
Ketukan pintu mengalihkan perhatian Rory tepat setelah dia mengakhiri telepnnya.Segera bangkit dari tempat tidurnya,Rory membuka pintu.
"Martin?kau sudah datang?kapan?"tanya Rory.
"Sebelum Kevin datang.maaf menggangumu,aku hanya ingin memberikan ini"kata Martin memberikan beberapa lembar kertas pada Rory yang segera menerimanya.
"Jadwal kalian akan dimulai lusa.dan pembuatan video barunya akan dimulai minggu depan.Aku khawatir melupakannya jika tidak kuberikan sekarang."kata Martin.
"Kau baru saja kembali dan langsung mengurus ini?"tanya Rory.
"Siapa lagi yang akan melakukannya jika bukan aku?"tanya Martin mengeluarkan tawa pendek lalu melanjutkan,
"Lagi pula,setelah ini kalianlah yang akan lebih sibuk.istirahatlah."kata Martin dan berlalu pergi.
Rory memandangi punggung Martin selama beberapa saat lalu megangkat bahunya dan kembali menutup pintu kamarnya.
Dengan hati hati,Rory meletakkan kertas itu dimeja dan kembali merebahkan tubuhnya.
"Sekarang aku harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengatakan yang sebenarnya padanya.Jika kesibukanku membuatku tak bisa memberikan kabar padanya,apakah dia akan marah?"gumam Rory pelan.
"Aku ingin mengatakan yang sebenarnya.Tapi apa cara terbaik yang bisa kulakukan?"gumam Rory lagi.
"Aaahh..sudahlah..kupikirkan nanti saja,toh aku masih punya banyak waktu besok."desahnya lalu mulai memejamkan matanya.
Entah berapa lama Rory terlelap dalam tidurnya,Rory terbangun saat langit masih gelap karena suara ponselnya.Dengan malas,Rory meraih ponsel miliknya untuk melihat siapa yang menghubunginya saat itu.
"Iya ma..Ada apa?"tanya Rory dengan suara kantuk khas nya saat melihat dilayar ponselnya 'MOM' tertera disana.
"Ya Tuhan...Maaf sayang,mama lupa dimana mama berada dan langsung menghubungimu."suara lembut terdengar dari ponsel Rory.
^^^## Gloria,wanita yang menjadi ibu Rory dan Kevin,dimana selalu mendampingi suaminya kemanapun suaminya pergi ketika kedua anaknya memutuskan untuk terjun kedunia musik.##^^^
"Itu kan memang kebiasaan mama kan?"tanya Rory tertawa pelan.
"Baiklah..Mama tak bisa mengelak dari itu.Tapi katakan sesuatu,kenapa kamu tidak pulang bersama Kevin."tanya Gloria.
"Kevin pulang dengan tujuan menemui tunangannya kan?Tidak ada alasan untuk ikut jika itu tujuannya."jawab Rory.
"Kevin tetap mengunjungi mama Jordan."balasnya."Tidakkah kamu merindukan mama setelah sekian lama tidak bertemu?"tanyanya lembut.
"Dan sekali lagi,jika mama sudah bermain drama begini,mama hanya ingin aku datang ketempat dimana mama sedang berlibur."tebak Rory.
"Tepat.."jawabnya cepat lalu tertawa.
"Baiklah..katakan dimana itu."kata Rory.
"Paris.karena disana papamu akan menemui rekan bisnisnya.Dan mama dengar kamu akan syuting video lagu baru disana kan Jo?"tanya Gloria.
"seberapa sering Kevin melaporkan segala aktivitas kami pada mama?"tanya Rory.
"Kebiasaan menjawab pertanyaan dangan pertanyaan tak pernah hilang ya?"sindirnya lalu tertawa.
"Ayolah ma..mama tak lagi perlu mendengarkan dari ceritaku kan?Kevin sudah mengatakan segalanya pada mama."keluh Rory.
"Baik..baik..Jadi yang dikatakan Kevin benar?"tanya Gloria.
"Iya.."jawab Rory.
"Dan kamu mau menemui mama di Paris?"tanya Gloria.
"Iya...Hooaammmm"Rory menjawab dengan menahan kantuk yang dia bisa.
"Kevin bilang kamu menciptakan lagu lagi.Apa itu benar?"tanya Gloria.
"Iya ma.."jawab Rory.
"Dan kamu jatuh cinta?"pancing Gloria.
"Iyaa...ma- ehh..Apa..?"seketika Rory membuka matanya yang sempat terpejam.
Tawa Gloria tedengar senang dengan jawaban jujur yang terlontar secara tidak sengaja dari Rory.
"Woww..itu kejutan yang menyenangkan.Kenalkan pada kami nanti.Oke sayang.."pinta Gloria.
__ADS_1
"Tu-tu-tunggu ma..siapa yang menngatakan itu pada mama?"tanya Rory panik.
"Haruskah mama menjawab pertanyaanmu disaat kamu tau dengan jelas bagaimana mama bisa tau tanpa kamu mengatakannya?"tanya Gloria lembut.
"Terkadang kepekaan mama itu terlalu mengerikan."jawab Rory.
"Ohoo..Begitukah?apakah dia tau sisi terus terang mu ini?"goda Gloria.
"Tentu saja"jawab Rory cepat."Eh..maksudku...."Rory menutup mulutnya seolah telah salah bicara.
"Ha ha ha...oke oke..mama mengerti..dia kelihatannya dia sedikit keras kepala jika tau sisi lain yang ada padamu namun tidak menjauhimu.Itu membuat mama lebih penasaran tentangnya."kata Gloria.
"aku bahkan belum mengatakan apapun,tapi mama seolah sudah menerima dia tanpa bertemu."kata Rory.
"Jika kamu mencintainya dan dia mencintaimu,itu cukup untuk mama."kata Gloria lembut.
"Bagaimana dengan orang tuanya?"tanya Gloria.
'Ah benar juga,aku hampir melupakan itu.aku hampir tak tau apapun tentangnya selain tempat tinggal dan pekerjaannya'pikir Rory.
"Hal itu juga yang ingin kuketahui ma,,dia tak pernah membicarakan tentang keluarganya."jawab Rory pelan.
"Kalau begitu,cari tau itu.setidaknya kamu harus tau tentangnya lebih dalam."kata Gloria mengingatkan.
"Iya ma..aku tau.."jawab Rory.
"Apakah dia bekerja?"tanya Gloria lagi.
"Emmmm...itu.....Dia karyawan dikantor redaksi buku."jawab Rory pelan.
"Heii,,,ada apa dengan suara itu?"tanya Gloria.
"Ehmmm...Apa mama..."
"Tak menyukainya karena pekerjaannya?"potong Gloria."Apakah kau berfikir mama akan begitu?"tambahnya.
"Maaf ma."desah Rory.
"Aku juga tau akan hal itu ma."jawab Rory pelan.
"Ya sudah..lanjutkan lagi tidurmu.Mama hanya sangat ingin mendengar kabarmu."kata Gloria tertawa ringan.
"Jaga kesehatan mama ya."kata Rory.
!
"Pasti..jika tidak,siapa yang akan mengurus papamu?"jawab Gloria tertawa lagi membuat Rory ikut tertawa.
"Mimpi indah Jo.."ucap Gloria sebelum mematikan panggilannya.
Rory tersenyum setelah ibunya memutuskan panggilannya.Perasaanya jauh lebih tenang ketika berbicara dengan ibunya.
"Hhaahh...Memang benar masih banyak hal yang tidak kuketahui tentangnya,sangat wajar Kevin kesal padaku."desahnya pelan.
"Selama ini,setiap aku bertemu dengannya,aku tak begitu mendesaknya membicarakan yang berkaitan dengan keluaranya mengingat dia terlihat sangat menghindari hal itu.Tapi aku tak akan tau apapun jika aku tidak menanyakan secara jelas padanya."gumam Rory.
"Aku harus mencari waktu yang tepat untuk membicarakan ini"tambahnya.
Tanpa pikir panjang,Rory meraih ponselnya dan menghubungi Nayla.Ketika panggilannya di angkat,Rory tersentak menyadari jam berapa saat itu,
"Ya..Roy..?"suara sapaan terdengar dari ponsel Rory.
'Ahh..sial,,aku lupa jam berapa sekarang'rutuknya dalam hati ketika Nayla menjawab teleponnya.
"Ahh..maafkan aku Nay,,aku menghubungimu tanpa melihat jam berapa saat ini.Maaf aku membangunkanmu."kata Rory merasa bersalah.
"Hei...ada apa dengan suaramu?Apa kau baik baik saja?"tanya Nayla.
"Bagaimana bisa aku merasa baik setelah menganggu tidurmu?"keluh Rory.
"Kau tak mengangguku Roy,sungguh"jawab Nayla.
"Tetap saja,ini bukan waktu yang tepat untuk menghubungimu."kata Rory.
__ADS_1
"Aku bahkan belum tidur,jadi kau tak menganggu tidurku"kata Nayla.
"Kamu bilang apa..??"kata Rory kaget.
"Aku belum tidur..kenapa kamu sekaget itu?"tanya Nayla merasa binggung.
"kamu serius bertanya begitu?"tanya Rory menaikkan suaranya.
"Memangnya kenapa sih?memangnya sekarang jam berap--... Oh My..."Nayla tak menyelesaikan kalimatnya seakan baru saja tersadar akan sesuatu.
"Apa yang sebenarnya kau kerjakan?"tanya Rory.
"Ehmmm...itu..Aku..."Nayla mengantung kalimatnya.
"Apa..?"desak Rory.
"Emmm..Pekerjaan.."jawab Nayla.
"Kamu yakin hanya itu?"tanya Rory.
"I..Iy..aa.."jawab Nayla ragu.
"Jawabnmu justru mengatakan padaku bukan itu yang sebenarnya kau kerjakan Nay."kata Rory mulai khawatir.
"Tidak,,sungguh..aku hanya tak tau bagaimana harus membuat alasan yang terdengar masuk akal bahwa aku lupa waktu."jawab Nayla.
"Kau yakin hanya itu?"tanya Rory.
"Tentu saja..Jadi...katakan padaku,ada apa?apakah ada sesuatu yang terjadi?"tanya Nayla.
"Sebenarnya tidak ada.Hanya saja setelah aku berbicara dengan ibuku,aku hanya teringat padamu."kata Rory.
"Manis sekali ucapanmu..jadi..maksudmu ibumu baru saja dari kamarmu atau sesuatu?"tanya Nayla.
"Tidak..Ibuku baru saja menghubungiku."jawab Rory.
"Di jam ini???"tanya Nayla.
"Yaah,,benar,,karena ibuku berada di tempat yang memiliki waktu yang berbeda,jadi tentu saja di tempat ibuku berada sekarang bahkan belum mencapai tengah malam."jawab Rory.
"Aku mengerti sekarang.Jadi ceritakan lebih banyak tentang ibumu."pinta Nayla.
"He emm..Tidak begini caranya,aku tak mungkin menngatakan hal itu dengan cara seperti ini.Aku ingin bertemu denganmu."kata Rory.
"Tapi..?"tanya Nayla seolah bisa membaca pikiran Rory.
"Hhahh....Aku akan sibuk beberapa hari kedepan."kata Rory lesu.
"Oke...aku bisa mengerti akan hal itu.Pekerjaan terkadang tak bisa diabaikan begitu saja bukan?"kata Nayla penuh pengertian.
"Bagaimana bisa kamu sepengertian ini?"tanya Rory tertawa pendek.
"Karena aku pun diposisi yang sama Roy.Ada saat dimana aku hanyut dengan pekerjaanku.jadi apa yang salah dengan itu?aku hanya memposisikan diriku didalamnya."jawab Nayla tenang.
"Kamu yang terbaik Nay.Aku akan mengusahakan agar aku bisa menghubungimu."kata Rory.
"Aku menantikannya Roy..Dan percayalah,aku akan mengerti jika kamu tidak melakukannya."kata Nayla.
"Aku sangat menghargai itu.Terima kasih Nay,"kata Rory.
"Itu bukan masalah Roy."jawab Nayla.
"Ha ha ha..Baiklah...Lebh baik kamu istirahat Nay.ini hampir pagi."kata Rory meningakan.
"Akan kulakukan."jawab Nayla.
"Sampai jumpa Nay."kata Rory.
"Sampai jumpa."balas Nayla.
Rory mengakhiri panggilannya,dan meletakkan ponselnya dimeja.Menyandarkan kepalanya,mencoba untuk kembali tidur untuk memulai kembali kegiatannya di pagi hari.
...****************...
__ADS_1