarkasme mu menyebalkan.apa kau tau itu?"bentak Rory tak tahan lagi.


Thomas terkejut dengan suara bentakan Rory.Namun dirinya juga tidak tau harus bagaimana menenagkannya tanpa menambah keributan.


"Santai saja bung,tak perlu membentak."kata pria disampingnya.


"Dan akan lebih baik jika kau bisa membantu menjaga mulut pasanganmu."balas Rory tajam.


Tangan Rory mengepal dan bergetar hebat menahan emosi,menatap tajam pada pasangan yang ada didepannya.


Dengan lembut,Nayla melonggarkan kepalan tangan Rory dan memasukan tangannya sendiri didalamnya.Menatap mereka berdua dan tersenyum.


"Lama tak bertemu Vania.Silahkan nikmati makan malammu."kata Nayla tesenyum tenang dan berusaha menyingkir sesegera mungkin untuk meghindari melibatkan Rory dan teman temannya dalam masalah.Membimbing Rory dan yang lain berjalan keluar.


"Yang aku tau orang aneh akan bergaul dengan sesama orang aneh.dan kau akan menjadi lebih aneh dengan bergaul bersama mereka."ucapnya menunjuk Rory dan teman temannya.


Nayla menghentikan langkahnya dan berbalik.Thomas mencoba menghentikan Nayla


"Abaikan saja"kata Thomas lembut meletakkan tangannya dibahu Nayla.


Nayla mengeleng pelan,senyumnya hilang sepenuhnya berganti dengan tatapan tajam dan dingin.Tanpa melepaskan tangan Rory ditangannya dan membiarkan tangan Thomas,matanya melayang kearah Vania dan pasangannya.


"Pernahkah kau mendengar istilah 'jangan mencampuri urusan orang lain' tidakkah kau bisa mengerti apa artinya?"kata Nayla dingin membuat Vania membeku karena suara dan tatapan Nayla.


"Kau boleh saja mengusikku,dan aku tak akan terganggu dengan mulut besarmu.Tapi jangan sentuh siapapun yang berada disekitarku."kata Nayla penuh peringatan.Menatap tajam pada mereka berdua.


"Aku akan mengingatkan satu hal padamu,aku punya firasat bahwa orang yang berada disampingmu akan menjadi penyesalan terbesarmu."kata Nayla sebelum akhirnya berbalik dan meminta teman teman Rory untuk keluar bersamanya.


"Heyy,,Nayrela,,apa maksudmu?"teriaknya ketika Nayla mencapai pintu dan keluar memilih mengabaikan teriakannya.


"Maaf nona.tolong jangan membuat keributan disini."pinta pelayan mencoba untuk menenangkan.


Keheningan menyelimuti Nayla ketika meninggalkan kedai burger.Tanpa disadari,Nayla masih belum melepaskan tangan Rory.Tak bisa membiarkan keheningan lebih lama,Nayla menghentikan langkahnya dan membuka suara.


"Maafkan aku.kalian terlibat keributan dan mendengar hal tak menggenakkan karena aku."Nayla berkata dengan kepala tertunduk,dan perlahan mengangkat kepalanya untuk menatap mereka yang ada didepannya.


"Kalian terlibat hal tak menyenangkan dan akulah yang menyeret kalian kedalamnya.Aku benar benar minta maaf pada kalian."kata Nayla mulai menundukan kepalanya lagi.


"Sejujurnya...kamilah yang menyeretmu dalam hal ini."kata Thomas mengaruk kepalanya."Karena kami yang berada disekitarmu,dan yaahh memang penampilan ini aneh."tambahnya.


"Tidak.."Nayla mengelengkan kepalanya."Dia akan mengabaikan kalian jika hanya aku sendiri yang ada didepannya.Kata aneh juga bukan ungkapan yang tepat untuk kalian"kata Nayla.


"Aneh..tentu saja..siapapun akan berkata aneh karena kami menutupi wajah kami bahkan kepala kami"sambung Ethan."kami sangatlah sering mendengar kata kata itu,tapi kami mengabaikannya."lanjutnya.


"Dan kamu membungkamnya untuk kami,bagaimana bisa kami menyalahkanmu?"sambung Nathan.


"Tapi aku juga penasaran,siapa dia?kenapa dia bia berkata seperti itu?"tanya Thomas.


Nayla terdiam.Keraguan muncul dihatinya antara apakah dia harus mengatakannya atau tidak.


"Kamu tak perlu mengatakannya jika tak ingin Nay."kata Rory lembut.


"Dia teman semasa aku masih berstatus sebagai pelajar,setidaknya aku menganggapnya begitu.hanya saja dia tak menyukaiku."kata Nayla.


"itu keterlaluan jika hanya berdasarkan tak menyukai seseorang."kata Nathan.


"Karena sejak awal aku mengabaikannya setiap kali dia berulah.dan secara kebetulan dia bekerja tak jauh dari tempatku bekerja."kata Nayla lagi.


"Jadi dia berkata hanya atas dasar apa yang dia lihat tanpa tau yang terjadi sebenarnya?"tanya Thomas.


"Mungkin lebih mudah jika dikatakan begitu.Aku hanya perlu mengabaikannya jika hanya aku yang dia libatkan."kata Nayla."Tapi kalian mendapatkan imbasnya.Aku benar benar minta maaf pada kalian atas kejadian ini."kata Nayla lagi.


"Apa kau tau,Kau tadi itu keren sekali bisa membuatnya diam sampai seperti itu,"kata Ethan lagi mengalihkan perhatian Nayla diiringi tawa.

__ADS_1


"Kau juga bisa setenang itu .Bahkan bisa menenagkan Rory dengan mudah."kata Thomas melirik tangan Nayla.


"Ahh..maaf.."pekik Nayla lalu mlepaskan tangannya"Tanpa sadar aku...."Nayla terbata bata dengan semburat merah diwajahnya.


"Arhhhh...Thomasss..kau itu merusak suasana tau.."Ethan dan Nathan geram dan menjitak kepala Thomas bersama.


"Arrhhh...kenapa jika dalam hal seperti ini kalian sangat kompak."gerutu Thomas mengusap kepalanya.


"Bukankah alasannya sudah jelas."jawab Nathan dan Ethan bersamaan.Hal itu membuat Nayla tertawa geli.


"Kenapa harus minta maaf?"kata Rory membungkukkan badannya agar lebih dekat pada Nayla dan mengulurkan tangannya. "Aku tak keberatan kok"kata Rory lagi.


"Aku akan mengantarmu pulang."kata Rory belum menurunkan tangannya.


Tubuh tingginya membungkuk untuk menyesuaikan dengan tinggi Nayla.


"Lalu,,mereka?"Nayla melirik Thomas,Ethan dan Nathan.


"Jangan khawatirkan kami.kami kan membawa mobil sendiri."jawab Ethan mengedipkan matanya.


"Benar.pulanglah Nay.Senang bertemu denganmu lagi."kata Thomas."Mungkin kau juga perlu mendinginkan kepalamu setelah melihat mereka berdua"tambahnya menunjuk Nathan dan Ethan dengan kepalanya.


"Mau tambah?"tanya Ethan mengepalkan tangannya.Nathan bersiap menangkap Thomas.


"Hei...Tolong hentikan.."seru Nayla disertai tawa ringan."Baiklah..Aku akan pulang"Nayla mengangguk dan menerima uluran tangan Rory.


Setelah tersenyum dan melambai pada mereka,Rory dan Nayla pergi meninggalkan kedei burger.


"Ternyata dia wanita tangguh"Nathan berkomentar setelah masuk kemobil mereka dan melepas masker masing masing.


"Sangat jarang ada wanita yang bisa bersikap setenang itu ketika dirinya direndahkan.Tapi yang mengejutkan,dia mengerikan ketika marah.dan dia marah hanya ketika kita dilibatkan.sedangkan saat dirinya sendiri yang terlibat,dia masih terlihat tenang."kata Nathan lagi.


"Yang ku katakan benar bukan?kau akan merasa nyaman ketika mengobrol dengannya."kata Ethan.


"Haahh...ku akui..dia benar benar berbeda."jawab Nathan tersenyum.


"Sebenarnya aku penasaran dengan yang dikatakan wanita itu,tapi rasanya aku tak bisa menanyakan langsung"kata Ethan.


"Tentang?"tanya Thomas.


"Wanita itu bilang,Nayla bisa menggila hanya karena gelang yang dipakainya.apa masudnya dan kenapa?"tanya Ethan.


"Aku setuju."jawab Ethan.


"Ayo kita pulang."kata Thomas.


Mengangguk setuju,mereka meninggalkan kedai burger untuk kembali.


Sementara itu,Rory yang sedang dalam perjalanan mengantar Nayla terjebak dalam keheningan.


"Nay..."panggil Rory pelan.


"Ya..?"jawab Nayla menoleh kearah Rory.


"Apa kau baik baik saja?"tanya Rory.


"Aku baik."jawab Nyala tersenyum.


"Kau tau kan kalau kamu tak harus menahan yang kamu rasakan sendiri.aku ada disini untukmu."kata Rory lembut.


"Terima kasih Roy.aku menghargainya."kata Nayla tersenyum.


"Apakah kamu keberatan jika aku bertanya Nay?"tanya Rory.


"Tidak..apa yang ingin kamu tanyakan?"tanya Nayla.


"Apakah kamu mengenal pria tadi?"tanya Rory.


"Pria..?"Nayla mengerutkan kening.


"Yang tadi kita temui."kata Rory .


"Tidak.aku tak mengenalnya."jawab Nayla.


"Tidak..??"tanya Rory binggung.


"Ya..aku tak mengenalnya.kenapa kamu menanyakan itu?"tanya Nayla.

__ADS_1


"Lalu.kenapa tadi kamu bilang bahwa dia akan menjadi penyesalan terbesar baginya?"tanya Rory.


"Karena aku tau dia akan melakukannya."jawab Nayla.


"Bagaimana.?"tanya Rory.


"Sederhananya,,aku sering melihatnya bersama wanita yang berbeda."jawab Nayla.


"Dengan kamu mengatakan hal itu,bukankah itu justru kamu membantunya?siapa tadi?Va..vani..a?"tanya Rory tak percaya.


Nayla menaikan bahunya dan tersenyum sebelum berkata,


"Aku hanya ingin dia tak merasakan seperti apa rasanya terjatuh."jawab Nayla.


"Bahkan setelah semua yang dia lakukan padamu?"tanya Rory lagi.


"Aku memiliki firasat dia tak seburuk itu,aku tak akan tau kan jika suatu saat nanti justru dialah yang akan menolongku ketika aku membutuhkannya."jawab Nayla.


"Haahhh...aku tak tau dengan jalan pikiranmu."desah Rory.


Nayla tersenyum.


Waktu berjalan cepat hingga tak terasa mereka telah berada didepan apartemen Nayla.Setelah mobil Rory berhenti,Nayla melepaskan seat belt dan menoleh kearah Rory.


"Terima kasih sudah mengantarku Roy.dan makan malamnya."kata Nayla tersenyum lalu membuka pintu untuk keluar tari mobil.


"Tunggu Nay.."cegah Rory menahan tangan Nayla keluar.


"Ya..?"tanya Nayla menatap Rory.


"Apakah besok malam kamu ada waktu?"tanya Rory.


"Besok.?"tanya Nayla menaikkan alisnya yang dijawab dengan anggukan kepala Rory.


"Bisakah kamu datang untuk makan malam bersamaku?"tanya Rory.


'Pekerjaanku besok akan lebih banyak karena Adrian secara tak langsung menolak untuk datang lebih pagi.tapi jika aku datang kekantor lebih pagi lagi,sepertinya akan sempat'pikir Nayla.


"Baiklah.Dimana itu?dan jam berapa?"tanya Nayla.


"Sungguh?"tanya Rory dengan mata bebinar.


"Tentu saja."jawab Nayla.


"Besok di Leicester Square jam 9.Tapi,aku akan mengirim sopir untukmu."kata Rory.


"Hotell.."mata Nayla melebar.


"Hei..ayolah.jangan memikirkan hal aneh.apa yang sedang coba kau pikirkan?."protes Rory dengan alis terangkat lalu menyentil hidung Nayla."Mereka memiliki Rooftop dan lounge yang bagus.dan aku yakin kamu akan menyukainya"kata Rory.


"Oke...tapi aku bisa kesana sendiri."kata Nayla.


"Tidak.."Rory mengeleng."Aku akan mengirim sopir untukmu,dan aku tidak menerima penolakan."kata Rory.


"Tapi Roy.."protes Nayla.


"Ini permintaanku.masih ingat taruhan kita saat festival kan?aku bisa meminta apapun tanpa penolakan darimu.aku akan mengunakannya sekarang,dan itu yang aku minta."kata Rory.


"Hahh..."Nayla mendesah kalah,"Baik..baik..akan aku lakukan."jawab Nayla.


"Bagus..Terima kasih Nay,"kata Rory.


Nayla mengangguk dan tersenyum.


Setelah Rory melepaskan tangan Nayla,perlahan Nayla keluar dari mobil Rory.


"Hati hati dijalan Roy."ucap Nayla setelah berdiri disamping mobil.


"Oh..aku lupa satu hal lagi."ucap Rory.


"Apa itu.?"tanya Nayla.


"Pakailah gaun yang kukirim besok.Malam Nay."Rory mengedipkan matanya lalu menjalankan mobilnya sebelum Nayla bisa protes.


"Apa,,??tunggu..heii..Royy..."seru Nayla yang hanya dibalas dengan lambaian tangan Rory dari mobilnya yang mulai menjauh.


"Aaghhh...menyebalkan..dia bersikap seenaknya saja."gerutu Nayla sedikit menghentakkan kakinya.

__ADS_1


Menatap mobil Rory yang semakin jauh dan menghilang.Nayla berbalik untuk memasuki apartemennya dengan senyum yang mulai tumbuh dibibirnya..


...****************...


__ADS_2