LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
Selalu Ada Hal Baik Dibaliknya


__ADS_3

Chris terbangun saat mendengar suara didepannya.Ketika membuka mata,Chris melihat Nayla hendak turun dari ranjangnya.


"Apa yang sedang coba kamu lakukan Nay?"tanya Chris bangun dari duduknya.


"Maaf membangunkanmu Chris."kata Nayla.


"Yang aku tanyakan,apa yang sedang ingin kamu lakukan"kata Chris menahan Nayla agar tak turun dari ranjang.


"Aku hanya ingin minum Chris."kata Nayla pelan."Tapi dia berisik."kata Nayla menunjuk penyangga infus yang ada disamping ranjangnya.


"Kamu bisa membangunkanku kan.aku justru bersyukur besi itu ada gunannya."kata Chris membatu Nayla untuk naik keranjangnya lagi dan duduk bersandar.


"Kamu terlihat lelah.Aku ingin membiarkanmu istirahat."balas Nayla.


Chris mengambilkan air untuk Nayla dan membantu Nayla untuk minum.Setelah meletakkan gelas,Chris membantu Nayla berbaring lagi dan merapikan selimut Nayla lalu menyentil hidung Nayla dan duduk disampingnya lagi.


"Dasar bodoh.sebesar apa tenaga yang harus kukeluarkan jika hanya untuk menganbilkan air untukmu?"kata Chris tersenyum lembut."Dan kamu itu pasienku sekarang."kata Chris pura pura marah.


"Kamu kan sedang ngak kerja."kata Nayla.


"Apa kamu sedang mencoba untuk adu argumen denganku?"tanya Chris menaikkan alisnya."Aku itu dokter.ngak ada istilahnya jam kerja atau bukan."kata Chris.Senyum tipis tersungging dibibir Nayla.


"Aku jadi bertanya tanya,berapa banyak pasien yang rela membuat kesalahan hanya ingin dimarahi olehmu."kata Nayla.


"Kenapa begitu?"tanya Chris.


"Kamu bertanya karena tidak tau atau sengaja mengelak dari kenyataan?"tanya Nayla menahan tawa.


"Karena aku tak tau apa yang kamu maksudkan."jawab Chris.


"Mereka akan mengatakan rela dimahari oleh dokter tampan mereka"kata Nayla memasang wajah serius.


Chris tertawa mendengar ucapan Nayla.


"Aku akan mengambilnya sebagai pujian."jawab Chris.


"Kenapa kamu menjagaku Chris?"tanya Nayla.


"Karena aku ingin?"jawab Chris.


"heeeiii..jangan gunakan kalimatku dan jawablah."protes Nayla membuat Chris terkekeh.


"Terlepas dari aku seorang dokter aku memang ingin menjagamu Nay."kata Chris."apakah aneh jika aku menjagamu lagi?"tanya Chris


"Tidak.."jawab Nayla mengelengkan kepalanya."Terima kasih Chris"lanjut Nayla.


"Haaahh,,,,panggil aku kakak"kata Chris melipat tangannya.


"aku menolak"jawab Nayla menjulurkan lidahnya.


"Dasar."kata Chris mengacak rambut Nayla.


"Aahhhh...hentikan"kata Nayla cemberut mengusap kepalanya."Bisakah kamu melepaskan ini?"tanya Nayla menunjukan tangannya yang terpasang infus."Terasa pegal dan ngak nyaman."kata Nayla lagi.


"Tidak.."jawab Chris tegas."Aku senang kamu sadar lebih cepat,tapi kali ini kamu harus patuh.Kembalilah tidur.kamu harus benar benar istirahat."kata Chris."Adakah yang membuatmu ngak nyaman?"tanya Chris.


"Selain INFUS"kata Chris menekan suaranya melihat Nayla hendak menunjukan tangannya lagi.


"Cih..."cibir Nayla.


"Istirahatlah"kata Chris lembut.


Chris menepuk pelan tangan Nayla.tak butuh waktu lama bagi nayla untuk tertidur lagi karena efek obat.


Nayla terbangun keesokan harinya dan melihat secarik kertas yang ditinggalkan Chris.

__ADS_1


"Aku akan memeriksa kondisimu sebentar lagi setelah kamu bangun"Nayla tersenyum tipis saat membaca tulisan yang ditinggalkan Chris dimeja dekat ranjangnya.Nayla turun dari ranjangnya berniat merengangkan tubuhnya dan berdiri didekat jendela.Namun,sebelum niatnya terlaksana,sebuah suara menghentikannya


"Kamu belum boleh banyak bergerak Nay."Chris berdiri diambang pintu dengan satu tangan di pinggang dan sebuah buket bungan ditangan lainnya.Nayla menoleh dan heran dengan chris.


"Menggoda seseorang dipagi hari dokter?"kata Nayla tersenyum jahil.


"Ya..karena pasienku sangat keras kepala,jadi aku perlu menggodanya agar dia menurut"jawab Chris melangkah masuk dan meletakkan bunga dimeja.


"itu ide yang buruk"jawab Nayla.


"Setidaknya tidak seburuk seseorang yang ingin membuat masalah."jawab Chris.


"Heeiii..aku hanya ingin merenggangkan badan dan melihat luar dari jendela"jawab Nayla."Dan lagi,aku tidak sedang patah tulang"bela Nayla.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan perharian mereka,seorang perawat masuk membawa obat dan jarum suntik sesuai intruksi Chris.


"Ok..sekarang jadilah pasien yang baik."kata Chris.


Nayla pun menurut dan membiarkan Chris melakukan pekerjaannya.Ketika selesai,Chris mengintruksikan perawat untuk memberikan obat pada Nayla setelah makan,


"Aku tau kamu ngak suka bubur,jadi aku siapkan ini untukmu."kata Chris mengambil lunch box dari bawah meja yang sudah dia siapkan sebelumnya."Makanlah walaupun itu sedikit,setelah itu minum obatnya."kata Chris seraya meletakkan lunch box dimeja.


"Iya iya..."kata Nayla cemberut.perawat yang berada didekat mereka tersenyum geli melihat interaksi Nayla dan Chris yang sudah dia lihat berkali kali karena Chris secara khusus meminta dia yang merawat Nayla ketika sakit.


"Irene,tolong kamu awasi dia..paksa saja kalau dia tak mau makan.Pastikan dia minum obat yang kuberikan"kata Chris."Aku akan kembali setelah memeriksa satu pasien lagi."lanjutnya.


"Jahat.."seru Nayla.


"Baik dok.."jawab Irene.


Chris pergi tanpa menghiraukan seruan Nayla.Setelah pintu tetutup,Nayla tersenyum tipis."Dasar"nayla bergumam pelan.


"Bau masakan Chris harum seperti biasa."kata Nayla pelan saat Irene menyiapkan makanan untuk Nayla.


"Dari mana kamu tau kalau ini dokter Chris yang masak?"tanya Irene heran."Kamu bahkan belum mencicipinya"katanya lagi.


"Penciuman yang tajam bahkan dikonisi seperti ini?"kata Irene menaikan alisnya.


"Ahh..ayolah,,aku kan hanya sakit kepala,bukan flu.hidungku tentu saja berfungsi dengan normal kan."kata Nayla mulai menyuap makanannya.Irene tersenyum geli."Padahal aku sudah melihat tingkah lakunya berkali kali,tapi tetap saja dia membuatku tertawa dengan tingkahnya pada dokter Chris."gumam hatinya.


"Omong omong..kapan Chris menyiapkan ini?bahkan alat makan sudah disiapkan disini,"tanya Nayla.


"Sebelum memeriksa pasien lain,dokter menyiapkan ini"kata Irene tersenyum lembut.


"Aku sudah kenyang."kata Nayla menyerahkan mangkuk pada Irene.


"Jangan bercanda,kamu bahkan belum mencapai lima suapan."kata Irene tak percaya.


"Apakah kamu menghitungnya?"tanya Nayla menyipitkan mata.


"tentu saja."jawab Irene percaya diri.


"Untuk dilaporkan padanya?"tanya Nayla lagi yang dijawab Irene dengan anggukan kepala.


"tapi aku benar tak bisa makan lagi,dan lagi tadi kan Chris bilang walaupun sedikit kan"kata Nayla.


Irene menghela nafas panjang lalu mengambil alih mangkuk dari tangan Nayla dan meletakkannya dimeja.


"Ini obatmu."kata Irene menyerahkan obat pada Nayla yang diterima dengan engan lalu meminumnya.Setelah menghabiskan obatnya,Nayla menyandarkan badanya.Sekilas Nayla melirik bunga yang di bawa Chris dan tersenyum tipis.


"Bukankah itu indah."kata Irene tersenyum.


"Sangat."kata Nayla.


Ketukan pintu menarik perhatian mereka,tak lama Cris muncul dari balik pintu dan melangkah masuk dengan sekeranjang buah ditangannya.Irene pun pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya kembali bekerja dulu dok"kata Irene sopan.Chris hanya mengangguk.


"Mau makan buah?"tanya Chris setelah Irene menutup pintu.


"Tidakkah seharusnya kamu kembali bekerja alih alih di sini Chris?"tanya Nayla.


"Aku sedang melakukan pekerjaanku"jawab Chris.Tangannya meraih anggur dan mengupasnya lalu menyuruh Nayla memakannya.


"Apakah itu bahkan higenis dok?"tanya Nayla menyipitkan mata.


"Tentu saja.aku sudah mencuci bersih semua buah ini."jawab Chris."Buka mulutmu"perintah Chris.


Tak mau berdebat lagi,Nayla pun menurut.Namun setelah buah kedua,Nayla menyuruh Chris berhenti mengupas anggur karena rasa kantuk yang menyerangnya.Chris merapikan selimut Nayla sebelum pergi meninggalkan Nayla yang telah terlelap.


"Syukurlah,,obat kali ini bekerja dengan baik."Chris bergumam pelan lalu menutup pintu meninggalkan ruangan Nayla untuk kembali bekerja.


...****************...


Rose terlihat sangat sibuk dengan pekerjannya bersama dengan Adrian.Naskah yang dikirim Nayla membuat Adrian berdecak kagum.Untuk kesekian kalinya Adrian merasa bahwa Nayla adalah sosok yang sangat luar biasa.


"Apakah setiap naskah yang dikirim nona Nayla seperti ini?"tanya Adrian.


"Maksudmu?"tanya Rose menoleh menatap Adrian yang tengah sibuk menyusun naskah dikomputernya dengan mata berbinar penuh rasa kagum.


"Sangat rapi dan nyaris tanpa kesalahan.Selama aku bekerja sebelum disini,aku tak pernah di permudah seperti ini.terkadang pekerjaanku membuatku stres."jelas Adrian.


"Kau akan lebih mengenalnya seiring berjalannya waktu."jawab Rose tersenyum."Oh ya,apakau akan ikut menjenguk Nayla nanti?"tanya Rose."Ahh...aku lupa belum menghubunginya,"kata Rose melihat jam tangannya.


"Tentu saja aku ikut."jawab Adrian."Akan lebih baik jika kita langsung datang tanpa menghubunginya bukan?"tanya Adria.


"Yaahh,kalau dia tidak kabur."jawab Rose mengeluarkan ponselnya dari tas.


"Ehhh,,,kabur?"tanya Adrian kaget.


"Ya,,begitu dia sadar dan merasa baik walaupun dicegah dokter sekalipun,dia memilih pulang."kata Rose.


Adrian mengeleng gelengkan kepalanya tak percaya.Rose meletakkan ponsel ditelinganya,beberapa saat kemudian suara eorang pria terdengar menjawab panggilan Rose.


"Ya Rose,?"tanyanya


"Ehh,,Chris?"tanya Rose heran.


"Ya.ini aku."jawab Chris.


"Bagaimana keadaan Nayla?apa dia sudah sadar?"tanya Rose.


"Sebenarnya dia bangun tadi malam,dan sekarang dia masih tidur."jawab Chris.


"Tidur?setelah sadar adi malam?dia?"tanya Rose tak percaya.


"Ya..mau tak mau aku memberi dia obat yang berbeda untuk memastikan dia benar benar istirahat.dan itu berhasil.apa kau akan datang?"tanya Chris.


"Syukurlah kalau begitu.aku akan datang setelah bekerja,sepertinya hari ini aku bisa pulang cepat."kata Rose.


"Baiklah kalau begitu.adakah yang perlu kusampaikan padanya?"tanya Chris.


"Tidak..terima kasih Chris."kata Rose,lalu mematikan ponselnya dan menghela nafas lega.


"Bagaimana?"tanya Adrian.


"Dia sudah sadar.kita bisa menjenguknya nanti."kata Rose.


"Syukurlah."kata Adrian tersenyum lega.


Mereka melanjutkan pekerjaan.Berusaha untuk menyelesaikan tugas masing masing.Sesekali Rose membantu Adrian ketika ada yang tidak Adrian mengerti.Pekerjaan mereka pun berjalan lancar

__ADS_1


...****************...


__ADS_2