
Rory berlari dengan mengendong Nayla di lorong rumah sakit. Teriakan paniknya menarik perhatian orang-orang yang berada di sana.
Terlebih lagi, sebagian besar orang mengenali wajahnya dan juga teman-temannya.
'Ku mohon bertahanlah' batin Rory cemas.
Wajahnya memancarkan kekhawatiran. Rory meletakkan tubuh Nayla saat seorang perawat menyambutnya dengan membawa brankar dorong dan membawa Nayla ke ruang darurat.
Tepat sebelum Nayla memasuki ruangan, seoarang pria baru saja keluar dari ruangan dan berpapasan dengan Nayla yang tengah terbaring dengan Rory yang ikut mendorong brankar.
Pria itu menghentikan Brankar itu dengan wajah terkejut.
"Biarkan aku yang menangani ini," pinta pria itu pada dokter yang hendak merawat Nayla.
"Tapi, ini bukan tugasmu di sini, Chris," jawab dokter itu.
"Aku akan jelaskan itu nanti, untuk saat ini biarkan aku yang mengambil alih ini. Aku mengenalnya," harap Chris.
Dokter itu mengangguk mengingat kondisi pasien harus segera ditolong dan membiarkan Chris menangani Nayla.
Selama Nayla sedang di tangani, Rory menunggu dengan cemas namun dalam hatinya juga bertanya-tanya tentang siapa Chris.
Rory duduk dengan mengankup wajahnya dengan satu tangannya. Mulai meneteskan airi matanya. Mengabaikan luka ditangannya.
'Ini salahku. Semua ini salahku. Akulah yang membiarkannya melakukan semua ini. Aku juga yang menurutinya begitu saja saat dia melarangku untuk menyusulnya. Seharusnya aku langsung menyusulnya,' rutuk Rory dalam hati.
'Aku tidak bisa hidup tanpamu, Nay. Kumohon bertahanlah,' harap Rory mulai terisak.
Kevin mendekati Rory dan menepuk bahunya, Thomas melakukan hal yang sama dengan duduk di sisi Rory dan menepuk bahunya.
"Dia akan baik-baik saja seperti biasanya. Kamu percaya bahwa dia kuat bukan?" ucap Thomas.
"Andai saja aku mempercayainya, andai saja aku tidak terlalu berasumsi sendiri dan memikirkan hal yang tidak dia lakukan, andai saja_,,," Rory kembali terisak tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
"Tenanglah, jangan mengatakan andai, tapi katakanlah kamu percaya padanya dia akan baik-baik saja," hibur Thomas memeluk Rory dan menepuk punggungnya.
Chris yang saat itu sedang mengunjungi rumah sakit itu untuk beberapa alasan dan termasuk dokter yang cukup di segani di rumah sakit itu karena pernah berjasa dalam membantu rumah sakit itu walaupun Chris bukan menjadi salah satu dokter di sana.
'Bagaimana ini bisa terjadi?' batin Chris.
Chris sebisa mungkin menekan perasaan yang bergejolak di hatinya. Amarah yang tiba-tiba muncul serta rasa khawatir yang luar biasa memenuhi hatinya.
Akhirnya Chris keluar dari ruang darurat dan di sambut dokter yang menjadi temannya.
"Bagaimana?" tanyanya.
"Bisakah dia di pindahkan ke rumah sakit tempatku bekerja?" tanya Chris.
"Bisa saja jika itu aman untuk pasien," jawabnya.
"Dia memang tidak bisa di pindahkan sekarang, tapi_,,," Chris mengantung kalimaatnya saat tiba-tiba Rory menyela.
"Bagaimana keadaanya, Dokter?" tanya Rory cemas.
Chris menatap Rory dan segera mengenali siapa Rory sebenarnya.
"Saya akan jelaskan, tapi tidak dengan cara seperti ini. Tapi, hal yang pasti adalah dia tertolong," jawab Chris.
__ADS_1
Rory mengusap wajahnya dan menyandarkan punggungnya di dinding.
"Bolehkah saya melihatnya?" tanya Rory.
"Tidak sekarang," jawab Chris.
"Tapi_,,,"
"Saya harus memastikan kondisinya stabil terlebih dulu sebelum anda melihatnya," potong Chris. "Selain itu, pasien juga memerlukan ketenangan," sambungnya.
Rory tertegun, merasakan sesuatu yang aneh terjadi. pikirannya berkerja keras mengingat sosok Chris yang terasa tidak asing baginya.
'Dimana aku pernah melihatnya? Kenapa dia begitu peduli dengan Nyala?' batinnya.
"Akan lebih baik jika anda mengobati luka anda, Tuan. Setelah itu anda bisa menemuinya," ucap Chris setelah berpikir beberapa saat.
"Saya bisa menemuinya setelah itu?" tanya Rory berharap.
"Saya akan mengusahakannya," janji Chris.
Rory mengangguk setuju dan bersedia di obati. Selama proses Rory di obati, Chris masuk kedalam ruang rawat Nyala dan menatap kondisi Nayla dengan perasaan bersalah.
"Apa yang sebenanya terjadi? Kamu menghilang tanpa kabar selama beberapa hari setelah mengatakan akan menyelesaikan masalah dan kembali dengan keadaan seperti ini?" gumamnya pelan.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
Suara ketukan pintu membuat Chris berbalik dan melihat temannya menjulurkan kepalanya seraya berkata.
"Baiklah. Biarkan mereka masuk,termasuk kamu Victor," sambut Chris.
Dokter yang di sebut Victor mengangguk dan menghilang sesaat. Detik berikutnya, pintu terbuka di sertai Rory yang melangkah masuk di ikuti teman-temannya di belakangnya.
'Ada hubungan apa sebenarnya mereka dengan Louise?' batin Chris.
'Sekarang aku ingat. Dia adalah orang yang ada di foto itu,' pikir Rory. ' Siapa dia sebenarnya?' batinnya.
Wajah Chris mengeras setelah pintu ruangan tertutup. Matanya menatap tajam pada mereka yang berdiri di depannya.
Namun sekali lagi, Chris menekan amarahnya di depan mereka, terlebih di depan temannya.
"Dia memiliki banyak luka fisik. Kaki kanannya mengalami keretakan parah, karena sebelumnya kakinya terlihat pernah terluka. Dan bibirnya sedikit robek," terang Chris.
semua orang tercekat mendengar penjelasan Chris dan menatap Nayla yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Sebenarnya, saya ingin tau. Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Chris.
"Dia_,,," Rory baru mulai membuka suara ketika Kevin tiba-tiba menyela di antara mereka.
"Ada sebuah insiden, yang membuatnya terlibat masalah dengan beberapa preman. Kami berusaha menolongnya, tapi kami datang terlambat," ungkap Kevin.
Thomas mulai merasakan kejanggalan pada Chris. Bahkan Rory juga mulai merasakan hal yang sama.
'Tidak salah lagi, dia adalah salah satu orang yang berada di dalam foto. Dan terlihat begitu intim,' batin Rory.
__ADS_1
'Aku tidak mungkin salah, dia salah satu orang yang terpotret bersama Nayla. Dan pada kenyataannya, dia juga mengenal Nayla,' pikir Thomas. 'Siapa dia sebenarnya?' imbuhnya.
Chris mengepalkan tangannya setelah mendengar penuturan Kevin. Ia menjadi lebih yakin, bahwa mereka semua terlibat dalam hal membuat keadaan Nayla seperti sekarang.
Chris berpaling kearah Victor dan kembali menatap enap orang di depannya secara bergantian.
"Aku akan memindahkannya ke rumah sakit lain," ungkapnya.
Nada suara yang terdengar berubah di tambah dengan wajahnya yang mulai mengeras membuat mereka tidak bisa menerima pernyataan Chris.
"Kenapa dia harus di pindahkan? Kenapa dengan rumah sakit ini? Rumah sakit ini juga rumah sakit yang bagus dan berkualitas," cecar Rory meninggikan suaranya.
"Rory, tenanglah,!" ucap Kevin menahan bahunya.
"Tolong jaga sikapmu dan pelankan suaramu,!" hardik Chris mulai hilang kesabaran.
"Kalian bahkan tidak punya hak untuk mengatur dimana dia harus di rawat dan oleh siapa," lanjutnya.
"Dia teman kami. Atas dasar apa anda mengatakan kami tidak memiliki hak?" sela Martin.
"Oh,, Teman? Aku tidak pernah mendengar sejarah bahwa seorang teman akan membuat teman lainnya terluka hingga separah ini," sindir Chris.
Seolah mendapat tamparan keras, mereka membisu.
"Anda bahkan tidak memiliki hak yang sama," sambut Rory lirih.
"Chris,,, tenanglah!" lerai Victor mengusap punggung Chris. " Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu ttidak membiarkan dia di rawat di sini saja?" ucap Victor menengahi.
"Aku tidak akan bisa mengawasinya jika dia disini," jawab Chris.
"Kami bisa mengawasinya, terlebih lagi disini ada dokter dan perawat yang bisa mengawasinya selain kami," sambut Rory tidak menyerah.
"Mengawasinya? Kalian? Setelah membuatnya seperti ini?" cibir Chris.
"Apa alasanmu sebenarnya, Chris?" sela Victor menghentikan perdebatan yang terjadi.
"Ingatlah kita sedang berada dimana, Chris," sambungnya.
Chris menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
"Kondisinya berbeda, Victor. Dia memiliki kondisi tubuh dimana kondisinya bisa menurun drastis secara tiba-tiba. Dan saat itu terjadi, dia bisa tidak sadarkan diri dalam hitungan hari untuk kodisi terburuknya," terang Chris.
"APAAAA,,,,,????"
Mereka serentak beerseru kaget mendengar pernyataan Chris. Dan lebih terkejut lagi karena Rory tidak menyadari dengan lebih cepat saat kejadian yang menimpa Nyala saat itu terjadi menimpanya.
"Cih, kalian yang mengaku sebagai teman bahkan tidak tau hal ini?" cibir Chris.
Rory terduduk lemas mendengar cibiran yang di lontarkan Chris. Seolah menamparnya dengan telak berulang kali dan ia tidak bisa mengindarinya.
"Kamu bisa tau sedetail itu?" tanya Victor. " Apakah kamu dokter khusus yang selalu merawatnya?" lanjutnya bertanya.
"Dia adikku," jawab Chris.
Matanya menatap Nayla yang terbaring dengan wajah sedih.
"EEEEHHHHH,,,,,"
__ADS_1
...****************...