LOVE OF MY LIFE

LOVE OF MY LIFE
48. Dijebak


__ADS_3

~Dukung karyaku dengan komen,like dan vote yaaa..dukungan dari kalian sangatlah berharga~


 -------


Seorang pria bertopi dengan masker yang menutupi wajahnya di tambah dengan jaket hitam dengan hudie yang di pasangkan di kepalanya tengah berdiri di sudut luar minimarket dengan sebuah kamera tergantung di lehernya.


Matanya terus mengawasi wanita yang baru saja memasuki minimarket. Seolah memberi kode kepada seseorang, pria aneh itu menjentikkan jarinya dan mengarahkan telunjuknya kedalam.


Tak lama setelah melakukan itu, seorang pria lain dengan jaket biru masuk ke minimarket dan memposisikan dirinya di dekat wanita itu yang tidak lain adalah Nayla.


BUGH,,,,!!!


Benturan yang tidak dapat di hindarkan ketika pria itu dengan sengaja menabrak Nayla.


Nayla yang saat itu tengah memilih kotak cereal ketika seseorang menabraknya, dan membuatnya menjatuhkan kotak cereal.


"Astaga,,, ya tuhan,,,maafkan saya,,, saya tidak sengaja," ucap pria itu sembari membungkuk dan memungut kotak cereal yang tarjatuh.


"Tolong maafkan saya. Saya ceroboh sekali, apakah anda baik-baik saja, Nona?" tanya pria itu mengulurkan tangan menyerahkan kotak cereal yang tadi terjatuh.


" Tidak apa-apa," sambut Nayla tersenyum ramah. " Saya baik-baik saja," imbuhnya.


"Saya sungguh menyesal. Apakah anda benar baik-baik saja?" tanyanya memastikan.


"Saya baik-baik saja. Terima kasih," jawab Nayla mulai merasa tidak nyaman saat tangan pria itu tidak kunjung melepaskan tangannya dari kotak cereal dan menahan pergelangan tangan Nayla.


BLITZZ,,,,


Sekali lagi Nayla merasa seseorang telah memotretnya. Matanya mengawasi sekeliling mencoba mencari tau siapa yang telah usil memotretnya tanpa ijin.


"Saya harus pergi sekarang, permisi," pamit Nayla semberi menarik tangannya perlahan.


Namun pria itu tidak melepaskan Nayla begitu saja. Pria itu mengikuti Nayla hingga mencapai kasir dan memaksa untuk membayar barang belanjaan Nayla.


"Tolong ijinkan saya membayar belanjaan anda, Nona!" desak pria itu


"Maaf tuan, saya sangat berterima kasih, tapi maaf, saya menolak. Anda tidak perlu merasa bersalah hanya karena benturan kecil," sambut Nayla ramah.


" Tapi saya ingin menebusnya," ucapnya bersikeras.


" Saya menghargainya. Tapi, saya tidak bisa menerimanya," tolak Nayla halus.


"Kenapa?" tanya pria itu mulai terdengar kesal dan meraih tangan Nayla dengan kasar.


" Tolong lepaskan tangan anda, sikap anda sangatlah tidak sopan," sergah Nayla berusaha menarik tangannya.


Penjaga kasir yang melihat hal itu berniat menghentikan pria itu. Namun, sebelum dia dapat melakukannya, pria itu memberinya tatapan tajam penuh ancaman, membuat penjaga kasir mundur dalam diam.


"Cih,,, sikap sopan seperti apa yang sedang anda bicarakan?" sindir pria itu mengeratkan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Nayla.


"Tuan, tolong lepaskan tangan saya!" pinta Nayla meringis kesakitan dan berusaha menarik tangannya.


Tiba-tiba, sepasang tangan lain mencengkram tangan pria itu dan melepaskannya dari tangan Nayla. Membuat pria itu menoleh di ikuti Nayla yang juga mengarahkan pandangannya pada pria asing yang baru datang.

__ADS_1


"Hei,,, bung! Bukan begitu caranya memperlakukan seorang wanita,!" ejeknya dengan senyum di wajahnya.


"Perbuatan anda memang tidak terekam CCTV, tapi terekam kamera dari ponsel saya, dan lagi, penjaga kasir di sini juga cukup untuk mennjadi saksi. Bukankah itu cukup untuk membuktikan tindakan pelecehan anda?" ancamnya dengan seringai licik di wajahnya.


"Ck,,, awas saja!" decak pria berjaket biru yang pergi meninggalkan minimarket dengan wajah kesal.


"Apakah anda baik-baik saja?" tanyanya pada Nayla dan memperhatikan tangan Nayla yang memerah.


" Saya tidak apa-apa, berkat anda. Terima kasih," sambut Nayla menatap pria yang telah menolongnya.


Pria tinggi dengan kaos putih yang di tutupi dengan kemeja kotak-kotak menatap Nayla lalu tersenyum cerah.


"Kamu,,,?" ucapnya sembari mengangkat telunjuknya. "Festival,,, buku Conan Doyle?" sambungnya sembari menaikkan alisnya.


"Ah,,, kamu?" sambut Nayla ramah ketika mengingat pria itu.


Nayla berpaling sesaat untuk membayar belanjannya dan melangkah keluar di ikuti oleh pria itu.


"Senang bertemu denganmu lagi, Ehemmm__,,," pria itu memiringkan kepalanya menatap Nayla dengan wajah bertanya.


"Nayla," ucap Nayla mengerti maksud pria itu.


"Val," sambut pria itu mengulurkan tangannya.


Nayla berhenti di depan minimarket dan berdiri menghadap Val, menyambut uluran tangan pria itu lalu tersenyum sebelum berkata,


"Apakah kamu tidak jadi membeli sesuatu?" tanya Nayla menurunkan tangannya.


"Begitukah?" sambut Nayla.


Val tersenyum malu sembari mengosok belakang lehernya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Nay? Err,,, aku boleh bicara santai padamu kan?" tanyanya canggung.


"Tentu, terlebih kau sudah membantuku, mana mungkin aku berkata tidak," jawab Nayla.


"Kalimatmu barusan justru membuatku seperti seorang tersangka," seloroh Val.


Nayla tersenyum geli seraya mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar tawa renyah Val.


"Aku tinggal tak jauh dari sini," terang Nayla pada akhirnya.


"Itu kebetulan yang menyenangkan," sambut Val antusias. " Karena aku juga tinggal di sekitar sini," paparnya.


"Omong-omong,,, aku belum meminta maaf dengan benar untuk kejadiaan waktu itu," sambung Val.


"Sejujurnya, akulah yang harus minta maaf padamu karena sikapku saat itu," sambut Nayla.


"Tidak,,, sikap yang dia tunjukkan adalah wajar dan sangat bisa dimengerti. Aku akan bersikap sama jika seseorang memegang tangan kekasihku terlalu lama disaat mereka tidak saling mengenal," ucapnya penuh pengertian.


Nayla terdiam dengan semburat merah di wajahnya, dan mulai melangkahkan kaki di ikuti Val di sampingnya.


"Oh,,,ya, aku pernah mengatakan ingin menebus kesalahanku dengan membelikanmu buku karya Sir Arthur, tawaran itu masih berlaku," ungkap Val memecah keheningan.

__ADS_1


"Aku sangat berterima kasih, Val. Tapi, maaf, sepertinya aku harus menolaknya. Kau tidak harus melakukan hal sejauh itu hanya karena melakukan sesuatu yang tidak kau sengaja," tolak Nayla.


"Bukan begitu maksudku," sanggah Val. " Aku sudah memiliki buku itu, dan aku ingin memberikannya padamu. Beberapa buku telah kuberikan pada orang lain, jadi satu buku ini ingin ku berikan padamu," papar Val.


"Tolong jangan menolak, aku memang berniat memberikan padamu sejak awal. Namun, aku tidak pernah melihatmu sejak Festival saat itu," harap Val.


"Orang lain?" Nayla menyipitkan mata. " Seperti,,, kekasih?" candanya.


"Oh Tidak,,,! Tentu saja bukan. Tapi dia adalah orang yang aku kagumi, dia adalah penulis dari buku yang ku perebutkan denganmu, walaupun pada akhirnya aku salah paham," gelak Val mentertawakan sikapnya sendiri.


"Sungguh memalukan bukan?" sambungnya lalu tertawa lagi.


"Jadi maksudmu, kamu mengenal Nyloes?" pancing Nayla.


"Tidak persis seperti itu," sangkal Val. " Tapi aku mengirim surat dan mendapatkan balasannya," jawabnya bersemagat. "Bisa kau bayangkan itu? Mendapatkan surat balasan dari orang yang di kagumi itu benar-benar luar biasa," ungkap Val antusias.


"Itu terdengar menajubkan," sambut Nayla.


Nayla tersenyum tipis dan mulai mengingat-ingat tentang Val.


'Mungkinkah Rose ingat tentang surat dari Val? Aku memang merasa tidak asing dengan nama itu, tapi aku tak yakin mereka adalah orang yang sama,' bisik hati Nayla.


Mereka asik mengobrol dan sesekali diselingi canda tawa seolah mereka telah mengenal sekian lama. Tiba-tiba, seseorang menabrak Nayla hingga tubuhnya terhuyung kebelakang.


Sepasang tangan kokoh Val menahannya, menghindarkan Nayla dari terjatuh. Tak dapat di hindari, Val yang menahan tubuh Nayla dengan meletakkan satu tangannya di pinggang, menyebabkan belanjaan yang ada di tangan Nayla terjatuh.


"Heiii,,,! Berhati-hatilah ketika anda berjalan,!" seru Val pada orang yang pergi begitu saja setelah menabrak Nayla.


"Ck,,, apa-apaan orang itu," decak Val. " Jalan ini masih cukup luas, kenapa harus menabrak dengan sengaja seperti itu?" geramnya.


"Sudahlah,,, biarkan saja. Mungkin dia sedang terburu-buru," ucap Nayla menenangkan.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Val cemas.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih karena sudah membantuku lagi," ucap Nayla.


"Bukan masalah, lagi pula semua orang normal akan melakukannya untukmu," balas Val tersenyum lebar.


"Ah,,, apartemenku ke arah sini," ungkap Nayla menunjuk arah jalan ketika mereka tiba di persimpangan.


"Hemmm,,, begitu? Ternyata kita berbeda di persimpangan ini," gumam Val. " Baiklah, senang bertemu denganmu, Nay," ucap Val.


"Senang bertemu denganmu, Val. Sampai jumpa," pamit Nayla.


"Sampai bertemu lagi, Nayla," balas Val .


Mereka berjalan kearah yang berbeda setelah saling melambaikan tangan.


Pria berjaket dan bertopi itu kembali menggikuti Nayla tanpa sepengetahuan Nayla.


Sementara itu, Val menoleh menatap punggung Nayla dengan sebuah senyum yang tersungging di bibirnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2